<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162</id><updated>2012-02-16T14:13:15.322-08:00</updated><category term='umum'/><category term='tanda kiamat'/><category term='film 2012'/><category term='Al qur&apos;an'/><category term='manhaj dakwah'/><category term='Al-Ikhwan Al-Muslimun'/><category term='Fikih'/><category term='Jihad'/><category term='Renungan'/><category term='lembaga islam'/><category term='Sex'/><category term='Keluarga'/><category term='Dunia islam'/><category term='Cerita'/><category term='opini'/><category term='Belajar dari burung Hud-hud'/><category term='Siyasi'/><category term='Generasi dakwah'/><category term='Ukhuwah sejati'/><category term='aqidah'/><category term='Dajjal'/><title type='text'>seberkas cahaya</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>41</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-2029185873633917853</id><published>2010-07-25T20:02:00.000-07:00</published><updated>2010-07-25T20:02:05.376-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manhaj dakwah'/><title type='text'>Salah Paham tentang Mihnah</title><content type='html'>RISIS AKHLAQ GERAKAN ISLAM&lt;br /&gt;Sebuah Upaya Rekonstruksi Gerakan Islam Masa Depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: DR. Muhammad Said Ramadhan Al-Buthy*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.2. Apa makna Mihnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mulai dengan mengetahui arti mihnah, apa sebenarnya arti mihnah. Sebagian besar kita mengartikan dengan pemandangan orang yang buntung tangan, buta mata dan cacat permanen. Ada sebagian lain yang mengatakan, mihnah adalah cacat yang nampak di luar dan yang mengenai salah satu sisi tubuh kiita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mihnah adalah segala yang menelusup ke sisi hati kita yang paling dalam, sehingga pahit dan getirnya menyebabkan hati menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mihnah bukanlah tampilan luar sebagian kita yang terlihat oleh mata telanjang, tetapi mihnah adalah yang kasat oleh mata kita dan tidak tertangkap oleh perasaan kita, padahal sebenarnya kalau kita tahu mihnah itu melekat di hati dan perasaan mereka. Jalan masuknya bermacam-macam dan beraneka ragam lebih luas dan longgar dari yang kita bayangkan, dan tidak ada manusia yang hidup di dunia ini kecuali mereka pernah mengalami keajatuhan di dalamnya dan merasakan deritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;B.2. Apa makna Mihnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mulai dengan mengetahui arti mihnah, apa sebenarnya arti mihnah. Sebagian besar kita mengartikan dengan pemandangan orang yang buntung tangan, buta mata dan cacat permanen. Ada sebagian lain yang mengatakan, mihnah adalah cacat yang nampak di luar dan yang mengenai salah satu sisi tubuh kiita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mihnah adalah segala yang menelusup ke sisi hati kita yang paling dalam, sehingga pahit dan getirnya menyebabkan hati menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mihnah bukanlah tampilan luar sebagian kita yang terlihat oleh mata telanjang, tetapi mihnah adalah yang kasat oleh mata kita dan tidak tertangkap oleh perasaan kita, padahal sebenarnya kalau kita tahu mihnah itu melekat di hati dan perasaan mereka. Jalan masuknya bermacam-macam dan beraneka ragam lebih luas dan longgar dari yang kita bayangkan, dan tidak ada manusia yang hidup di dunia ini kecuali mereka pernah mengalami keajatuhan di dalamnya dan merasakan deritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangkal kesalahan pandangan kita adalah, perasaan terenyuh dan kasihan ketika melihat orang yang tuli dan buta. Kita yakin orang-orang tersebut selalu diliputi oleh rasa sakit yang tidak pernah putus dan hatinya selalu dalam kesedihan yang mendalam. Di sisi lain, kita melihat orang yang berkendaraan mewah, mobilnya menerbangkan debu-debu jalanan, di wajahnya kita tangkap aura bahagia, seakan kegembiraan selalu menari-nari mengikutinya dan hatinya tidak pernah lepas dari mabuk kebahagiaan dan kedamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah pastikan dua kondisi tersebut, tanpa melongok ke hati mereka yang paling dalam. Kalau kita mau melongok sedikit saja, mengupas hatinya, maka kita akan mendapatkan diri kita telah jatuh dalam salah persepsi. Pintu kebahagian tidak hanya dari satu sisi lahir yang melekat di tubuh, dan salah besar ketika kita mengaitkan kondisi hati dengan penampilan lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang kendaraannya tersesat dari tujuan rute perjalanannya, dalam kondisi bingung untuk mencari jalan selamat pasti akan merasakan kesedihan yang mendalam, sekalipun dirinya berada di taman yang indah dan mewangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang jatuh bangkrut oleh kondisi bisnis yang spekulatif dan tidak menentu, kemudian ia mengalami kerugian materi yang tidak kecil, padahal dirinya termasuk orang yang menari-nari dalam limpahan uang, detik demi detik pergerakannya menambah ketakutan dan kekhawatirannya. Sungguhh orang ini telah jatuh dalam kesedihan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, sekalipun dalam kesehariannya kita melihatnya dalam kondisi hidup berkelimpahan dan tinggal di istana yang nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hati seseorang bergantung dengan keindahan dunia, berkhayal tentang berbagai macam kenikmatan yang akan menyertainya jika ia dekat padanya, ia merenda harapan di alam imajinasi, berkata-kata kepada dunia akan cita-citanya dan berharap itu dapat ia raih, namun tiba-tiba ada tembok tebal yang menghalangi antara dirinya dengan semua harapan dan cita-citanya. Dalam kondisi ini orang tersebut diliputi oleh pedihnya api musibah yang menyala-nyala, kelezatan dan kesenangan dunia seperti apapun tidak akan bisa memadamkannya. Dan ironinya, kita melihatnya dengan mata iri dan dengki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang celaka dalam hidupnya, tenggelam dalam kesenangan dan hedonisme. Malamnya ia begadang di tempat-tempat maksiat, ketika pagi menjelang, matanya berat terkantuk-kantuk, begitulah rutinitas harian dalam hidupnya. Kita menganggap hidupnya bahagia, padahal hidupnya larut dalam kelap-kelip malam yang menyiksanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita tahu kondisi yang sebenarnya, menyelami ke kedalaman hatinya, maka kita akan mendapatinya dalam kepedihan yang bertumpuk-tumpuk. Tidur dalam kamus hidupnya hanyalah kabut awan siksaan dan kesedihan, yang meliputi lahir dan batin, seluruh akal dan perasaannya. Di sisi lain, kebanyakan kita melihat dan merasakan bahwa tidur adalah kenikmatan istirahat yang memayungi kita setelah kita berusaha dan bekerja keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang lalai dari keimanan kepada Allah swt, berkali-kali dihadapkan pada aneka pertanyaan tentang alam semesta, manusia dan akhir hidupnya, tanpa mendapatkan jawaban yang memuaskan, hatinya bergolak dalam kesedihan dan kekhawatiran ketika melihat fenomena kesulitan, kesusahan, saling memusuhi dan melampaui batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membayangkan kenikmatan di balik kondisi di atas ibarat kilat yang menakutkan dan menyambar dalam satu malam yang kelam, kilat itu lebih banyak membawa berita buruk, dan bukan berita baik. Kilat itu memberi cahaya, tapi tidak sampai menunjukkan rahasia dan kejelasan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita melihatnya sebagai orang yang bahagia, padahal sebenarnya tenggelam dalam kekhawatiran dan trauma. Bahkan kalau kita lebih jeli lagi maka kita akan melihat mihnah itu telah merasuk ke dasar otak dan pemikirannya, yang pada akhir ceritanya ia terjerumus dalam alam junun (gila) atau jalan pintas bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, betapa banyak orang yang Allah ambil kenikmatan mata melihat dari dirinya, namun ia bisa menemukan kedamaian, kerelaan, dan kebahagiaan hati, tanpa pernah merasakan kegalauan sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa banyak kita melihat orang yang berpenampilan miskin dan susah, namun hatinya berpayungkan pengalaman bahagia yang unik, yang tidak pernah terbayangkan oleh kita kecuali dalam memori bahagia masa-masa kecil kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa banyak orang yang lekat dengan sakit dan kelaparan, hidup dalam rasa sakit dan keridhaan yang mendalam pada realitas dan apa yang telah ditetapkan Allah atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak mengatakan bahwa mihnah yang tampak pada tubuh adalah sebatas musibah khayalan saja, yang tidak punya pengaruh sama sekali terhadap kejiwaan kita, tapi kami ingin mengatakan bahwa yang jadi penentu dalam diri kita adalah kejiwaan kita yang merasa atau kita biasa sebut dengan kondisi kejiwaan kita. Sebenarnya musibah yang memiliki pengaruh terhadap diri kita tidak terbatas pada tampilan penderitaan manusia yang terlihat saja, kemudian kita merasa kasihan atau sedih karenanya, tapi musibah itu bermacam-macam, yang mana kebanyakan manusia pasti ditimpa oleh satu bagian dari musibah-musibah di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, celaka yang menimpa salah satu dari kita bukan semata-mata karena musibah itu sendiri, sekalipun musibah itu beraneka ragam dan warna, namun sesungguhnya karena tidak lapang dan tidak kuatnya hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, yang pertama kali kita pegang dalam menjawab pertanyaan itu adalah bahwasanya pertanyaan yang dilontarkan itu adalah pertanyaaan yang salah redaksi dan susunannya sedari awal. Dan jawaban dari pertanyaan tersebut adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa manusia bertingkat-tingkat dan berbeda-beda perasaan mereka, antara sempit dan lapang dada, padahal kalau melihat fenomena rahmat dan keadilan Allah, seharusnya mereka sama dalam kebahagiaan dan kelapangan hati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Dr. Muhammad Said Ramadhan Al-Buthy lahir pada tahun 1929 di sebuah daerah yang bernama Buthan, bagian dari wilayah Turki yang terletak di perbatasan antara Turki dengan Irak bagian utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia empat tahun, beliau ikut ayahnya, Mullah Ramadhan untuk pindah ke Damaskus, Syria. Setelah menamatkan sekolah Islam di Damaskus, Al-Buthy kuliah di Universitas Al-Azhar, Mesir. Beliau mendapatkan gelar doktor dalam bidang hukum Islam di Universitas Al-Azhar pada tahun 1965.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun yang sama, beliau kembali ke Damaskus dan diangkat sebagai salah satu pimpinan di Universitas Damaskus, sekaligus aktif sebagai dosen di sana. Selain itu, ia juga menjabat anggota dewan tinggi di universitas Oxford, Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sebagai dosen, Al-Buthy juga aktif di berbagai konfrensi dan simposium dunia. Beliau fasih berbahasa Arab, Turki, dan Ingris. Tidak kurang dari 40 buku telah beliau tulis. Hampir setiap hari, beliau mengisi taklim di masjid Damaskus, dan berbagai masjid di Syria. Ribuan orang selalu hadir dalam setiap taklim yang beliau pimpin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-2029185873633917853?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/2029185873633917853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/07/salah-paham-tentang-mihnah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/2029185873633917853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/2029185873633917853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/07/salah-paham-tentang-mihnah.html' title='Salah Paham tentang Mihnah'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-6334811099192808374</id><published>2010-06-29T17:11:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T17:11:18.095-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manhaj dakwah'/><title type='text'>Kepercayaan (Tsiqah) terhadap Jalan Dakwah</title><content type='html'>Para musafir yang melalui jalan apapun mestilah mempercayai jalan yang mereka lalui dan berpuas hati bahwa itulah jalan yang akan menyampaikan mereka kepada tujuan yang mereka maksudkan supaya mereka tidak sesat dan tidak hilang di tengah jalan. Supaya mereka terus berjalan dan tidak beranjak lantaran ragu atau karena tidak percaya. Supaya mereka tidak berpindah ke jalan lain lalu mereka bercerai-berai mengikuti berbagai jalan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jalan dakwahlah yang lebih utama dipercayai karena inilah jalan asal di mana seorang Muslim mengikat segala urusan hidupnya dan kepadanyalah dia menyerahkan segala apa yang dimilikinya mulai harta, jiwa atau usia, fikiran dan waktu. Karena, di sinilah letaknya kesudahan dan masa depan yang hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tiap-tiap Muslim sebelum melangkah jalan dakwah, wajib mengetahui tentang keselamatan jalan dakwah, mengetahui keasliannya dan dia mesti mempercayainya supaya dia tidak menghabiskan umur dan jiwa di jalan yang menyeleweng dan tidak lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan dakwah kita bukanlah jalan bid'ah dan bukanlah jalan yang baru, tetapi jalan Rasulullah saw. di mana baginda berjalan bersama dengan sahabat-sahabat baginda di zaman dahulu. Inilah jalan yang dambil oleh Imam as-Syahid Hassan al-Banna dari sirah Rasulullah saw. yang diperkenalkan kepada kita, memimpin kita kepadanya dan menetapkan segala petunjuk kepada kita dan membawa kita berjalan bersama di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, beliau menghayatinya dengan penuh keikhlasan, kebenaran, amalan dan harakah yang berterusan yang bersungguh-sungguh untuk meneguhkan dasar (tapak) bangunan dan menyediakan batu-bata yang selamat sejahtera. Akhirnya, beliau telah menemui Tuhannya dalam keadaan syahid di atas jalan dakwah semasa melakukan tugas-tugas ke arah dakwah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maukah kita percaya kepada satu jalan yang membawa kita kepada Allah dan kepada keredhaan Allah? Adakah tujuan yang lebih tinggi daripada Allah? Kenapa kita tidak mau percaya kepada satu jalan yang pemimpinnya ialah Rasulullah saw., bagindalah yang menjadi penunjuknya? Bagindalah sebaik-baik uswah dan contoh teladan dan begindalah penunjuk kepada sirat al-mustaqim:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah: 'Inilah jalan (agamaku), aku dan orang-orang yang mengikuti mengajak kamu kepada Allah dengan hujah yang nyata'". Yusuf: 108&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita mau percaya pada satu jalan yang dustur perlembagaannya dan manhajnya adalah kitab Allah yang tidak pernah dicampuri kebatilan dari depan maupun dari belakang dan sunnah Rasulullah saw.? Satu jalan yang menjadikan jihad sebagai jalannya dan menjadikan syahid setinggi-tinggi cita-citanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekitar kepercayaan tanpa ragu, di jalan inilah, Imam Hassan al-Banna telah berkata kepada golongan pemuda: "Hai para pemuda! Di atas dasar-dasar yang tetap ini dan kepada pengajaran-pengajaran tinggi ini kami menyeru kamu semua. Maka sekiranya kamu beriman kepada fikrah kami dan kamu mengikuti jejak langkah kami dan kamu bersama kami melalui jalan Islam yang hanif. Dan kamu membersihkan diri kami dari segala pemikiran yang lain daripadanya dan kamu menyerahkan segala usaha kamu untuk akidah kamu, maka inilah yang lebih baik bagi kamu di dunia dan di Akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sekiranya Allah menghendaki, Allah akan membuktikan kepada kamu apa yang telah dibuktikanNya kepada as salafus saleh di zaman Rasulullah dan para sahabat-sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tiap-tiap pekerja dan petugas yang benar dari kamu akan mencapai apa yang diredhai yaitu cita-citanya di medan Islam dan merangkumi segala kegiatannya sekiranya mereka orang-orang yang benar. Dan sekiranya kamu enggan dan terumbang-ambing antara bimbang dan ragu maka sesungguhnya pasukan Allah akan berjalan terus tanpa peduli apakah jumlah mereka banyak atau sedikit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." Ali Imran: 126&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya perjalanan kita telah mengalami berbagai pukulan dari musuh-musuh Islam yang senantiasa melakukan bermacam usaha yang sia-sia, untuk merusak, menyekat atau memesongkannya dari jalan yang benar. Ini bisa menimbulkan berbagai pertanyaan dan keraguan dari beberapa orang tentang pukulan-pukulan itu dan dampak-dampaknya. Dan persoalan tentang keaslian jalan itu, kerapian tujuannya dan kebenaran caranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita terangkan jawabannya di dalam artikel sebelumnya dan kita telah terangkan bahwa ujian dan bencana itu lebih menguatkan dan memurnikan dakwah dan telah menambahkan keteguhan, ketetapan dan kepercayaan di dalam jalan dakwah dan berpuas hati kepadanya. Itu semua sunnah Allah di dalam dakwah Islam. Musuh-musuh Allah telah berbuat begitu rupa terhadap angkatan Islam hanyalah semata-mata karena keyakinan mereka bahwa angkatan Islam itulah yang menghapuskan kebatilan mereka, InsyaAllah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kemurniaan, kelengkapan, kedalaman dan ketetapan, dan dengan kesyumulannya, gerakan Islam telah menawan hati dan kepercayaan tiap-tiap orang yang ikhlas dan berminat kepada kerja dan usaha untuk Islam, lalu kita dapati generasi muda Islam menggabungkan diri dengan angkatan Islam. Mereka menyokong dan menambahkan kekuatannya dan menyuburkan hidupnya untuk mempusakai amanah yang mulia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya harakah Islam telah mengembalikan kefahaman yang sahih dan benar serta saling melengkapi kepada Islam sebagai din dan daulah, mashaf dan pedang, ibadah dan pimpinan dan melaksanakannya sebagai latihan ilmiah yang hidup dan mengemukakannya sebagai bentuk yang benar dari angkatan mujahiddin pada jalan Allah swt. Para pejuang Islam yang berjihad pada jalan Allah yang telah menunjukkan contoh yang cemerlang berupa pengorbanan dan tebusan dalam pertempuran di Palestin. Harakah Islam sedemikian layak dipercayai dan hargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya angkatan Islam itu terus-menerus menyerahkan banyak syuhada' di jalan dakwah yang telah mengorbankan jiwa mereka sebagai tebusan untuk dakwah Allah. Mereka yang bertahan begitu lama tanpa lemah, dakwah mereka senantiasa berada di bawah tekanan kezaliman dan penyiksaan yang dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu, mereka terus berjihad di jalan dakwah tanpa merasa hina, lemah atau lesu. Itu semua menunjukkan betapa benarnya angkatan Islam ini dan mereka lebih mengutamakan apa yang ada pada Allah daripada yang lainnya. Itulah yang menimbulkan kepercayaan pada jalan dakwah, ketenangan dan kepuasan hati betapa selamat dan sejahteranya jalan dakwah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya satu harakah Islam yang senantiasa mantap di dalam peredaran zaman dibuktikan oleh berbagai peristiwa tentang kebulatannya kepada Allah swt., jauh dari sifat tamak keduniaan, jauh dari sifat mendewa-dewakan seseorang (heroworship) atau memekik-mekik dengan nama seseorang, apatah lagi untuk menjadi boneka seseorang atau batu loncatan bagi satu pihak karena ini hanya menjadikannya alat bakar Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harakah Islam sedemikian sifatnya, layak dan patut dipercayai oleh orang-orang yang benar dan ikhlas, patut dipercayai di dalam perjalanan dan cara menegaskan di dalam ucapannya: "Sesungguhnya tiada kesalahan yang lebih besar daripada sangkaan setengah orang bahwa Ikhwanul Muslimin telah menjadi alat satu pemerintahan di dalam satu masa atau melaksanakan satu tujuan selain dari tujuan mereka atau bekerja menurut cara yang lain dari cara mereka. Oleh itu, apakah anggota ikhwan ataupun bukan, mestilah menyedari hakikat ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya satu harakah Islam dapat memelihara istiqamah dakwah Islam walaupun berada di bawah berbagai tekanan yang sangat keras, menyelamatkan dakwahnya dari sebarang penyelewengan dan mampu mengatasi berbagai rintangan untuk diwarisi oleh generasi baru Islam dengan segala kesyumulannya dan kemurniannya tanpa pertukaran dan perubahan. Harakah Islam yang demikian itu adalah harakah yang dinaungi dan dipelihara oleh Allah, lebih dari itu mendapat sokongan dan pertolongan dari Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan yang lurus maka ikutilah dia, janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa". Al-An'aam: 153&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di antara orang-orang yang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang telah gugur dan di antara mereka ada pula yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merubah (janjinya)". Al-Ahzab: 23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harakah Islam yang menolak sikap putus asa, yang membangkitkan harapan, yang menyalakan cita-cita di dalam jiwa para anggotanya pada khususnya dan di dalam jiwa Muslim pada umumnya mengusir cinta dunia dan takut mati dari jiwa manusia dan menunjukkan contoh-contoh amal yang nyata. Harakah Islam sedemikian wajiblah dipercayai dan disokong oleh setiap muslim yang mempunyai sikap ghairah dan sifat cemburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.1 Di dalam Pengertian Ini Imam As-Syahid Berkata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai Ikhwanul Muslimin. Janganlah berputus asa, karena putus asa itu bukan dari akhlak Muslim. Hakikat kenyataan hari ini adalah impian semalam dan mimpi hari ini menjadi hakikat dan kenyataan dari esok dan waktu masih banyak. Anasir kekuatan senantiasa berada dalam jiwa rakyat kamu yang beriman walau bagaimana besar pun kekuasaan dan kenyataan kerosakan dan kebatilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang lemah tidak akan menjadi lemah untuk seumur hidup dan orang yang kuat tidak akan kekal kekuatannya selama-lamanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan Kami hendak memberi kurnia kepada orang-orang yang tertindas (di bumi Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi) dan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi". Al-Qasas: 5-6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan beliau berkata lagi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai para pemuda, tidaklah kamu lebih dari orang-orang sebelum kamu yang telah dibantu oleh Allah untuk merealisasikan manhaj ini, manhaj Islam. Oleh karena itu, janganlah kamu merasa hina dan lemah dan tetapkanlah di hadapan mata kamu firman Allah Taala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yaitu orang-orang yang (mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang menyatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung". Maka mereka kembali dengan nikmat Allah dan kurnianya. Mereka tidak mendapat sebarang bencana, mereka mengikuti keredhaan Allah. Dan Allah mempunyai kurnia yang benar". Sesungguhnya mereka tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakutkan (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka tapi takutlah kepada Ku, jika kamu benar-benar orang-orang yang beriman". Ali-Imran: 173-175&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaagian dari perkara yang memperkuat (tsiqah) kepercayaan pada jalan dakwah ialah keperluan dunia hari ini kepada dakwah Islamiah. Supaya Islam dan dakwahnya menyelamatkan dunia dari kecelakaan dan kebingungan setelah gagalnya seluruh sistem hidup, cara hidup rekaan manusia dan pegangan hidup keduniaan dan kebendaan dalam memberikan kebahagiaan kepada manusia dan kegagalannya dalam merealisasikan keamanan dan kesentosaan kepada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi, pelaksanaan cara hidup keduniaan dan kebendaan yang dilaksanakan oleh sebagian dari negeri-negeri kita telah begitu memperdaya. Ini menunjukkan dan menguatkan lagi bahwa tidak ada keselamatan dan tidak ada kelepasan dari bencana dan bahaya kecuali kembali kepada tariqud dakwah, kepada jalan dakwah Islam, kepada jalan Allah untuk menjadikan al-Quran sebagai hakim dan melaksanakan syariatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kita dapati bahwa sesungguhnya berbagai rintangan dan halangan yang dihadapi oleh dakwah kita, maka kekuatan dakwah kita dan kemuliaan tujuan kita, hajat dunia kepadanya dan pertolongan Allah kepada kita, itu merupakan faktor-faktor kejayaan yang tidak boleh ditahan apabila berhadapan dengan sebarang rintangan dan tidak ada satupun halangan yang menyekat jalannya: Dan Allah berkuasa terhadap urusanNya tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya,” Yusuf:21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada para pemuda yang haus kepada kemuliaan yang kuat, kepada ummah yang kebingungan di persimpangan jalan, kepada pewaris darah merah yang telah melukiskan tanda-tanda kebanggaan di dahi zaman, kepada tiap-tiap Muslim yang beriman dengan kepimpinannya di dunia dan kebahagiaan di akhirat, kepada orang yang menyerahkan jiwanya di hadapan Tuhannya, maka di sinilah hidayah dan pemimpin, di sinilah kemuliaan pengorbanan, kelazatan jihad di bawah bendera penghulu sekalian Nabi, dan di atas jalan dakwah. Sumber Eramuslim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-6334811099192808374?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/6334811099192808374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/06/kepercayaan-tsiqah-terhadap-jalan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/6334811099192808374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/6334811099192808374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/06/kepercayaan-tsiqah-terhadap-jalan.html' title='Kepercayaan (Tsiqah) terhadap Jalan Dakwah'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-2475574034743938673</id><published>2010-06-29T17:07:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T17:07:49.226-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manhaj dakwah'/><title type='text'>Tribulasi di Jalan Dakwah (1)</title><content type='html'>Adakah tribulasi itu natijah (hasil) dari beberapa kesalahan atau sunnah dari sunnah-sunnah dakwah? Bolehkah tribulasi itu dielak atau dikurangkan tekanannya? Ataupun mengelakkannya merupakan satu penyelewengan? Adakah tribulasi itu merupakan kematian dalam umur dakwah atau sebagai kehidupan yang mempunyai kesan? Adakah tribulasi itu sebagai pukulan yang menghapuskan dakwah atau merupakan alat pelicin, pembersih dan peneguh dakwah? Apakah dampaknya kepada jamaah dan individu? Adakah tribulasi itu membahayakan atau memberi faedah? Benarkah tribulasi itu satu kurnia dalam bentuk bencana?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Inilah di antara persoalan yang senantiasa mencuat dalam pikiran sebagian manusia. Kadang-kadang, saudara tidak dapat memberi jawaban yang sahih kepada mereka. Ada orang yang menimbulkan persoalan-persoalan ini dengan tujuan jahat untuk menimbulkan keraguan-raguan dan fitnah. Mungkin juga dengan tujuan baik, tetapi dia tidak mampu memberi jawaban yang tepat lalu menimbulkan kegelisahan dan kesamaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kita perlu mengupas persoalan-persoalan ini untuk mencari jawaban yang sahih dan memuaskan. Untuk membuktikan kebenaran dan menghapuskan kebatilan. Kepada Allahlah kita mengharap taufik di atas jalan yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.1 Adakah Ujian dan Bencana Itu Hasil Dari Kesalahan Atau la Adalah Sunnah Dari Sunnah-sunnah Dakwah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya para Rasul dan para pendukung dakwah yang senantiasa menyeru manusia kepada Allah mengalami gangguan, penyiksaan dan penindasan dari musuh Allah lantaran mereka berjuang melaksanakan kewajiban dakwah. Sekiranya Allah hendak menghalang dan mencegah mereka dari mengganggu, menggugat, menyakiti, menindas dan membunuh para Rasul dan para pendukung dakwah niscaya Allah sangat bisa berbuat demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Maha Pengasih kepada mereka, tetapi Allah tidak berbuat demikian. Mereka dibiarkan terganggu kepada berbagai-bagai gangguan, penyiksaan, sehingga kita melihat junjungan kita nabi Muhammad s.a.w. yang tercinta telah diganggu dan disakiti oleh kaum musyrikin di Tha'if sehingga baginda berdoa dan bersabda: "Hai Tuhanku, kepadaMulah kuadukan kelemahanku, kekuatanku dan kurangnya upayaku dan hinanya aku kepada manusia." Adakah Allah membiarkan mereka dengan tidak melindungi mereka dari siksaan kaum kafir dan musyrik karena mereka telah membuat kesalahan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah masuk akal jika dikatakan bahwa segala gangguan dan penyiksaan yang menimpa para Rasul, pendukung dakwah dan para mukmin yang bersama mereka disebabkan kesalahan di dalam perjalanan mereka menyeru kepada Allah? Sesungguhnya kita akan menyatakan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keteguhan mereka mendukung dakwah dan istiqamah mereka di atas perintah Allahlah yang menyebabkan mereka mengalami gangguan dan ujian. Sekiranya mereka menyeleweng, abai atau bersantai-santai, sudah tentu mereka tidak diganggu, disiksa, ditindas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah s.w.t.:&lt;br /&gt;"Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu)". Al-Qalam: 9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FirmanNya lagi:&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami, dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia ". Al-Israa': 73&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya musuh-musuh Allah dan para pendukung kebatilan tidak akan membiarkan dakwah Allah berjalan, membesar dan berkembang di kalangan manusia hingga ia menjadi kuat, teguh dan mampu menghapuskan mereka yang penuh dengan kesesatan dan kebatilan. Sudah pasti mereka akan melancarkan serangan ke atas dakwah Allah dan para pendukungnya dengan cara mendustakan, memperolok, menimbulkan keraguan dan menghalang manusia daripadanya. Sekiranya hujah-hujah dan logik mereka lemah, mereka akan bertindak kasar dan ganas. Mereka akan mengganggu, menyiksa, menindas dan melakukan tindakan-tindakan yang sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berbuat demikian semata-mata untuk memesongkan akidah para da'i dan menakut-nakutkan manusia lain dari memasuki Islam, dari dakwah Islam dan jihad Islam. Lebih dari itu mereka akan' melemparkan berbagai tuduhan palsu, jahat, buruk dan busuk kepada pendukung dakwah untuk membenarkan kezaliman dan pencerobohan mereka, demi mengelabui mata manusia dan merusakkan nama baik para pendukung dakwah Islam. Tambahan pula pendukung jahiliah itu mempunyai alat-alat media massa dan sistem komunikasi yang memudahkan lagi proses mengelabui mata manusia di mana, pada waktu yang sama, pendukung kebenaran dan dakwah tidak diberi peluang dan kesempatan untuk menghapuskan segala tuduhan batil dan dusta itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kecakapan sistem komunikasi inilah timbulnya anggapan yang salah dan sangkaan buruk yang menimpa para pendukung dakwah bahwa bencana dan ujian yang mereka terima adalah natijah dan hasil dari kesalahan yang terkandung di dalam tuduhan palsu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya berdakwah kepada Allah sepanjang masa adalah dakwah ke arah kebaikan selamat sejahtera. Dakwah tidak memaksa manusia supaya mereka memasuki agama Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya dakwah Islam, itu bercakap dan berbicara kepada akal dan fitrah manusia, menyeru mereka dengan hikmah, nasihat, tunjuk ajar yang baik dan dengan perbincangan dan perdebatan yang lebih baik, menyeru mereka supaya beriman kepada Allah, bertauhid kepada Allah, mengesakan Allah, dan beribadat kepada Allah tanpa paksaan. Tetapi malangnya kebanyakan manusia terutamanya pihak berkuasa dari pendkung jahiliyah, penganut kebatilan mengingkari fitrah mereka, menutup akal mereka, membutakan hati dan mata mereka, memekakkan telinga lalu mereka tidak mendengar, tidak melihat dan tidak menyahut seruan Allah yang dibawa oleh pendukung dakwah tatkala menyeru mereka kepada apa yang menghidupkan mereka: "Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya di sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun ". Al-Anfaal: 22&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merekalah sebenarnya yang memulakan permusuhan dan pencerobohan ke atas para duat ila Allah. Merekalah yang telah mengadakan konspirasi sulit untuk menentang dan memusuhi para du'at dan merekalah juga yang senantiasa membuat berbagai tipu daya untuk memperdaya manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.2 Bahkan Demikianlah Sunnah Allah Dalam Dakwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi sunnatullah di dalam proses dakwah yang mendedahkan orang-orang mukmin dan pendakwah yang berdakwah karena Allah kepada berbagai ujian yang begitu hebat sehingga bisa menggoyahkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya iman itu bukanlah sekadar kata-kata yang diucapkan dengan mudah, syiar-syiar yang dilaung-laung dan bukan perarakan yang diringi pekikan-pekikan yang bergemuruh. Sebaliknya, iman mestilah diuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertolongan Allah tidak akan datang kepada mereka melainkan setelah mereka dapat mangatasi ujian dan dugaan itu. Inilah pesan yang terkandung jalam ayat-ayat al-Quran yang berulang kali menyebut tentang sunnah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami beriman, sedang mereka belum diuji? Sesungguhnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang dusta ". Ankabut: 2-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kamu mengira kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana orang-orang yang dahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah rasul dan orahg-orang yang beriman bersamanya. "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu sangat dekat". Al-Baqarah: 214&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.” Muhammad: 31&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka hingga datang pertolongan Kami kepada mereka. Tak ada seorang pun yang dapat merubah kalimah-kalimah (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu". Al-An'aam: 34&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah sekali-kali tidak tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepadamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendakiNya di antara rasul-rasulNya, karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar". Ali lmran: 179&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka)". Ali lmran: 141&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan bagi yang batil. Adapun buih itu akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada harganya, adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan ". ArRa'ad: 17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan dj antara manusia ada yang berkata: "Kami beriman kepada Allah" maka apabila ia disakiti karena ia beriman kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah. Dan sesungguhnya jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: "Sesungguhnya kami adalah bersertamu. Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada di dalam dada manusia ? Dan sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang yang beriman dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang munafik". Al-Ankabut : 10-11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas di sini kita dapat melihat bahwa ujian yang menimpa para pendukung dakwah merupakan sunnah Allah yang senantiasa silih berganti di dalam urusan dakwah. Bukanlah di atas sebab-sebab kesalahan. Ayat-ayat tadi menegaskan bahwa ujian-ujian itu mempunyai hikmah untuk membedakan orang-orang yang benar dan orang-orang yang dusta dan berbohong. Di antara orang-orang yang munafik, untuk dikenal siapa yang sabar dan berjihad. Supaya dikenal siapa yang menentang dan taghut yang sombong. Supaya nyata kepada kita keadilan Allah tatkala diberi pembalasan yang setimpal kepada tiap-tiap golongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu hikmah dari ujian itu adalah untuk membersihkan dan mensucikan orang-orang yang beriman, supaya mereka bertambah imannya, dari iman yang telah sedia ada supaya mereka bertambah kuat memegang dakwah mereka sehingga mereka layak menerima pertolongan dari Allah. Supaya mereka memelihara dan mendukung amanah itu dengan sebaik-baiknya: "(Yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar, dan kepada Allahlah kembali segala urusan:" Al-Hajj: 41&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya bumi ini kepunyaan Allah; di pusakakanNya kepada siapa yang dikehendakiNya dari hamba-hambaNya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa ". Al-A'raaf : 128&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan yang demikian, kita berkata dengan hati yang tenang bahwa segala ujian dan tribulasi yang menimpa para pendukung dakwah itu adalah sunnah Allah, bukan akibat kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, kita berkata bahwa para jamaah dakwah yang tidak mengalami ujian dan bencana, perlu merujuk kembali, memeriksa sikap dan keadaan mereka karena kemungkinan besar mereka telah salah jalan dan melalui jalan yang tidak pernah dilalui oleh para generasi du'at sebelum mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syahid Hassan al-Banna rahimahullah pernah menyatakan tentang apa yang mungkin menimpa jamaah Ikhwan dari berbagai ujian dan bencana. Kenyataan itu dinyatakan sepuluh tahun sebelum terjadinya ujian dan bencana terhadap al Ikhwan. Kenyataan ini bukanlah merupakan satu khayalan atau imaginasi, tetapi ia berdasarkan sejarah dan kefahaman beliau terhadap dakwah bahwa sesungguhnya ujian itu merupakan sunnah Allah pada dakwah yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau berkata: "Di kala ini kamu telah memulakan perjalanan di jalan para pendukung dakwah dan ujian-ujian ini boleh jadi panjang, adakah kamu sanggup bertahan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pada itu kita tidak menafikan adanya kesalahan yang telah kita lakukan karena kita adalah manusia. Kita pun bukanlah maksum yang terpelihara dari segala kesalahan. Pada hakikatnya, barangsiapa yang bekerja, tentu bisa mengalami kesalahan dan orang yang tidak bekerja tidak akan mengalami kesalahan. Tetapi kesalahan yang mungkin kita lakukan itu hanyalah merupakan kesalahan juz'iah atau kesalahan perseorangan yang terjadi sebagai natijah ijtihad dari pemikiran manusia yang terbatas dalam batas niat yang baik yang kita berharap mendapat pahala daripadanya. Di samping itu, kita mestilah mengambil faedah dan pengajaran daripadanya". Sumber Eramuslim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-2475574034743938673?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/2475574034743938673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/06/tribulasi-di-jalan-dakwah-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/2475574034743938673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/2475574034743938673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/06/tribulasi-di-jalan-dakwah-1.html' title='Tribulasi di Jalan Dakwah (1)'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-3901576554207216061</id><published>2010-06-29T16:58:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T16:58:46.098-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manhaj dakwah'/><title type='text'>Tidak Menyimpang dari Jalan Dakwah</title><content type='html'>Kita telah mengetahui marhalah dan peringkat yang sedang dilalui oleh dakwah Islam dan jenis usaha dan amal yang sungguh-sungguh yang dikehendaki oleh tahap dan peringkat ini. Yaitu, menyediakan generasi Islam yang beriman, yang menegakkan syakhsiah Islam untuk mengubah realitas yang batil dan menegakkan kembali syariat Islam, syariat Allah. Tuntutan yang asas pada hari ini ialah menyediakan dasar (pijakan) mukmin yang kokoh yang di atasnya dibina bangunan Islam yang agung.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Generasi Islam yang merupakan dasar yang kokoh itu dapat dilahirkan di alam nyata dengan memperbaiki diri lalu membangun rumahtangga Islam. Kemudian, mereka menyeru manusia supaya memperbanyak individu dan rumahtangga muslim dengan cinta-mencintai berasaskan kepada konsep persaudaraan karena Allah. Mereka ini kemudiannya bercantum dan diikat menjadi satu generasi Islam yang baru muncul yang menjadi teras dan dasar yang kukuh dan beriman yang sangat diperlukan untuk membina bangunan Islam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi di sana ada beberapa banyak penyeleweng dakwah yang berusaha memalingkan para pendukung dakwah karena Allah dari usaha yang sungguh-sungguh ini. Ataupun memalingkan mereka dari jalan dakwah Islam supaya usaha dan tenaga hanya ditumpukan kepada urusan sampingan atau perkara cabang sama ada dengan niat baik atau sebaliknya. Tanpa disedari, ini boleh menghancurkan segala usaha-usahanya dan tidak menolongnya langsung. Pengarahan yang bersimpang-siur dan tidak bersatu akan menyusahkan kita untuk membuat kerja-kerja Islam atau boleh jadi terhenti langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkatan muda Islam yang berkobar-kobar semangatnya boleh jadi mudah tertarik kepada tindakan yang demikian sekiranya mereka tidak berwaspada, tidak teliti dan tidak menjauhkan diri daripadanya. Kita akan cuba memberi penjelasan lebih lanjut di dalam perkara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20.1 Urusan Kulliah dan Juz'iah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana ada urusan kulliah (urusan pokok) dan urusan juz'iah (urusan cabang). Urusan kulliah ialah urusan Islam, mengembalikan semula muslim kepada Islam yang sahih, menegakkan syariat Allah, undang-undang Islam, membentangkan daulah Islam, kekuasaan Allah dan kekuasaan agama Allah di bumi. Di sana ada juga urusan juz'iah atau urusan cabang di dunia Islam yang perlu dirawat dan dibereskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara yang sengaja ditimbulkan dan ditonjolkan oleh musuh-musuh luar atau musuh-musuh dalam. Apabila kita memberikan sepenuh perhatian kepada urusan juz'iah semata-mata dengan segala usaha dan tenaga yang ada pada kita sekarang maka kita tidak akan mampu menyelesaikannya. Tindakan sedemikian memalingkan kita dari usaha asasi yang sangat diperlukan oleh peringkat ini, yaitu mempersiapkan dasar yang kukuh dari generasi yang beriman dan yang bersatu padu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, masalah ini menuntut supaya kita memberikan sebagian usaha waktu kita kepada jurusan juz'iah itu, di samping itu kita mesti berusaha bersungguh-sungguh dan terus membuat persiapan untuk urusan pokok dan asasi. Karena apabila urusan pokok ini dapat kita realisasikan maka segala urusan juz'iah dapat kita bereskan dengan mudah. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara penting dan perlu diperhatikan bersama, bahwa para pendukung dakwah, para duat kepada Allah yang sedang berada di dalam peringkat dakwah dan persiapan untuk mendirikan daulah Islam tidak boleh mengambil alih semua tanggungjawab, padahal tanggungjawab yang demikian hanya tanggungjawab khusus kepada negara dan daulah Islam apabila ia tegak nanti. InsyaAllah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu senantiasa ingat dan sadar bahwa amal jama'i yang sistematik, terancang, yang telah diperkuat oleh syura dan beriltizam dengan syariat Islam itulah yang wajib, paling selamat, paling sempurna dari amal perseorangan yang tidak terkawal serta dicetuskan oleh semangat yang berkobar-kobar tanpa melihat akibatnya. Oleh itu kita dapat menjamin bahwa di sana tidak ada perkara yang boleh mengelirukan usaha para petugas dan para pekerja di bidang dakwah dengan berbagai urusan juz'iah tanpa panduan dan perancangan yang sistematik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20.2 Perbedaan Pendapat di Sekitar Masalah Cabang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dari perkara yang memalingkan urusan dakwah Islam ialah membesar-besarkan perbedaan pendapat tentang perkara furu' (cabang), lalu banyak tenaga, usaha dan waktu serta semangat tertumpu kepadanya. Di tengah-tengah kesibukan demikian, syaitan pun masuk campur untuk memecah-belah hati-hati yang telah bersatu padu dan menghalang semangat bekerjasama dan tolong menolong dalam mengurus kepentingan dakwah di jalan Allah dengan segala tuntutannya. Akhirnya bidang dakwah menjadi gelanggang perdebatan dan perseteruan yang pelik mulai dalam lembaran buku-buku hingga pada liqa atau pertemuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan demikian memalingkan para pendukung dakwah yang menyeru manusia kepada Allah dari peranan yang penting yang dipertanggungjawab kepada mereka terhadap diri mereka dan terhadap manusia. Apabila datang kepada mereka seorang yang hendak mengetahui seluk-beluk agamanya, dia akan merasa susah hati melihat pertentangan dan perselisihan pendapat ini lalu dia lari menjauhkan diri dari para pendukung dakwah. Ini adalah merupakan satu kerugian besar yang mesti dielakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah baiknya jika kita berpegang kepada kaedah yang selamat di dalam menyatukan amal usaha dan tolong menolong dengan bekerjasama dan tolong menolong di dalam perkara yang disepakati. Sebagian dari kita memberi kemaafan (excuse) terhadap sebagian yang lain di dalam perkara yang kita selisihkan terutama perselisihan tentang masalah furu' atau perkara cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi satu kaedah lain yang mengatakan bahwa setiap masalah yang tidak dapat menghasilkan sebarang tindakan dan usaha, maka mengharungi masalah yang demikian adalah satu tindakan yang dilarang oleh syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah besar bahayanya orang yang baru belajar tetapi telah menganggap dirinya setaraf dengan imam-imam mujtahid lalu dia berijtihad. Apabila dia telah mengetahui satu nas di dalam satu perkara, dia mengeluarkan fatwa dan hukum lalu berpegang kuat dengan fatwanya dan tidak mau lagi menerima pandangan yang bertentangan dengan fatwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, dia menyeru manusia supaya mendukung fatwanya dan menghimpun golongan yang tidak berilmu tadi dengan fatwanya, padahal mereka sendiri tidak mempunyai ilmu untuk mengukur sejauh mana benar atau tidak apa yang dikatakan kepada mereka dan mereka turut menyeru manusia kepada fatwa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang demikian adalah orang yang telah terpedaya. Dia menyangka bahwa dengan membaca satu atau dua buku, dia telah mengetahui semua perkara dan menganggap dirinya telah layak berijtihad dan dapat merumuskan satu hukum dari nas yang dibacanya dan merasa mampu berbahas dan berhujah dengan ahli zikr hingga berani mengkritik dan menyalahkan mereka. Padahal siapa yang menganggap dirinya pandai, dia telah menjadi bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memberi rahmat kepada orang yang mengenal kadar kemampuan dan taraf dirinya. Kita dengan pengalaman (tajribah) yang telah kita lalui tidak merasa kasihan kepada dakwah Islam dan harakah Islam lantaran adanya sikap yang demikian. Karena Allahlah yang memelihara dakwahnya dan harakah Islam dan menjaganya tetapi kita kasihan kepada mereka yang maghrur (yang terpedaya), karena mereka salah jalan dan tidak mendapat sebarang kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mempunyai pengalaman yang telah diajar oleh harakah Islam yang sejati bahwa siapa yang ada kebaikan padanya, Allah menggabungkan dia kepada kita dan siapa yang tidak mempunyai sifat demikian, Allah menjauhkan dia dari kita dan Allah menyelamatkan kita daripadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20.3 Keburukan Keadaan Orang yang Kita Seru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara yang memalingkan manusia dari seruan Islam, adalah keburukan keadaan dan suasana masyarakat, kerendahan taraf hidup serta asing dari Islam dan ajarannya. Itu adalah sebahagian dari perkara-perkara yang mendorong sebagian manusia bersikap putus asa dari jalan kebaikan dan berpaling dari memikul tugas dakwah Islam, tugas menyeru manusia kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dari mereka berfikir untuk mengasingkan diri dari manusia dan menjauhkan diri dari segala pergolakan hidup. Sebagiannya pula bersikap isolatif dan berdiri di atas pagar menonton pertarungan di antara Islam dan jahiliah karena takut fitnah, bimbang diganggu-gugat oleh manusia serta takut menerima risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap sedemikian adalah salah. Melaungkan seruan Islam kepada manusia yang sedang tenggelam dalam lautan jahiliah serupalah dengan mengejutkan orang-orang yang tidur nyenyak yang berhampiran dengan kebakaran, dan api semakin menghampiri mereka padahal mereka tidak sadar bahwa diri mereka di dalam bahaya besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah patut kita membiarkan mereka tanpa berusaha membangunkan mereka walau bagaimana nyenyak pun tidurnya. Boleh jadi sebagian dari mereka menolak tangan kita tatkala kita membangunkan mereka karena asyik tidur. Itu tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan mereka dimakan api, sebaliknya kita mestilah bersabar dan redha menanggung gangguan mereka dan berusaha bersungguh-sungguh untuk membangunkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga halnya dengan seorang dokter yang sedang mengubati orang sakit. Dia bersabar dan meneruskan rawatannya tanpa putus asa bagaimana kronis sekalipun penyakit si pesakit itu. Dia yakin bahwa yang menyembuhkan orang sakit itu Allah Taala saja dan Dialah saja yang berkuasa menyembuhkan penyakit. Demikianlah juga sikap sahibud-dakwah yang menyeru manusia kepada Allah walaupun bagaimana buruk keadaan manusia yang diseru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun mereka menolak dan mengganggunya. Dia mesti terus menyeru mereka kepada ajaran Islam yang sejati tanpa merasa putus.asa. Dia yakin bahwa yang memberi hidayah hanyalah Allah. Kita hanyalah berusaha dan berikhtiar dan menunaikan kewajiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sikap berpaling atau tidak acuh kepada usaha dakwah Islam atau berdiri di atas pagar membisu seribu bahasa karena takut fitnah dan gangguan, maka itu adalah sikap negatif yang tidak sehat dan bertentangan dengan ajaran Islam yang hakiki. Adakah patut bagi seorang dokter tidak mau mengobati orang sakit karena takut tertular?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya dokter itu bersikap demikian, niscaya penyakit itu melanda masyarakat dan memusnahkan masyarakat termasuk dokter itu sekali pun. Demikian juga kalau para duat yang menyeru manusia kepada Allah memberhentikan dakwah dan seruan mereka, akan tersebarlah fitnah. Fitnah itu kelak akan melanda rumah-rumah para pendukung dakwah sendiri, akan melanda segala yang hijau, yang basah dan kering," malah terus menular kepada fitnah yang lebih dahsyat lagi. Tidak ada jalan yang lebih selamat untuk kita kecuali berdakwah dan menyeru manusia kepada jalan Allah. Inilah satu-satunya jalan selamat untuk kita dan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, kita memohon perlindungan, pertolongan dan hidayah dari Allah dengan memperbaiki hubungan kita dengan Allah dan menggabungkan diri kita dengan sahibud-dakwah, dengan saudara kita yang mengingatkan apabila kita lupa, menolong kita apabila kita telah ingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hendaklah menggabungkan diri kita dan manusia di bawah naungan jamaah Islam dan bekerjasama dengan mereka di dalam urusan dakwah Islam. Hanya kambing yang terasing dari kumpulannya yang mudah diterkam oleh serigala yang buas. Setiap orang dari kita hendaklah yakin dan percaya bahwa kebenaran yang kita bela dan perjuangkan, pasti akan menghapuskan kebatilan yang ada pada manusia walau bagaimana sombong dan keras pun ia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20.4 Putus Asa dari Kemenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang berpendapat dengan pendapat yang dangkal dan terburu-buru apabila dia melihat muslimin berada di dalam kelemahan, kemunduran dan perpecahan. Di pihak yang lain, ia melihat musuh Islam berada dalam kekuatan dan kemajuan. Mereka kelihatan saling bertentangan antara mereka, tetapi mereka bersatu memerangi Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sekarang ini memerangi dunia Islam dengan segala bentuk peperangan, serangan dan hantaman untuk menghancurkan muslimin dan meruntuhkan bangunan Islam serta menghapuskan Islam dari luar dan dalam. Mereka hancur leburkan daerah-daerah dan bagian-bagian Islam dari tubuh dunia Islam dan kita tidak melihat sebarang tindakbalas dari umat Islam yang berarti kecuali pengalihan demi pengalihan, bantahan demi bantahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau demikian keadaannya, bagaimana para pendukung dakwah Islam dapat merealisasikan dan melahirkan cita-cita yang mereka harapkan? Mereka sedang dilambung oleh angan-angan kosong dan berenang di lautan khayalan dan kita berjalan bersama mereka menuju bayang-bayang dan fatamorgana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran dan konsep inilah yang menguasai fikiran mereka yang sedang terpedaya dengan sikap putus asa yang memalingkan mereka dari jalan dakwah. Sesungguhnya itulah konsep dan pemikiran yang salah yang timbul dari jiwa yang lemah yang merasai kekalahan dari dalam yang tidak merasai kemuliaan dan kekuatan yang diyakinkan oleh Islam di dalam jiwa para pemeluknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mengukur setiap perkara dengan ukuran kebendaan semata-mata tentu memperoleh kesimpulan dan konsep pemikiran yang demikian. Padahal, hakikatnya tidak demikian karena urusan ini adalah pertarungan di antara hak dan batil, yang haklah yang mesti diikuti dan hapus; "Demikianlah Allah membuat perumpamaan bagi yang benar dan yang batil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada harganya; adapun yang memberi menfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi." Ar-Ra'ad: 17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu ketika Rasulullah s.a.w. bersama dengan mukmin yang masih sedikit bilangannya itu, berkumpul di rumah Al-Arqam bin Abi Al-Arqam r.a. Mereka dikelilingi oleh pembesar-pembesar Quraisy yang berkuasa di kalangan bangsa Arab, oleh negara raksaksa Romawi dan Parsi, Yahudi dan Kristian dan seluruh pendukung jahiliah dari segenap penjuru dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang mengukur dengan ukuran kebendaan akan berkata: "Bagaimana kumpulan yang kecil dan sedikit serta tertindas itu dapat melawan dan mengalahkan kebatilan dan jahiliah yang umpama raksaksa yang sombong itu? Bagaimanakah pula caranya Rasulullah s.a.w. pada saat-saat genting itu dapat menggembirakan mereka dengan bersabda yang bermaksud: "Allah pasti menyempurnakan urusan ini, memberi kemenangan kepada Islam, sehingga berjalanlah penunggang itu dari San 'a ke Hadhramaut, tidak ada yang ditakuti kecuali Allah dan serigala yang akan memakan kambingnya, akan tetapi kamu terburu-buru, hendak mencapai kemenangan dengan segera".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah membuktikan kebenaran sabda Rasulullah s.a.w. itu lalu menanglah yang hak dan hapuslah yang batil karena kemenangan itu dari Allah yang mempunyai tentera di langit dan bumi. Sesungguhnya Islam dan nur Allah itulah yang mengalahkan kegelapan batil dan apakah dapat pendukung kebatilan itu memadamkan nur Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: "Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahayanya meskipun orang-orang kafir benci. Dialah yang mengutuskan Rasulnya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dia menenangkannya di atas segala agamaagama meskipun orang-orang musrik benci" As-Saff:8-9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya masa depan adalah untuk Islam dan zaman itu adalah untuk kepentingan Islam, InsyaAllah, karena agama kita ini adalah agama fitrah, agama yang sesuai dengan fitrah kejadian manusia. Manusia akan mencarinya dan menuju kepadanya karena disitulah kebahagiaan dan keamanan. Terutamanya pada hari ini di mana segala sistem keduniaan dan segala ideologi dan sistem hidup yang bukan Islam telah membuka kedoknya, telah memperlihatkan kebangkrutannya dan mengakui kegagalannya setiap hari dalam memberi kebahagiaan kepada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala kebudayaan yang telah dibangun di atasnya sedang menuju ke arah keruntuhan tatkala melihat kembali kebangkitan Islam yang sangat nyata gambaran dan tanda-tandanya di kalangan generasi Islam yang sedang muncul dan berkembang. Itu semua merupakan berita baik yang menggembirakan yang akan memperkuatkan harapan kita kepada kemenangan Islam yang agung dan gemilang itu suatu masa nanti. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20.5 Meragui Jalan dan Meragu-Ragukan Orang-orang yang Berjalan di Atas Jalan Dakwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya orang-orang yang menaburkan benih-benih keraguan dan debu-debu syak wasangka di sekitar jalan dakwah Islam di sepanjang jalan dakwah untuk mengelabui mata petunjuk-petunjuk dakwah Islam di sepanjang jalan dakwah bukanlah satu perkara asing. Tujuan mereka semata-mata hanya mau memadamkan hidayah Islam dari manusia, supaya manusia yang berminat melalui jalan dakwah Islam berpaling daripadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, mereka melemparkan berbagai tuduhan palsu dan jahat terhadap para pendukung dakwah Islam dan melemparkan tuduhan-tuduhan secara terus-menerus. Ada yang sanggup berkata: "Para pendukung dakwah Islam itu mabuk kuasa, mabuk dunia, bertopengkan agama, memperalatkan agama dan berbagai lagi tuduhan busuk dan lidah yang tidak bertulang dari pemeluk jahiliah dari luar atau dari dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu ada pula suara-suara sumbang yang mengatakan bahwa mereka, para pendukung dakwah Islam hanya bergiat di bidang pendidikan, dan memberi nasihat kepada manusia dan tidak pernah memikirkan pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh itu mereka tidak akan dapat melahirkan satu cita-cita dan mencapai satu tujuan. Lebih dari itu ada lagi pihak yang kerap melemparkan tuduhan yang lebih jahat dan berkata: "Sesungguhnya mereka ini, para pendukung dakwah Islam, pengganggu keamanan, hendak menumpahkan darah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pihak lain pula ada yang menuduh lalu berkata: "para pendukung dakwah Islam telah penat, dan menjadi tumpul, meninggalkan jihad, telah lesu dan merapat ke pihak yang berkuasa". Tidak ketinggalan juga ada yang menuduh dan berkata: "para pendukung dakwah Islam telah menyeleweng dari jalan dakwah Islam. Mereka telah bertukar bulu, menukar pendirian mereka, mereka telah berubah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi yang berkata: "Sahib-ud-dakwah Islam itu beku, mempunyai fahaman sempit dan tidak mampu menyesuaikan harakah mereka dengan zaman modern ini". Ada lagi yang berkata: "Para duat Islam itu menutup pintu di hadapannya dan membantah kerja-kerja Islam". Ada pula yang berkata: "Mereka tidak mementingkan urusan akidah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hanya sibuk dengan urusan fikrah dan harakah saja". Ada juga yang menuduh bahwa sahib-ud-dakwah itu tidak beriltizam dengan manhaj ahli sunnah dan salafussoleh dan condong kepada faham khilafiah orang muta'akhirin di zaman muta'akhirin, dan berbagai uslub dan cara yang meragukan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sengaja ditaburkan oleh pihak-pihak yang tertentu dengan tujuan yang tertentu dengan niat baik atau tujuan jahat. Tetapi semuanya dibuat untuk memalingkan manusia yang berminat kepada usaha-usaha untuk Islam dari jalan yang benar dan hendak memecah-belah usaha-usaha untuk Islam dan mengkotak-kotakkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menuntut dari para pemeluknya supaya mereka meneliti, mengkaji, menyelidik dan meneropong segala perkara supaya mereka tidak mudah tertipu, tidak mudah hanyut dan tidak mudah menjatuhkan hukuman. Muslim yang sejati, yang dedikasi, yang telah memasang niat dan berazam benar untuk bekerja dan berusaha untuk Islam, tidak akan terpengaruh oleh siapa pun yang memalingkan kerja dakwah, penyelewengan yang hendak memalingkannya dari jalan yang benar. Tidak akan dapat dikaburi mata mereka oleh berbagai tuduhan, perangkap pujuk rayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mestilah berwaspada, dan senantiasa meneropong segala perkara untuk mengenali segala perkara, untuk mengenali hakikat yang tersembunyi di sebalik mazhar yang lahir: "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa satu berita maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada satu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu". Al-Hujurat: 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang mencari penjelasan, yang meneropong dan memeriksa, lambat laun akan mengetahui dengan limpah kurnia Allah tentang kepalsuan segala tuduhan jahat yang batil itu. Mereka akan mengetahui tentang keaslian jalan kita yang benar itu tanpa penukaran dan tanpa penyelewengan. Malah mereka akan mendapat kekuatan, kemantapan, ketahanan, kesungguhan dan keteguhan serta jauh dari kelemahan, dan kelesuan. Dia akan mendapat hikmah, tidak hentam keromo dan tidak mudah melatah. Dia akan mendapat perencanaan yang selamat, bukan beku dan lapuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim sejati yang menggabungkan dirinya dengan jamaah Islam tidak akan mendapati pintu yang terus tertutup atau terus terbuka. Sebaliknya dia akan mendapati akidah yang sejati, manhaj salafussoleh, ahli sunnah wal jamaah, berpegang dengan kitab Allah dan sunnah Rasulullah s.a.w. Tidak mudah merasa takjub dan sombong di atas kesalahan, tidak menoIak nasihat dari penasihat yang jujur dan amanah atau kritikan yang membina. Tidak pula menonjolkan dirinya dalam lapangan dakwah dan tidak mendewa-dewakan (hero worship) siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia akan mendapati syura dan tolong menolong dan persaudaraan karena Allah. Dia akan mendapati hati yang pengasih dan tangan yang penyayang, akal yang terbuka dan minat yang benar di dalam tolong menolong ke arah kebaikan dan takwa. Ini adalah untuk menyatukan segala usaha dan kemudiannya kita bersatu menjadi padu di atas jalan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa merasai di dalam dirinya satu keraguan, syak wasangka, tekanan atau kebimbangan, hendaklah berhubungan dengan kita dari dekat supaya mengenali kita dan harakah Islam kita. Ini perlu supaya dia tidak mensia-siakan dirinya di dalam daerah prasangka, supaya dia tidak terjerumus di dalam lumpur dosa dan menghampakan dirinya dari kebaikan yang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para kekasih, hai muslimin yang tercinta! Sebenarnya ini bukanlah dakwah individu atau jamaah orang-orang yang tertentu, tetapi sebenarnya inilah dakwah tiap-tiap muslim, inilah Islam dan dakwah Islam di abad keempat belas dan kelima belas hijrah zaman ini sebagaimana yang dikatakan oleh Imam as-Syahid Hassan al-Banna. Barangsiapa yang bersegera dan bekerjasama dengan kita di dalam dakwah Islam, dia mendapat kebaikan dan itulah yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang bimbang dan ragu, kita mohon kepada Allah supaya Dia menghapuskan keraguan dan kebimbangannya. Barangsiapa bermalas-malas dan suka duduk berpeluk tubuh menjadi penonton maka dia telah berbuat salah dan menganiaya dirinya dan benarlah Allah di dalam firmanNya: "Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam". Al-Ankabut:6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan jika kamu berpaling, niscaya Dia akan mengganti kamu dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu". Muhammad: 38&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran itu, hai semua muslimin, gabungkanlah dirimu dengan angkatan dakwah Islam dan janganlah membuang waktu dengan sia-sia karena waktu itu adalah kehidupan, kewajiban lebih banyak dari waktu yang tersedia. Sumber Eramuslim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-3901576554207216061?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/3901576554207216061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/06/tidak-menyimpang-dari-jalan-dakwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/3901576554207216061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/3901576554207216061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/06/tidak-menyimpang-dari-jalan-dakwah.html' title='Tidak Menyimpang dari Jalan Dakwah'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-5064870017386102718</id><published>2010-05-04T15:55:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T15:55:11.122-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Mengapa Engkau Tertipu Kehidupan Dunia?</title><content type='html'>oleh Mashadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa orang yang disebut tertipu? Mereka yang tertipu itu, ialah yang tertipu dunia dengan kenikmatannya. Mereka lebih mengutamakan dunia atas akhirat, dan mereka lebih ridha dengannya daripada kehidupan akhirat. Mereka penganut paham hedonisme. Mereka kaum pemuja syahwat kenikmatan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan-pernyataan mereka sangat rendah, dan mengatakan, “Dunia itu sifatnya tunai, dan kenikmatannya konkret, sementara akhirat itu belum ada sekarang. Sekarang yang tunai itu lebih bermanfaat daripada yang belum nampak, yaitu kehidupan di akhirat, serta adanya surga. Mereka yang mencintai kehidupan materi dan hedonis, lebih memilih yang sifatnya tunai, kehidupan dunia bagaikan mutiara yang indah, memberi kelezatan yang sangat nikmat, meyakinkan, sementara kehidupan akhirat itu masih meragukan. Mereka tidak ingin memilih kehidupan yang masih meragukan. Begitulah orang-orang yang telah masuk perangkap dan memilih kehidupan dunia.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang memilih kehidupan itu, karena terkena rasukan dan bisikan setan yang paling dahsyat. Binatang ternak lebih cerdas daripada mereka. Binatang ternak bila takut dengan sesuatu yang membahayakan, mereka tidak akan berjalan ke depan, meskipun dipukul. Tetapi, bagi mereka yang hedonis dan penikmat dunia, itu mereka mengaku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, serta pertemuan dengan-Nya, maka mereka itu manusia yang paling sengsara, karena mereka mengetahui. Dan, jika mereka tidak beriman dengan itu semua, menolak, serta tidak menerima (istijabah), maka mereka lebih jauh dari kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Azza Wa Jalla berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah mereka yang tuli dan bisu (tidak mendengar dan memahami kebenaran) yaitu orang-orang yang tidak mengerti”. (Al-Anfal : 20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penganut paham hedonis dan pemuja kenikmatan dunia itu, bila mereka menyatakan bahwa yang tunai itu lebih baik dibanding dengan yang tertunda (akhirat), maka jawabannya, adalah jika diantara yang tunai dan yang tertunda sama nilainya, maka yang tunai itu lebih baik. Namun, jika keduanya berbeda, yaitu yang tertunda lebih baik dan besar nilainya, maka yang tertunda lebih baik. Lantas bagaimana membandingkan antara dunia dan akhirat? Sementara, dunia itu hanya satu nafas dari nafas-nafas akhirat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perumpamaan dunia dengan akhirat adalah kalian mencelupkan jari kalian ke laut, kemudian diangkat, lihatlah dunia hanya air yang ada di jari tersebut”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakekatnya, mengutamakan dunia, yang sifatnya tunai ini atas akhirat yang tertunda adalah tipuan, dan kebodohan yang besar bagi manusia. Perbandingan antara dunia beserta isinya dengan akhirat berapakah umur manusia? Berapa lama ia menikmati dunia, kemudian selanjutnya mereka akan menuai hasilnya di akhirat. Apakah orang yang berfikir dengan logis akan mendahulukan kenikmatan sekarang (di dunia) dalam waktu yang sangat singkat, mengharamkan diri mereka dari kebaikan di akhirat yang sifatnya kekal abadi? Sebaliknya mereka lebih memilih kenikmatan kecil dan sebentar untuk meninggalkan kenikmatan yang tak ternilai harganya di akhirat, yang tak ada akhirnya, dan tak terhitung jumlahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan sebagian diantara mereka, para penganut paham hedonis itu, “Saya tidak akan meninggalkan sesuatu yang meyakinkan menuju suatu yang meragukan”. Hanya ada dua asumsi dari pernyataan itu, bisa jadi mereka meragukan janji dan ancaman Allah, meragukan kebenaran Rasul-Rasul-Nya, maka renungkanlah ayat-ayat Allah yang Mahatinggi yang menunjukkan keberadaan-Nya, kekuasaan-Nya, kehendak-Nya, ke-Esaan-Nya, kebenaran para utusan-Nya yang mereka kepada manusia. &lt;br /&gt;Allah Azza Wa Jalla berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari-Nya, padahal kamu mendengar (perintah-perintah-Nya).” (al-Anfal : 20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, barangsiapa mau merenung sejenak, di mana sejak janin, hingga menjadi manusia yang sempurna, maka manusia akan menyimpulkan bahwa yang mengatur demikian rupa, serta mengatur setiap tahapan yang dilalui dalam kehidupannya, tidak mungkin manusia melakukan semua itu, kemudian ditelantarkan dan ditinggalkan sia-sia. Tidak mungkin diibiarkan tanpa perintah, dilarang mengerjakan sesuatu, tidak diberitahu kepadanya hak-hak-Nya, tidak memberi balasan baik dan buruk. Barangsiapa yang merenungkan semua makhluk-Nya baik yang ia lihat atau yang tidak, ia akan menyimpulkan, semua adalah bukti ke-Esaan Tuhan, adanya kenabian, hari pembalasan, dan al-Qur’an adalah semua itu benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu iihat, dan dengan apa yang tidak kamu lihat, sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan pada) Rasul yang mulia”. (Al-Haaqqah : 38-40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya eksistensi manusia merupakan bukti adanya Allah yang Maha Esa, bukti kebenaran Rasul-Nya, dan bukti ketetapan sifat-sifat-Nya yang sempurna. Termasuk adanya kehidupan akhirat, yang kekal dan abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya jaminan surga dan neraka. Manusia dapat memilihnya sesuai dengan keyakinan mereka. Manusia yang mencintai dunia dan kenikmatan materi, tak akan pernah dapat menerima kehidupan akhirat dan surga-Nya, yang sifatnya masih tertunda itu. Wallahu‘alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-5064870017386102718?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/5064870017386102718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/05/mengapa-engkau-tertipu-kehidupan-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/5064870017386102718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/5064870017386102718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/05/mengapa-engkau-tertipu-kehidupan-dunia.html' title='Mengapa Engkau Tertipu Kehidupan Dunia?'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-6400159317655538793</id><published>2010-05-04T15:43:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T15:43:04.814-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sex'/><title type='text'>Ketahuilah Zina Mengakibatkan Kehancuran</title><content type='html'>oleh Mashadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, “Kebanyakan yang menyebabkan seseorang masuk neraka adalah mulut dan farj (kemaluan)”. Dan, sabda Rasul lainnya, “Tidak halal darah seorang muslim, kecuali tiga orang, yaitu laki-laki yang berzina, orang yang membunuh jiwa, dan orang yang meninggalkan agamanya (murtad) yang keluar dari jamaah muslim”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa zina yang hina itu, membolehkan pelakunya untuk dibunuh. Karena perbuatan yang dilakukannya itu, termasuk perbuatan dosa besar, yang sangat merusak. Dan, hadist diatas secara berurutan, zina, kekufuran, dan pembunuhan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seperti di dalam surah al-Furqan dan hadist Ibnu Mas’ud, yaitu hadist yang menegaskan bahwa yang paling sering terjadi adalah zina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zina perbuatan yang sering terjadi, kemudian pembunuhan, dan murtad. Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, menyebutkan dari segi tingkat mafsadah-nya dan efek negatifnya, disebutkan zina merupakan perbuatan yang memiliki tingkat kerusakan paling besar. Perzinahan bertentangan dengan kemaslahatan, yaitu merusak tatanan kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seorang perempuan berbuat zina, maka ia telah menciptakan aib kepada keluarga, suami, dan familinya. Setelah itu kehormatannya pun jatuh dihadapan manusia. Perempuan yang telah berzina menjadi hina dihadapan manusia maupun Allah Rabbul Alamin. Jika perempuan itu hamil dari hasil perzinaan, dan membunuh anaknya, maka ia melakukan dua tindakan kriminal sekaligus. Dan, jika pada saat yang sama ia hamil dari hasil hubungannya dengan suaminya yang sah, maka ia memasukkan orang asing dalam keluarganya. Ini mafsadah dari perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara mafsadah yang ditimbulkan laki-laki yang berzina adalah juga terjadi percampuran nasab, yaitu ketidakjelasan dari mana janin itu, sehingga tidak ada kejelasan status bayi yang lahir. Orang laki-laki itu juga telah menjerumuskan perempuan kedalam mafsadah dan kehancuran. Jenis kriminal dan dosa besar ini menyebabkan kerusakan, kehancuran, dan mafsadah dunia dan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perzinaan menyebabkan kefakiran, memendekkan umur, muka menghitam dihadapan manusia, menimbulkan murka orang lain, menghancurkan hati, menimbulkan sakit hati, mematikan hati, menyebabkan kesedihan, dan kekhawatiran. Seandainya seseoang isterinya berzina atau keluarga membunuhnya, itu lebih ringan dibandingkan dengan mendengar isterinya berzina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa’ad bin Ubadah berkata, “Seandainya aku melihat seorang laki-laki berzina dengan isteriku, maka akan aku penggal leher laki-laki itu dengan pedang”, ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan Sa’ad itu sampai ke telinga Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, dan beliau berkata : “Apakah kalian heran dengan kecemburuan Sa’ad?” Sesungguhnya aku lebih cemburu daripada Sa’ad dan Allah lebih cemburu daripada aku. Oleh karena itu, Allah mengharamkan kekejian-kekejian yang tampak dan yang tersembunyi”. (HR. Muttafaq alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah cemburu (tersinggung) dan seorang mukmin harus cemburu. Ketersinggungan Allah adalah ketika hamba-Nya melakukan apa yang dilarang Allah”. (HR. Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadist yang lain, ketika beliau khotbah shalat gerhana matahari beliau bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai umat Muhammad, tidak ada yang lebih tersinggung (ghirah) melebihi Allah ketika seorang hamba laki-laki dan perempuan berzina. Hai umat Muhammad seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui apa yang aku ketahui niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa”. Kemudian, Rasulullah mengangkat kedua tangannya dan berkata, “Ya Allah, apakah hal ini sudah aku sampaikan?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada rahasia yang penting dibalik penyebutan dosa besar zina pada saat shalat kusuf. Maraknya perzinaan adalah tanda-tanda hancurnya dunia dan hari kiamat, dan gerhana adalah satu satu bentuk tanda kiamat. Sebagaimana disebutkan dalam hadist Anas bin Malik berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akan aku beritahu berita yang tidak akan diberitakan oleh seorangpun yang sesudahku. Saya mendengar Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, bersabda, “Termasuk tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu dan menyebarnya kebodohan, maraknya minuman khamar, dan pernzinaan. Perempuan akan berjumlah banyak sebaliknya laki-laki sedikit. Sehingga laki-laki satu berbanding lima puluh perempuan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunnah Allah berlaku pada makhluk-Nya, di mana jika perzinaan merajalela, maka Allah murka kepada mereka. Jika kemurkaan Allah terus berlangsung, maka ia akan menurunkan hukuman-Nya ke bumi. Abdullah bin Mas’ud, berkata, “Tidaklah muncul perzinaan di sebuah negeri, kecuali Allah mengumumkan kehancurannya”. Wallahu’alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-6400159317655538793?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/6400159317655538793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/05/ketahuilah-zina-mengakibatkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/6400159317655538793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/6400159317655538793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/05/ketahuilah-zina-mengakibatkan.html' title='Ketahuilah Zina Mengakibatkan Kehancuran'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-2421052290949868260</id><published>2010-05-04T15:38:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T15:38:03.772-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Ikhwan Al-Muslimun'/><title type='text'>Jadikanlah Allah sebagai Tujuan Utama Amal Kita</title><content type='html'>oleh Syaikh Muhammad Mahdi 'Akif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah, Shalawat dan salam kepada Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada proses kelahiran atau persalinan biasanya terdapat rasa sakit. Namun pada saat yang sama hal itu merupakan pertanda akan datangnya sebuah kabar gembira. Pertanda hadir dan lahirnya sebuah kehidupan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam beberapa tahun terakhir merasakan berbagai macam rasa sakit dan penderitaan akibat ulah Firaun zaman modern. “Sesungguhnya Fir'aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Firaun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Al-Qashash: 4)&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun janji Allah SWT pasti akan tiba yaitu mereka yang tertindas oleh kekuatan Firaun akan diberi pertolongan. “Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi, dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir'aun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu .” (Al-Qashash: 5 - 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan sejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang berpangku tangan akan masalah yang menimpa Al Aqsha, juga bagi mereka yang menyerah pada kekuatan musuh, inilah kesaksian kami: “Orang-orang yang ditinggalkan itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: "Janganlah kamu berangkat dalam panas terik ini". Katakanlah: "Api neraka jahanam itu lebih sangat panas" jika mereka mengetahui. (At Taubah: 81)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari 57 tahun umat Islam terperangkap dalam jerat zionisme Israel yang membawa berbagai virus kerusakan. Mereka menguasai Al Quds, merampas berbagai peninggalan yang amat bersejarah; tembok Buroq, tempat lahirnya Isa, peningalan para nabi-nabi, lokasi kubur para pejuang Islam. Virus kerusakan yang menjangkit ini terus bergerak menghancurkan Palestina “Mereka tidak memelihara kerabat terhadap orang-orang mu'min dan tidak perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (At Taubah: 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi yang diteriakkan oleh Bush, Lord Balfour dan teman-temanya semakin membuat virus ini bertambah gila. Sesungguhnya penjajahan Inggris yang berlangsung selama 28 tahun atas bumi Palestina merupakan langkah awal bagi berdirinya Negara Yahudi. Pada saat diproklamirkan tahun 1948 jumlah bangsa Yahudi telah mencapai 605.000 jiwa padahal pada awal penjajahan Inggris jumlah mereka hanya 56.000 jiwa saja!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Barat yang katanya pejuang HAM tak berbuat apa-apa pada saat penduduk Palestina yang berasal dari 531 kota dan desa terusir dari kampung mereka pada tahun 1948. Mereka adalah penduduk asli dari tanah air yang kini bernama Israel. Lebih dari 92% tanah Israel yang ada pada hari ini adalah milik pengungsi palestina yang diambil secara paksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga Palestina dipengungsian kini berjumlah sekitar 5.200.000, namun organisasi internasional yang mengurusi para pengungsi hanya mengurusi sekitar 4 jutaan dan bantuan yang diberikanpun berkurang dari tahun ke tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembantaian Zionis atas bangsa Palestina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun secara langsung dan tak langsung Inggris terlibat dalam 17 kali aksi pembantaian atas bangsa Palestina yang dilakukan oleh Bangsa Yahudi. Hampir semua bumi Palestina berwarna merah darah; pembantaian Dir yasin, Sobro dan Syatilla, Bahrul Baqardan lain sebagainya. Ribuan orang terusir dari kampungnya, mereka yang lari ke masjid dan gereja pun tak luput dari pembantaian. Tercatat lebih dari 24 kali peristiwa pembantaian dilakukan oleh bangsa Yahudi dan anehnya pihak Barat mengatakan bahwa itu hanya peristiwa kecil yang tak perlu dibahas lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembantaian demi pembantaian; Derita demi derita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pada hari ini kita memperingati hari Nakbah 15 Mei 1948, maka ada satu hal yang tetap ingin disampaikan oleh Ikwanul Muslimin bahwa meskipun penderitaan ini telah berlangsung 57 tahun namun kita tak akan melupakan hak rakyat Palestina atas tanah air mereka. Para ulama dan fuqoha pun berijma dan bersepakat bahwa jika ada tanah umat islam yang dirampas, maka semua umat islam wajib membebaskannya. Baik yang besar, kecil, laki-laki bahkan dalam kondisi seperti ini para wanita tak perlu lagi izin suaminya untuk berjihad. “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (At-Taubah: 41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya derita yang dialami oleh saudara kita di Palestina yang telah berlangsung selama lebih dari 57 tahun ini akan terus hidup bersama kita, siang malam. Semenjak Negara Israel diproklamirkan sampai pada hari ini, penderitaan tak pernah henti. Tangis para ibu ang kehilangan anaknya. Jeritan mereka yang ditahan di penjara-penjara Israel. Ini bukan derita satu hari atau satu tahun, namun ini telah berlangsung sampai hari ini!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 57 tahun, Nakbah ini…Derita ini, tak hanya di rasakan oleh Bangsa Palestina saja. Namun perlahan virus penjajahan ini terus menjalar ke sekujur tubuh ummat Islam tanpa terasa. Dia memporak-porandakan Somalia, merampas kekuatan Libya, menjajah Afghanistan, membumihanguskan Irak, mengepung Syria dan Iran, memunculkan beragam fitnah di Libanon, dia berusaha memecah belah Sudan bahkan virus keji ini telah memiliki pangkalan militer di berbagai Negara Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Virus ini berjangkit dengan tanpa terasa. Secara tak langsung ia menjerat umat Islam. Kadang dengan bantuan pinjaman utang Luar Negeri, kadang dengan dipaksakannya sebuah sistem pendidikan yang memihak ke Barat dan Amerika bahkan kadang dengan bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan, kadang juga dengan serbuan budaya bebas nilai, seks bebas atau bahkan dengan bungkus toleransi dan kebebasan beragama juga dengan isu HAM dan isu demokrasi, reformasi dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini virus keji itu berbicara dengan bahasa perdamaian yang mengandung makna “menyerah” yang penuh dengan fatamorgana. “Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya . (An Nuur: 39).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai pembicaarn damai telah digelar, mulai dari Oslo, Camp David, Sarm Syeikh, Peta Jalan Damai dan lainnya namun tak ada hasilnya. Malah yang terjadi adalah pemutar balikkan fakta. Rakyar palestina menjadi pengungsi, aksi bom syahid dikatakan sebagai aksi terorisme, tanah yang dirampas menjadi pemukiman, penjajah menjadi penduduk asli, para pejunag Hamas dan Jihas Islam disebut sebagai perusak dan teroris. Maka semaki lengkaplah derita umat Islam ini. “Sesungguhnya dari dahulupun mereka telah mencari-cari kekacauan dan mereka mengatur pelbagai macam tipu daya untuk mu, hingga datanglah kebenaran dan menanglah agama Allah, padahal mereka tidak menyukainya” (At-Taubah; 48). Bukan hanya sisi politik Umat islam yang dirampas, namun sector ekonomi umat islam juga semakin terancam dengan diberlakukanyya pasar bebas di kawasan Timur Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Rakyat Palestina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para pejuang sejati, lemahnya posisi membuat kami tak dapat berjihad langsung bersama kalian menghadapi apa yang kalian hadapi, menyongsong janji Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.” (At-Taubah: 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohonlah pertolongan pada Allah dan bersabarlah. Satukan barisan. Jangan tertipu oleh dunia. Juga jangan kalian disibukkan oleh urusan konflik politik sehingga melupakan problem asasi kita yang sebenarnya. Ingatlah bahwa inti kekuatan kalian terletak pada persatuan dan kuatnya persaudaraan. “Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah pun bersamamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amalmu.” (Muhammad: 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka . Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan , sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (An -Nisa: 104)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Umat Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbuatlah sesuai dengan realita. Kita memiliki modal untuk bangkit. Sikap keprajuritan adalah langkah awal kemenangan. “Atau siapakah dia yang menjadi tentara bagimu yang akan menolongmu selain daripada Allah Yang Maha Pemurah? Orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam tertipu.” (Al-Mulk: 20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya langkah awal kalian adalah kembali pada Allah SWT, “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Al-A’raf; 96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para Pemimpin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Hari Kiamat itu akan sangat dahsyat. Masing-masing manusia akan menghadap Allah SWT. “Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.” (Maryam: 95)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami khawatir akan beban berat yang kalian emban. “Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban mereka, dan beban-beban di samping beban-beban mereka sendiri, dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada hari kiamat tentang apa yang selalu mereka ada-adakan.” (Al-Ankabut: 13). Ingatlah akan rakyat kalian yang kalian pimpin, ini adalah amanah. Jnagn sampai pada hari kimat nanti ini akan menjadi penyesalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada para Kader Ikhwan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah selalu syiar kalian. Jadikan Allah SWT sebagai tujuan utama dalam setiap aktifitas yang dilakukan. Bukankah Allah memberikan kabar gembira bagi mereka yang berniat tulus dan berhati baik. “kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,” (Asy-Syuara: 89)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikan Rasulullah saw sebagai teladan yang terus hidup dalam jiwa kalian yang akan membangkitkan semangat kalian. “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (At Taubah: 128)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdoalah terus untuk Al-Aqsha. Dan jadikanlah Al-Qur’an sebagai pedoman hidup kalian dan bekal dalam perjalanan juga sebagai landasan dalam bermuamalah dengan manusia yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa siapa saja yang menginginkan kehidupan akhirat maka itu dapat diraih dengan pertolongan Al-Qur’an. Juga barang siapa yang menginginkan kehidupan dunia, maka juga dengan wasilah Al-Qur’an. Bahkan yang menginginkan kebahagiaan pada keduanya, juga dengan Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu , maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu'min bertawakkal.” (Ali Imran: 160)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(disampaikan pada Risalah Ikhwan edisi Mei 2005)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-2421052290949868260?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/2421052290949868260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/05/jadikanlah-allah-sebagai-tujuan-utama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/2421052290949868260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/2421052290949868260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/05/jadikanlah-allah-sebagai-tujuan-utama.html' title='Jadikanlah Allah sebagai Tujuan Utama Amal Kita'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-8834772112333779229</id><published>2010-02-13T03:16:00.000-08:00</published><updated>2010-02-13T03:16:57.092-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>Biarkan dia memilih         Oleh Lhinblue</title><content type='html'>Maghrib belum tiba. Aku baru saja pulang dari Bogor usai acara Dauroh. Sesampai di rumah, kulihat seisi rumah sepi. Hari ini hari ahad di awal bulan, pasti seisi rumah sedang pergi arisan keluarga di salah satu rumah sanak keluargaku. Sepi rasanya rumah ini. Aku segera melepas lelah di tempat favoritku, kamar.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adzan maghrib berkumandang. Aku segera berwudhu dan menunaikan sholat maghrib. Belum selesai aku shalat, terdengar di ruang tamu sudah mulai ramai: seisi rumah rupanya sudah kembali. Terdengar celotehan riang keponakanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kamar, aku mencoba berbaur ke ruang tengah, mengajak main keponakanku. Tubuhku yang tadinya lelah seakan hilang kelelahanku ketika melihat wajah-wajah keponakanku yang mungil dan lucu. Wajah yang penuh dengan kepolosan tanpa dosa. Wajah tanpa masalah. Hhmm,, enaknya jadi anak kecil, pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, Dzacky merengek, meminta di buatkan susu botol oleh ‘Baba’ nya, panggilan ayah oleh keponakanku yang pertama itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baba,, dzacky mau susu,,di botol gede…”, rengekan anak berusia 3 tahun itu membuat aku pusing”. Ya, kalo mendengar anak kecil merengek minta sesuatu, riweh sekali rasanya. Abangku (Baba-nya Dzacky) membuatkan susu di botol kecil karena botol besarnya sedang di cuci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mau memberikan susu itu ke Dzacky, ternyata anak itu gak mau dan malah merengek lagi: “Baba,, dzacky gak mau di botol kecil,, di botol gede aja..”, rengeknya dengan gaya bicara yang belum terlalu jelas. Aku tambah riweh mendengar rengekannya, ada-ada aja permintaan anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aunty mau pergi ke alfa nih.. siapa yang mau ikut??!!”, aku mencoba mengalihkan perhatian Dzacky, berharap dia diam dari rengekannya dan fokus pada ajakanku. Nadya yang sedari tadi diam langsung menjawab: “iyya..”, maksud ucapannya adalah Nadya, menyebutkan nama ‘Nadya’ dengan gaya cadel. Nadya, keponakanku yang kedua, usianya cuma beda 6 bulan di bawah Dzacky.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yuk,, qta ke alfa yuk..”, aku sengaja mengulangi kembali ajakanku. Aku berhasil, Dzacky diam dari rengekannya dan dia mulai menghampiri aku dan Nadya yang bersiap-siap pergi ke Alfa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aunty,, Dzacky ikut..”. Kena!, pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Abang Dzacky mau ikut?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, Dzacky mau ikut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ok. Kalo Dzacky mau ikut,, sekarang Dzacky minum susu yang tadi udah di buat sama Baba dulu ya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gak mau. Dzacky mau ikut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh, gak bisa gitu.. tadi kan Bang Dzacky udah minta susu sama Baba, harus diabisin dulu susunya,, baru nanti Qta ke alfa. Ok?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aahh,,, gak mau,, Dzacky mau ikut.”, dia mulai menggelayutiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Yaudah,, sekarang abang pilih: mau ngabisin susu dulu trus ikut ke alfa atau abang gak minum susunya dan gak ikut ke alfa. Ayo,, abang pilih yang mana?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yes, kena! Dzacky mulai berpikir. Ku lihat dari bola matanya, dia sedang memikirkan pertanyaanku dan akhirnya dia pun memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dzacky mau ke alfa..”, tepat! Pastinya dia akan memilih dan mengatakan hal yang dia sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ok. Kalo gitu, sekarang abang minta susu sama Baba dan abang abisin dulu susunya. Nanti aunty sama Nadya nungguin abang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzacky yang biasa dipanggil dengan sebutan abang, mengangguk dan segera mengambil susu yang tadi sudah dibuat. Aku mengajak Dzacky tosh, pertanda kita deal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, sekarang tinggal mengatur cara bagaimana supaya nanti ketika di alfa, mereka gak ngambil makanan sesuka mereka, bisa terkuras habis uangku. Biasanya, kalo ngajak mereka (Dzacky&amp;amp;Nadya), pasti masing-masing membawa keranjang dan mengambil apa saja yang mereka inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat materi yang di bawakan oleh Ust Bambang pada acara TOM MII. Beliau mengatakan bahwa kita harus pintar bernegosiasi sama anak kecil. Aku pun terpikir untuk bernegosiasi dengan keponakanku. Sambil menunggu Dzacky menghabiskan susunya, aku mencoba mengajak ngobrol mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nanti di Alfa, Dzacky mau beli apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hhmm,, beli apa ya?!”, Dzacky berpikir dan kemudian dia menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beli susu ultra,,,, es krim....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eits, satu aja.. Coba tanya Baba, boleh gak Dzacky beli susu sama es krim?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzacky bertanya kepada abangku dan ternyata abangku gak ngebolehin Dzacky jajan susu dan es krim. Abangku menyarankan beli sozzis aja. Akhirnya, dzacky menuruti perkataan Baba-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aunty,, Dzacky mau beli sozzis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ok. Dzacky sozzis.. Nah, sekarang Nadya mau beli apa nanti di Alfa?! Tapi, gak boleh sama kayak abang,, biar nanti Nadya sama abang bisa tuker2an,, qta berbagi,,, ok?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hhmm,, coklat!”, akhirnya Nadya memutuskan untuk membeli coklat setelah lama berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ok. Nanti berarti pas di Alfa, abang Dzacky cuma beli sozzis dan kakak Nadya cuma beli coklat ya,, gak boleh yang lain. Ok?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengangguk. Aku, Dzacky dan Nadya berpelukan. Itu adalah tanda bahwa kami sepakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Dzacky menghabiskan susu, kami pergi menuju Alfa. Di sepanjang perjalanan, aku mencoba mengajak ngobrol mereka, lagi-lagi berbicara tentang langit. Ternyata Dzacky sudah tau yang mana bulan dan yang mana bintang. Ketika aku tanya; ”Eh, di atas ada bulan gak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzacky langsung menjawab:”Gak ada. Adanya bintang, ngikutin Dzacky.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, malam itu bulan tak menampakkan dirinya, mungkin tertutup awan. Dzacky bilang kalo bintang ngikutin dia, haha,, sama sekali pikirannya sewaktu aku kecil: menganggap bahwa benda-benda langit mengikuti diri kita ketika kita berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun tiba di Alfa. Dzacky dan Nadya langsung menghambur mencari apa yang mereka rencanakan sebelumnya. Dzacky yang berbadan besar dengan gesit langsung menuju tempat sozzis. Aku heran, dia kok sepertinya sudah hapal dengan tempat2 di alfa. Bahkan, untuk menemukan sozzis yang ingin dia beli, dia langsung menuju tempat sozzis dan itu tepat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aunty,, Dzacky beli sozzis sapi..”, katanya sambil memegang sebungkus sozziz sapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh,, abang udah nemu.. Ok, abang sozzis sapi..”, Wah, dzacky dengan cepat dan tepat bisa tahu kalo yang dia pilih adalah sozzis sapi. Ckckck,, cerdas sekali anak ini, pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aunty,, Dzacky mau beli lagi ya..”, pintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eits, tadi di rumah abang udah janji kan? Abang cuma beli sozzis, gak yang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari matanya, aku bisa melihat Dzacky sedang mengingat perjanjian yang tadi sudah di buat di rumah. Dzacky pun tersenyum, memamerkan giginya yang gerepesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadya masih kebingungan mencari coklat yang dia inginkan. Banyak sekali macam coklat dan dia bingung mau membeli coklat yang mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dzacky,, kita bantu Nadya yuk buat nyari coklatnya.”, aku mengajak Dzacky untuk membantu Nadya mencari coklatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, Dzacky dan Nadya mencari-cari coklat. Dzacky tampak serius membantu Nadya mencari coklat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nadya,, yang ini aja..”, Dzacky menunjukkan ‘Beng-beng’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gak mau..”, Nadya rupanya gak mau ‘Beng-beng’, dia terus mencari coklat yang dia inginkan. Setelah agak lama, Nadya pun menemukan coklat yang dia inginkan: Nyam-nyam coklat. Kami pun menuju kasir, membayar barang belanjaan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di rumah, mereka saling berbagi apa yang mereka beli. Dzacky membagi sozzis sapinya kepada Nadya dan Nadya pun membagi nyam2 coklat kepada Dzacky. Alhamdulillah,, aku berhasil!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua yang baik bukanlah orangtua yang mengikuti dan memenuhi segala keinginan anak. Anak minta A maka orangtua pun membelikan A. Anak minta B maka orangtua pun membelikan B. Orangtua yang baik adalah mereka yang mengajarkan anak bagaimana anak memilih dengan penuh tanggungjawab dan konsisten serta komitmen terhadap apa yang di pilihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan katakan bahwa ikuti saja terus keinginan anak karena toh dia masih kecil belum mengerti apa-apa. Sungguh! Itu salah besar. Kepribadian anak sudah mulai terbentuk sejak dia kecil. Ketika orangtua terus mengikuti keinginan anak, maka yakinlah bahwa ketika anak itu dewasa maka dia akan menjadi sosok orang yang manja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaklah anak untuk terus berpikir terhadap apa yang diperbuatnya atau yang akan diperbuatnya. Arahkan mereka dalam memilih sesuatu dan ajarkan tanggungjawab terhadap apa yang mereka pilih. Sekali lagi, biarkan dia memilih..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-8834772112333779229?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/8834772112333779229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/02/biarkan-dia-memilih-oleh-lhinblue.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/8834772112333779229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/8834772112333779229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/02/biarkan-dia-memilih-oleh-lhinblue.html' title='Biarkan dia memilih         Oleh Lhinblue'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-6682509035404365255</id><published>2010-02-13T02:50:00.000-08:00</published><updated>2010-02-13T02:50:03.547-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>Pengamen pembawa hikmah Oleh Aismawati</title><content type='html'>Deborah yang aku tumpangi malam itu tidak terlalu penuh, tetapi tidak kosong. Semua kursi sudah terisi. Aku adalah penumpang terakhir yang mendapatkan kursi kosong. Ini adalah yang kedua kalinya aku menjumpai anak itu. Seorang bocah pengamen tanpa alat musik apapun, termasuk tepukan tangan. Kira-kira berusia 10 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku senang memandanginya, dia tidak seperti anak-anak jalanan kebanyakan. Kotor, bau, dan menyanyi seadanya. Ada hal unik dalam dirinya, pakaiannya bersih, memakai sandal, rambutnya jatuh tidak klimis, dan kuku tangan dan kakinya pun bersih. Seperti anak rumahan. Ibunya sungguh merawatnya, pikir ku malam itu.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang menjadi perhatianku, ternyata anak tersebut kurang normal. Gaya menyanyinya dieja kata perkata dengan berusaha sekuat tenaga agar apa yang diucapkannya jelas terdengar. Rupanya lirik sholawat badar menjadi lagu favoritnya. Beberapa penumpang senyum-senyum simpul memandangnya. Jujur, aku pun ingin tertawa lebar. Aku berusaha menahan tawaku dengan mengalihkan pandangan ke luar jendela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai menyanyi, ternyata masih ada satu hal yang dia lakukan. Dia memberi nasihat kepada kami tentang manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara. Subhanallah, dia membawakannya dengan penuh semangat, penuh percaya diri dan sangat sungguh-sungguh. Tanpa malu, meskipun tidak sedikit penumpang yang tersenyum simpul. Masya Allah, dia mendoakan kami semua. Hatiku begitu lapang mendengarnya. Beda rasanya ketika yang berdoa adalah panitia masjid yang memang ada maksud ingin meminta sumbangan. Anak itu begitu polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasanya, anak-anak pengamen akan meminta bayaran atas hiburan yang sudah mereka persembahkan. Tidak kecuali dia. Dia memulainya dari kursi depan samping Pak Supir. Satu dua orang telah terlewati tanpa memberi apa-apa. Alhamdulillah orang ketiga telah memberinya uang. “Makasih Pak, semoga rizkinya nambah ya Pak” spontan anak itu mendoakan sang Bapak. Masya Allah bergetar hati saya. Dia terus mendoakan setiap penumpang yang memberinya uang. Penumpang yang memberi hanya mampu berucap amin sambil menggangguk disertai senyuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya saya selalu menyeleksi setiap ada pengamen bis kota, minimal melihat tampang dan kesungguhan mereka dalam menyanyi. Sudah menjadi rahasia umum bahwa pengamen anak-anak adalah mereka yang dimanfaatkan oleh orangtua untuk mencari nafkah. Itulah salah satu usaha saya untuk mengurangi maraknya anak jalanan. Tapi tidak untuk bocah itu. Tangan saya pun ringan memberinya uang, dan saya niatkan untuk bersedekah. Saya pun tidak terlewatkan dari do’anya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh banyak hikmah yang dapat saya ambil. Bocah itu telah mengingatkan banyak hal kepada saya. Kesungguhan dalam bekerja untuk mencari rizki tanpa malu yang penting halal, usaha untuk melakukan kebaikan dapat dilakukan di mana saja dan oleh siapa saja, dan lapangnya dada kita untuk menebar do’a kepada siapa saja. Semoga Allah memberikan Rahmat dan perlindungan Nya kepada bocah itu dari kejahatan di malam hari. Amiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-6682509035404365255?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/6682509035404365255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/02/pengamen-pembawa-hikmah-oleh-aismawati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/6682509035404365255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/6682509035404365255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/02/pengamen-pembawa-hikmah-oleh-aismawati.html' title='Pengamen pembawa hikmah Oleh Aismawati'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-7706216160531659024</id><published>2010-02-13T02:41:00.000-08:00</published><updated>2010-02-13T02:41:15.121-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>Ayah, Jadilah Sahabatku oleh Raya Fitrah</title><content type='html'>Saya selalu senang mendengar cerita teman-teman saya tentang keluarga mereka. Ibu-ibu bercerita tentang anak-anak, tentang suami mereka, mertua atau tetanggga mereka. Tidak untuk menggosip atau membuka aib, tetapi untuk menyerap ilmu dan pengalaman berharga yang telah mereka alami tapi belum pernah saya rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai topik obrolan, yang paling menarik menurut saya adalah cerita keluarga dari sudut pandang seorang ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada salah satu obrolan yang sangat berkesan buat saya, ketika seorang teman saya, sebut saja Pak Abi, ia bercerita tentang anak lelakinya yang sekarang sudah sekolah TK.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari dia kewalahan menjawab pertanyaan anak sulungnya. Pasalnya, seorang pemuda tetangga mereka ditangkap oleh polisi dan penangkapan tersebut diiringi dengan tembakan peringatan. Medengar letusan senjata api Pak Abi berlari keluar untuk cari tahu tentang kejadian itu. Saat kembali ke rumah ia diserbu pertanyaan dari anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abi, tadi ada apa? Kok ada bunyi senapan?" tanya sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada orang jahat ditangkap polisi," jelas Pak Abi singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa, Abi? Aku kenal nggak Bi?" kerjarnya penuh rasa ingin tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang belakang. Kamu nggak kenal." ujar Pak Abi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sang anak belum menyerah. "Namanya siapa sih, Bi? Biar aku tau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini dengan tegas Pak Abi menjawab, "Kamu nggak perlu tau!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar memang anak yang gigih, dengan cerdas ia kembali bertanya, "Memangnya Abi nggak suka kalau aku banyak tau?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sabar Pak Abi melontarkan jawaban pamungkas. "Bukannya Abi nggak suka kamu banyak tahu, tapi nggak semua hal kamu harus tau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Pak Abi sampai disitu. Saya mendengar dengan serius dan sudah tidak sabar ingin bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pak, kenapa Bapak tidak kasi tau saja nama pemuda tersebut?" tanya saya. Saya benar-benar tidak mengerti, apa susahnya menjawab pertanyaan tersebut? Karena kalau saya berada di posisi Pak Abi, saya mungkin akan menyebutkan namanya dan ini menjadi alat yang saya gunakan untuk menakut-nakuti supaya dia tidak nakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau saya kasi tau, saya khawatir kejadian ini melekat dalam ingatannya. Ketika dia keluar rumah dan bermain dengan teman-temannya dia mungkin akan bercerita pada teman-temannya kalau Si X itu adalah orang Jahat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengangguk-angguk. Oh, begini rupanya cara mendidik anak, saya berkata dalam hati, mencoba mencerna semua penjelasan Pak Abi. Sesaat kemudian obrolan kami berganti topik. Giliran Pak Abi bertanya-tanya, mengapa anak-anak sekarang begitu berani bertanya, bahkan berani mendebat penjelasan orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Padahal saya dulu waktu kecil pendiam. Nggak banyak ngomomong," ujar Pak Abi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giliran saya yang memutar otak, "Mungkin karena dulu Bapak nggak ada kesempatan untuk banyak ngobrol dengan ortu kali, Pak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin juga. Tapi saya rasa, karena sekarang saya memposisikan diri saya dengan anak saya adalah sebagai teman. Sementara dulu relasi saya dengan Bapak saya adalah relasi “Ayah-Anak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengangguk. Selama ini Pak Abi menurut saya adalah sosok ayah yang unik, dia membahasakan dirinya dan anaknya dengan sebutan “Aku dan Kamu”, bukan “Abi dan Kamu” atau "Ayah dan anak". Awalnya saya merasa janggal, tapi saat itu saya melihat bahwa ini salah satu cara untuk meminimalkan kesenjangan dalam hubungan anak dan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saya merasa iri. Saya membandingkan dengan diri saya, mengingat kembali bagaimana hubungan saya dengan Bapak. Tanpa mengurangi hormat dan bakti saya pada beliau, saya merasa "jarak" dengan Bapak terlanjur jauh. Jangankan menjadi “Teman”, menjadi “Ayah dan Anak” saja saya baru merasakannya setelah saya cukup dewasa. Nyaris tidak ada komunikasi antara saya dengan Bapak. Meski sekarang saya berusaha mengambil hati beliau, dan beliau juga tampak seperti ingin memiliki kedekatan dengan saya namun itu tidak pernah bisa menebus puluhan tahun waktu yang terlewat. Mengingat ini membuat mata saya hangat dan bertelaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kelak Allah ijinkan saya memiliki anak-anak, saya ingin anak-anak saya menjadikan Ayah dan Ibu mereka sebagai teman dan sahabat pertama mereka sebelum mereka menemukan teman di tempat bermain atau di sekolah. Ketika sahabat mereka datang dan pergi silih berganti, mereka selalu dapat menemukan sahabat sejati menunggu di rumah, siap mendengarkan segala curhat mereka kapan saja dan tentang apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kurang tahu, apakah menjadi ayah dari seorang anak laki-laki lebih mudah daripada menjadi Ayah dari seorang anak perempuan. Tapi apapun amanah yang Allah percayakan, semoga hanya saya anak perempuan terakhir di dunia ini yang pernah merasakan “berjarak” dengan ayahnya sendiri, dan tidak ada lagi ayah di dunia ini yang menyesal di hari tuanya karena hanya sedikit atau bahkan tidak mengenal putra-putri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hormat buat Ayahanda tercinta, serta seluruh lelaki yang telah menjadi ayah. Kami, anak-anak perempuanmu, tidak hanya membutuhkan materi, tapi kami butuh pelukan, usapan di kepala atau sekedar sedikit waktu untuk menyawab pertanyaan kehidupan yang semakin pelik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-7706216160531659024?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/7706216160531659024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/02/ayah-jadilah-sahabatku-oleh-raya-fitrah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/7706216160531659024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/7706216160531659024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/02/ayah-jadilah-sahabatku-oleh-raya-fitrah.html' title='Ayah, Jadilah Sahabatku oleh Raya Fitrah'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-4488723874377569408</id><published>2010-02-13T02:34:00.000-08:00</published><updated>2010-02-13T02:34:03.404-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>Kereta Syurga oleh :Meti Herawati</title><content type='html'>Kendaraan pribadi merupakan pelengkap kehidupan yang menunjang aktifitas. Bahkan Rosululloh sendiri menyampaikan salah satu yang mengindikasikan kebahagian hidup seseorang adalah dengan dimilikinya kendaraan. Tapi memiliki kendaraan pribadi apalagi mobil bukanlah perkara gampang untuk ukuran masyarakat Kita, karena harganya yang sangat mahal dan daya kemampuan ekonomi yang rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga wajar kalau kendaraan umum di Negara Kita paling lengkap sedunia, bayangkan saja dari mulai delman, ojek, angkot, bemo, bis dan lain sebagainya ada di negeri Kita. Namun tidak demikian bagi rakyat negeri jiran Malaysia, mereka sangat mudah untuk memiliki mobil (disebut kereta) bahkan keluaran terbaru sekali pun.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Malaysia, seluruh warga pribumi (tempatan) diberikan kemudahan dalam memiliki mobil melalui kredit dengan cicilan yang relatif terjangkau dan tanpa uang muka serta dengan suku bunga yang sangat rendah. Tak heran jika warga Malaysia sangat royal dalam memiliki kendaraan, ada pemandangan yang cukup mengagetkan ketika Saya sekeluarga menyusuri pedalaman Johor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah kebun sawit berderet rumah-rumah sederhana yang terbuat dari kayu, tapi di halamannya berderet mobil-mobil mewah. Kondisi ini memberikan keuntungan pada Kami sebagai warga pendatang untuk memiliki kereta bekas dengan harga sangat murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pernah membeli mobil seharga satu juta saja, bahkan seorang teman ada yang dikasih begitu saja. Jadilah para mahasiswa Indonesia ini keren bermobil ria, walaupun mobil tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun kereta tua tapi daya jelajahnya cukup tinggi, sering membuat warga tempatan terheran-heran, beraninya memandu kereta tua macam tuh ke tempat-tempat jauh, malam pula, seloroh mereka. Banyak cerita ajaib atau apa ya disebutnya? yang dialami kereta-kereta tua ini yang digunakan dalam aktifitas Dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang teman yang memiliki kereta tahun 70-an, suatu malam Dia mengisi ta’lim ke tempat yang cukup jauh. Ketika pulang accu nya bermasalah sehingga kereta itu berjalan tanpa nyala lampu satu pun, bahkan kereta itu tidak bisa distater lagi kalau sudah berhenti. Walkisah sang sopir si empunya kereta harus berusaha supaya kereta itu tidak berhenti mendadak, dan harus berjalan dalam kegelapan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang jalan Dia dan istrinya tidak lepas berzikir dan berdo’a untuk keselamatan, Subhanalloh atas izin Allah sampai juga di rumahnya dengan selamat tidak kurang suatu apapun. Ada kisah lain dengan kereta yang lebih tua lagi, suatu hari Kami harus datang ke tempat yang sangat jauh sekitar 100 Km untuk mengadakan seminar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah teman yang satu ini lupa membayar pajak mobil, dia baru ingat ketika sudah dalam perjalanan. Di Malaysia sini sering sekali ada razia mobil yang tidak bayar pajak, kebetulan hari itu ada razia. Kalau sampai kena razia harus bayar saman sekitar Rm 500. Teman beserta keluarganya sudah pasrah pasti kena saman. Tapi subhanalloh tidak kena padahal polisi mengawasi terus dan memberhentikan kendaraan. Alhamdulillah semuanya mengucap syukur akan pertolongan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada kisah lain tentang kereta tua, diluar kelaziman rakyat tempatan. Kami memilki seorang sahabat yang sangat luar biasa ditengah ujian yang dihadapinya. Sang suami menderita stroke sehingga tidak bisa berjalan, beliau memiliki sebuah kereta Van. Kereta ini menjadi andalan Kami untuk digunakan dalam aktifitas dakwah karena bisa menampung banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo Kami pinjam kereta ini, si empunya kereta sudah mengisi bensin penuh. Kalo Kami isi lagi bensin beliau akan marah. “Kenapa anta tak memberikan kesempatan kepada Saya untuk berjihad di jalan Allah. Hanya kereta ini yang Kami miliki silahkan gunakan untuk Dakwah”, begitu katanya dengan mata berkaca-kaca. Bahkan sekarang kereta ini digunakan sepenuhnya untuk Dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin di hadapan manusia kereta-kereta tua ini tidak ada harganya, hanya dianggap seonggok barang rongsokan. Kalah mentereng dengan mobil-mobil mewah keluaran terbaru. Tapi tidak dihadapan Allah, karena kereta-kereta tua ini digunakan untuk tujuan suci “menyeru manusia ke jalan Allah”. Berkat kereta-kereta tua ini cahaya islam kembali bersinar dari balik pohon-pohon sawit, di tengah ladang nanas bahkan di tengah-tengah kandang ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat kereta tua ini berapa ratus orang yang kembali dalam pelukan Islam merasakan nikmatnya bermunajat kepada Allah dan kembali merasakan indahnya jalinan ukhuwah. Bisa jadi Kereta ini kelak akan menjadi kereta syurga. Wallohu’alam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-4488723874377569408?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/4488723874377569408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/02/kereta-syurga-oleh-meti-herawati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/4488723874377569408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/4488723874377569408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/02/kereta-syurga-oleh-meti-herawati.html' title='Kereta Syurga oleh :Meti Herawati'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-725489361834243376</id><published>2010-02-13T01:06:00.001-08:00</published><updated>2010-02-13T01:06:43.065-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>MERASA DIRI PALING MERANA</title><content type='html'>Tersebutlah kisah nyata seorang kaya raya berkebangsaan Saudi bernama Ra'fat. Ia diwawancarai setelah ia berhasil sembuh dari penyakit liver akut yang ia idap. Pola hidup berlebihan dan mengkonsumsi makanan tak beraturan membuat Ra'fat mengalami penyakit di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ra'fat berobat untuk mencari kesembuhan. Banyak dokter dan rumah sakit ia kunjungi di Saudi Arabia sebagai ikhtiar. Namun meski sudah menyita banyak waktu, tenaga, pikiran dan biaya, sayangnya penyakit itu tidak kunjung sembuh juga. Ra'fat mulai mengeluh. Badannya bertambah kurus. Tak ubahnya seperti seorang pesakitan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Demi mencari upaya sembuh, maka Ra'fat mengikuti saran dokter untuk berobat ke sebuah rumah sakit terkenal spesialis liver di Guangzhou, China. Ia berangkat ke sana ditemani oleh keluarga. Penyakit liver semakin bertambah parah. Maka saat Ra'fat diperiksa, dokter mengatakan bahwa harus diambil tindakan operasi segera. Ketika Ra'fat menanyakan berapa besar kemungkinan berhasilnya. Dokter menyatakan kemungkinannya adalah fifty-fifty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"50% kalau operasi berhasil maka Anda akan sembuh, 50% bila tidak berhasil mungkin nyawa Anda adalah taruhannya!" jelas sang dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapati bahwa boleh jadi ia bakal mati, maka Ra'fat berkata, "Dokter, kalau operasi ini gagal dan saya bisa mati, maka izinkan saya untuk kembali ke negara saya untuk berpamitan dengan keluarga, sahabat, kerabat dan orang yang saya kenal. Saya khawatir bila mati menghadap Allah Swt namun saya masih punya banyak kesalahan terhadap orang yang saya kenal." Ra'fat berkata sedemikian sebab ia takut sekali atas dosa dan kesalahan yang ia perbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan enteng dokter membalas, "Terlalu riskan bagi saya untuk membiarkan Anda tidak segera mendapatkan penanganan. Penyakit liver ini sudah begitu akut. Saya tidak berani menjamin keselamatan diri Anda untuk kembali ke tanah air kecuali dalam 2 hari. Bila Anda lebih dari itu datang kembali ke sini, mungkin Anda akan mendapati dokter lain yang akan menangani operasi liver Anda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Ra'fat 2 hari itu cukup berarti. Ia pun berjanji akan kembali dalam tempo itu. Serta-merta ia mencari pesawat jet yang bisa disewa dan ia pun pergi berangkat menuju tanah airnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan itu betul-betul digunakan oleh Ra'fat untuk mendatangi semua orang yang pernah ia kenal. Satu per satu dari keluarga dan kerabat ia sambangi untuk meminta maaf dan berpamitan. Kepada mereka Ra'fat berkata, "Maafkan aku, Ra'fat yang kalian kenal ini sungguh banyak kesalahan dan dosa... Boleh jadi setelah dua hari dari sekarang saya sudah tidak lagi panjang umur..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang disampaikan Ra'fat kepada orang-orang. Dan setiap dari mereka menangis sedih atas kabar berita yang mereka dengar dari orang yang mereka cintai dan kagumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ra'fat menyambangi satu per satu dari mereka. Meski dengan tubuh yang kurus tak berdaya, ia berniat mendatangi mereka untuk meminta doa dan berpamitan. Dan kondisi itu membuat Ra'fat menjadi sedih. Ia merasa menjadi manusia yang paling merana. Ia merasa tak berdaya dan tak berguna. Sering dalam kesedihannya ia membatin, "Ya Allah.... rupanya keluarga yang mencintai aku.... harta banyak yang aku miliki... perusahaan besar yang aku punya.... semuanya itu tidak ada yang mampu membantuku untuk kembali sembuh dari penyakit ini! Semuanya tak ada guna... semuanya sia-sia!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa emosi batin itu membuat tubuh Ra'fat bertambah lemah.  Ia hanya mampu perbanyak istighfar memohon ampunan Tuhannya. Memutar tasbih sambil berdzikir kini menjadi kegiatan utamanya. Ia masih merasa bahwa dirinya adalah manusia yang paling merana di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ia sedang berada di mobilnya. duduk di kursi belakang dengan tangan memutar tasbih seraya berdzikir. Hanya Ra'fat dan supirnya yang berada di mobil itu. Mereka melaju berkendara menuju sebuah rumah kerabat dengan tujuan berpamitan dan minta restu. Saat itulah menjadi moment spesial yang tak akan terlupakan untuk Ra'fat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ratus meter di depan, mata Ra'fat melihat ada seorang wanita berpakaian abaya (pakaian panjang wanita Arab yang serba berwarna hitam) tengah berdiri di depan sebuah toko daging. di sisi wanita tadi ada sebuah karung plastik putih yang biasa menjadi tempat limbah toko tersebut. Wanita tadi mengangkat dengan tangan kirinya sebilah tulang sapi dari karung. Sementara tangan kanannya mengumpil dan mencuil daging-daging sapi yang masih tersisa di pinggiran tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ra'fat memandang tajam ke arah wanita tersebut dengan pandangan seksama. Rasa ingin tahu membuncah di hati Ra'fat tentang apa yang sedang dilakukan wanita itu. Begitu mobilnya melintasi sang wanita, sekilas Ra'fat memperhatikan. Maka ia pun menepuk pundak sang sopir dan memintanya untuk menepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mobil sudah berhenti, Ra'fat mengamati apa yang dilakukan oleh sang wanita. Entah apa yang membuat Ra'fat menjadi penasaran. Keingintahuannya membuncah. Ia turun dari mobil. lemah ia membuka pintu, dan ia berjalan tertatih-tatih menuju tempat wanita itu berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jarak beberapa hasta Ra'fat mengucapkan salam kepada wanita tersebut namun salamnya tiada terjawab. Ra'fat pun bertanya kepada wanita tersebut dengan suara lemah, "Ibu..., apa yang sedang kau lakukan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya wanita ini sudah terlalu sering diacuhkan orang, hingga ia pun tidak peduli lagi dengan manusia. Meski ada yang bertanya kepadanya, wanita tadi hanya menjawab tanpa menoleh sedikitpun ke arah si penanya. Sambil mengumpil daging wanita itu berkata, "Aku memuji Allah Swt yang telah menuntun langkahku ke tempat ini. Sudah berhari-hari aku dan 3 orang putriku tidak makan. Namun hari ini, Dia Swt membawaku ke tempat ini sehingga aku dapati daging limbah yang masih bertengger di sisi tulang sisa. Aku berencana akan membuat kejutan untuk ketiga putriku malam ini. Insya Allah, aku akan memasakkan sup daging yang lezat buat mereka...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah. ...! bergetar hebat relung batin Ra'fat saat mendengar penuturan kisah kemiskinan yang ada di hadapannya. Tidak pernah ia menyangka ada manusia yang melarat seperti ini. Maka serta-merta Ra'fat melangkah ke arah toko daging. Ia panggil salah seorang petugasnya. Lalu ia berkata kepada petugas toko, "Pak..., tolong siapkan untuk ibu itu dan keluarganya 1 kg daging dalam seminggu dan aku akan membayarnya selama setahun!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat yang meluncur dari mulut Ra'fat membuat wanita tadi menghentikan kegiatannya. Seolah tak percaya, ia angkat wajah dan menoleh ke arah Ra'fat. Kini mata wanita itu menatap dalam mata Ra'fat seolah ia berterima kasih lewat sorot pandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa malu ditatap seperti itu, Ra'fat menoleh ke arah petugas toko. Ia pun berkata, "Pak..., tolong jangan buat 1 kg dalam seminggu, aku rasa itu tidak cukup. Siapkan 2 kg dalam seminggu dan aku akan membayarnya untuk setahun penuh!" Serta-merta Ra'fat mengeluarkan beberapa lembar uang 500-an riyal Saudi lalu ia serahkan kepada petugas tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai Ra'fat membayar dan hendak meninggalkan toko daging, maka terhentilah langkahnya saat ia menatap wanita tadi tengah menengadah ke langit sambil mengangkat kedua belah tangannya seraya berdoa dengan penuh kesungguhan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allahumma ya Allah... berikanlah kepada tuan ini keberkahan rezeki. Limpahkan karunia-Mu yang banyak kepadanya. Jadikan ia manusia mulia di dunia dan akhirat. Beri ia kenikmatan seperti yang Engkau berikan kepada para hamba-Mu yang shalihin. Kabulkan setiap hajatnya dan berilah ia kesehatan lahir dan batin.....dst"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang sekali doa yang dibaca oleh wanita tersebut. Kalimat-kalimat doa itu terjalin indah naik ke langit menuju Allah Swt. Bergetar arsy Allah Swt atas doa yang dibacakan sehingga getaran itu terasa di hati Ra'fat. Ia mulai merasakan ketentraman dan kehangatan. Kedamaian yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Hampir saja Ra'fat menitikkan air mata saat mendengar jalinan indah kalimat doa wanita tersebut. Andai saja ia tidak merasa malu, pastilah buliran air mata hangat sudah membasahi pipinya. Namun bagi Ra'fat pantang menangis..., apalagi dihadapan seorang wanita yang belum ia kenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ra'fat lalu memutuskan untuk meninggalkan wanita tersebut. Ia berjalan tegap dan cepat menuju mobilnya. Dan ia belum juga merasakan keajaiban itu! Ya, keajaiban yang ditambah saat Ra'fat membuka dan menutup pintu mobil dengan gagah seperti manusia sehat sediakala!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh doa wanita itu memberi kedamaian pada hati Ra'fat. Sepanjang jalan di atas kendaraan Ra'fat terus tersenyum membayangkan doa yang dibacakan oleh sang wanita tadi. Perjalanan menuju rumah seorang kerabat itu menjadi indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di tujuan lalu Ra'fat mengutarakan maksudnya. Ia berpamitan dan meminta restu. Ia katakan boleh jadi ia tidak lagi berumur panjang sebab sakit liver akut yang diderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya saat mendengar berita itu dari Ra'fat, sang kerabat berkata, "Ra'fat..., janganlah engkau bergurau. Kamu terlihat begitu sehat. Wajahmu ceria. Sedikit pun tidak ada tanda-tanda bahwa engkau sedang sakit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya Ra'fat menganggap bahwa kalimat yang diucapkan kerabat tadi hanya untuk menghibur dirinya yang sedang sedih. Namun setelah ia mendatangi saudara dan kerabat yang lain, anehnya semuanya berpendapat serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari yang dimaksud pun tiba. Ia didampingi oleh istri dan beberapa anaknya kembali datang ke China. Hari yang dimaksud untuk menjalani operasi sudah disiapkan. Sebelum masuk ruang tindakan, beberapa pemeriksaan pun dilakukan. Setelah hasil pemeriksaan itu dipelajari maka ketua tim dokter pun bertanya keheranan kepada Ra'fat dan keluarga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aneh....! dua hari yang lalu kami dapati liver tuan Ra'fat rusak parah dan harus dilakukan tindakan operasi. Tapi setelah kami teliti, mengapa liver ini menjadi sempurna lagi?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat dokter itu membuat Ra'fat dan keluarga menjadi bahagia. Berulangkali terdengar kalimat takbir dan tahmid di ruangan meluncur dari mulut mereka. Mereka memuji Allah Swt yang telah menyembuhkan Ra'fat dari penyakit dengan begitu cepat. Siapa yang percaya bahwa Allah yang memberi penyakit, maka ia pun akan yakin bahwa hanya Dia Swt yang mampu menyembuhkan. Jangan bersedih dan merasa hidup merana. Sadari bahwa dalam kegetiran ada hikmah bak mutiara!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-725489361834243376?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/725489361834243376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/02/merasa-diri-paling-merana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/725489361834243376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/725489361834243376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/02/merasa-diri-paling-merana.html' title='MERASA DIRI PALING MERANA'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-4139273456085608612</id><published>2010-02-04T15:41:00.000-08:00</published><updated>2010-02-04T15:41:20.660-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>BALADA CENTURY By : Andi</title><content type='html'>Menarik memang selama dua bulan ini kita disuguhi tontonan yang cukup seru berjudul balada century. Dalam cerita di tokohkan sekelompok orang yang sedang berjuang membela hak rakyat yang tak tersalurkan namun justru di manfaatkan oleh kelompok tertentu… perasaan kita sebagai penonton terharu biru, terbawa emosi seolah olah kita memiliki “saudara” yang sedang memperjuangkan nasib kita.Namun apakah setiap cerita akan berakhir dengan Happy ending? Tunggu dulu……tergantung trend pasar katanya, untuk laku sebuah produk harus mengikuti trend pasar, artinya ending cerita balada century akan di tentukan oleh tingkat perhatian masyarakat terhadap kasus itu.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nah disini kemudian kita bisa melihat bahwa faktanya, sebagian masyarakat sudah jenuh dan tak lagi menggantungkan harap kepada penegakan hukum maupun proses politik di negeri ini , ini berarti akan terjadi anti klimak di mana sang pemain balada sudah beradegan sebaik mungkin mengikuti keinginan penonton tetapi penonton dah apriori, maka yang terjadi adalah proses seleksi alam, bagi mereka yang bermain dalam balada dengan tujuan mencari “perhatian” penonton maka pelan pelan akan loyo dan tak bergairah sehingga berlindung pada penabuh gendang, kemana arahnya langkah tergantung bagaimana gendang di pukul. Tapi yakinlah masih ada pemain yang tetap konsisten dengan inti cerita dan tetap bermain walaupun penonton dah mulai ngantuk…mereka2 ini akan tetap berteriak Karena punya harga diri, dan telah meyakini pekerjaan mereka adalah melayani penonton(…saying jumlahnya gak banyak hehehehe) nah dari sini kemudian saya berfikir, jangan 2 bukan hanya pemain balada itu yang telah kehilangan sahwat, bisa jadi kita sebagai penonton sejatinya telah impotent, Cuma kita gak sadar aja hehehhhe……jadi? Akan berakhir seperti apa cerita BALADA CENTURY…..kita tonton aja sambil minum kopi pahit di temani nasi aking…..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-4139273456085608612?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/4139273456085608612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/02/balada-century-by-andi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/4139273456085608612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/4139273456085608612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/02/balada-century-by-andi.html' title='BALADA CENTURY By : Andi'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-2667424123199668734</id><published>2010-02-02T17:47:00.000-08:00</published><updated>2010-02-02T17:47:44.273-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Siyasi'/><title type='text'>Sang 'Pedang Islam' pun Dipecat dari PKS</title><content type='html'>Ketika subuh yang dingin itu, terdengar suara seorang ustadz lewat radio, yang menyampaikan materi mulai  dari tafsir Al Qur’an sampai pembahasan fikih praktis. Tetapi, sudah lama tidak mendengar suara ustadz, dan ustadz sendiri super sibuk mengingat ia dipercaya untuk menjadi wakil rakyat.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dia lulusan Universitas Al Azhar Kairo Mesir bergelar Lc. Kemudian mengambil S2 di Universitas Islam Negeri Bandung ( dulu IAIN Sunan Gunung Jati ), K.H. Saiful Islam Mubarok Lc, MAg. adalah nama dari ustadz yang biasa memandu acara dialog Islam di salah satu radio swasta di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dari siaran sebelumnya,  subuh kala itu, ada ucapan perpisahan yang disampaikan, bahwa ia  tidak lagi berada di dalam gerbong Partai Keadilan Sejahtera  (PKS ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu   mengagetkan, mengingat sebelumnya Saiful Islam adalah anggota dewan dari PKS, malah bercerai dengan PKS ? Ada apakah gerangan ? Namun di koran pagi itu, ada sebuah  jawaban  mengapa tokoh sekaliber Saiful Islam pada akhirnya ‘ ditendang ‘ dari PKS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  harian Galamedia tertanggal 01 Februari 2010, dipecatnya KH. Saiful Islam terkait dengan perlawanannya terhadap kebijakan PKS yang dianggap tidak adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa Saiful Islam dapat dipastikan menjadi anggota DPR RI menggantikan Suharna Surapranata yang menjabat  Menristek di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Namun entah bagaimana ternyata PKS menghendaki agar KH.Saiful Islam tidak mengisi posisi tersebut. Tentu ia melakukan perlawanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun suara yang diperoleh adalah amanah konstituen yang tidak bisa begitu saja diabaikan. Tidak bisa partai berbuat otoriter seolah perjuangan kadernya ketika kampanye dan kepercayaan pendukung kader tersebut sebagai angin lalu. Maka perlawanan yang dilakukan Ustadz Saiful Islam sudah wajar.  Sementara kebijakan partai sangat terkesan kurang demokratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut koran tersebut, selain perlawanan yang dilakukan Ustadz Saiful , ternyata alasan lain untuk memecat karena ketidakmampuannya memenuhi target 'setoran' kepada partai, meski untuk alasan yang kedua ini telah dibantah oleh Taufik Ridlo ketua DPW PKS Jabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak ada alasan untuk menyingkirkan tokoh ini  dari PKS. Surat pemecatan itu diterima oleh KH. Saiful Islam Mubarok Lc,MAg. tertanggal 30 Januari 2010 lalu dan hingga kini belum ada penjelasan resmi dari DPP PKS terkait pemecatan tokoh dan ulama yang dihormati di Bandung tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal seorang Saiful Islam memiliki banyak pendukung yang bukan main-main dari segi jumlahnya, bukankah kebijakan PKS semacam ini hanya akan menjadikan para simpatisan dan kader-kader di bawah kebingungan dan tidak lagi percaya dengan partai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya telah dipecat Mohamad Haikal dan Ustadz Sigit Pranowo, yang keduanya menjadi anggota  Dewan Syariah DPW PKS Jakarta, karena dianggap melanggar disiplin partai. Inilah di antara langkah yang diambil PKS akhir-akhir ini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-2667424123199668734?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/2667424123199668734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/02/sang-pedang-islam-pun-dipecat-dari-pks.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/2667424123199668734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/2667424123199668734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/02/sang-pedang-islam-pun-dipecat-dari-pks.html' title='Sang &apos;Pedang Islam&apos; pun Dipecat dari PKS'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-6572453033008649630</id><published>2010-01-30T05:55:00.001-08:00</published><updated>2010-01-30T05:55:55.895-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sex'/><title type='text'>Efek Pornografi</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', 'Times New Roman', Arial, Times, serif; font-size: 13px; line-height: 26px;"&gt;&lt;strong&gt;Efek pornografi pada otak dinamakan toxic, yang berefek setara ketagihan kokain. Padahal, ditengarai ada 420 juta situs syur di internet&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', 'Times New Roman', Arial, Times, serif; font-size: 13px; line-height: 26px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', 'Times New Roman', Arial, Times, serif; font-size: 13px; line-height: 26px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', 'Times New Roman', Arial, Times, serif; font-size: 13px; line-height: 26px;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', 'Times New Roman', Arial, Times, serif; font-size: 13px; line-height: 26px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Hidayatullah.com&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;-- Sebuah panel yang terdiri dari para pakar memasukkan laporan ke Senat Amerika Serikat (AS) berkaitan dengan pengaruh buruk pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang psikiatris menyebutkan pornorafi adalah jalan bebas hambatan menuju praktek sadomasokis dan kontak seksual dengan binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 420 juta website terkait dengan pornografi berserak di internet, membuat kecanduan gambar syur teramat sulit dhentikan dibanding ketika zamannya mesti membeli majalah dan sembunyi-sembunyi di kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari toxic pada otak, kecanduan pornografi merambah ke pengunaan kartu kredit yang membabi buta, kurang tidur, menghindar dari tanggungjawab, atau bahkan ‘menendang’ pasangan dalam kehidupan nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapis seks Dr Louanne Cole Weston yang juga seorang anggota panel mengatakan, ada tiga hal mengapa seseorang doyan pornografi. Pertama, untuk memuaskan fantasi; kedua, menghindari keintiman dan hubungan dalam kehidupan nyata; dan ketiga atau yang paling banyak menjadikan pornografi sebagai teman sebelum masturbasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seringkali seseorang tidak mendapatkan hal yang diinginkan dalam kehidupan nyata," kata Dr Weston. Karena itu, pornografi dalam skala tertentu dapat juga menjadi bagian dari hubungan yang sehat, namun pada titik tertentu justru menjadi racun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang berpaling ke pornografi karena keintiman dalam sebuah hubungan sama sulitnya dengan mempertahankan hubungan itu sendiri. Karena itu kemudian menyisihkannya untuk dinikmati secara rahasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dengan semakin mandirinya seseorang,&amp;nbsp;&lt;strong&gt;ternyata memberi pengaruh terhadap sebuah hubungan sosial.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara label kecanduan pornografi, menurut dr Weston, adalah istilah yang muncul karena kehidupan sosial tidak setuju dengan perilaku itu. Banyak yang merasa malu dengan masturbasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pria, kata Dr Weston, lebih mudah terangsang hanya dengan imajinasi. Karena itu sampai kapanpun pornografi tidak akan pernah bisa dihentikan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-6572453033008649630?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/6572453033008649630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/01/efek-pornografi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/6572453033008649630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/6572453033008649630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/01/efek-pornografi.html' title='Efek Pornografi'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-1075935682817576465</id><published>2010-01-19T23:28:00.000-08:00</published><updated>2010-01-19T23:28:41.575-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/S1awlrBwcEI/AAAAAAAABoo/rQZtV1YJnr0/s1600-h/Pamflet+Kajian+Bulanan+01+Valentine.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/S1awlrBwcEI/AAAAAAAABoo/rQZtV1YJnr0/s320/Pamflet+Kajian+Bulanan+01+Valentine.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-1075935682817576465?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/1075935682817576465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/01/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/1075935682817576465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/1075935682817576465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/01/blog-post.html' title=''/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/S1awlrBwcEI/AAAAAAAABoo/rQZtV1YJnr0/s72-c/Pamflet+Kajian+Bulanan+01+Valentine.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-5900333162039540295</id><published>2010-01-12T04:23:00.000-08:00</published><updated>2010-01-12T04:23:58.329-08:00</updated><title type='text'>Jebakan Kursi Parlemen Pada Gerakan-Gerakan Islam Dunia</title><content type='html'>Hampir dua dekade yang lalu, Ayman al-Zawahiri dari Mesir menulis sebuah katarsis batinnya yang mempertanyakan keputusan Ikhwan yang dalam kiprah politik elektoral. Al-Zawarihi sendiri kemudian hari meninggalkan Ikhwan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa melabel dirinya sebagai seorang Muslim demokrat, atau seorang muslim yang menuntut demokrasi, sama seperti mengatakan ia adalah seorang Yahudi Kristen Islam atau Muslim," tulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah umat Islam secara otomatis akan memilih Islam? Itulah keprihatinan yang disulap oleh orang-orang kuat dari Tunis ke Tashkent, dan banyak pakar Barat setuju. Mereka menunjuk kemenangan politik partai-partai Islam di Mesir, Palestina, dan Turki dalam beberapa tahun terakhir, dan memperingatkan bahwa lebih banyak pemilu di seluruh dunia Islam akan dapat mengubah kekuasaan atas demokrasi anti-fundamentalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kemenangan ini berubah menjadi pengecualian, bukan aturan politik. Jika hasil dari pemilihan parlemen di semua masyarakat Muslim diperiksa, maka kita akan menemukan pola yang sangat berbeda: diberi pilihan, pemilih cenderung untuk pergi dengan partai-partai sekuler, yang tidak religius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 40 tahun, 86 pemilihan parlemen di 20 negara telah menyertakan satu atau lebih partai-partai Islam, menurut laporan tahunan dari Inter-Parliamentary Union. Delapan puluh persen dari partai-partai Islam ini yang diterima kurang dari 20 persen suara, dan mayoritas mendapat kurang dari 10 persen—hampir tidak layak untuk meraih kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama berlaku bahkan selama beberapa tahun terakhir, dengan angka yang nyaris tidak berubah sejak tahun 2001. Benar, partai-partai Islam telah memenangkan beberapa terobosan dengan baik, seperti di Aljazair pada 1991, dan Palestina pada tahun 2006. Tapi jauh lebih sering, partai-partai Islam cenderung melakukan implikasi yang sangat buruk. Setelah pemilu usai, partai Islam dihantam stigma sebagai partai-partai yang sama dengan partai lainnya juga yang sekuler dan nasional, atau kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rata-rata persentase kursi yang dimenangkan oleh partai-partai Islam dalam pemilihan umum yang realtif bebas adalah 10 poin lebih rendah dibandingkan dengan yang kurang bebas. Bahkan jika mereka tidak menang, partai-partai Islam sering menemukan diri mereka sendiri diliberalisasi oleh proses pemilihan. Platform partai Islam cenderung berfokus pada hukum syariah dalam pemilihan untuk menegakkan demokrasi dan hak-hak perempuan. Dan bahkan di beberapa negara yang otoriter, platform partai Islam telah bergeser selama beberapa pemilu, ke arah yang lebih liberal posisinya: sekadar contoh, Partai Keadilan dan Pembangunan Maroko dan Front Aksi Islam Yordania. Keduanya melucuti hukum syariah dari platform mereka sendiri selama beberapa tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang memancing kemarahan Zawahiri adalah bahwa Islamis tetap mengabaikan tuntutan untuk tetap berada di luar politik parlementer. Meskipun ancaman dari teroris dan sikap dingin dari para pemilih, semakin banyak partai Islam yuang mencoba memasuki proses pemilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperempat abad yang lalu, banyak dari gerakan ini mencoba untuk menggulingkan negara dan menciptakan masyarakat Islam. Sekarang, kecewa dengan revolusi, mereka bekerja dalam sistem sekuler. Tapi hari ini masalah bagi partai-partai Islam mungkin masih sama dengan momen sejarah sebelumnya, dalam periode awal abad ke-20 ketika tuntutan demokrasi dan hak asasi manusia pertama kalinya memperoleh dukungan massa dalam masyarakat Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian seperti sekarang, kekerasan gerakan-gerakan Islam seperti era Ottoman Masyarakat Persatuan Islam keberatan dengan pemilihan politik. Tapi bukan itu yang akhirnya merongrong demokrasi di masyarakat Muslim. Sebaliknya, sekuler otokrat, seperti Mustafa Kemal Atatürk di Turki dan Reza Syah di Iran, pro-demokrasi ditekan oleh gerakan-gerakan Islam, mejadikan mereka tetap sebagai intitusi bawah tanah. Jangan dilupakan juga, diktator dan teroris bersekongkol untuk menjaga partai politik Islam untuk bersaing secara bebas dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut World Values Survey, yang telah melakukan jajak pendapat perilaku budaya di seluruh dunia, dukungan terhadap syariah adalah sepertiga lebih rendah di negara dengan pemilihan umum yang relatif bebas daripada di masyarakat Muslim lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, menekan gerakan-gerakan Islam hanya membuat mereka lebih populer, dan akhirnya bergerak meninggalkan ranah pembinaan yang sudah dilakukan bertahun-tahun. (sa/ikhwanweb)&lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/gerakan-dakwah/jebakan-kursi-parlemen-pada-gerakan-gerakan-islam-dunia.htm"&gt;Eramuslim&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-5900333162039540295?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/5900333162039540295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/01/jebakan-kursi-parlemen-pada-gerakan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/5900333162039540295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/5900333162039540295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2010/01/jebakan-kursi-parlemen-pada-gerakan.html' title='Jebakan Kursi Parlemen Pada Gerakan-Gerakan Islam Dunia'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-8646943438541642338</id><published>2009-12-30T16:25:00.000-08:00</published><updated>2009-12-30T16:25:33.994-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lembaga islam'/><title type='text'>LPPD BINA UKHUWAH</title><content type='html'>Kompleks Duta Bintaro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jl. Ubud Blok G1 No 10 Kunciran Tangerang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ph: 021 – 68014061/33547666&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No           :   01/BU/I/09                                                                                                                                                                               1 Januari 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal          :   Pemberitahuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamp      :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum warahmatullahi  wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslimin Muslimat yang irahmati Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriring rasa syukur yang tak terkira kepada Allah SWT, atas limpahan berkat rahmat dan kemudahanNya akhirnya terbentuklah  sebuah lembaga dakwah yang mewadahi para Mubaligh bernama Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Dakwah BINA UKHUWAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga dakwah ini Insya Allah akan memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat dalam berbagai kebutuhan yang berhubungan dengan peribadahan Umat Islam.  LPPD BINA UKHUWAH yang mewadahi para Mubaligh ini akan menitik beratkan pada dakwah sebagai upaya turut serta memperbaiki bangsa sekaligus menyiapkan masyarakat untuk lebih memahami dan menjalankan ajaran Islam secara kaffah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun beberapa hal yang LPPD BINA UKHUWAH  tawarkan kepada Masyarakat adalah para Mubaligh kami dapat menjadi pembicara dalam acara sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.        Pengajian Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.        Pengajian Mingguan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.        Kutbah Jumat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.        Peringatan Hari Besar (Khotib Idul Adha/Fitri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.        Dauroh/Tafakur Alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.        Bimbingan Remaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.        dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Ustadz dan Mubaligh yang tergabung dalam LPPD BINA UKHUWAH antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.        Ustadz Iwan santoso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.        Ustadz Abu Umam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.        Ustadz Andi Fahrizal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.        Ustadz Ahmad Kusbantarjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.        Ustadz Rifky Zaenudin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.        Ustadz Arief Rahman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.        Ustadz Muhtadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.        Dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besar harapan kami bahwa LPPD BINA UKHUWAH akan segera mendapat respon positif dari masyarakat dan dapat membantu menyediakan Ustadz dan Mubaligh untuk memenuhi kebutuhan masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirul Kalam  Semoga Allah SWT meridhoi upaya kita untuk bersama sama berdakwah untuk masyarakat.  Amiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum warahmatullahi  wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormat kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   Ketua                                                                                                                         Sekretaris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Andi Fahrizal MA                                                                                                           Andi Lapa . SE&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-8646943438541642338?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/8646943438541642338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/12/lppd-bina-ukhuwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/8646943438541642338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/8646943438541642338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/12/lppd-bina-ukhuwah.html' title='LPPD BINA UKHUWAH'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-4084556220795632747</id><published>2009-12-18T16:26:00.000-08:00</published><updated>2009-12-18T16:26:09.581-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aqidah'/><title type='text'>Kirab Kerbau 1 Sura Dampak dari Sistem Syirik</title><content type='html'>Sabtu, 19/12/2009 06:35 WIB &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pergantian tahun baru Hijriah, yang juga bertepatan dengan tahun baru Jawa, pada malam 1 sura di Kota Solo selalu digelar ritual adat berupa kirab kerbau bule. Acara ini menurut salah satu orang dalam keraton dipergunakan sebagai tolak balak keselamatan dari adanya berbagai pageblug agar tidak menimpa keraton dan sekitarnya pada khususnya, hingga rakyat di seluruh negara pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Konon secara turun temurun kerbau bule terus bertindak sebagai penjaga pusaka Kyai Slamet hingga masyarakat luas menyebut kerbau itu sebagai Kerbau Kyai Slamet. Hingga kini telah beranak pinak dan tetap dihormati serta disebut sebagai kerbau bule Kyai Slamet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kirab seperti ini sudah diselenggarakan sejak tahun 1633 M, ketika kerajaan Mataram dipimpin oleh Sultan Agung. Acara ini sangat melekat dihati rakyat, sehingga apabila diselenggarakan kirab ini, akan dihadiri oleh ribuan orang. Mereka tidak hanya berasal dari kota Solo, namun juga dari luar Solo. Ada yang hanya sekedar melihat-lihat, namun juga ada yang punya motivasi magic tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kirab tahun ini sebagaimana diberitakan Solopos, Malam 1 Sura Dal 1943, Kamis (17/12) malam hingga Jumat (18/12) dini hari. Kirab melibatkan enam kerbau keturunan Kyai Slamet dan 13 pusaka kebesaran keraton. Berdasar rapat bersama diperkirakan, jumlah wisatawan atau pengunjung kirab tahun ini mencapai 9.500 orang. Tahun 2008 jumlah penonton sekitar 8.250 orang, tahun 2007 lebih dari 7000 orang. Merujuk prospek pengembangan potensi wisata tersebut, pihak keraton dan Pemkot Solo sepakat menyajikan kirab spesial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian masyarakat percaya bahwa kotoran (letong) kerbau tersebut mampu memberikan sumber rizki. Tidak aneh, ketika saat kirab kemudian kerbaunya mengeluarkan kotoran, warga pun berebut ingin mendapatkan letong tersebut. Hal yang sama juga terjadi saat air bekas jamasan pusaka keraton diperebutkan warga karena juga dianggap bisa mendatangkan berkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertentangan dengan Ajaran Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena yang terjadi di Masyarakat seperti ini tentunya sangat memprihatinkan, mengingat sebagian besar masyarakatnya adalah beragama Islam. Padahal syariah Islam jelas melarang keras terhadap tindakan yang menjurus ke perbuatan syirik atau menyekutukan Allah. Salah satu bentuknya adalah meyakini adanya kekuatan lain yang mampu mendatangkan keberkahan dan keselamatan. Allah SWT sangat mencela perbuatan seperti ini sebagaimana dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu. Bagi siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya". (QS. An-Nisa: 116).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keselamatan itu berada di tangan Allah sepenuhnya, kerbau bule tidak akan mampu berbuat apa-apa kecuali atas kehendak Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dialah Allah yang tiada Tuhan selain dia, Raja, Yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang mengaruniakan, keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha Perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS.Al-Hasyr: 23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kotoran dari kerbau kyai slamet tidak akan bisa memberikan rizki, karena semua itu sepenuhnya sudah ditanggung oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang menanggung rizkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (QS.Huud:6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sangat jelas, jika kerbau kyai Slamet tidak bisa memberikan keselamatan, apalagi menolak balak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah mengazab siapa saja yang dikehendaki-Nya dan memberi rahmat kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya, dan hanya kepada-Nya sajalah kamu akan dikembalikan". (QS. Al-Ankabut: 21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan apabila Allah menghendaki keburukan (bencana) terhadap suatu kaum, maka tidak ada yang mampu menolaknya dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain dia (Allah).” (QS.Ar Ra’d: 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW juga bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketahuilah, sesungguhnya kalau seandainya seluruh manusia berkumpul untuk memberikan manfaat, sungguh mereka tidak akan mampu memberikan manfaat sedikit pun kepadamu kecuali yang telah ditetapkan oleh Allah kebaikan untukmu. Dan kalau seandainya seluruh manusia berkumpul untuk memberikan mudharat (kejelakan) kepadamu, sungguh mereka tidak akan mampu memberikan mudharat sedikit pun kapadamu kecuali yang telah ditetapkan oleh Allah mudharat terhadapmu.” (HR. At Tirmidzi no. 2516 dan lainnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak dari Sistem Sekuler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang muslim tentu tidak boleh berdiam diri, inilah urgensi dari amar ma'ruf nahi munkar. Sebagai individu, kita hanya bisa sebatas melakukan pendekatan personal terhadap objek dakwah, bukan untuk menghentikan ritual tersebut. mengingat hal ini juga merupakan dampak dari sistem sekulerisme. Maka, kemaksiatan terbesar yang berupa ditegakkanya sistem kufur (jahiliyah) di negri ini harus segera dirubah diganti dengan sistem Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan pencegahan akan efektif ketika negara secara tegas melarang adat istiadat/budaya yang menjurus menuju kesyirikan. Ironisnya di dalam negara sekuler, acara seperti ini seolah-olah malah dijadikan ajang wisata. Suatu hal yang tidak mungkin terjadi jika negara menerapkan syariah Islam secara kaffah dan menjadikan akidah Islam sebagai asasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ala kuli hal, selain melakukan dakwah personal, kita juga harus berjuang secara sungguh-sungguh agar negri ini di terapkan Syariah Islam dalam bingkai negara khilafah. Dengan itu, seorang khalifah akan mengambil kebijakan melarang segala bentuk adat-istiadat yang melenceng dari syariah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Sa'id Al Khudri radhiyallahu anhu, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa di antaramu melihat kemungkaran, hendaklah ia merubahnya (mencegahnya) dengan tangannya (kekuasaannya), jika ia tak sanggup, maka dengan lidahnya (menasihatinya), dan jika tak sanggup juga, maka dengan hatinya (merasa tidak senang dan tidak setuju), dan demikian itu adalah selemah-lemah iman”. (HR.Muslim no. 49)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallohu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/suara-kita/pemuda-mahasiswa/ali-mustofa-akbar-karyawan-swasta-kirab-kerbau-1-sura-dampak-dari-sistem-jahiliyah.htm"&gt;Ali Mustofa Akbar&lt;br /&gt;Staf Humas HTI Soloraya&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-4084556220795632747?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/4084556220795632747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/12/kirab-kerbau-1-sura-dampak-dari-sistem.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/4084556220795632747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/4084556220795632747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/12/kirab-kerbau-1-sura-dampak-dari-sistem.html' title='Kirab Kerbau 1 Sura Dampak dari Sistem Syirik'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-1662323129286737281</id><published>2009-12-18T16:15:00.000-08:00</published><updated>2009-12-18T16:15:56.617-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Pohon akan memaksa dirinya untuk tetap lurus menatap cahaya</title><content type='html'>Dalam sebuah perjalanan seorang ayah dengan puteranya, sebatang pohon kayu nan tinggi ternyata menjadi hal yang menarik untuk mereka simak. Keduanya pun berhenti di bawah rindangnya pohon tersebut.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Anakku,” ucap sang ayah tiba-tiba. Anak usia belasan tahun ini pun menatap lekat ayahnya. Dengan sapaan seperti itu, sang anak paham kalau ayahnya akan mengucapkan sesuatu yang serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adakah pelajaran yang bisa kau sampaikan dari sebuah pohon?” lanjut sang ayah sambil tangan kanannya meraih batang pohon di dekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menurutku, pohon bisa jadi tempat berteduh yang nyaman, penyimpan air yang bersih dari kotoran, dan penyeimbang kesejukan udara,” jawab sang anak sambil matanya menanti sebuah kepastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagus,” jawab spontan sang ayah. “Tapi, ada hal lain yang menarik untuk kita simak dari sebuah pohon,” tambah sang ayah sambil tiba-tiba wajahnya mendongak ke ujung dahan yang paling atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perhatikan ujung pepohonan yang kamu lihat. Semuanya tegak lurus ke arah yang sama. Walaupun ia berada di tanah yang miring, pohon akan memaksa dirinya untuk tetap lurus menatap cahaya,” jelas sang ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anakku,” ucap sang ayah sambil tiba-tiba tangan kanannya meraih punggung puteranya. “Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran,” ungkap sang ayah begitu berkesan.&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan tanah kehidupan yang kita pijak saat ini, kadang tidak berada pada hamparan luas nan datar. Selalu saja ada keadaan tidak seperti yang kita inginkan. Ada tebing nan curam, ada tanjakan yang melelahkan, ada turunan landai yang melenakan, dan ada lubang-lubang yang muncul di luar dugaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pepohonan, seperti yang diucapkan sang ayah kepada puteranya, selalu memposisikan diri pada kekokohan untuk selalu tegak lurus mengikuti sumber cahaya kebenaran. Walaupun berada di tebing ancaman, tanjakan hambatan, turunan godaan, dan lubang jebakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/hikmah/tafakur/pohon.htm"&gt;eramuslim&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-1662323129286737281?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/1662323129286737281/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/12/pohon-akan-memaksa-dirinya-untuk-tetap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/1662323129286737281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/1662323129286737281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/12/pohon-akan-memaksa-dirinya-untuk-tetap.html' title='Pohon akan memaksa dirinya untuk tetap lurus menatap cahaya'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-2129202284536940188</id><published>2009-12-10T20:19:00.000-08:00</published><updated>2009-12-10T20:19:30.390-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Renungan Akhir Tahun 2009</title><content type='html'>Ya Allah yang Maha Kuasa, Kau ciptakan Manusia termasuk aku, dengan penuh kemuliaan, tetapi setelah ku tercipta, kujalani hidupku dengan kenistaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijrahku ditahun lalu masih jauh sekali dari kekurangan, aku sadar ya Allah bahwa aku masih sering melakukan dosa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kudengar azan dan masuk waktu sholat aku masih sering menunda sholatku dengan menyibukkan diri dengan urusan diniawi, lebih mementingkan pekerjaanku, menonton acara TV dan pulas tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ku bersedekah masih ada yang memberatkan dalam hati, masih memilih-milih lembaran uang ketika akan memberikan ke kotak infaq padahal rejekiku itu sudah ada Engkau yang tetapkan untukku ya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa sunahku ? masih belum berjalan rutin dan hanya saat-saat tertentu saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengaji... entah mengapa di tahun lalu malah aku tidak rutin lagi melakukannya di setiap pagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qiyamul Lail ku... masih jarang dan selalu harus dimotivasi sedangkan sholatpun masih belum kudapatkan kekhusu'annya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mamaku tercinta sampai saat ini belum dapat kusenangi hatinya bahkan masih saja kubebani, untuk menanyakan kabar saja masih bisa terlupakan karena hanya memikirkan kesibukan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang sangat kusesalkan mengapa aku bisa marah besar ketika adikku melakukan kesalahan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saudaraku, adik-adikku meminta bantuan masih saja belum bisa dipenuhi bahkan kadang terlupakan kalau sebenarnya masih ada saudara dan adik-adikku yang membutuhkan bantuanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pergaualanku juga masih melakukan kesalahan disana sini yang bisa membuat orang sakit hati, mungkin saja salah satunya anda yang membaca tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah... aku memang tidak semulia pada saat Engkau ciptakan, tetapi apakah aku masih dapat Engkau berikan kesempatan untuk terus berusaha mendapatkan kemuliaan itu kembali dihadapanMu sampai di akhir hidupku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah berilah aku kesempatan untuk memperbaiki diriku ini, berikan aku kesempatan untuk lebih mendekatkan diriku padaMU ya Rabbi... berikan aku petunjuk agar aku selalu berada pada jalanMu yang engkau ridhoi. Aku akan berusaha merubah segala sikap, sifat dan perbuatanku yang telah salah selama ini kepada orang-orang terdekatku, terutama mereka yang sangat aku kasihi, aku cintai dan aku sayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim, di awal tahun baru hijriyah 1 Muharam 1431Hijriah ini hamba bulatkan tekad untuk bisa kembali kepada jalan yang Engkau Rahmati, yang penuh hidayahMu, dan yang Engkau Ridhoi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya kepada Engkau hamba memohon ampun, memohon pertolongan dan mohon kekuatan, semoga ditahun baru hijriyah 1431Hijriah ini hamba bisa jauh lebih baik dari tahun 1430Hijriah, dan dengan ijinMu ya Allah jadikanlah hari-hari hamba hari demi hari di tahun 1431Hijriah ini akan terus semakin lebih baik dan bisa menjadi yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin Amin Amin Ya Rabbal Alamin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-2129202284536940188?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/2129202284536940188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/12/renungan-akhir-tahun-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/2129202284536940188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/2129202284536940188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/12/renungan-akhir-tahun-2009.html' title='Renungan Akhir Tahun 2009'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-2598861281858262653</id><published>2009-12-09T15:18:00.000-08:00</published><updated>2009-12-09T15:18:16.124-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>YANG TIDAK BISA DIUCAPKAN AYAH ..</title><content type='html'>Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.. akan sering merasa kangen sekali dengan Ibunya.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan Ayah?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena Ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Ayah-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu?&lt;br /&gt;Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Ayah tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?&lt;br /&gt;Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.. Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu...&lt;br /&gt;Kemudian Ibu bilang : "Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya"&lt;br /&gt;Ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....&lt;br /&gt;Tapi sadarkah kamu?&lt;br /&gt;Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.&lt;br /&gt;Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Ibu menatapmu iba. Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang". Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?&lt;br /&gt;Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".&lt;br /&gt;Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.&lt;br /&gt;Ketika kamu sudah beranjak remaja.... Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak&lt;br /&gt;boleh!". Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..&lt;br /&gt;Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu... Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Ibu....&lt;br /&gt;Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu !&lt;br /&gt;Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')&lt;br /&gt;Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..&lt;br /&gt;Sadarkah kamu, kalau hati Ayah merasa cemburu?&lt;br /&gt;Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.&lt;br /&gt;Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...dan setelah perasaan khawatir itu berlarut- larut... ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Papa memarahimu.. .&lt;br /&gt;Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkannya"&lt;br /&gt;Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.&lt;br /&gt;Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginannya.&lt;br /&gt;Ketika kamu menjadi gadis dewasa.... dan kamu harus pergi kuliah dikota lain... Ayah harus melepasmu di bandara.&lt;br /&gt;Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?&lt;br /&gt;Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .&lt;br /&gt;Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat. Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang". Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.&lt;br /&gt;Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.&lt;br /&gt;Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.&lt;br /&gt;Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...&lt;br /&gt;Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"&lt;br /&gt;Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu". Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?&lt;br /&gt;Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.&lt;br /&gt;Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.&lt;br /&gt;Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"&lt;br /&gt;Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya.&lt;br /&gt;Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin..&lt;br /&gt;Karena Ayah tahu.....Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.&lt;br /&gt;Dan akhirnya.... Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan&lt;br /&gt;bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia....&lt;br /&gt;Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?&lt;br /&gt;Papa menangis karena Ayah sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa.... Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik.... Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."&lt;br /&gt;Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...&lt;br /&gt;Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.... Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....&lt;br /&gt;Ayah telah menyelesaikan tugasnya....&lt;br /&gt;Ayah, Bapak, atau Abah kita... Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat... Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...&lt;br /&gt;Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .&lt;br /&gt;Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..&lt;br /&gt;Tulisan ini aku dedikasikan kepada teman-teman wanita ku yang cantik, yang kini sudah berubah menjadi wanita dewasa serta ANGGUN, dan juga untuk teman-teman pria ku yang sudah ataupun akan menjadi ayah yang HEBAT !&lt;br /&gt;Ya, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Romo / Papa / Papi kita... tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-2598861281858262653?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/2598861281858262653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/12/yang-tidak-bisa-diucapkan-ayah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/2598861281858262653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/2598861281858262653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/12/yang-tidak-bisa-diucapkan-ayah.html' title='YANG TIDAK BISA DIUCAPKAN AYAH ..'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-4581173136669736229</id><published>2009-12-09T15:12:00.000-08:00</published><updated>2009-12-09T15:12:31.457-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aqidah'/><title type='text'>Pembatal-pembatal ke-Islam-an</title><content type='html'>Sesungguhnya banyak sekali hal-hal yang dikategorikan sebagai pem-batal ke-Islam-an, namun para ulama banyak menyebutkan sepuluh pem-batal yang paling berbahaya dan paling banyak dikerjakan ummat.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembatal-pembatal ke-Islam-an tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Syirik atau mengadakan sekutu dalam beribadah kepada Allah –Sub-hānahu wa Ta’ālā–.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menjadikan sesuatu atau seseorang sebagai wasīlah (perantara) dalam doa, syafa’at dan tawakkal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tidak mengkafirkan orang-orang musyrik, menyangsikan kekafiran mereka atau malahan membenarkan keyakinan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Meyakini bahwa petunjuk selain petunjuk Nabi Muhammad –Shallallahu ‘alayhi wa Sallama– adalah lebih sempurna dan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengganggap suatu hukum atau undang-undang selainnya lebih baik daripada syari’at Rasulullah –Shallallahu ‘alayhi wa Sallama– dan lebih mengutamakan hukum thāghūt daripada hukum Rasulullah –Shal-lallahu ‘alayhi wa Sallama–. Apabila ada seseorang meyakini bahwa un-dang-undang yang dibuat manusia lebih utama dan lebih baik dari-pada syari’at Islam, maka ia telah kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula apabila ia menganggap bahwa syari’at Islam sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman, atau bahkan berang-gapan bahwa agama Islam hanya menyangkut hubungan ritual antara hamba dengan Rabbnya dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan masalah duniawi. Demikian pula apabila seseorang memandang bahwa pelaksanaan syari’at Islam, misalnya masalah rajam dan qishash, sudah tidak sesuai lagi dengan peradaban modern (atau Hak Asasi Manusia). Begitu pula mereka yang beranggapan bahwa seseorang diperboleh-kan untuk tidak berhukum dengan hukum atau syari’at Allah –Subhā-nahu wa Ta’ālā– dalam hal sosial kemasyarakatan dan hukum-hukum lainnya, maka ia telah kafir, meskipun belum sampai pada keyakinan bahwa hukum yang dianutnya lebih utama dari hu-kum Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Membenci hal-hal yang berasal dari Rasulullah –Shallallahu ‘alayhi wa Sallama–, walaupun mengamalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mengolok-olok sebagian ajaran yang dibawa Rasulullah –Shallallahu ‘alayhi wa Sallama–, seperti pahala atau balasan yang akan diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Melakukan sihir, karena pelakunya dihukumi kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Loyal terhadap orang kafir serta memberikan bantuan dan pertolongan kepada orang musyrik untuk memerangi kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Beranggapan bahwa manusia boleh keluar dari syari’at atau ajaran Nabi Muhammad –Shallallahu ‘alayhi wa Sallama–.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Berpaling dari agama Allah –Subhānahu wa Ta’ālā–, baik karena tidak mau mempelajarinya atau karena tidak mau mengamalkannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-4581173136669736229?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/4581173136669736229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/12/pembatal-pembatal-ke-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/4581173136669736229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/4581173136669736229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/12/pembatal-pembatal-ke-islam.html' title='Pembatal-pembatal ke-Islam-an'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-2877642023516593433</id><published>2009-12-03T22:56:00.000-08:00</published><updated>2009-12-03T22:56:45.448-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>10 Penghangat Cinta</title><content type='html'>"Ya Nabiyullah, sesungguhnya aku sangat mencintai si fulan" sambil menunjuk kepada seorang lelaki yang sedang lewat dihadapannya. "Apakah kamu pernah mengatakan perasaanmu kepadanya ?" Tanya Rasul. "Belum ya Rasul". Jawab shahabat. "Sekarang, katakanlah padanya".&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; 1. Mengungkapkan Cinta :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut mengatakan cinta, kadang kita merasa bahwa hal tersebut tidak penting dan gombal, kadang kita berdalih bahwa kata-kata cinta tidak penting untuk diucapkan secara verbal tapi cukup dibuktikan dengan perbuatan. Tetapi coba kita tengok bagaimana Rasulullah mengajarkan kepada para shahabatnya ketika ada seseorang yang mengatakan kepada Rasul "Ya Nabiyullah, sesungguhnya aku sangat mencintai si fulan" sambil menunjuk kepada seorang lelaki yang sedang lewat dihadapannya. "Apakah kamu pernah mengatakan perasaanmu kepadanya ?" Tanya Rasul. "Belum ya Rasul". Jawab shahabat. "Sekarang, katakanlah padanya". Jadi mengatakan cinta itu bukan hal yang tabu, tapi sunnah hukumnya. Dan mulai sekarang, katakanlah cinta pada istri tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I love u, I love u, I love u "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Efek Sentuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjabat tangan ketika bertemu, memeluk atau mencium, adalah kiat2 penghangat cinta, jangan sampai satu haripun anda tidak menyentuhnya. Apakah hanya sekedar mencubit, menjewer mesra, dan sebagainya. Menurut ahli psikologi, efek sentuhan dapat memberi kenyamanan, kesenangan dan ketentraman dan menciptakan rasa kedekatan antar individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memberi Bantuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi bantuan kepadanya diminta atau tidak, ketika ia sibuk didapur, kita yang memandikan anak. Ketika ia sedang menyuapi anak, kita ngelap meja. Kamu bunga yang jadi tangkainya.. suit suiit?? kamu tarzan.. aku yang jadi ??????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Siap Dengan Dukungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi dukungan harus dilakukan, terutama jika istri kita mengalami tekanan psikologis. Tetapi memberi dukungan juga harus proporsional, jangan sampai berlebihan. Ini yang perlu diperhatikan. Dukungan moril sangat dibutuhkan disaat2 tertentu. Misalnya istri sakit, jangan malah di takut2in "Mi' tetangga diseberang sana sakitnya juga sama kayak umi??. Sekarang dia udah pulang ke Rahmatulloh lho.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jangan Pelit Dengan Pujian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada suami yang pelit pujian, bisa dipastikan ia juga pelit dengan hartanya, kalau pujian yang gratis aja pelit, gimana dengan harta yang dicari dengan susah payah ? suami yang pemurah adalah suami yang senang memuji. Memuji yang baik tidak dilakukan didepan khalayak ramai, tetapi disaat berdua, misalnya memuji kecantikannya, enak masakannya, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Munculkan segala Kebaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika cinta sudah melekat, tempe goreng terasa coklat" begitu pepatah mengatakan. Tanda cinta adalah kita senantiasa mengingat kebaikan-kebaikannya, jika ada permasalah yang membuat renggang hubungan. Segera ingat kebaikan yang pernah ia lakukan kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sisihkan waktu Untuk berdua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kesibukan membuat suami istri jarang punya waktu untuk mereka berdua, maka perlu disiasati supaya punya waktu untuk berbicara dari hati kehati, tanpa ada yang mengganggu. Just me and u ?? cieee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Membuat panggilan khusus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggil namanya dengan nama nama yang ia senangi misalnya "Mawar", "Darling", "Yayang", "My Love" jangan sebut nama panggilan yang ia tidak senangi "Ndut,.. sini ndut" (karena istrinya gendut) atau "Tuyul?? sini yul" (karena namanya Yuli).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. mendengarkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjadi pendengar yang baik perlu kiat tersendiri, kadang kala ada rasa emosi, saat pulang kerja,lelah dan suntuk.. istri menyambut dengan cerita2 horor dan teror. Yah sabar sedikit, usahakan tersenyum. Dengarkan sampai ia selesai bicara. Setelah ia selesai baru bilang "umi tadi certain apa sih ?" (gubraks)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Lazimkan Tiga kata ajaib :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tolong : jika meminta bantuan&lt;br /&gt;- Terima kasih : jika selesai dibantu&lt;br /&gt;- Maaf : jika membuat kesalahan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-2877642023516593433?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/2877642023516593433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/12/10-penghangat-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/2877642023516593433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/2877642023516593433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/12/10-penghangat-cinta.html' title='10 Penghangat Cinta'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-5841785728031596118</id><published>2009-12-02T15:05:00.000-08:00</published><updated>2009-12-02T15:05:19.012-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jihad'/><title type='text'>Kaum Mujahidin Dari Afgan hingga Kosovo</title><content type='html'>Pada dekade akhir 80-an dan awal 90-an, tidak ada aktivis Islam yang tak mengenal Kaum Mujahidin. Mereka adalah ikon perjuangan Islam di b"&lt;br /&gt;erbagai belahan dunia. Mereka sering disebut Islam radikal dan bahkan teroris. Padahal, kenyataannya, mereka adalah orang-orang yang membela tanah airnya dari para penindas dan penjajah.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada dekade akhir 80-an dan awal 90-an, tidak ada aktivis Islam yang tak mengenal Kaum Mujahidin. Mereka adalah ikon perjuangan Islam di berbagai belahan dunia. Mereka sering disebut Islam radikal dan bahkan teroris. Padahal, kenyataannya, mereka adalah orang-orang yang membela tanah airnya dari para penindas dan penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti Mujahidin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Mujahid (Arab: مجاهد, muǧāhid, secara harfiah adalah “pejuang keadilan” atau "pejuang-kemerdekaan") adalah seseorang yang berjuang untuk kebebasan. [1] jamak adalah mujahidin [2] (Arab: مجاهدين , muǧāhidīn). Kata ini dari bahasa Arab yang sama triliteral sebagai jihad atau "perjuangan". Mujahidin juga dialihaksarakan menjadi mujahidin, mujahedeen, mujahidin, mujahidin, Mudžahedin-Mudžahid (Bosnia), mujaheddīn dan varian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata Arab biasanya memiliki triliterals, atau tiga-konsonan akar. Akar mujahidin adalah JHD (ج - ه - د), yang berarti "usaha atau pengorbanan" (Jihad dapat berarti perjuangan dan "Mujahid" dapat berarti pejuang.) Namun demikian, kata kerja tertentu dari JHD berarti "mengerahkan usaha untuk melawan" atau "perjuangan". Oleh karena itu, seorang Mujahid disebut sebagai"seseorang yang berjuang". Istilah tersebut, bahkan dalam bahasa Arab, bisa dikenakan khususnya pada militer (tentara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Inggris, kata Mujahidin tercatat sejak tahun 1958, dari Pakistan, diadopsi dari bahasa Persia dan Arab, sebagai jamak dari mujahid "orang yang berjuang dalam jihad", dalam penggunaan modern, untuk "gerilyawan Muslim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, istilah "mujahidin" menjadi nama berbagai pejuang bersenjata yang menganut ideologi Islam dan mengidentifikasi diri mereka sebagai mujahidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahidin Afghanistan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai kelompok Muahidin yang ada di seluruh dunia, yang paling terkenal tentu saja selalu Mujahidin Afghanistan. Pada awalnya, kaum Mujahidin berperang melawan pemerintah Afghanistan yang disetir Soviet pada akhir 1970-an. Uni Soviet keluar dari Afghanistan di akhir 1980-an karena tidak kuat melawan para mujahidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak muslim dari negara-negara lain menawarkan diri untuk membantu kelompok mujahidin di Afghanistan, dan memperoleh pengalaman yang signifikan dalam perang gerilya. Pada periode ini, Mujahidin yang paling terkenal adalah Abdullah bin Azzam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahidin Bosnia-Herzegovina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahidin lahir di Bosnia selama perang Bosnia 1992-1995 setelah pembantaian yang dilakukan oleh tentara Serbia terhadap Muslim sipil Bosnia. Jumlah kaum Mujahidin saat itu dikabarkan mencapai 4.000. Mereka datang dari tempat-tempat seperti Arab Saudi, Pakistan, Afghanistan, Yordania, Mesir , Irak dan Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti-bukti menunjukkan bahwa relawan asing tiba di pusat Bosnia pada paruh kedua tahun 1992 dengan tujuan untuk membantu saudara-saudara Muslim mereka melawan penjajah Serbia. Kebanyakan mereka datang dari Afrika Utara, Timur Dekat dan Timur Tengah. Relawan asing berbeda jauh dari penduduk setempat, bukan hanya karena penampilan fisik mereka dan bahasa mereka berbicara, tetapi juga karena metode bertempur mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahidin Checnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Mujahidin memainkan peran dalam perang kedua Chechnya. Setelah runtuhnya Uni Soviet dan kemudian deklarasi kemerdekaan Chechnya, pejuang mulai memasuki berbagai kawasan. Banyak dari mereka merupakan veteran perang Soviet-Afganistan dan sebelum invasi Rusia, mereka menggunakan keahlian mereka untuk melatih para pejuang Chechnya. Selama Perang Chechnya Pertama mereka ditakuti karena taktik gerilya mereka, menimbulkan korban berat pada pasukan Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah penarikan pasukan Rusia dari Chechnya, sebagian besar mujahidin memutuskan untuk tetap tinggal di Negara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahidin Kosovo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Serbia dan negara Eropa lainnya, sebagian besar pejuang Mujahidin dari Timur Tengah dan bagian-bagian lain dunia bergabung dengan Tentara Pembebasan Kosovo melawan pasukan Serbia pada perang 1997-1999. Diduga sebagian dari mereka membentuk unit mereka sendiri dengan pemimpin yang fasih berbahasa Arab. Setelah perang sebagian besar relawan asing kembali ke tanah asal mereka, dan beberapa dari mereka tetap di Kosovo di mana mereka menjadi warga negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, masih banyak lagi kaum Mujahidin yang lainnya di seluruh dunia, namun para Mujahidin Afghanistan, Chechnya, Bosnia-Herzegovina, dan Kosovo akan selalu dikenang karena kegigihan mereka dalam melawan para penjajah. (sa/berbagaisumber)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/gerakan-dakwah/kaum-mujahidin-dari-afghanistan-hingga-kosovo.htm"&gt;eramuslim&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-5841785728031596118?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/5841785728031596118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/12/kaum-mujahidin-dari-afgan-hingga-kosovo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/5841785728031596118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/5841785728031596118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/12/kaum-mujahidin-dari-afgan-hingga-kosovo.html' title='Kaum Mujahidin Dari Afgan hingga Kosovo'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-3151808274524240386</id><published>2009-12-02T14:38:00.000-08:00</published><updated>2009-12-02T14:38:06.565-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Renungan</title><content type='html'>Jika kamu memancing ikan....&lt;br /&gt;Setelah ikan itu terlekat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan itu....&lt;br /&gt;Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja....&lt;br /&gt;Karena ia akan sakit oleh karena bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi&lt;br /&gt;ia masih hidup.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang...&lt;br /&gt;Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya....&lt;br /&gt;Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja....&lt;br /&gt;Karena dia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya&lt;br /&gt;selagi dia mengingatmu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah&lt;br /&gt;menganggap ia begitu teguh.... cukuplah sekadar keperluanmu....&lt;br /&gt;Apabila sekali ia retak.... tentu sukar untuk kamu menambalnya semula....Akhirnya ia dibuang ....&lt;br /&gt;Sedangkan jika kamu coba membaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya....&lt;br /&gt;Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa....&lt;br /&gt;Anggaplah dia manusia biasa.&lt;br /&gt;Apabila sekali dia melakukan kesilapan bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya....&lt;br /&gt;akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya.&lt;br /&gt;Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terus hingga ke akhirnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi...&lt;br /&gt;yang kamu pasti baik untuk dirimu. Mengenyangkan. Berkhasiat.&lt;br /&gt;Mengapa kamu berlengah, coba mencari makanan yang lain..&lt;br /&gt;Terlalu ingin mengejar kelezatan.&lt;br /&gt;Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya.&lt;br /&gt;Kamu akan menyesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan..... yang kamu pasti membawa kebaikan&lt;br /&gt;kepada dirimu. Menyayangimu. Mengasihimu.&lt;br /&gt;Mengapa kamu berlengah, coba membandingkannya dengan yang lain.&lt;br /&gt;Terlalu mengejar kesempurnaan.&lt;br /&gt;Kelak, kamu akan kehilangannya apabila dia menjadi milik orang lain.&lt;br /&gt;Kamu juga yang akan menyesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh : andi lapa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-3151808274524240386?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/3151808274524240386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/12/renungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/3151808274524240386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/3151808274524240386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/12/renungan.html' title='Renungan'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-5765910387083077917</id><published>2009-12-01T15:30:00.000-08:00</published><updated>2009-12-03T23:51:21.837-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia islam'/><title type='text'>Gay: Sisi Gelap Dubai</title><content type='html'>Dubai, sebagai salah satu negara Arab terkaya di Timur Tengah ternyata menyimpan sebuah sisi gelap yang tak dimiliki oleh negara-negara Arab lainnya. Apa itu?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tiada lain, tiada bukan, Dubai menjadi surga kaum gay—utamanya yang berasal dari tanah Arab. Tidak seperti Negara-negara Arab lainnya, para gay di Dubai tidak mendapatkan tekanan yang keras dari pemerintah, malah menemukan kebebasan di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu kelompok di Dubai untuk siapa tiba-tiba retorika kebebasan dan pembebasan cincin benar - tetapi ini adalah kelompok yang sangat pemerintah ingin membebaskan kurangnya: Gays.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dubai adalah tempat terbaik di dunia untuk kaum gay!" Emirati, 25 tahun, berkata, sambil tangannya melilit seorang “suami” yang berusia 31-tahun "Kami tinggal di sini. Kami bisa bertemu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya secara hukum, adalah illegal untuk menjadi gay di Dubai, dan jika ketahuan akan dihukum 10 tahun penjara. Namun lokasi terbaru klub gay tidak resmi beredarsecara online, dan laki-laki yang punya kelainan orientasi seksual di sana, tampaknya tidak takut kepada polisi. "Mereka hanya patung, dan mereka hanya akan membubarkan kami," kata salah satu dari mereka. "Polisi hanya sesuatu yang lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di setiap kota besar, gay menemukan cara untuk menemukan satu sama lain—tetapi Dubai telah menjadi rumah kliring untuk wilayah homoseksual, suatu tempat di mana mereka dapat hidup dengan relatif aman. Saleh, seorang pegawai swasta di Arab Saudi, datang ke Dubai untuk menonton konser Coldplay, dan mengatakan Dubai "besar" untuk kaum gay: "Semua Arab gay ingin tinggal di Dubai.” Ujarnya. (sa/independent)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/dunia/gay-sisi-gelap-dubai.htm"&gt;eramuslim&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-5765910387083077917?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/5765910387083077917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/12/gay-sisi-gelap-dubai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/5765910387083077917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/5765910387083077917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/12/gay-sisi-gelap-dubai.html' title='Gay: Sisi Gelap Dubai'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-5916038823024721021</id><published>2009-12-01T15:26:00.000-08:00</published><updated>2009-12-01T15:26:36.974-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanda kiamat'/><title type='text'>Tiga Tanda Kiamat Yang Harus Diantisipasi Dewasa Ini</title><content type='html'>Menuju Kehidupan Sejati&lt;br /&gt;oleh Ihsan Tandjung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada tiga tanda fenomenal dari tanda-tanda Kiamat yang perlu diantisipasi dewasa ini oleh umat manusia pada umumnya dan umat Islam pada khususnya. Dua di antara ketiga tanda itu masuk dalam kategori tanda-tanda besar Kiamat. Satu lagi kadang dimasukkan ke dalam tanda besar, namun ada pula yang menyebutnya sebagai tanda penghubung antara tanda- tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat.  &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ada tiga tanda fenomenal dari tanda-tanda Kiamat yang perlu diantisipasi dewasa ini oleh umat manusia pada umumnya dan umat Islam pada khususnya. Dua di antara ketiga tanda itu masuk dalam kategori tanda-tanda besar Kiamat. Satu lagi kadang dimasukkan ke dalam tanda besar, namun ada pula yang menyebutnya sebagai tanda penghubung antara tanda- tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda penghubung antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat ialah diutusnya Imam Mahdi. Imam Mahdi merupakan tanda Kiamat yang menghubungkan antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat karena datang pada saat dunia sudah menyaksikan munculnya seluruh tanda-tanda kecil Kiamat yang mendahului tanda-tanda besar Kiamat. Allah tidak akan mengizinkan tanda-tanda besar Kiamat datng sebelum berbagai tanda kecil Kiamat telah tuntas kemunculannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang barangkali belum menyadari bahwa kondisi dunia dewasa ini ialah dalam kondisi dimana hampir segenap tanda-tanda kecil Kiamat yang diprediksikan oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam telah bermunculan semua.  Coba perhatikan beberapa contoh tanda-tanda kecil Kiamat berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Dan perceraian banyak terjadi ويكثر الطلاق&lt;br /&gt;    * Dan banyak terjadi kematian mendadak (tiba-tiba) و الموت الفجاء&lt;br /&gt;    * Dan banyak mushaf diberi hiasan (ornamen) و حلية المصاحف&lt;br /&gt;    * Dan masjid-masjid dibangun megah-megah    و زخرفت المساجد&lt;br /&gt;    * Dan berbagai perjanjian dan transaksi dilanggar sepihak    و نقضت العهود&lt;br /&gt;    * Dan berbagai peralatan musik dimainkan و استعملت المأزف&lt;br /&gt;    * Dan berbagai jenis khamr diminum manusia و شربت الخمور&lt;br /&gt;    * Dan perzinaan dilakukan terang-terangan  و فخش الزنا&lt;br /&gt;    * Dan para pengkhianat dipercaya (diberi jabatan kepemimpinan)   و اؤتمن الخائن&lt;br /&gt;    * Dan orang yang amanah dianggap pengkhianat (penjahat/teroris)  و خون الأمين&lt;br /&gt;    * Tersebarnya Pena (banyak buku diterbitkan)    ظهور القلم&lt;br /&gt;    * Pasar-pasar (Mall, Plaza, Supermarket) Berdekatan  تتقارب الأسواق  &lt;br /&gt;    * Penumpahan darah dianggap ringan        استخفاف بالدم&lt;br /&gt;    * Makan riba  أكل الربا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau kita perhatikan, contoh-contoh di atas jelas sudah kita jumpai di zaman kita dewasa ini. Bahkan bila kita buka kitab para Ulama yang menghimpun hadits-hadits mengenai tanda-tanda kecil Kiamat, lalu kita baca satu per satu hadits-hadits tersebut hampir pasti setiap satu hadits selesai kita baca kita akan segera bergumam di dalam hati: “Wah, yang ini sudah..!” Hal ini akan selalu terjadi setiap habis kita baca satu hadits. Laa haula wa laa quwwata illa billah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tanda-tanda kecil Kiamat sudah hampir muncul seluruhnya berarti kondisi dunia dewasa ini berada di ambang menyambut kedatangan tanda-tanda besar Kiamat. Dan bila asumsi ini benar, berarti dalam waktu dekat kita semua sudah harus bersiap-siap untuk menyambut datangnya tanda penghubung antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat, yaitu diutusnya Imam Mahdi ke tengah ummat Islam. Hal ini menjadi selaras dengan isyarat yang diungkapakan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengenai dua pra-kondisi menjelang diutusnya Imam Mahdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ يُبْعَثُ فِي أُمَّتِي عَلَى اخْتِلَافٍ مِنْ النَّاسِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَزَلَازِلَ فَيَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa.  Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kese-wenang-wenangan dan kezaliman.”  (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengisyaratkan adanya dua prakondisi menjelang diutusnya Imam Mahdi ke tengah ummat Islam. Kedua prakondisi tersebut ialah pertama, banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan kedua, terjadinya gempa-gempa. Subhaanallah. Jika kita amati kondisi dunia saat ini sudah sangat sarat dengan perselisihan antar-manusia, baik yang bersifat antar-pribadi maupun antar-kelompok. Demikian pula dengan fenomena gempa sudah sangat tinggi frekuensi berlangsungnya belakangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti kedatangan Imam Mahdi merupakan tanda Akhir Zaman yang jelas-jelas harus kita antisipasi dalam waktu dekat ini. Dan jika sudah terjadi berarti kitapun harus segera mempersiapkan diri untuk mematuhi perintah Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam yang berkaitan dengan kemunculan Imam Mahdi. Kita diperintahkan untuk segera berbai’at dan bergabung ke dalam barisannya sebab episode-episode berikutnya merupakan rangkaian perang yang dipimpin Imam Mahdi untuk menaklukkan negeri-negeri yang dipimpin oleh para Mulkan Jabriyyan (Para penguasa yang memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَبَايِعُوهُ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ فَإِنَّهُ خَلِيفَةُ اللَّهِ الْمَهْدِيُّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika kalian melihatnya (Imam Mahdi) maka ber-bai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Mahdi akan mengibarkan panji-panji Al-Jihad Fi Sabilillah untuk memerdekakan negeri-negeri yang selama ini dikuasai oleh para Mulkan Jabriyyan (Para penguasa yang memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya). Beliau akan mengawali suatu proyek besar membebaskan dunia  dari penghambaan manusia kepada sesama manusia untuk hanya menghamba kepada Allah semata, Penguasa Tunggal dan Sejati langit dan bumi. Beliau akan memastikan bahwa dunia diisi dengan sistem dan peradaban yang mencerminkan kalimatthoyyibah Laa ilaha illAllah Muhammadur Rasulullah dari ujung paling timur hingga ujung paling barat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghazawaat (perang-perang) tersebut akan dimulai dari jazirah Arab kemudian Persia (Iran) kemudian Ruum (Eropa dan Amerika) kemudian terakhir melawan pasukan Yahudi yang dipimpin langsung oleh puncak fitnah, yaitu Dajjal. Dan uniknya pasukan Imam Mahdi Insya Allah akan diizinkan Allah untuk senantiasa meraih kemenangan dalam berbagai perang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تَغْزُونَ جَزِيرَةَ الْعَرَبِ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ فَارِسَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ثُمَّ تَغْزُونَ الرُّومَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ تَغْزُونَ الدَّجَّالَ فَيَفْتَحُهُ اللَّهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalian akan perangi jazirah Arab dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan menghadapi Persia dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan perangi Ruum dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan perangi Dajjal dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya.” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kapan Nabiyullah Isa ’alihis-salaam akan turun dari langit diantar oleh dua malaikat di kanan dan kirinya? Menurut hadits-hadits yang ada Nabi Isa putra Maryam ’alihis-salaam akan datang sesudah pasukan Imam Mahdi selesai memerangi pasukan Ruum menjelang menghadapi perang berikutnya melawan pasukan Dajjal. Pada saat itulah Nabi Isa ’alihis-salaam akan Allah taqdirkan turun ke muka bumi untuk digabungkan ke dalam pasukan Imam Mahdi dan membunuh Dajjal dengan izin Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu Imam Mahdi dan pasukannya mendengar kabar bahwa Dajjal telah hadir dan mulai merajalela menebar fitnah dan kekacauan di muka bumi, maka Imam Mahdi mengkonsolidasi pasukannya ke kota Damaskus. Lalu pada saat pasukan Imam Mahdi menjelang sholat Subuh di sebuah masjid yang berlokasi di sebelah timur kota Damaskus tiba-tiba turunlah Nabi Isa ’alihis-salaam diantar dua malaikat di menara putih masjid tersebut. Maka Imam Mahdi langsung mempersilahkan Nabi Isa ’alihis-salaam untuk mengimami sholat Subuh, namun ditolak olehnya dan malah Nabi Isa ’alihis-salaam menyuruh Imam Mahdi untuk menjadi imam sholat Subuh tersebut sedangkan Nabi Isa ’alihis-salaam makmum di belakangnya. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" ينزل عيسى بن مريم ، فيقول أميرهم المهدي : تعال صل بنا ،&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; فيقول : لا إن بعضهم أمير بعض ، تكرمة الله لهذه الأمة " .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Turunlah Isa putra Maryam ’alihis-salaam. Berkata pemimpin mereka Al-Mahdi: "Mari pimpin sholat kami." Berkata Isa ’alihis-salaam: "Tidak. Sesungguhnya sebagian mereka pemimpin bagi yang lainnya sebagai penghormatan Allah bagi Ummat ini." (Al Al-Bani dalam ”As-Salsalatu Ash-Shohihah”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, marilah kita bersiap-siap mengantisipasi kedatangan tanda-tanda Akhir Zaman yang sangat fenomenal ini. Tanda-tanda yang akan merubah wajah dunia dari kondisi penuh kezaliman dewasa ini menuju keadilan di bawah naungan Syariat Allah dan kepemimpinan Imam Mahdi beserta Nabiyullah Isa ’alihis-salaam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam barisan pasukan Imam Mahdi yang akan memperoleh satu dari dua kebaikan: ’Isy Kariman (hidup mulia di bawah naungan Syariat Allah) au mut syahidan (atau Mati Syahid). Amin ya Rabb.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-5916038823024721021?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/5916038823024721021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/12/tiga-tanda-kiamat-yang-harus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/5916038823024721021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/5916038823024721021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/12/tiga-tanda-kiamat-yang-harus.html' title='Tiga Tanda Kiamat Yang Harus Diantisipasi Dewasa Ini'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-7676637498722846329</id><published>2009-12-01T15:23:00.000-08:00</published><updated>2009-12-01T15:23:51.403-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanda kiamat'/><title type='text'>Banjir Besar Di Jeddah Dan Tanda-Tanda Kiamat</title><content type='html'>Menuju Kehidupan Sejati&lt;br /&gt;oleh Ihsan Tandjung&lt;br /&gt;Bencana berupa banjir besar di Jeddah beberapa waktu yang lalu telah menimbulkan kehebohan. Peristiwa yang terjadi persis pada saat jamaah haji sedang bersiap-siap untuk wukuf di Arafah tentunya tidak terlepas dari fenomena global climate change (perubahan iklim dunia) khususnya global warming (pemanasan global). Global warming telah menimbulkan berbagai anomali iklim di berbagai sudut dunia. Di satu sisi negeri-negeri yang biasanya dibasahi hujan mengalami kekeringan yang luar biasa. Sementara itu negeri-negeri yang biasanya diterpa panas disertai kelembaban udara rendah justru diguyur hujan hingga kadangkala mengakibatkan banjir. Untuk kasus Jeddah maka fenomena kedualah yang terjadi. Namun bolehkah kita merasa puas hanya dengan penjelasan ilmiah para pakar klimatologi dan laporan resmi institusi seperti BMKG?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim yang rajin membaca dan beriman kepada Kitabullah Al-Quran Al-Karim dan hadits-hadits Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam tidak akan begitu saja menerima penjelasan para pakar. Mereka selalu berusaha merujuk dan mencari jawaban dari dua sumber utama kehidupannya, Kitabullah was-Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis sendiri berpendapat setidaknya ada tiga dalil yang perlu menjadi perhatian kita. Satu dalil bersifat umum dan berlaku sepanjang masa. Dua sisanya terkait dengan fenomena dan tanda-tanda semakin dekatnya Hari Kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, secara garis besar Allah telah mengingatkan bahwa keimanan dan ketaqwaan penduduk suatu daerah akan memastikan datangnya keberkahan Allah baik dari langit (atas) maupun dari bumi (bawah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (QS Al-A’raaf ayat 96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebaliknya, Allah juga peringatkan, bila sikap dominan suatu kaum justeru mendustakan ayat-ayat Allah, maka Allah tidak segan-segan mendatangkan siksa dan derita bagi kaum tersebut. Ini merupakan suatu sunnatullah yang pasti dan jelas. Sehingga di dalam ayat yang sama itu pula Allah langsung menegaskan melalui firmanNya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS Al-A’raaf ayat 96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tentunya tidak ingin dan tidak berhak untuk menghakimi bahwa segenap penduduk kota tua Jeddah itu telah ramai-ramai menjadi pendusta ayat-ayat Allah. Namun boleh jadi sikap korup, gemar bermaksiat dan lalai sebagian warganya telah menjadi faktor pengundang bencana. Apalagi jika sebagian warga dimaksud adalah justru fihak yang berwenang alias para pejabat pemkot-nya. Maka sudah sepatutnya peringatan Allah pada ayat-ayat berikutnya menjadi perhatian utama semua fihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; أَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِ أَهْلِهَا أَنْ لَوْ نَشَاءُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; أَصَبْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ وَنَطْبَعُ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?” (QS Al-A’raaf ayat 97-100)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, perlu diketahui bahwa jika kecenderungan perubahan iklim global berlanjut terus seperti yang terjadi dewasa ini, maka tidak mustahil anomali iklim seperti yang terjadi kemarin di Jeddah akan berulang kembali pada tahun-tahun yang akan datang. Akan semakin sering turun hujan dengan guyuran yang tidak seperti biasanya di bumi Arab. Bila ini benar, maka masyarakat di tanah Arab harus semakin mengantisipasi kemungkinan banjir tahunan. Dan wilayah yang sering diguyur hujan tentunya akan menjadi wilayah yang potensial menjadi subur dan tidak lagi dihiasi padang pasir seperti jazirah Arab dewasa ini. Tidak mustahil dalam jangka panjang justeru tanah Arab akan dihiasi oleh padang rumput bahkan aliran sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam telah memprediksi bahwa di antara tanda-tanda semakin dekatnya hari Kiamat ialah bilamana tanah Arab kembali dihiasi oleh padang rumput dan aliran sungai-sungai. Ungkapan ”kembali” mengisyaratkan bahwa memang pada asalnya tanah Arab itu wilayah yang subur tidak tandus seperti yang kita saksikan dewasa ini. Subhanallah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidak akan datang hari Kiamat sehingga negeri Arab kembali menjadi rerumputan dan sungai-sungai.” (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, berarti memang benarlah kita dewasa ini telah berada di Akhir Zaman. Tanda-demi tanda Akhir Zaman bermunculan di sekitar kita. The clock is ticking forward...! Jarum jam berputar terus kian hari kian mengingatkan kita akan dekatnya hari Kiamat. Demikianlah Allah senantiasa ingatkan kita melalui firmanNya seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari kiamat itu sudah dekat waktunya.” (QS Al-Ahzab ayat 63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, beberapa pihak juga mensinyalir bahwa bencana banjir besar Jeddah merupakan teguran Allah swt terhadap pemerintah Arab Saudi yang dekat dan akrab-mesra dengan Barat—terutama Amerika. Padahal Amerika dewasa ini menjadi Fir’aun Modern yang nyaris mengumumkan dirinya tuhan penguasa dunia yang maha kuasa dan maha perkasa.  Negeri muslim Kerajaan Arab Saudi di mana terdapat dua kota suci utama (Mekkah dan Madinah) raja dan para pangerannya takluk kepada kemauan fihak Barat. Sehingga tidak mengherankan saat terjadinya penzaliman Yahudi Zionis Israel kepada saudara-saudara kita di Gaza-Palestina awal tahun 2009 kemarin, negara kerajaan Arab Saudi tidak menunjukkan keberfihakannya kepada Palestina. Malah sebaliknya mereka bersama Mesir dan Jordan bermain mata alias berkolaborasi dengan musuh ummat Islam, yaitu Israel.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arab Saudi merupakan wilayah terbesar dari jazirah (semenanjung) Arabia. Kerajaan ini memiliki bendera yang tertera padanya kalimat Laa ilaha illAllah Muhammadur Rasulullah lengkap dengan pedangnya. Namun semua orang tahu betapa banyaknya kezaliman yang berlangsung di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak TKW Indonesia yang dilaporkan mengalami penganiayaan oleh para majikan Arabnya. Kerajaan ini mewajibkan jamaah haji seluruh dunia untuk divaksinasi Meningitis terlebih dahulu, padahal serumnya mengandung enzim dari hewan babi yang najis.  Arab Saudi membungkam para ulamanya yang menghidupkan kesadaran dan semangat berjihad fi sabilillah. Bahkan mencekal para ulamanya yang menunjukkan permusuhan kepada Amerika dan Israel.  Belum lagi para raja dan pengerannya mempertontonkan hedonisme gaya hidup mewah cinta dunia yang sungguh mencerminkan ketidakpedulian dan empati terhadap sebagian besar ummat Islam di berbagai negeri lainnya yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan dengan ini Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam telah memprediksi bahwa kedatangan Imam Mahdi  di Akhir Zaman akan ditandai dengan berlangsungnya perang demi perang antara pasukan Islam yang dipimpinnya dengan pasukan kafir dan munafiqun yang dipimpin oleh para Mulkan Jabriyyan (para penguasa diktator yang memaksakan kehendak sambil mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya). Dan jika kita merujuk kepada hadits mengenai periodisasi perjalanan sejarah Ummat Islam di akhir zaman, maka kita dapati bahwa dewasa ini kita sudah berada di babak keempat dari perjalanan tersebut. Babak keempat merupakan babak kepemimpinan para Mulkan Jabriyyan di seantero dunia, baik itu di negeri-negeri berpenduduk mayoritas muslim, apalagi di negeri-negeri berpenduduk mayoritas kafir. Ini merupakan era penuh kezaliman dan kesewenang-wenangan, era paling kelam dalam sejarah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam memberikan kabar gembira dengan bakal datangnya Imam Mahdi. Pemimpin ummat Islam di akhir zaman ini akan memindahkan kita dari kondisi dunia penuh kezaliman dan kesewenang-wenangan menuju keadilan dan kejujuran. Artinya beliau akan mengantarkan kita semua kepada peralihan dari babak keempat menuju babak kelima, yaitu tegaknya kembali Khilafatun ’ala Minhaj An-Nubuwwah (Kekhalifahan Berdasarkan Manhaj / Metode Kenabian). Bahkan tidak sedikit ulama yang berpandangan bahwa Al-Mahdi bakal menjadi Khalifah Rasyidah ummat Islam di akhir zaman setelah beliau dengan pasukannya diizinkan Allah menaklukkan peradaban modern kuffar Sistem Dajjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الْمَهْدِيُّ مِنِّي أَجْلَى الْجَبْهَةِ أَقْنَى الْأَنْفِ يَمْلَأُ الْأَرْضَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا يَمْلِكُ سَبْعَ سِنِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Al-Mahdi dariku (keturunanku). Lebar dahinya dan mancung hidungnya. Ia akan penuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana bumi sebelumnya dipenuhi dengan penganiayaan dan kezaliman. Ia akan memimpin selama tujuh tahun.” (HR Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik ialah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam juga memprediksi bahwa peralihan kondisi dunia dengan hadirnya Al-Mahdi akan diwarnai dengan huru-hara yang menghebohkan. Karena peralihan tersebut tidak berlangsung mulus dan lancar, melainkan diwarnai dengan pertumpahan darah dan pertikaian. Perang demi perang akan dilancarkan oleh fihak pasukan Imam Mahdi. Sekurangnya ada empat perang yang bakal beliau pimpin dan menangkan. Namun yang paling membangkitkan bulu roma kita ialah berita dari Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bahwa perang paling pertama merupakan perang pembebasan jazirah Arab. Sedangkan Kerajaan Arab Saudi merupakan wilayah terbesar dari jazirah (semenanjung) Arabia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تَغْزُونَ جَزِيرَةَ الْعَرَبِ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ فَارِسَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ثُمَّ تَغْزُونَ الرُّومَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ تَغْزُونَ الدَّجَّالَ فَيَفْتَحُهُ اللَّهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalian akan perangi jazirah Arab sehingga Allah memenangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Persia sehingga Allah memenangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Ruum sehingga Allah memenangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Dajjal sehingga Allah memenangkan kalian atasnya.” (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh saudaraku, persiapan setiap muslim bersama keluarganya untk menghadapi keadaan penuh huru-hara tersebut sudah selayaknya kita prioritaskan. Memang, jadwal perisis episode demi episode semua kehebohan tersebut hanya Allah yang tahu, tapi apa salahnya kita bersiap-siaga sedini mungkin? Jangan sampai kita termasuk mereka yang terus-menerus tidak peduli dengan peristiwa yang berlangsung di sekitar kita padahal ia termasuk bagian dari tanda-tanda semakin senjanya usia dunia fana ini. Boleh jadi kiamat sudah dekat, saudaraku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَقَدْ جَاءَ أَشْرَاطُهَا فَأَنَّى لَهُمْ إِذَا جَاءَتْهُمْ ذِكْرَاهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang?” (QS Muhammad ayat 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam pasukan Imam Mahdi yang akan memperoleh salah satu dari dua kebaikan: ’Isy Kariman (hidup mulia di bawah naungan Syariat Allah) atau mati syahid. Amin ya Rabb.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-7676637498722846329?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/7676637498722846329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/12/banjir-besar-di-jeddah-dan-tanda-tanda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/7676637498722846329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/7676637498722846329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/12/banjir-besar-di-jeddah-dan-tanda-tanda.html' title='Banjir Besar Di Jeddah Dan Tanda-Tanda Kiamat'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-645606018653727576</id><published>2009-12-01T14:14:00.000-08:00</published><updated>2009-12-04T00:26:51.343-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanda kiamat'/><title type='text'>Naungan orang beriman di hari Kiamat adalah sedekahnya..</title><content type='html'>Seorang muslim senantiasa khawatir akan nasibnya kelak di hari Kiamat atau hari Berbangkit. Sebab ia faham bahwa pada hari itu umat manusia bakal dibangkitkan dan dikumpulkan di Padang Mahsyar sedangkan matahari berada sangat dekat dari kepala setiap orang. Maka ketika itu setiap orang sangat ingin agar dirinya bisa bernaung di bawah suatu tempat bernaung agar dapat terhindar dari panasnya sengatan matahari.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim senantiasa khawatir akan nasibnya kelak di hari Kiamat atau hari Berbangkit. Sebab ia faham bahwa pada hari itu umat manusia bakal dibangkitkan dan dikumpulkan di Padang Mahsyar sedangkan matahari berada sangat dekat dari kepala setiap orang. Maka ketika itu setiap orang sangat ingin agar dirinya bisa bernaung di bawah suatu tempat bernaung agar dapat terhindar dari panasnya sengatan matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, Nabi Muhammad memberitahu kepada kita ummatnya, ilmu mengenai apa saja perbuatan yang bila dikerjakan selagi hidup di dunia yang fana ini, dapat menyebabkan hadirnya naungan di hari Kiamat. Oleh sebab itu seorang muslim-mukmin yang cerdas pasti bersemangat mencari tahu perbuatan apakah gerangan itu. Seorang muslim cerdas sangat peduli dengan apa-apa yang memastikan dirinya selamat dan sukses dalam kehidupan di alam abadi akhirat, sesudah ia meninggalkan dunia fana. Bahkan lebih jauh daripada itu, seorang mukmin pasti berusaha sekuat tenaga mengamalkan ilmu tersebut agar janji yang ada bersamanya menjadi kenyataan kelak di hari tidak ada naungan kecuali naungan yang datang dengan izin dan ridho Allah. Itulah sebabnya seorang muslim tidak akan pernah puas mendalami sekedar ilmu yang sebatas demi kepentingannya hidup di dunia fana ini. Ia pasti akan getol memperluas wawasan ilmunya hingga mencakup perkara sesudah kematiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah permohonannya kepada Allah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya Allah, janganlah Engkau jadikan dunia pusat perhatianku dan batas pengetahuanku.” (HR Tirmidzi) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang beriman sangat faham bahwa bila ia hanya memiliki pengetahuan yang bermanfaat sebatas untuk kepentingan dan kemaslahatan hidupnya di dunia belaka, maka itu tidaklah terlalu startegis. Maka iapun mencari tahu apa saja pengetahuan yang menyebabkan dirinya mengerti hal-hal yang bakal dialaminya setelah kehidupannya di dunia. Dan semua ilmu tersebut hanya mungkin ia dapatkan berdasarkan informasi dari Allah dan RasulNya semata. Sebab semua ilmu yang melewati batas dunia termasuk ilmu mengenai hal-hal yang ghaib. Dan itu tidak bisa diketahui kecuali bila datang dari Allah Yang Maha Tahu perkara ghaib maupun nyata. Bahkan Nabi Muhammad tidak akan bisa menjelaskannya kecuali karena beliau sendiri telah diberitahu Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara keterangan Rasulullah ialah hadits yang menyatakan bahwa naungan orang beriman di hari Kiamat sangat terkait dengan kebiasaannya mengeluarkan sedekah sewaktu hidupnya di dunia. Ketika di padang Mahsyar setiap orang menunggu giliran dirinya diadili serta timbangan kebaikan dan keburukannya diperhitungkan, maka semua orang bakal merasakan panasnya matahari di atas kepala masing-masing.. Namun orang-orang yang bersedekah bakal memperoleh naungan dari matahari karena sedekahnya itu hingga hukuman alias vonis ditetapkan di antara manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُلُّ امْرِئٍ فِي ظلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى  يُفْصَلَ بَيْنَ النَاسِ ، أو قال :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَتَّى يُحْكَمَ بَيْنَ النَّاسِ قال يزيد :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَكَانَ أَبُو الخَيْرِ  لَا يُخْطِئُهُ يَومٌ إلَّا تَصَدَّقَ مِنْهُ بِشَيْءٍ ،&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَوْ كَعْكَةً أَوْ بَصَلَةً أوْ كَذا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap orang berada di bawah naungan sedekahnya (pada hari Kiamat) hingga diputuskan di antara manusia atau ia berkata: “Ditetapkan hukuman di antara manusia.” Yazid berkata: ”Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia  bersedekah padanya dengan sesuatu, walaupun hanya sepotong kueh atau bawang merah atau seperti ini.” (HR Al-Baihaqi – Al-Hakim – Ibnu Khuzaimah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits riwayat Imam Ahmad Nabi Muhammad dengan jelas dan tegas menyatakan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ظِلُّ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ صَدَقَتُهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabda Rasulullah saw: “Naungan orang beriman di hari Kiamat adalah sedekahnya..” (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, marilah kita rajin bersedekah agar memperoleh naungan di hari tidak ada naungan kecuali naungan Allah. Sungguh beruntung orang beriman yang melazimkan dirinya setiap hari mengeluarkan sedekah sebagai bentuk investasi cerdas untuk melindungi dirinya di hari yang sungguh sangat menyulitkan dan menakutkan kebanyakan manusia. Seperti yang dikatakan oleh periwayat hadits di atas yakni Yazid: ”Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah padanya dengan sesuatu, walaupun hanya sepotong kueh atau bawang merah atau seperti ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketahuilah saudaraku, jangan pernah memandang remeh pemberian yang engkau keluarkan. Sebab bukan banyaknya sedekah yang menyebabkan naungan di hari Kiamat. Melainkan keikhlasan kitalah yang menyebabkannya. Sehingga dalam hadits lainnya Nabi bahkan bersabda sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ لِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَحْقِرَنَّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مِنْ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah kamu meremehkan sedikitpun perbuatan ma’ruf, sekalipun kamu sekedar menemui saudaramu dengan wajah berseri.” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الْمِسْكِينَ لَيَقُومُ عَلَى بَابِي فَمَا أَجِدُ لَهُ شَيْئًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أُعْطِيهِ إِيَّاهُ فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ لَمْ تَجِدِي شَيْئًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تُعْطِينَهُ إِيَّاهُ إِلَّا ظِلْفًا مُحْرَقًا فَادْفَعِيهِ إِلَيْهِ فِي يَدِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Rasulullah, semoga Allah memberikan rahmat kepadamu. Sesungguhnya seorang miskin berdiri di depan pintu rumahku, maka aku tidak menemukan sesuatu yang bisa aku berikan kepadanya.” Maka Rasulullah saw bersabda kepadanya: ”Jika kamu tidak menemukan sesuatu yang bisa kamu berikan kepadanya selain kuku binatang yang dibakar, maka serahkanlah kepadanya di tangannya.” (HR Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kelemahan dan kemalasan serta sikap pengecut dan kebakhilan.” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedekah Merupakan Kelaziman Seorang Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap muslim diharuskan oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam untuk bersedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ صَدَقَةٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Setiap muslim harus bersedekah.” (HR Bukhary)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menuntut keharusan bersedekah itu dilakukan setiap hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ سُلَامَى مِنْ النَّاسِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَلَيْهِ صَدَقَةٌ كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيهِ الشَّمْسُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Setiap persendian manusia harus bersedekah pada setiap hari dimana matahari terbit. (HR Bukhary)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semestinya seorang muslim membiarkan satu haripun berlalu tanpa dirinya terlibat dalam kegiatan bersedekah. Namun pertanyaannya mungkinkah hal itu dilakukan oleh setiap muslim? Bukankah tidak semua orang dilapangkan rezekinya oleh Allah sehingga sanggup bersedekah setiap hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita punya wawasan sempit mengenai pengertian bersedekah tentulah hal itu menjadi mustahil. Bila kita menyangka bahwa pengertian bersedekah ialah sebatas mengeluarkan sebagian harta milik kita kepada fihak lain, tentulah hal itu menjadi tidak mungkin berlaku umum. Hanya orang-orang tertentu saja yang dilapangkan rezekinya oleh Allah yang sanggup bersedekah seperti demikian. Beruntunglah kaum yang kaya dan rugilah mereka yang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menjelaskan kepada kita melalui beberapa hadits bahwa pengertian bersedekah sangatlah luas cakupannya. Ia mencakup keluasan pengertian beramal sholeh di dalam ajaran Islam yang mulia. Bersedekah bisa berupa kegiatan-kegiatan bermanfaat yang dilakukan seseorang bagi orang lainnya. Bahkan tindakan seseorang menahan diri dari melakukan sebuah kejahatan dikategorikan oleh Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sebagai sebuah kegiatan bersedekah. Perhatikanlah hadits di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ صَدَقَةٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالُوا فَإِنْ لَمْ يَجِدْ قَالَ فَيَعْمَلُ بِيَدَيْهِ فَيَنْفَعُ نَفْسَهُ وَيَتَصَدَّقُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالُوا فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ أَوْ لَمْ يَفْعَلْ قَالَ فَيُعِينُ ذَا الْحَاجَةِ الْمَلْهُوفَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالُوا فَإِنْ لَمْ يَفْعَلْ قَالَ فَيَأْمُرُ بِالْخَيْرِ أَوْ قَالَ بِالْمَعْرُوفِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالُوا فَإِنْ لَمْ يَفْعَلْ قَالَ فَيُمْسِكُ عَنْ الشَّرِّ فَإِنَّهُ لَهُ صَدَقَةٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Setiap muslim harus bersedekah.” Mereka bertanya: “Jika ia tidak punya?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjawab: ”Dia bekerja dengan kedua tangannya, maka ia memberikan manfaat untuk dirinya sendiri lalu bersedekah.” Mereka bertanya lagi: ”Jika ia tidak mampu atau tidak melakukannya?” Beliau menjawab: ”Ia menolong orang yang kesulitan.” Mereka bertanya lagi: ”Jika ia tetap tidak melakukannya?” Beliau menjawab: ”Hendaklah ia memerintahkan berbuat al-khair atau al-ma’ruf (kebaikan).”  Mereka bertanya lagi: ”Jika ia tetap tidak melakukannya?” Beliau menjawab: ”Hendaklah ia menahan diri dari perbuatan jahat, hal itu sudah merupakan sedekah.” (HR Bukhary)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ سُلَامَى مِنْ النَّاسِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَلَيْهِ صَدَقَةٌ كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيهِ الشَّمْسُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَعْدِلُ بَيْنَ الِاثْنَيْنِ صَدَقَةٌ وَيُعِينُ الرَّجُلَ عَلَى دَابَّتِهِ فَيَحْمِلُ عَلَيْهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَوْ يَرْفَعُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَكُلُّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا إِلَى الصَّلَاةِ صَدَقَةٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَيُمِيطُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Setiap persendian manusia harus bersedekah pada setiap hari dimana matahari terbit. Berlaku adil di antara dua orang merupakan sedekah, dan membantu seseorang mengangkat bagasi ke atas kendaraannya atau mengangkatkan barangnya merupakan sedekah, dan ucapan yang baik merupakan sedekah, dan setiap langkah yang diayunkannya menuju sholat (berjamaah) merupakan sedekah serta menyingkirkan apa-apa yang mengganggu dari jalanan merupakan sedekah.” (HR Bukhary)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendek kata, setiap perbuatan ma’ruf (kebaikan) pada hakekatnya merupakan kegiatan bersedekah. Bahkan seorang muslim sekedar tampil dengan wajah yang berseri-seri oleh Nabi shollallahu ’alaih wa sallam dikategorikan sebagai sebuah  perbuatan ma’ruf. Termasuk menuangkan air ke bejana milik orang lain juga dipandang sebagai sebuah perbuatan ma’ruf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِنَّ مِنْ الْمَعْرُوفِ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَأَنْ تُفْرِغَ مِنْ دَلْوِكَ فِي إِنَاءِ أَخِيكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:”Setiap perbuatan ma’ruf (kebaikan) adalah sedekah dan di antara perbuatan ma’ruf adalah engkau menemui saudaramu sekedar dengan wajah berseri-seri dan engkau menuangkan (air) dari timbamu ke dalam bejana saudaramu.” (HR Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, aku mohon padaMu (sanggup melakukan) perbuatan-perbuatan kebaikan dan meninggalkan perbuatan-perbuatan mungkar (kejahatan).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-645606018653727576?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/645606018653727576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/12/naungan-orang-beriman-di-hari-kiamat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/645606018653727576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/645606018653727576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/12/naungan-orang-beriman-di-hari-kiamat.html' title='Naungan orang beriman di hari Kiamat adalah sedekahnya..'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-3794317198293459617</id><published>2009-11-29T18:56:00.000-08:00</published><updated>2009-11-29T19:07:41.600-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>CICAK DAN BUAYA KEMANA?...KORUPTOR TERTAWA</title><content type='html'>GELAR OPINI&lt;br /&gt;Hari hari kemarin semua mata tertuju pada adegan drama yang cukup menyita perhatian masyarakat, drama dengan judul”CICAK MELAWAN BUAYA’”. Dukungan kecaman bahkan makian mengalir untuk cicak maupun buaya, dan tidak sedikit juga orang yang apriori dengan ending dari drama tersebut. Bahkan yang lebih menarik, drama itu di isi dengan saling sumpah atas nama Allah, bahwa kebenaran ada padanya…(Allah ketawa kali ya…denger sumpahnya..) .&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari hari kemarin semua mata tertuju pada adegan drama yang cukup menyita perhatian masyarakat, drama dengan judul”CICAK MELAWAN BUAYA’”. Dukungan kecaman bahkan makian mengalir untuk cicak maupun buaya, dan tidak sedikit juga orang yang apriori dengan ending dari drama tersebut. Bahkan yang lebih menarik, drama itu di isi dengan saling sumpah atas nama Allah, bahwa kebenaran ada padanya…(Allah ketawa kali ya…denger sumpahnya..) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik adalah , energi kita ikut terkuras , padahal energi kita terbatas, sehingga drama itu baru mulai memasuki periode klimaks kita sudah “lelah” dan taklagi peduli akan perkembangannya. Padahal benang merah mulai terlihat, yang kemudian kalau kita cermati akan terlihat di mana ujungnya. Atau jangan jangan kita memang sebenarnya tak cukup peduli akan inti dari masalah tersebut, kita tak pernah peduli pada keadilan dan kebenaran. Kita hanyalah masyarakat yang suka sumpah serapah, tidak penting siapa yang kita sumpahi, gak peduli apa kasusnya,  Yang kita lakukan hanya menyumpahi titik. Mungkin kemarin yang jadi korban adalah cicak dan buaya, lain kali mungkin monyet dengan kancil, atau unta dengan kuda. Sedangkan siapa sebenarnya pemain dibelakang peristiwa cicak dan buaya kita gak pernah tau, karena memang gak penting untuk tahu dan tak mau tahu. Atau bisa jadi sekarang semua sedang minum kopy bareng sambil bagi bagi kue, dan saling memuji acting masing masing ( husst…jangan su’udzon).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran adalah barang mahal, yang tak bisa di beli dengan sekarung beras atau sekardos mie instant. Namun sering kali kita merendahkan dan menyepelekan sehingga tipa orang tidak bangga ketika memiliki kebenaran, bahkan merasa gembira dan menang ketikan mampu mempermainkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadilan adalah barang langka yang sudah terasing, dan jadi aneh kalau masih ada yang menyimpan dan memilikinya. Karena jaman ini tak lagi butuh itu, dan biarkan hanya jadi kenangan sejarah yang paling tidak pernah di miliki negeri ini….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kita, ketika secara pribadi t ak peduli pada kebenaran dan keadilan, maka jangan menaruh harap bahwa wakil wakil kita punya kebenaran dan keadilan, kenapa? Karena mereka mewakili kita, dan pastilah ketika wakil kita tak punya kebenaran dan keadilan maka takmungkin membuat produk hukum yang benar dan adil. Kalau produk hukumnya begitu, maka gak mungkin pemerintah bisa benar dan adil, kalau pemerintah begitu maka masyarakat akan meniru gak benar dan gak adil……..pusing……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mulai dari mana masalah itu timbul?......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sih milih jadi orang aneh saja, yang gak sama dengan yang lain, dan terasa asing buat yg lain…siapa mau iku?..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By andi lapa (SI ORANG ASING )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-3794317198293459617?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/3794317198293459617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/11/cicak-dan-buaya-kemanakoruptor-tertawa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/3794317198293459617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/3794317198293459617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/11/cicak-dan-buaya-kemanakoruptor-tertawa.html' title='CICAK DAN BUAYA KEMANA?...KORUPTOR TERTAWA'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-1860076520823721039</id><published>2009-11-29T15:07:00.000-08:00</published><updated>2009-11-29T15:07:01.727-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Ikhwan Al-Muslimun'/><title type='text'>Siapakah Al-Ikhwan Al-Muslimun?</title><content type='html'>Al-Ikhwan adalah jamaah shufiyah, mereka memahami bahwa dasar kebaikan adalah kesucian jiwa, kebersihan hati, kelapangan dada, kewajiban beramal, jauh dari akhlaq tercela, cinta karena Allah dan ukhuwah karena Allah.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Siapakah Al-Ikhwan Al-Muslimun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ikhwanul muslimun (ikhwanul muslimin) adalah salah satu jamaah dari umat Islam, mengajak dan menuntut ditegakkannya syariat Allah, hidup di bawah naungan Islam, seperti yang diturunkan Allah kepada Rasulullah saw, dan diserukan oleh para salafush-shalih, bekerja dengannya dan untuknya, keyakinan yang bersih menghujam dalam sanubari, pemahaman yang benar yang merasuk dalam akal dan fikrah, syariah yang mengatur al-jawarih (anggota tubuh), perilaku dan politik. Mereka berdakwah kepada Allah. Komitmen dengan firman Allah Taala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Serulah mereka ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik” (An-Nahl:125)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialog yang konstruktif, sebagai jalan menuju kepuasan dan memberikan kepuasan bersandarkan pada al-hujjah (alasan), al-mantiq (logika), al-bayyinah (jelas), dan ad-dalil (dalil).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan adalah keniscayaan, hak mendasar yang telah Allah anugerahkan kepada setiap hamba-Nya, meski kulit, bahasa dan aqidah mereka berbeda; Kebebasan berkeyakinan, beribadah, mengungkapkan pendapat, berpartisipasi dalam membuat keputusan, dan hak untuk memilih dari beberapa pilihan secara bebas dan bersih, sehingga tidak boleh ada pengekangan hak untuk mendapatkan kebebasan, hak mendapatkan ketenangan, sebagaimana seseorang tidak boleh berdiam diri dan pasrah pada setiap permusuhan atau pengekangan terhadap kebebasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu merupakan salah satu pondasi tegaknya daulah Islamiyah, berprestasi tinggi bagian dari kewajiban setiap umat agar dapat beramal menuju pengokohan iman dan sarana kemajuan umat, mendapatkan ketenangan, merasakan kebebasan, menghadang permusuhan, menunaikan risalah alamiyah (da’wah) seperti yang telah Allah gariskan, memantapkan nilai-nilai dan ajaran-ajaran perdamaian, menghadang kediktatoran, imperialisme, kezhaliman, dan perampasan kekayaan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar dari pendidikan, konsep, akhlaq, fadhail, undang-undang, sistem, jaminan, nilai-nilai, dan perbaikan adalah Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya yang jika keduanya dipegang oleh umat maka tidak akan sesat selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menurut pemahaman Al-Ikhwanul Muslimun adalah sistem yang mengatur segala urusan kehidupan berbangsa dan bernegara, mengatur hajat hidup manusia sepanjang masa, waktu dan tempat. Islam lebih sempurna dan lebih mulia dibanding perhiasan kehidupan dunia, khususnya pada masalah duniawi, karena Islam meletakkan kaidah-kaidah secara sempurna pada setiap bagiannya, memberikan petunjuk ke jalan yang lurus dijadikan sebagai manhajul hayat (life style), dipraktekkan dan selalu berada di atas relnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika shalat merupakan tiang agama, maka al-jihad adalah puncak kemuliaannya, Allah adalah tujuan, Rasul adalah teladan, pemimpin dan panutan, sedangkan mati di jalan Allah adalah cita-cita yang paling mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika keadilan menurut Al-Ikhwan adalah salah satu tonggak setiap negara, maka persamaan merupakan bagian dari karakteristiknya, dan undang-undang yang bersumber dari syariat Allah; agar dapat merealisasikan keadilan yang mempertegas adanya persamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan antara bangsa, negara, dan umat manusia adalah hubungan gotong royong, saling membantu, dan bertukar pikiran, sebagai jalan dan sarana kemajuan berdasarkan persaudaraan, tidak ada intervensi, tidak ada pemaksaan kehendak, kekuasaan dan kediktatoran atau pengkerdilan hak orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ikhwanul Muslimun adalah jamaah yang memiliki cita-cita, mencintai kebaikan, bangsa yang tertindas, dan umat Islam yang terampas hak-haknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah mereka adalah salafiyah, karena mereka selalu mengajak umat untuk kembali kepada Islam, kepada penuntunnya yang suci, kepada Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya. Sebagaimana Al-Ikhwan adalah thariqah sunniyah (beraliran sunni), karena membawa jiwa mereka pada perbuatan dan dalam segala urusan sesuai dengan sunnah yang suci khususnya pada masalah aqidah dan ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ikhwan adalah jamaah shufiyah, mereka memahami bahwa dasar kebaikan adalah kesucian jiwa, kebersihan hati, kelapangan dada, kewajiban beramal, jauh dari akhlaq tercela, cinta karena Allah dan ukhuwah karena Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ikhwan juga merupakan jamaah yang bergerak dalam bidang politik, yang menuntut ditegakkannya reformasi dalam pemerintahan, merevisi hubungan negara dengan yang lainnya, dan membina umat pada kemuliaan dan kehormatan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ikhwan adalah jamaah yang memiliki vitalitas tinggi, memperhatikan kesehatan, menyadari bahwa mukmin yang kuat lebih baik dari mukmin yang lemah, dan berkomitmen dengan sabda nabi saw, “Sesungguhnya badanmu memiliki hak atas dirimu”, dan menyadari bahwa kewajiban-kewajiban dalam Islam tidak akan terlaksana kecuali dengan fisik yang kuat, hati yang penuh dengan iman, akal yang diisi dengan pemahaman yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ikhwan adalah jamaah persatuan keilmuan dan tsaqafah, karena ilmu dalam Islam merupakan kewajiban yang harus dikuasai, dicari walau hingga ke negeri cina, negara akan bangkit karena iman dan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ikhwan adalah jamaah yang memiliki ideologi kemasyarakatan, memperhatikan penyakit-penyakit yang menjangkit masyarakat dan berusaha mengobati dan mencari solusinya serta menyembuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ikhwan adalah jamaah yang memiliki kebersamaan ekonomi, karena Islam adalah agama yang mengatur hal-hal yang berkaitan dengan harta dan cara memperolehnya, nabi saw bersabda, “Sebaik-baik harta adalah milik orang yang shalih. Barangsiapa yang pada sore harinya mencari nafkah dengan tangannya sendiri maka ampunan Allah baginya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman ini menegaskan kesempurnaan makna Islam, keuniversalan dalam segala kondisi dan sisi kehidupan, pada segala urusan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Prinsip-Prinsip Al-Ikhwanul Muslimun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 1400 tahun lalu, nabi Muhammad bin Abdullah menyeru masyarakat di kota Makkah, di atas bukit Safa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian semua yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tiada Tuhan selain Dia, Yang dapat Menghidupkan dan Mematikan, maka berimanlah kepada Allah dan Rasul-nya yang ummi, yang beriman kepada Allah dan ayat-ayat-Nya dan ikutilah dia agar kalian mendapatkan petunjuk”. (Al-A’raf:158)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah menjadi pemisah dalam kehidupan secara menyeluruh, antara kehidupan masa lalu yang penuh dengan kezhaliman, masa depan yang cemerlang dan gemerlap, dan masa kini yang penuh dengan kesenangan, pemberitahuan yang gamblang dan transparan akan sistem yang baru. Pembuat syariatnya adalah Allah, Yang Maha Mengetahui dan Maha Mendengar. Penyampai risalahnya adalah nabi Muhammad saw, pembawa kabar gembira dan peringatan. Kitab dan undang-undangnya adalah Al-Quran yang jelas dan terang. Tentaranya adalah para salafush shalih, generasi pendahulu dari golongan Muhajirin dan Anshar serta mereka yang datang dengan kebaikan. Itulah shibghah Allah. Dan manakah shibghah yang terbaik selain shibghah Allah?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Padahal sebelumnya kamu tidak tahu mana al-kitab dan mana iman yang benar, namun Kami jadikan kepadanya cahaya yang memberikan petunjuk kepada siapa yang Kami Kehendaki dari hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu akan memberikan petunjuk ke jalan yang lurus. Jalan Allah yang memiliki apa yang ada di langit dan yang ada di bumi, ketahuilah hanya kepada Allah kembali segala urusan”. (As-syura:52-53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran adalah kumpulan dasar-dasar kebaikan pada seluruh sisi kehidupan, kumpulan berbagai prinsip yang memisahkan masyarakat pada jalannya menuju ketenangan, keamanan, kemajuan dan kepemimpinan. Allah telah memberikan dalam Al-Quran kepada umat penjelasan terhadap segala sesuatu, dasar-dasar dan prinsip-prinsip yang menjadi sumber kekuatan dan potensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa prinsip yang termaktub dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi-Nya saw yang harus dipegang teguh oleh insan muslim, rumah tangga Islami, masyarakat Islami, negara dan umat Islam adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rabbaniyah; segala orientasi individu, sosial atau negara, segala perbuatan, perilaku, pandangan dan politik harus berkomitmen dengan apa yang diridhai Allah, mentaati perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menjaga jati diri manusia dari hal-hal yang dapat membuat Allah murka, mulia dari segala yang rendah, dan berusaha menggapai tingkat kesucian diri (ikhlas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Beriman pada hari berbangkit, hisab, pembalasan dan siksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bangga dengan ikatan ukhuwah sesama manusia dan melaksanakan hak-haknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Perhatian dengan peran wanita dan laki-laki sebagai sekutu yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun masyarakat, komitmen dengan kesempurnaan, persamaan, dan menegaskan akan pentingnya peran keduanya dalam pembangunan dan kemajuan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kemerdekaan, kepemilikan dan musyarakah, hak untuk hidup, bekerja, dan mendapatkan ketenangan adalah hak mendasar setiap warga, di bawah naungan keadilan, persamaan dan undang-undang secara adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Nilai-nilai dan akhlaq merupakan jaminan ketenangan dan tegas dalam memerangi kemungkaran, kerusakan dan pengrusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kesatuan umat merupakan hakikat yang harus diwujudkan dan direalisasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Jihad merupakan jalan satu-satunya bagi umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Umat yang berambisi menggapai ridha ilahi dalam perilaku dan perbuatan, politik dan orientasi, setiap individu bangga dengan ikatan ukhuwah yang dapat menyatukan dan menyambung tali persaudaraan di antara mereka, berusaha untuk hidup dengan bebas tidak pengkebirian dan penindasan, pemahaman yang utuh, kesadaran dan keseriusan dalam merealisasikan prinsip-prinsip, melebihi pemahaman dan perbuatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Umat sebagai sumber kekuasaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Keadilan sebagai tujuan hukum dalam berbagai tingkatannya bahkan pada tingkat dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Syura sebagai asas dalam mengambil berbagai keputusan, tidak ada kediktatoran, individualisme dalam kekuasaan, bangga dengan kebebasan dan berusaha mempertahankannya dan menjadikannya sebagai hak setiap umat manusia sebagai anugerah dan karunia dari Allah untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana beberapa prinsip yang menjamin keabsahan di bidang ekonomi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak boleh menjadi perpanjangan tangan orang-orang kaya dan mengindahkan fakir miskin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Diharamkannya riba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Diharamkannya menimbun harta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Diharamkannya monopoli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Memberikan penghargaan terhadap kepemilikan pribadi yang dipergunakan untuk jamaah dan sesuai dengan syariat Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Misi dan Tujuan Al-Ikhwan Al-Muslimun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Banna menyampaikan misi dan tujuan yang ingin dicapai jamaah, beliau berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan dakwah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketenteraman dengan ajaran-ajaran Islam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana beliau juga memfokuskan dua target utama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya ingatkan untuk kalian dua tujuan utama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Membebaskan negeri Islam dari kekuasaan asing, karena merupakan hak alami setiap manusia yang tidak boleh dipungkiri kecuali orang yang zhalim, jahat atau biadab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mendirikan negara Islam, yang bebas dalam menerapkan hukum Islam dan sistem yang Islami, memproklamirkan prinsip-prinsip yang mulia, menyampaikan dakwah dengan bijak kepada umat manusia. Jika hal ini tidak terwujudkan maka seluruh kaum muslimin berdosa, akan diminta pertanggungjawabannya di hadapan Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung karena keengganan mendirikan daulah Islam dan hanya berdiam diri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syahid juga menyampaikan tujuan periodik yang harus dicapai oleh kaum muslimin, atau kaum muslimin dapat meraih dua tujuan besar dengan teliti dan jelas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Membentuk sosok muslim yang berbadan kuat, berakhlaq sejati, berpikiran luas, mampu bekerja dan mencari nafkah, beraqidah suci, beribadah yang benar, berjiwa sungguh-sungguh, pandai mengatur waktu, disiplin dalam segala urusannya, dan bermanfaat bagi orang lain, masyarakat dan negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membentuk rumah tangga Islami; memelihara adab-adab dan akhlaq-akhlaq Islami dalam segala aspek kehidupan rumah tangga dan masyarakat. Jika sosok muslim itu baik secara aqidah, tarbiyah dan tsaqafah, maka akan baik pula dalam memilih pasangan, mampu menunaikan hak dan kewajibannya, dan berperan serta dalam pembinaan anak-anak dan bergaul dengan orang lain, serta berpartisipasi dalam kebaikan di tengah masyarakat dan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika terbentuk rumah tangga Islami, maka akan terwujud pula masyarakat muslim yang menyebar ke segala penjuru dan aspek dakwah yang mengajak pada kebaikan dan memerangi keburukan dan kemungkaran, memotivasi perbuatan baik dan produktif, memiliki sifat amanah, memberi dan itsar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencapai pada masyarakat Islami hingga pada tahap pemilihan pemerintahan yang Islami, komitmen dengan syariat Allah, menjaga hak-hak Allah dalam berbangsa dan bernegara, menjaga dan memelihara hak-hak-Nya, komitmen dengan undang-undang kebebasan, keamanan, amal dan perubahan, mengungkapkan pendapat dan mengikutsertakannya dalam musyarakah dan mengambil keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintahan Islam yang didukung oleh masyarakat muslim, menunaikan perannya sebagai khadimul ummah, digaji dengannya, bergerak demi kebaikannya, pemerintahan ini membentuk anggotanya komitmen dengan Islam dan ajarannya, menunaikan kewajibannya, membantu non-muslim dari berbagai golongan masyarakat; demi merealisasikan eksistensi umat dan persatuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdirinya pemerintahan Islam yang dipilih oleh masyarakat muslim secara bebas, pemerintahan yang komitmen dengan syariat Allah sehingga melahirkan negara Islam yang diidamkan, negara yang memimpin negara-negara Islam lainnya, menyatukan perpecahan, mengembalikan kemuliaan dan harga dan mengembalikan negara mereka yang telah terampas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan negara Islam terhadap negara yang dipimpin harus memiliki karakteristik, kemampuan dan pondasi kepemimpinan, bukan hanya sekadar tuntutan namun sebagai realisasi dengan baik dan memiliki pertanggungjawaban yang besar. Membentuk persatuan umat Islam adalah suatu keniscayaan bukan kemustahilan, khususnya dalam bidang politik, ekonomi, dan militer yang tidak ternilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdirinya daulah Islamiyah yang bersatu atau kesatuan negara-negara Islam, mengembalikan eksistensi negara kepada umat, mengokohkan perannya dalam peradaban dan perdamaian serta ketenteraman di seluruh dunia, tanpa menggunakan kekuasaan dari kekuatan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam syahid berkata, “Sesungguhnya seluruh kaum muslimin akan berdosa dan bertanggung jawab di hadapan Allah yang Maha Tinggi dan Bijaksana karena keculasan mereka dalam menegakkan daulah Islamiyah dan berdiam diri tidak mau mewujudkan negara Islam dan berpangku tangan dari kezhaliman dan kejahatan sekelompok manusia di dunia saat ini, berdiri dengan angkuh di hadapan negeri-negeri dan dunia Islam, menyerukan prinsip-prinsip kezhaliman, meneriakkan suara kekejian, dan merampas hak-hak asasi manusia, sehingga tidak ada yang mau berkorban untuk membebaskan umat dan melakukan perlawanan demi berdirinya negara yang penuh dengan kebenaran, keadilan, perdamaian, ketenteraman dan kebebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tujuan yang ingin dicapai negara Islam bersatu adalah tersebarnya Islam ke seluruh penjuru dunia dan dakwah yang memiliki nilai-nilai, akhlaq dan adab, mengokohkan nilai-nilai kebebasan, keadilan dan persamaan, ikhlas menghadap Allah… begitu berat beban dan begitu agung peran yang dipandang orang sebagai khayalan… padahal menurut kaum muslimin adalah merupakan kenyataan; karena umat Islam tidak mengenal putus asa… tidak berhenti dalam berjalan, bekerja, dan memberi untuk mencapai tujuan; demi mengharap keridhaan Allah Taala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berada pada prinsip:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bahwa kami adalah umat yang tidak memiliki kemuliaan dan izzah kecuali dengan Islam baik aqidah, ideologi dan perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bahwa Islam adalah solusi dari segala permasalahan umat; politik, ekonomi masyarakat; internal dan external.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bahwa dengan Islam akan menjadikan setiap orang bekerja, setiap pelajar membutuhkan uang, setiap petani membutuhkan tanah, setiap warga membutuhkan tempat tinggal dan pasangan, kemapanan untuk hidup layak dari setiap manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bahwa penjajahan dan perampasan suatu negeri tidak akan selesai kecuali dengan mengangkat bendera Islam dan mengikrarkan jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bahwa persatuan negara Arab tidak terwujud kecuali dengan Islam. Demikian halnya dengan tauhid dan persatuan kaum muslimin tidak akan sempurna kecuali dengan Islam. Dan perubahan neraca demi kebaikan kaum muslimin bukan perkara mustahil jika ada komitmen dengan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bahwa usaha untuk mendirikan pemerintahan Islami adalah kewajiban. Persatuan berdasarkan asas Islam adalah kewajiban. Dan setiap persatuan yang mengarah pada diskriminasi tidak dibolehkan, karena itu harus ditolak dalam pemahaman dan ideologi insan muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bahwa mendirikan negara Islam merupakan keniscayaan dibanding yang lainnya. Jika para pelaku kejahatan, para penyembah berhala (benda mati), manusia atau hewan berusaha mengubah segala sesuatu, maka bagaimana mungkin seorang muslim menghindar dari mendirikan daulah Islam di bumi Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Islam memberikan pada setiap warganya hak dalam beribadah, merdeka, keamanan, dan beraktivitas serta bebas dalam mengungkapkan pendapat dan argumentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Bahwa hanya dengan penerapan Islam menjadikan persatuan umat memiliki derajat kekuatan yang tinggi dalam bidang materi dan immateri, produksi dan kontribusi, dan distribusi secara merata terhadap kekayaan dan memiliki tingkat kelembutan yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Sarana Al-Ikhwan Al-Muslimun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang tujuan menurut Al-Ikhwan Al-Muslimun erat hubungannya dengan sarana yang membantu dan membuka jalan agar tercapai tujuan yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insan Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pembentukan insan muslim memiliki peran yang sangat mendasar dari beberapa misi dan tujuan menurut Al-Ikhwan Al-Muslimun – maksud dari manusia di sini adalah sosok laki-laki dan perempuan, anak kecil laki-laki dan perempuan, pemuda dan pemudi – maka sarana untuk membentuk manusia yang memiliki karakter sejati dalam aqidah, keimanan, pemahaman, amal dan kontribusinya adalah terangkum pada beberapa hal berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Murabbi yang bergerak dalam pembinaan dan pembentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Metode yang tersusun dan manhaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lingkungan yang memiliki ideologi dan kemampuan memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamaah Al-Ikhwan Al-Muslimun memiliki perhatian yang sangat besar terhadap tarbiyah; karena hal itu merupakan jalan menuju orisinalitas pemahaman, pembenaran dan pendisiplinan gerak dan perbuatan, menjelaskan yang halal dan yang haram, yang wajib dan urgensi kebangkitan dengannya; guna meraih ganjaran dan pahala dari sisi Allah. Sebagaimana hal tersebut untuk mengokohkan dan memurnikan nilai-nilai dan karakter ukhuwah, tsiqah dan ribat (hubungan erat); karena penopangnya adalah Al-Quran dan Sunnah. Jika ada kesalahan pada salah satu dari tiga hakikat tersebut di atas maka akan merusak semuanya, karena tidak ada keraguan dalam menelurkan pribadi muslim dan wajihah yang memiliki konsern dalam memberi dan memantau (mutabaah) terhadap tarbiyah kecuali dengan pemahaman yang benar dan utuh, mengerahkan segala potensi yang dimiliki untuk menerapkan pemahamannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran dan tegaknya tarbiyah yang benar dan muntijah yang sesuai dengan kapasitas akal manusia dan hatinya pada ilmu, dzikir, amal dan kontribusi. Karena semua itu merupakan neraca kecemerlangan yang seyogianya menjadi bagian dari kesetiaan dan loyalitasnya dalam wirid harian, i’tikaf tahunan, qiyamullail, dan kesungguhannya terhadap akhlaq yang mulia, tajarrud (ikhlas) dalam melakukan aktivitas kemaslahatan umum dan menghindar dari kemaslahatan pribadi, memiliki prestasi yang baik dalam ilmu dan pengetahuan, dan kesungguhannya dalam menunaikan perannya di tengah keluarga dan masyarakatnya, di rumah dan tempat kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya juga perhatian dan semangat terhadap hafalan Al-Quran dan Hadits, mensinkronkan antara hafalan dan pengamalan serta keagamaan yang memiliki perhatian yang sangat besar oleh Al-Ikhwan Al-Muslimun, komitmen dengan manhaj yang bersumber dari Al-Quran dan sunnah, perhatian dalam membangun dan mendidik para pemuda, orang tua dan anak-anak terhadap tanzhim dan tartib (sistem dan keteraturan), yang diiringi oleh amal tarbawi; semangat dalam meraih target yang diinginkan dan ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Tangga Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika rumah tangga muslim sebagai tujuan kedua dari beberapa tujuan yang diinginkan oleh jamaah, maka sarana yang dapat direalisasikan kepada pengaplikasian dan perwujudannya di muka bumi ini yang menjadi perhatian jamaah adalah merealisasikan hal-hal yang dapat menuju pada tujuan tersebut, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memberikan kepada setiap muslim perhatian yang diinginkan terhadap rumah tangganya baik terhadap suami atau istri atau anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memberikan aktivitas kewanitaan haknya dalam membaca, menulis, liqa dan halaqah kewanitaan, dan kegiatan yang dibutuhkan oleh kaum wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memilih pasangan wanita yang shalihah dan pasangan lelaki yang shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengikutsertakan anak pada kegiatan dan aktivitas yang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Membuat dan membentuk perangkat yang dapat memelihara agenda keluarga dari berbagai tingkatannya, merinci peranan wanita muslimah dalam berbagai kegiatan, aktivitas dan pembinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Membersihkan suasana rumah tangga muslim dari pelanggaran-pelanggaran, dalam bingkai pemberian pengetahuan yang benar terhadap norma-norma dan pesan yang termaktub dalam Al-Quran dan Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Membuat dalam kelompok dan halaqah kewanitaan perpustakaan khusus wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Berusaha menyingkirkan penghalang yang dapat merubah rumah tangga muslim, materi dan non-materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat atau Bangsa yang Islami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sesuatu yang sulit untuk diwujudkan atau dihadirkan penerapan ajaran Islam ke tingkat hukum dan pemerintahan, kecuali melalui rakyat yang digerakkan oleh iman, memahami tujuan dan misinya melalui Kitabullah (Al-Quran) dan Sunnah Rasul-Nya dan mengamalkan keduanya. Pemerintahan yang Islami tidak akan berdiri dengan sendirinya namun harus bersandarkan pada keimanan, dan pondasi dari pemahaman yang benar akan mengintensifkan aktivitas, perjuangan dan usaha; mengharap ganjaran dan balasan yang besar dari Dzat yang telah menurunkan Islam kepada Rasul-Nya SAW, untuk disampaikan kepada manusia sehingga merasuk ke dalam jiwa mereka keimanan yang murni, ke dalam akal dan pikirannya pemahaman yang utuh, serta ke dalam al-jawarih dalam setiap perbuatan, perilaku, dan politik baik perbuatan dan praktek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tujuan utama yang diajukan oleh imam Al-Banna, menguatkan pandangannya terhadap permasalahan dari berbagai segi dan tingkatan, sebagaimana beliau mengungkapkan, “Harus ada fatrah (masa) dalam rangka mensosialisasikan prinsip-prinsip yang dipelajari dan diamalkan oleh bangsa, sehingga dapat memberikan pengaruh dalam kebaikan secara umum dan tujuan yang agung terhadap kebaikan individu dan tujuan yang minimal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga berkata, “Sarananya bukanlah dengan kekuatan, karena dakwah yang benar adalah menyampaikan dakwah ke dalam ruh/jiwa sehingga masuk ke dalam sanubari, mengetuk pintu hatinya yang menutupi jiwanya. Mustahil jika menggunakan tongkat atau menggapai tujuan dengan menggunakan panah yang tajam, namun sarana yang utama berada dalam hati dan pemahaman, agar menjadi nyata dan gamblang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksistensi masyarakat muslim atau bangsa muslim adalah melalui pengenalan dan pembentukan. Rasulullah saw pernah menfokuskan dakwahnya pada setiap jiwa para sahabat, saat beliau mengajaknya untuk beriman dan beramal, menyatukan hati mereka dalam cinta dan persaudaraan, hingga bersatu kekuatan aqidah menjadi kekuatan persatuan, demikian pula seharusnya yang dilakukan para dai yang mengikuti jejak nabi saw, mereka menyeru dengan ideologi dan menjelaskannya, mengajak mereka kepada dakwah; agar beriman dan menerapkannya, bersatu dalam aqidah sehingga wawasan mereka terus bersinar dan menyebar ke segala penjuru, ini semua merupakan sunnatullah dan tidak ditemukan dari sunnah Allah perubahan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi cara untuk mengeksistensikan bangsa muslim adalah pengenalan terhadap Islam dan jamaah, membentuk akhlaq dan nilai-nilai Islam, etika dan perilaku, melalui halaqah, sarana komunikasi, melalui kitab, risalah, dialog dan dakwah fardiyah… urgensi fokus tarbiyah berdasar orisinalitas dan ta’ziz (pengokohan) nilai-nilai pengorbanan dan kontribusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintahan Islami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mencapai pemerintahan Islami:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ikhwan mengangkat syiar dan komitmen dengannya melalui pemahaman mereka terhadap Islam, pengaplikasian dan komitmen dengan nilai-nilainya. Hal ini seperti yang telah digariskan oleh imam Syahid dalam ungkapannya, “Al-Ikhwan Al-Muslimun tidak menuntut diterapkannya hukum Islam untuk diri mereka sendiri, jika ada dari segolongan umat yang siap mengemban amanah yang berat ini dan mampu menunaikan amanah dan hukum dengan manhaj Islam dan Al-Quran, maka mereka adalah prajurit dan tentara penolongnya. Al-Ikhwan bukan para pencari hukum atau dunia, hukum menurut mereka bukan tujuan utama, namun sebagai wasilah dan amanah, tanggung jawab dan beban yang berat.” Beliau menambahkan, “Ikhwan sangat piawai dan cerdas dari mendahulukan terhadap hukum dan umat, maka harus diberikan waktu untuk bisa menyebarkan prinsip-prinsip yang dapat diketahui oleh bangsa; bagaimana bisa memberikan pengaruh terhadap maslahat umum, bagaimana bisa bangkit dengan perannya.” Maknanya adalah bahwa bangsa yang Islami adalah sarana menuju pemerintahan Islami, dan bangsa yang Islami memiliki hak dalam memilih pemerintahannya, dan memberikannya kepada siapa saja yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan kelima dan berpengaruh adalah daulah Islam yang membimbing negeri-negeri Islam kepada persatuan, menyatukan perpecahan umat Islam, mengembalikan negeri mereka yang terampas, sarana untuk mendirikannya harus melalui agenda yang tersusun rapi. Karena itu dakwah yang satu, tanzhim yang satu, konsep yang terpadu dan tarbiyah yang satu yang bersumber dari Kitabullah dan sunnah nabi-Nya; tauhid, tanzhim, tertata dalam barisan, tersusun secara rapi, bersatu dalam tujuan dan misi, berpedoman pada sarana yang kokoh guna mencapai kepada negara yang diidamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara Islam yang satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan keenam adalah mendirikan negara Islam yang bersatu, atau perserikatan negara-negara Islam, yang tergabung dalam negara mayoritas muslim. Negara yang satu di bawah pemimpin tunggal, yang berperan dalam pengokohan komitmen terhadap syariat Allah dan penerapannya, memuliakan risalah-Nya, bangga dengan eksistensi Islam di kancah dunia. Adapun sarananya adalah melalui pendahuluan yang benar, berdasar pada kaidah-kaidah yang bersih dan baik, sehingga menjadi bagian dari kemunculan wacana Islam di setiap negeri hingga pada akhirnya dapat merealisasikan agenda terbesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara Islam Internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tujuan ketujuh adalah usaha menegakkan daulah Islamiyah secara internasional, sehingga dapat mengokohkan hak setiap insan dimana mereka berada –baik kebebasan, keamanan, mengeluarkan pendapat dan ibadah, hingga mencapai pada berdirinya negara Islam bersatu– menunjukkan sarana penjamin terealisasinya agenda utama. Hal tersebut bukanlah mimpi namun kenyataan yang telah diberitakan oleh Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika daulah Islam dibangun atas dasar keimanan dan bangkit berdasarkan keimanan, sebagaimana potensi yang membentang dengan kekuatan dan kemampuan menuju jalan dan tujuan, berpedoman pada ilmu sebagai dasar dan sarana menggapai kemajuan, filter dan kesejahteraan umat. Kemajuan ilmu dan teknologi yang dibanggakan oleh Amerika secara khusus dan dunia Arab dan kaum muslimin menjelaskan akan urgensi ilmu dalam melengkapi persenjataan modern, guna menjaga dan melindungi diri dari musuh, menghadapi rekayasa dan politik kekuasaan, dan mengungkap kekerdilan pemerintahan negara Arab dan umat Islam, ketika tunduk pada blokade, saat mereka berkomitmen dengan perjanjian padahal musuh-musuhnya tidak pernah komitmen dengannya sehingga kekuatan berada pada mereka dibanding negara Arab dan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menjadikan ilmu sebagai kewajiban, memotivasi umat untuk menuntutnya dan menguasainya sekalipun tidak berada di negerinya sendiri. Rasulullah saw bersabda, “Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan”. Dan sebagaimana disabdakan, “Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Taimiyah berkata, dan beliau memiliki sanad yang shahih dari syariat Allah yang menjadikan ilmu adalah wajib, memotivasi untuk menuntutnya dan menguasainya, “Jika non-muslim maju dalam keilmuan dan seni… maka semua umat Islam berdosa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. Manhaj Al-Ikhwan Al-Muslimun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manhaj Al-Ikhwan Al-Muslimun sejalan dengan tabiat dakwah. Al-Ikhwan Al-Muslimun adalah salah satu jamaah dari kaum muslimin yang semenjak berdirinya berusaha untuk memperbaharui Islam dan merealisasikan misinya pada tingkat regional dan internasional, dengan memperhatikan kondisi zaman menuju pemahaman tsaqafah dan wawasan kekinian, memelihara orisinalitas dan obsesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi dan tujuan jamaah mencakup pada tsaqafah yang dapat merealisasikan misi dan tujuan tersebut. Islam modern dan orisinalitas yang memadai demi terealisasinya tujuan merupakan dua rukun utama dari berbagai manhaj lain. Matangnya syakhshiyah Islamiyah merupakan sarana yang tidak bisa terwujud tanpa memiliki wawasan Islam yang sempurna berpedoman pada konsep dasar dan tsawabut, mengenal kondisi zaman, bersungguh-sungguh dalam mengokohkan obsesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manhaj Al-Ikhwan memiliki keistimewaan, memiliki kesungguhan dalam memberikan filter kepada insan muslim terhadap sesuatu yang dapat menjauhkan dirinya dari guncangan jiwa dan fitnah, atau tipuan dan terpedaya dengan ideologi yang tidak seimbang. Karena itu adalah penting jika Ikhwan menegaskan bahwa Al-Quran dan sunnah adalah sumber manhaj mereka; berusaha membentuk azimah yang kuat yang dimiliki oleh insan muslim, pelaksanaan yang mantap bukan sekadar wacana dan tipuan, pengorbanan yang luhur, memahami prinsip-prinsip yang membedakan antara ashalah (orisinalitas) dan kepalsuan, kebenaran dan kepalsuan, semua itu harus berdasar pada keimanan yang dapat melindunginya dari kesalahan, menjauhkannya dari ketergelinciran, memberikan kepadanya keikhlasan dan zuhud, melahirkan sifat memberi dan berkorban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bidang inilah tampak peranan pengajaran dan lembaga-lembaganya, peranan tsaqafah dengan berbagai sumber dan yayasan-yayasannya, peranan informasi dengan berbagai sarananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana jamaah juga memperhatikan manhajnya dalam meletakkan keseimbangan kepada setiap muslim dalam berbagai aktivitasnya, pada setiap kejadian dan benturan yang menghadangnya, dalam sikap kekuatan yang berbeda dan berseberangan, memberikan kepada muslim wawasan keislaman yang optimis terhadap segala sesuatu dan urusan. Al-Quran dan sunnah adalah bashirah yang memberikan keterbukaan hati setiap muslim, membuka matanya sehingga keseimbangan dan kebijaksanaannya lebih teliti dan detail terhadap setiap permasalahan dan problema, demikian pula sebuah negara dan bagian-bagiannya yang dibangun atas dasar Islam, komitmen dengan syariat Allah dan berusaha merealisasikan misi-misinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opini umum terhadap ilmu-ilmu Islam harus mengacu pada manhaj-manhaj ini, karena ada sebagian ilmu yang merupakan kewajiban individu (fardhu ‘ain), ada tsawabit, ada spesialisasi, ada pembaharuan, ada juga ilmu-ilmu yang diharamkan dan makruh (dibenci).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan hak setiap muslim mendapatkan ilmu-ilmu yang diwajibkan dan mengetahui kaidah-kaidahnya, sebagaimana ilmu spesialisasi yang menjadi suatu kewajiban bagi para spesialis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada setiap fase dari kehidupan manusia memiliki manhaj yang sesuai dengan kehidupannya, sebagaimana pada setiap fase ada gerak dan aktivitas yang memiliki manhaj sesuai dengan kebutuhannya dan memberikan wawasan yang bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana keistimewaan manhaj yang para Ikhwan komitmen dalam bidang adalah dengan selalu mengedepankan dan memadukan pemahaman, mempersatukannya dalam satu wawasan; sehingga Islam tidak menjadi gambar/bentuk yang masuk ke dalam jiwa manusia sebagai hasil dari hilangnya manhaj yang benar, karena itu selalu disosialisasikan manhaj Islam secara ilmiah dan amaliyah sebagai aktivitas dakwah Ikhwan. Merubah manusia dari tidak Islami menjadi Islami; dari tidak komitmen dengan Islam menjadi sadar, paham, dan komitmen dengan Islam, sebagai aktivitas yang menyeluruh dan urgen; karena itu harus komitmen dengan manhaj yang memadai dan mewujudkan perubahan yang diidamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manhaj Islami juga tidak meninggalkan lubang yang dapat dimasuki kesesatan atau kerancuan akal pikiran atau hati setiap muslim, karena dia manhaj yang berambisi menutup segala lubang dan tempat masuknya fitnah dan keraguan. Dan pada waktu yang bersamaan menggerakkan muslim untuk siap menghadapi serangan, berinteraksi dengannya didukung dengan pemahaman yang benar dan kesadaran yang matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen dengan manhaj Islam menghasilkan karakter tersendiri yang dimiliki seorang muslim dan jamaah muslimah. Pada tiap fase yang dimiliki mempunyai karakter dan syiar. Sebagaimana pada setiap jamaah memiliki syiar yang menjadikan pada setiap marhalah dan fase berjalan sesuai dengan manhajnya, berlalu sesuai dengan perjalanan jamaah melalui jalan, sarana, misi dan tujuan-tujuannya, seperti syiar yang hingga kini masih dikumandangkan dan diulang serta selalu diserukan; Allah adalah tujuan, Rasulullah adalah pemimpin dan imam dan jihad adalah jalan satu-satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manhaj yang dimiliki oleh jamaah menegaskan akan nizham dan ketertiban, komitmen dengan jalannya, semangat dalam memberikan kritik yang konstruktif, menghargai pendapat orang lain, siap melakukan perubahan dan pembaharuan, mengakui hukum tadarruj (hukum berjenjang) dan tidak berlebih-lebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manhaj Al-Ikhwan dalam melakukan perbaikan masyarakat dan tarbiyah tampak pada karakter tujuan asasi yang menjadi fokus dan perhatian jamaah, di antaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rabbaniyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bersentuhan dengan jiwa kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Meyakini adanya ganjaran dan balasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Memproklamirkan persaudaraan insani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Laki-laki dan wanita bersatu dalam berkontribusi membangun masyarakat, memiliki porsi masing-masing agar lebih fokus dan kuat terhadap misinya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tawazun (seimbang) dalam memenuhi hajat ruh dan jasad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Memberikan jaminan kepada masyarakat hak untuk hidup, mendapatkan keamanan, kebebasan, pemilikan, aktivitas, kesehatan dan mengeluarkan pendapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Menegaskan pentingnya persatuan, dan tercelanya perpecahan, berusaha menghilangkan khilaf dan perdebatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manhaj ini mengajak untuk bersikap optimis seperti yang difirmankan Allah Taala, “Jangan merasa hina dan sedih” (Ali Imran:139), memotivasi dalam menjalankan kehidupan, kekuatan, bekerja dan produktif serta menegaskan akan jati diri, jati diri seorang muslim yang bersumber pada kemuliaan Tuhannya, “Dan kemuliaan hanyalah Milik Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang beriman.” (Al-Munafiqun:8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana menegaskan akan kepemimpinan dan kebaikan, “Kalian adalah umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, mengajak pada yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar.” (Ali Imran:110), mengajak untuk memiliki sifat malu seperti yang diajarkan oleh Rasulullah saw dan menjadikannya bagian dari iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun motivasinya dalam kekuatan ditegaskan dalam ayat Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Dan persiapkanlah semampu kalian dari kekuatan,” (Al-Anfal:60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Maka berperanglah di jalan Allah orang-orang yang menjual hidup mereka dengan akhirat.” (An-Nisa:74)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.al-ikhwan.net/al-ikhwan/"&gt;Sumber Al-Ikhwan&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-1860076520823721039?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/1860076520823721039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/11/siapakah-al-ikhwan-al-muslimun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/1860076520823721039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/1860076520823721039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/11/siapakah-al-ikhwan-al-muslimun.html' title='Siapakah Al-Ikhwan Al-Muslimun?'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-1861008493629219897</id><published>2009-11-29T14:56:00.000-08:00</published><updated>2009-11-29T14:56:12.493-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Generasi dakwah'/><title type='text'>Rijalud Dakwah (Generasi Dakwah)</title><content type='html'>Kalau pada zaman dahulu, ada kemurtadan, dan ada Abu Bakar, sehingga kemurtadan itu sirna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini ada masyarakat, mana Hasan Al Banna-nya?!!&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika kita membicarakan salah satu tokoh diantara tokoh ummat yang pernah hidup dalam perjalanan sejarah, kita akan menemukan persamaan antara tokoh yang satu dengan tokoh lainnya. Persamaan itu dapat kit ambil titik temunya, mereka adalah orang-orang yang memiliki:  Quwwatur-ruh, dan Quwwatul qalb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kekuatan ini, kuat pula segala hal lain yang mereka miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar apa yang diungkapkan oleh Bisyr Al Khothib yang dikutip oleh Syekh Ahmad Rasyid dalam kitabnya, katanya: “Cukuplah bagimu, engkau melihat orang-orang yang telah mati yang ketika sejarah hidupnya dipelajari hati menjadi hidup, sebagaimana ada pula manusia-manusia yang hidup diantara kita yang dengan melihatnya hati kita menjadi mati”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw pernah bersabda dalam sebuah hadits shahih yang banyak dikutip dalam buku-buku sirah, ketika para sahabat menceritakan kepribadian Umar ra, Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّهُ قَدْ كَانَ فِيمَا مَضَى قَبْلَكُمْ مِنَ الْأُمَمِ مُحَدَّثُونَ وَإِنَّهُ إِنْ كَانَ فِي أُمَّتِي هَذِهِ مِنْهُمْ فَإِنَّهُ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّاب&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya pada setiap ummat ada orang yang mendapatkan ilham (muhaddits). Sesungguhnya jika di dalam ummatku ada muhaddits, maka dia adalah Umar”. (Ahmad dan Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita membaca sejarah hidup Umar ra, kita akan menemukan bahwa beliau adalah orang yang memiliki banyak keistimewaan. Salah satunya adalah ilham yang dimilikinya. Suatu ketika, saat beliau berdiri di mimbarnya, Allah memperlihatkan kepadanya perjalanan pertempuran antara Sariyyah dan Romawi, dari jarak ratusan, bahkan ribuan mil, Umar memerintahkan: “Wahai Sariyyah, berlindunglah ke balik gunung, berlindunglah ke gunung”. Para sahabat yang mendengar kebingungan, tapi diantara mereka tidak ada yang berprasangka bukan-bukan terhadap Umar. Ketika Sariyyah pulang dari pertempuran dengan membawa kemenangan, mereka bertanya: “Apakah kalian mendengar seruan Umar?”. Kata Sariyyah: “Kami mendengar dan kami mentaatinya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan lain, dalam kesendiriannya, Umar berkata: “Barang siapa dari keturunanku nanti memiliki luka di wajahnya, dia akan meramaikan dunia dengan keadilannya”. Ketika Umar bin Abdul Aziz lahir, di wajahnya tidak ada luka. Tapi ketika ia masih kecil, dia pernah terluka di wajahnya ketika sedang bermain-main. Ini sekaligus sebagai bukti kebenaran Ilham Umar ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Abdul Aziz bin Marwan (Bapaknya Umar bin Abdul Aziz) melihat hal itu, ia mengatakan: “Kalau engkau adalah orang yang diungkapkan oleh kakekmu dulu, engkaulah pemakmur dunia ini dengan keadilan”. Kebenaran ini terbukti kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 99 H, Umar bin Abdul Aziz diangkat menjadi khalifah. Meskipun ia hanya menjabat sebagai khalifah selama dua tahun lima bulan, namun hasil kekhalifahannya terlihat jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Hayatush-Shahabah disebutkan, ketika Umar menjadi khalifah, adalah seorang pemuda yang menjadi rakyatnya yang setiap shalat digoda oleh wanita cantik untuk berbuat serong. Lama kelamaan ia tergoda dan melakukan perbuatan serong. Ia menyesal dan kemudian meninggal. Ketika Umar tidak melihat pemuda ini dalam jama’ah shalat, bertanyalah Umar tentang pemuda ini. Diceritakanlah kisah tentang pemuda itu. Karena kematiannya berada di tempat orang yang hanya pemuda itu dan si wanita, segeralah pemuda itu dikuburkan tanpa memberitahu orang lain. Ketika Umar ra mengetahui, ia bertanya: “Mengapa kalian lakukan yang demikian?”. Kemudian Umar ra ingin bicara langsung dengan pemuda itu. Umar ra kemudian mendatangi kuburan pemuda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah kita menemukan pula kejadian serupa dalam diri imam Syafi’i. Beliau adalah orang yang mendapatkan ilham. Muridnya yang empat: Ar-Rabi’ bin Sulaiman, Al Buwaithi, Al Muzani dan Ibnu Abdil Hakam, sebelum meninggal mengungkapkan kepada murid-muridnya tersebut, kamu akan menjadi ini, kamu akan menjadi ini dan sebagainya. Semua ucapan imam Syafi’i ini kemudian terbukti kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasa warsa ini, salah satu tokoh yang insya Allah mendapatkan ilham adalah asy-syahid imam Hasan Al Banna rahimahullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita membaca buku Ikhwanul Muslimin; Ahdats Shana’at-Tarikh, kiat akan melihat bahwa perjalanan awal asy-syahid Sayiid Qutub, kelasnya selevel dengan “Nurcholis group”. Saat itu di Mesir terbit majalah sastra yang menjadi ajang pertemuan 20 sastrawan. Salah satu kubunya adalah para tokoh aliran sastra bebas yang dikomandani oleh Abbas Mahmud Al Aqqad, dan kubu lainnya adalah sastrawan muslim yang dikomandani oleh Musthofa Shadiq Ar-Rafi’i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyid Qutub adalah murid pilihan Al Aqqad. Ketika Musthofa meninggal, Al Aqqad naik, karena tidak ada saingan, murid-muridnya diberi rangsangan untuk menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah surat kabar mingguan, Sayyid Qutub menulis makalah di mana dia menyerukan kepada para wanita muslimah untuk membuka auratnya, karena menutup aurat dianggap olehnya sebagai penghambat kemajuan wanita.&lt;br /&gt;Tulisan ini dibaca oleh Ustadz Abdul Halim Mahmud dan beliau membuat tanggapan. Tapi sebelum tanggapan ini dimuat di media massa, Ustadz Abdul Halim mendiskusikannya terlebih dahulu dengan Imam Al Banna. Kata Imam Al Banna: “Saya menyetujui 100 % tulisan kamu, tapi saya memiliki perasaan lain tentang orang ini, berilah beberapa pertimbangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Dia masih muda, dan apa yang ditulisnya bukanlah dari otaknya sendiri, tapi dari lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Anak muda biasanya menyenangi sensasi dan mencari musuh, apa yang dilakukan Sayyid Qutub oleh Imam Al Banna dinilai sebagai upaya mencari eksistensi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: karena dia masih muda, kita masih memiliki harapan, siapa tahu dia akan menjadi pemikul beban da’wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertimbangan yang lain, kata Imam Al Banna, dia (Sayyid) menulis di surat kabar yang tidak terlalu terkenal di Mesir ini. Kalaupun dikenal, makalah atau kolom, umumnya tidak terlalu menarik perhatian orang banyak untuk membacanya, apalagi kalau ditulis oleh seorang pemula yang belum memiliki nama. Kalau kita menanggapinya, orang-orang yang semula tidak tahu menjadi ingin mengetahuinya, dan orang-orang yang mungkin pernah membaca secara selintas akan mengulang kembali membacanya untuk mengenali muatan tulisan tersebut. Tujuan anak muda ini menulis adalah untuk mendapatkan serangan atau tantangan dari khayalak yang dengan serangan itu akan menaikkan dan mengangkat namanya. Imam Al Banna berkata lagi: “Kalau kita bantah tulisan itu, kita berarti menutup kesempatan diri pemuda itu untuk bertobat karena orang cenderung untuk membela diri jika kesalahannya diluruskan, apalagi bila pelurusan itu dilakukan di depan umum, ia akan membela dirinya mati-matian, meskipun dalam hati kecilnya ia menyadari kesalahan atau kekeliruannya. Dengan demikian, kalau tanggapan itu kita lakukan, berarti kita telah menutup kesempatan bertaubat bagi dirinya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Imam Al Banna mengatakan: “Wahai Mahmud, inilah pandanganku tentang orang ini, akan tetapi, kalau engkau tetap ingin mengirimkannya, silahkan saja”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Mahmud setuju untuk meninjau kembali rencana pengiriman tulisan itu, sehingga akhirnya tulisan itu tidak jadi dikirim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada akhirnya, terbuktilah kebenaran perasaan Imam Al Banna, sebab pada akhir perjalanan hidupnya, Sayyid Qutub menjadi penopang dan pemikul beban da’wah dan iapun bergabung dengan jama’ah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu merupakan bagian dari firasat seorang mukmin yang dimiliki oleh Imam Al Banna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih jelasnya, mari kita ikuti perjalanan beliau sejak kecil hingga beliau meninggalkan dunia yang fana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al Banna dilahirkan sama dengan tahun dilahirkannya Sukarno, yaitu tahun 1906 M, di suatu wilayah yang bernama Al Mahmudiyah. Beliau dilahirkan dari keluarga yang gemar kepada ilmu. Ayahnya seorang ulama yang bernama Asy-Syekh Ahmad bin Abdur-Rahman As-Sa’ati, seorang tukang jam. Meskipun seorang tukang servis jam, namun beliau juga seorang ulama. Diantara karya besarnya adalah menertibkan kitab hadits musnad Imam Ahmad sesuai dengan urutan tema fiqih, kitab itu diberi nama Al Fathu Ar-Rabbani fi Tartibi Musnadil Imami Ahmad Asy-Syaibani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kecil beliau mendapatkan pendidikan di Madrasah Ar-Rosyad Ad-Diniyyah yang diasuh oleh Asy-Syekh Az-Zahroni. Disekolah SD itulah beliau menghafal Al Qur’an sebanyak setengah Al Qur’an atau kurang lebih 15 juz. Rupanya sekolah ini tidak lama umurnya, karena Asy-Syekh Az-Zahrani ditarik oleh departemen pendidikan di sana, dan bubarlah sekolahan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau kemudian melanjutkan sekolahnya di Al I’dadiyyah. Disana beliau membagi waktunya menjadi empat bagian: belajar di pagi hari, kemudian sepulang sekolah beliau belajar memperbaiki jam hingga sore hari, dan di malam harinya beliau mempersiapkan diri untuk sekolah besok paginya, dan pagi harinya setelah shalat Shubuh, beliau menghafalkan Al Qur’an. Dengan kebiasaan inilah beliau hampir menamatkan hafalan Al Qur’annya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tamat di Al I’dadiyyah, Hasan Al Banna kecil melanjutkan sekolahnya ke Madrasah Al Mu’allimin Al-Awwaliyyah di Damanhur. Disana beliau tamat menghafalkan Al Qur’an. Madrasah Al Mu’allimin ini adalah sekolah yang di sini setingkat dengan SPG atau SMU. Setelah itu beliau mendapatkan dua peluang belajar, di Al Azhar atau di Darul ‘Ulum. Kalau melanjutkan di Darul ‘Ulum ia akan menjadi guru. Dan kalau di Al Azhar beliau bisa melanjutkan dan biasanya menjadi ulama besar. Namun beliau lebih memilih Ma’had Darul ‘Ulum program diploma tiga tahun. Lalu pindahlah beliau ke Kairo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa mudanya –bahkan sejak masih duduk di bangku SD- Hasan Al Banna tertarik kepada salah satu tarekat yang memang tumbuh menjamur pada masa itu. Tarekat yang diminatinya bernama tarekat Al Hashafiyyah, yang didirikan oleh seorang ulama besar bernama Syekh Al Hasanain Al Hashafi, seorang tamatan Al Azhar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku yang ditulis oleh Imam Al Banna; Mudzakkiratud-Da’wahwah Wad-Da’wahiyah, disebutkan, tarekat yang didirikan oleh Syekh Al Hashafi berbeda dengan tarekat-tarekat lain yang ada pada masa itu. Syekh Al Hashafi selalu gemar menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar. Imam Al Banna bercerita tentang Syekh Al Hashafi, meskipun beliau belum pernah bertemu langsung dengannya. Kata beliau, pada saat berkunjung kepada Syekh Khudhari Bik, seorang penguasa Mesir, beliau menyampaikan salam yang kemudian dijawab oleh Hudhari Bik dengan isyarat. Dengan berang Al Hashofi mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رَدُّ السَّلاَمِ وَاجِبٌ، وَلاَ يَكْفِي بِاْلإِشَارَةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjawab salam hukumnya wajib dan tidak cukup dengan isyarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Khudhari Bik malu sendiri dan menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ketika beliau diundang oleh seorang perdana menteri Mesir bersama ulama-ulama yang lain, beliau melihat ulama-ulama tersebut menundukkan kepala kepada perdana menteri karena mengikuti seorang ulama yang menundukkan kepalanya kepada sang perdana menteri itu. Ketika melihat hal itu syekh Al Hashafi memukul dan berkata kepada para ulama itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا هَذَا! اَلرُّكُوْعُ للهِ فَقَطْ، وَلاَ يَحِلُّ الرُّكُوْعُ لِلنَّاسِ!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang ini! Ruku’ itu hanya untuk Allah semata, dan tidak halal ruku’ kepada manusia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah diantara kisah kepribadian Syekh Hasanain Al Hashafi yang membuat Hasan Al Banna tertarik kepadanya dan ingin berhubungan lebih jauh dengan tarekat yang didirikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mengikuti tarekat Al Hashafiyah semasa dipimpin oleh putra Syekh Hasanain Al Hashafi, namanya syekh Abdul Wahhab bin Hasanain Al Hashafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan oleh Imam Al Banna bahwa syekh Abdul Wahhab tidak sekeras dan setegas bapaknya. Namun beliau orang bersih, lurus dan dikenal sebagai ahli suluk, yaitu orang yang ibadahnya tidak diragukan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga bisa dikatakan sebagai orang yang mulham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika beliau bersama seorang sahabatnya yang bernama Ahmad Affandi As-Sakari bertemu dengan syekh Abdul Wahhab, beliau mengatakan kepada keduanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَنَّنِيْ أَتَوَسَّمُ أَنَّ اللهَ سَيَجْمَعُ عَلَيْكُمُ الْقُلُوْبَ وَيَنْضَمُّ عَلَيْكُمْ كَثِيْرًا مِنَ النَّاسِ، فَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ سَيَسْأَلُكُمْ عَنْ أَوْقَاتِ هَؤُلاَءِ الَّذِيْنَ سَيَجْتَمِعُوْنَ عَلَيْكُمْ، أَفَدْتُمُوْهُمْ فِيْهَا، وَيَكُوْنُ لَهُمْ الثَّوَابُ، وَلَكُمْ مِثْلُهُمْ، أَمْ اِنْصَرَفَتْ هَبَاءً فَيُؤَاخَذُوْنَ وَتُؤَاخَذُوْنَ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat dari wajah kalian bahwa Allah swt akan menghimpun hati manusia kepada kalian dan Allah akan menyatukan mereka kepada kalian. Dan ketahuilah bahwa Allah swt akan bertanya kepada kalian atas waktu mereka yang berkumpul kepada kalian itu, apakah kalian memberikan kepada mereka manfaat dan tentunya mereka akan mendapat pahala dan demikian pula kalian, atau waktu mereka itu hilang percuma, maka mereka akan dimintai pertanggung jawaban dan demikian pula kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang diungkapkan oleh Syekh Abdul Wahhab kepada Hasan Al Banna dan Ahmad Affandi As-Sakari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalamannya di tarekat inilah beliau mulai berorganisasi dengan membentuk satu organisasi yang diberi nama Jam’iyyah Al Khairiyyah Al Hashafiyyah. Dalam organisasi ini yang menjadi ketuanya adalah Ahmad Affandi As-Sakari –yang nantinya dalam jama’ah Ikhwanul Muslimin dia menjadi wakil- dan yang menjadi sekretarisnya adalah Hasan Al Banna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktifitas organisasi ini ada dua:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menyebarkan da’wah kepada akhlaq yang mulia dan memerangi berbagai kemunkaran dan hal-hal yang diharamkan dan tersebar luas di masyarakat, seperti: judi, minuman keras, dan bid’ah-bid’ah yang ada pada perayaan-perayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menghadapi propaganda missi Zending Kristen yang ada di Mesir pada waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku Mudzakkirotud-Da’wah Wad-Da’iyah Imam Al Banna menceritakan, beberapa kantor IM berdampingan dengan kantor-kantor missi kristenisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita lihat pula dalam kitab fi qafilatil Ikhwan Al Muslimin yang ditulis oleh Ustadz Abbas As-Sisi, foto-foto yang ada dalam buku tersebut menggambarkan betapa jama’ah ini memiliki toleransi dengan orang-orang palangis itu. Hasan Al Hudhaibi, mursyid am kedua misalnya, dalam foto-foto itu bergambar berdampingan dengan pembesar Kristen Qibti. Hal itu menandakan bahwa jama’ah ini sejak pertama tidak melupakan peran sosialnya kepada orang Nasrani yang merupakan bagian dari ummat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beliau selesai dari Mu’allimin Al Awwaliyyah dan setelah beliau memilih Darul ‘Ulum sebagai sekolah kelanjutannya, beliau terpaksa harus berpisah dengan keluarga dan sahabat yang dicintainya. Disana, di Kairo, beliau hidup sendirian dan tidak mengandalkan kiriman wesel dari orang tuanya, beliau benar-benar mandiri. Karena kemandiriannya ini, beliau menjadi sangat sibuk, sampai-sampai ketika menjelang ujian masuk Darul ‘Ulum beliau tidak sempat belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Ahdats Shana’at-Tarikh Imam Al Banna bercerita: Di malam ujian itu beliau melakukan shalat tahajjud seperti biasanya, dan memohon serta mengadu kepada Allah swt. Dalam do’anya beliau berkata: “Ya Allah! Sesungguhnya Engkau tahu betapa rindunya diriku kepada ilmu dan betapa cintaku kepada-Mu, tapi Engkau juga tahu betapa sibuknya diriku dalam mencari ma’isyah untuk mempertahankan hidup di kota ini, berilah jalan keluar bagiku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau akhirnya tertidur malam itu dan bermimpi kedatangan seseorang yang membawa buku dan membuka-buka buku itu dan dia turut membuka dan membacanya. Ketika ujian tiba, ternyata apa yang dia baca dalam mimpi itulah yang diujikan esok harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau lulus dan mendapatkan nilai istimewa. Ini juga salah satu tanda bahwa beliau termasuk seorang yang Muhaddats, Mulham karena kebersihan dan ketaqwaannya, insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau selanjutnya belajar di Darul ‘Ulum dengan lancar. Selain mencintai Al Qur’an dan As-Sunnah, beliau juga menyenangi syi’ir-syi’ir Arab. Setiap mendapatkan syi’ir beliau mencatatnya hingga buku-bukunya tentang syi’ir bertumpuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ujian kelulusan dari Darul ‘Ulum, saat tes lisan, beliau bawa buku-buku itu. Salah satu dari dua orang penguji bertanya tentang apa yang dihafalnya dari syi’ir-syi’ir itu. Dia menjawab: “Semuanya aku hafal”. Yang satunya lagi bertanya: “Bait mana yang paling engkau senangi dari syi’ir-syi’ir itu? Al Banna mengatakan: “Bait Syi’ir yang diucapkan oleh Thorfah bin Al ‘Abd, salah seorang penyair di zaman jahiliyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا الْقَوْمُ قَالُوْا مَنْ فَتَى؟ خِلْتُ أَنَّنِيْ عُنِيْتُ فَلَمْ أَكْسَلْ وَلَمْ أَتَبَلَّدِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila orang bertanya : “Siapa pemuda? Saya membayangkan akulah yang dimaksud, karenanya, saya tidak bermalas-malas dan tidak membodohi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban itu, sang penguji mengatakan: “Wahai anakku, dengan demikian aku nyatakan engkau lulus dari Darul ‘Ulum, dan yang memiliki jawaban seperti ini hanya engkau dan ustadz Muhammad Abduh. Aku melihat bahwa engkau akan memiliki masa depan yang gemilang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada syi’ir lain yang selalu beliau kumandangkan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَدْ رَشَّحُوْكَ لأَمْرٍ لَوْ فَطِنْتَ لَهُ فَارْبَأْ بِنَفْسِكَ أَنْ تَكُوْنَ مَعَ الْهَمَلِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang telah mencalonkan kamu untuk suatu urusan, kalau saja kamu tahu. Maka jagalah dirimu jangan sampai engkau termasuk orang-orang yang lalai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau lulus dari Darul ‘Ulum tahun 1926 M dan langsung memilih mengajar di sebuah SD di Isma’iliyyah. Ketika beliau hidup di tengah masyarakat, mulailah beliau berkomunikasi dan berbaur dengan masyarakat dan mendekati tokoh-tokoh agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam di bulan Ramadhan, beliau berkumpul bersama tokoh-tokoh ulama di rumah salah seorang ulama senior yang bernama syekh Yusuf Ad-Dajawiy. Di masa itu, orang-orang sosialis komunis, kapitalis dan palanis telah merajalela dalam pengrusakan ummat, sehingga kemungkaran tersebar ke mana-mana. Dalam kesempatan tersebut Hasan Al Banna mengutarakan keresahan hatinya dan meminta para ulama itu untuk melakukan sesuatu demi amar ma’ruf nahi munkar. Jawaban syekh Yusuf pada waktu itu: “Sesungguhnya Allah swt tidak membebani seseorang yang melebih kemampuannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban seperti itu Hasan Al Banna tidak puas, ia kemudian berkata: “Wahai Syekh! Andaikan ucapan ini diucapkan oleh selain anda, mungkin kami bisa menerimanya, tapi bila anda yang mengucapkannya, maka sulit bagi kami untuk menerimanya. Ucapan ini terkesan lebih merupakan pembelaan diri, sementara tidak ada sesuatu-pun yag anda lakukan untuk membendung kemungkaran ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya ucapan Hasan Al Banna ini membuat marah hadirin yang lain. Tapi Al Hamdulillah beliau didukung oleh salah seorang hadirin yang bernama Syekh Bik Kamil. Hasan Al Banna sebenarnya baru pertama kali bertemu dengan syekh Ahmad Bik Kamil ini, namun karena pembelaannya yang tepat pada waktunya itu –di saat Al Banna dalam posisi tersudut- membuat Al Banna tertarik kepadanya dan berharap dapat berjumpa kembali dengannya pada masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pembicaraan itu terus berkepanjangan, sementara mereka yang hadir juga diundang di majlis yang lain, maka syekh Yusuf mengajak tamu-tamunya untuk pergi. Hasan Al Banna yang sebenarnya tidak diundang untuk acara tersebut, ikut pula bersama mereka. Mereka semua berkunjung ke rumah salah seorang ulama yang bernama syekh Muhammad Sa’ad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah syekh Muhammad Sa’ad, Hasan Al Banna sengaja memilih tempat duduk persis di sebelah syekh Yusuf yang merupakan ulama yang dituakan, agar perhatian turut pula ditujukan kepadanya. Benar saja, tuan rumah tidak lama kemudian bertanya kepada syekh Yusuf tentang pemuda yang ada di sebelahnya, yang tidak lain adalah Hasan Al Banna, yang saat itu usianya baru 21 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah syekh Sa’ad mereka disuguhi aneka makanan lezat. Melihat semuanya itu, Hasan Al Banna merasa panas dan tidak senang hatinya. Beliau kemudian berkata: “Apakah kalian kira Allah swt tidak akan menghisab kalian dengan apa yang kalian perbuat seperti ini? Jika kalian tahu bahwa Islam memiliki ulama-ulama selain kalian, tolong tunjukkan aku kepada mereka, mungkin aku akan mendapatkan sesuatu dari mereka yang tidak aku dapatkan pada kalian!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapan Hasan Al Banna ini, syekh Sa’ad menangis, lalu ia berkata: “idzan, madza af’al (kalau begitu, apa yang harus saya lakukan?) jawab Al Banna: Masalah ummat ini adalah masalah yang berat. Sebagaimana mereka menyerang ummat ini dengan tulisan-tulisan, kita hadapi pula tindakan mereka dengan tulisan, kalian adalah ulama-ulama besar dan memiliki hubungan yang luas. Kumpulkan orang-orang kaya untuk menyokong dana dan kalian para ulama menyiapkan tulisan-tulisan untuk menghadapi serangan mereka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban Hasan Al Banna, syekh Sa’ad segera memerintahkan untuk menyingkirkan makanan dan minuman, dan kemudian mengambil pena dan kertas. Malam itu juga mereka menginventarisir siapa ulama yang harus mereka hubungi untuk membuat tulisan dan siapa orang-orang kaya yang akan dimintai bantuan dananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok ini pada saat itu agak berseberangan jalan dengan kelompok syekh Rasyid Ridha dan kawan-kawannya. Pada malam itu syekh Sa’ad memerintahkan pula untuk melibatkan syekh Rasyid Ridha dkk. Diantara yang hadir mengatakan: “Bukankah mereka berbeda (tidak sefikrah) dengan kita? Jawab syekh Sa’ad: “Masalah sekarang ini lebih besar daripada masalah yang kita perselisihkan selama ini, lupakan semua perbedaan itu dan kita cari apa yang kita sepakati”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pertemuan inilah kemudian berdiri satu jam’iyyah, yaitu: Jam’iyyah Syubbanul Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama setelah itu terbitlah majalah Syubbanul Muslimin yang bernama Al Fath Al Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan Al Banna sebelumnya, semasa di Kairo, selain belajar, beliau juga aktif berda’wah. Ketika di Al Isma’iliyyah, beliau kembali melakukannya. Beliau mendatangi kedai-kedai kopi. Da’wah beliau begitu indahnya. Meskipun hanya beberapa menit saja, mampu mengundang sempati orang-orang yang kurang terpelajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika datanglah beberapa orang kepada Hasan Al Banna. Mereka berkata: “Wahai Ustadz! Kami sudah tidak sabar. Kami hanyalah orang yang tidak mengerti apa-apa, hendak engkau bawa kemana-pun kami, kami akan ikuti. Sekarang, apa yang harus kami lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pembicaraan-pembicaraan seperti ini, kemudian pada bulan Maret 1928 M terjadilah pembai’atan pertama dalam sejarah jama’ah ini. Ada enam orang yang berbai’at, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hafizh Abdul Halim. 2. Ahmad Al Hushari. 3. Fuad Ibrahim. 4. Abdur-Rahman Hasbullah. 5. Isma’il Izz, dan 6. Zakkiy Al Maghribi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah keenam orang ini berbai’at, salah seorang diantaranya bertanya: “Sekarang kita sudah berkumpul, hendak kita namakan apa kelompok kita ini? Apakah kita perlu membentuk organisasi atau klub atau salah satu tarekat atau yang lainnya dan kita mengambil bentuk yang formal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan Al Banna menjawab: “Sesungguhnya kita tidak termasuk yang ini atau yang itu dan kita tidak terlalu peduli masalah formal seperti ini. Hendaknya kita menjadikan awal dan dasar pertemuan ini karena kesamaan fikrah, perasaan dan kesamaan untuk beramal. Kita bersaudara dalam berkhidmah kepada ummat Islam. Berarti kita adalah Ikhwanul Muslimin”. Sejak itulah istilah Ikhwanul Muslimin digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa sisi lain dari kehidupan Hasan Al Banna yang dapat kita pelajari. Diantaranya adalah sebagaimana yang diungkapkan oleh Ustadz Abdul Halim Mahmud ketika beliau berjumpa dengan seorang ulama Al Azhar yang dikenal dengan sebutan Hakimul Islam, yaitu: Syekh Thanthawi Jauhari. Beliau adalah seorang ulama yang berusaha menggabungkan ilmu qauli dengan ilmu kauni, salah seorang ulama tafsir, kitab tafsirnya bernama: Al Jawahir. Dalam usianya yang sudah tua, beliau rela dipimpin oleh seorang yang masih muda dan hanya sebatas guru SD. Padahal beliau adalah syekh yang dituakan dan ulama terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Ustadz Abdul Halim, ketika beliau sedang menulis Arjuzah di kantor Ikhwanul Muslimin, saat itu beliau sedang sendirian, datanglah syekh Thanthawi menjumpainya. Sebelumnya Ustadz Abdul Halim sempat berharap dapat bertemu langsung dengan syekh Thanthawi dan berbicara secara khusus, dan Al Hamdulillah Allah swt mengabulkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Thanthawi bertanya kepada Ustadz Abdul Halim: “Apa yang sedang engkau tulis? Dijawab oleh ustadz Abdul Halim: “Saya sedang menulis syi’ir yang dipesankan oleh Imam Hasan Al Banna”. Syi’ir itu kemudian dibaca oleh syekh Thanthawi dan beliau kemudian meminta ustadz Abdul Halim membacakanya untuknya. Ustadz Abdul Halim yang hanya lulusan teknik dan bukan lulusan syari’ah serta tidak memahami cara membaca syi’ir, kemudian membaca syi’ir itu. Kata syekh Thanthawi: “Bukan begitu cara membaca syi’ir”. Ustadz Abdul Halim bertanya: “Apakah ada bagian yang keliru saya baca? Jawab syekh Thanthawi: “Tidak, tidak ada satupun bagian yang keliru, akan tetapi bukan begitu cara membaca syi’ir”. Kemudian syekh Thanthawi menambahkan lagi: “Dulu, di masa jahiliyyah, ada sebuah pasar bernama Ukazh, di sana orang-orang jahiliyyah mengambil syi’irnya, seandainya syi’ir itu dibaca dengan cara hafal membacanya, tidak ada daya tariknya, akan tetapi, syi’ir itu harus dibaca sesuai dengan ruhnya”. Maka syekh Thanthawi kemudian mencontohkan cara membacanya dengan demikian indahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian syekh Thnathawi melanjutkan: “Wahai anakku, manusia dalam hidup ini membutuhkan riyadhah (latihan), sebagaimana fisik itu harus dilatih, ruh itupun harus dilatih. Orang-orang yang biasa berlatih akan memiliki satu tingkat dari orang-orang yang tidak pernah berlatih”. (Di dalam tarekat ada satu tingkatan yang paling tinggi, yaitu Al Kasyf, yaitu kemampuan mengetahui apa-apa yang tidak diketahui oleh orang lain, bi-idznillah, suatu tingkatan bagi orang-orang yang memiliki tingkat latihan ruhiyyah paling tinggi). Syekh Thanthawi kemudian bertanya: “Adakah orang lain yang kedudukannya lebih tinggi lagi dari Ahlul Al Kasyf wahai anakku! Kata ustadz Abdul Halim: “Saya kira tidak ada wahai syekh!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijawab oleh Thanthawi: “Tidak wahai anakku”. Abdul Halim bertanya lagi: “Kedudukan mana lagi yang lebih tinggi dari itu?”. Jawab syekh Thanthawi: “Kedudukan yang lebih tinggi dari itu adalah kedudukan para rijal yang dibentuk oleh Allah swt dan dipilih diantara makhluq-Nya, mereka dipilih oleh Allah swt untuk memusnahkan kerusakan, menghilangkan kezhaliman, menghidupkan api keimanan di dalam hati setiap orang, serta menyebarkan ukhuwwah diantara orang-orang yang beriman, hingga da’wah ini menjadi kuat dan mampu mengangkat nama Allah di atas bumi dan mampu menghadapi orang-orang zhalim yang membuat kerusakan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya syekh Thanthawi mengatakan: “Ketahuilah anakku, misi ini, yang Allah pilih mereka untuk mengemban-Nya, menuntut mereka menjadi ahlul hajb, menjadi orang yang tidak nampak kekuatan spiritualnya (tidak bisa jalan di air, tahan dibakar api, dsb) –akan tetapi kedudukan mereka lebih tinggi dari Ahlul Kasyf, mengapa? Sebab, ilmu ahlul kasyf tidak dapat dipelajari, sedangkan ilmu ahlil hajb dapat dipelajari dan dapat berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya hingga akhir zaman”. Tambah syekh Thanthawi, “termasuk diantara ahlil hajb adalah para rasul, nabi Musa as (ahlul hajb) kedudukannya lebih tinggi dari nabi Khidhir as (ahlul kasyf), sebab nabi Musa as termasuk ulul ‘azmi minar-rasul, hanya lima dari sekian banyak nabi dan rasul yang mendapatkan gelar ini, meskipun di dalam Al Qur’an secara sepintas seolah nabi Khidhir lebih tinggi daripadanya. Demikian pula dengan nabi Sulaiman as, ketika burung pelatuk kecil menemukan kerajaan Bilqis, berkata nabi Sulaiman: “Siapa yang dapat memindahkan singgasana ratu Bilqis kemari sebelum mereka datang ke sini? Berkata salah satu jin Ifrith: “Aku mampu memindahkan singgasana itu sebelum engkau bangkit dari tempat dudukmu”. Berkatalah seseorang yang diberi ilmu kitab, Asyif namanya: “Aku mampu memindahkan singgasana itu sebelum matamu berkedip”. Meskipun ilmu ahli kitab (ahlul kasyf) itu lebih tinggi dibanding nabi Sulaiman as, akan tetapi kedudukan nabi Sulaiman tetap lebih mulia, sebab dia adalah seorang rasul Allah, sedangkan Asyif tidak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata syekh Thanthawi: “Diantara ahlul hajb adalah sahabat-sahabat yang besar, seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Al Khoththob, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dll. Diantara mereka yang lain adalah kibarul mushlihin (para reformer besar) yang diantaranya adalah Hasan Al Banna”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertanya Ustadza Abdul Halim: “Begitukah engkau melihat Hasan Al Banna?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijawab: “Ya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditanya lagi: “Bagaimana engkau dapat mengenalnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Thanthawi: “Ketika aku mendangar namanya disebut-sebut orang, aku datangi dia dan aku duduk bersamanya, aku tanya dia: “Apa yang engkau da’wahkan?”. Sebagaimana banyak orang yang yang pernah aku jumpai dia menjawab: “Aku menda’wahi orang kepada Al Qur’an”. Maka aku katakan kepadanya: “Masing-masing kelompok mengaku bernisbat kepada Al Qur’an, tidak ada satu kelompokpun di dalam da’wah Islamiyyah ini –termasuk yang sesat sekalipun- kecuali mereka mengatakan: mengajak kepada Al Qur’an. Jawablah pertanyaan saya dengan rinci tentang da’wah yang engkau serukan itu pada setiap aspek kehidupan! Kemudian ia menerangkan da’wahnya dan aku dapati da’wahnya tidak keluar dari kitabullah dan sunnatur-Rasul saw”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan pula, ketika Thanthawi akhirnya terkesan dan tertarik serta ingin bergabung dengan Hasan Al Banna, dia bertanya: “Wahai Ustadz! Engkau adalah ustadz kami, dan ustadz semua orang di Mesir ini, andalah Hakimul Islam, kulihat anda lebih berhak untuk menduduki kepemimpinan di dalam da’wah ini, ini tanganku, aku siap berbai’at kepadamu”. Ketika Hasan Al Banna menjawab sungkan, dijawab oleh Thanthawi: “Tidak, wahai shahibud-da’wah, engkau lebih mampu untuk memikul beban da’wah ini dan engkau lebih pantas, dan ini tanganku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika beliau bergabung dengan Ikhwanul Muslimin, teman-teman seangkatan beliau meledeknya dengan mengatakan: “Anda seorang ulama besar dan seorang syekh, mengapa anda mau menjadi kelompok yang dipimpin seorang anak muda dan anda hanya menjadi seorang pemimpin redaksi? Dijawab oleh Thanthawi: “Seandainya anda mengetahui siapa Al Banna, anda akan lebih dahulu bergabung daripada saya, sayang anda tidak mengetahuinya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari apa yang diungkapkan oleh Ustadz Abdul Halim Mahmud, kita dapat melihat bahwa Hasan Al Banna adalah orang yang dapat secara akrab menjalin hubungan dengan anggota setiap kelompok masyarakat tanpa membedakan satu dengan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini pula dapat kita saksikan bagaimana kearifan sikap Hasan Al Banna ketika menghadapi Thaha Husain, gembong kerusakan di bidang pemikiran yang membuka cakrawala pemikiran sesat di kalangan para pemikir Islam di belahan dunia, ketika ia menerbitkan buku Mustaqbaluts-Tsaqafah fi Mishr (Masa depan budaya Mesir), yang mendapat sanggahan bertubi-tubi dari berbagai kelompok yang ada di Mesir. Hasan Al Banna sendiri –karena kesibukannya- tidak mempunyai waktu untuk menanggapinya. Beberapa pengikutnya kemudian mengingatkan beliau dan berkata bahwa orang-orang menunggu tanggapan Ikhwanul Muslimin atas buku Thaha Husain itu, karena kedudukan Ikhwanul Muslimin saat itu sudah diperhitungkan di masyarakat. Dijawab oleh Hasan Al Banna bahwa dia sibuk dan tidak sempat membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sepengetahuan Hasan Al Banna, para pengikutnya merencanakan untuk mengadakan semacam bedah buku Thaha Husain itu, dengan beliau sebagai pembahasanya. Lima hari sebelum acara berlangsung, diberitahukan kepadanya mengenai hal ini. Hasan Al Banna berkata terpaksa dia membaca buku itu dari rumah ke sekolah dan dari sekolah ke rumah, sementara ia berada di atas treem. Ia membaca buku itu dan memberi garis bawah bagian-bagian yang penting. Sebelum lima hari buku itu sudah selesai dibaca dan sudah pula dihafalnya. Buku itu tebalnya dua ratus halaman lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedah buku itu diselenggarakan di kantor Syubbanul Muslimin, yang menjadi moderator adalah DR. Yahya Ad-Dardiri, sekjen Syubbanul Muslimin dan hadir pada acara bedah buku itu tokoh-tokoh Mesir dari berbagai kalangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan Al Banna mengkritik buku itu dengan cara yang unik, dia mengatakan: “Saya tidak akan mengkritik buku ini dengan pendapat saya, tapi saya akan mengkritiknya dengan buku ini sendiri”. Kemudian beliau mengungkapkan bagian-bagian yang kontradiktif dari buku itu, lengkap dengan letak nomor halamannya, sekian dan sekian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DR. Yahya Ad-Dardiri kemudian menyetop dan mengatakan bahwa dirinya telah membaca buku itu, tapi sepertinya dia tidak menemukan apa yang Hasan Al Banna kemukakan, dan dia meminta kepada Hasan Al Banna untuk mengijinkannya mengecek kebenaran kutipan-kutipan Hasan Al Banna langsung kepada buku itu. Ternyata terbukti, seluruh yang diungkapkan Hasan Al Banna benar adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara bedah buku itu sebenarnya Thaha Husain juga hadir, namun ia berada di tempat yang tersembunyi. Sebelum pulang ia mengatakan bahwa ia ingin bertemu dan berdialog dengan Hasan Al Banna. Ia menawarkan tiga tempat; di rumahnya, di kantornya atau di rumah Hasan Al Banna. Adapun waktunya, ia menyerahkannya kepada Hasan Al Banna. (bayangkan! Seorang mustasyar atau penasehat negara, menyerahkan waktu pertemuannya kepada seorang guru SD!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya terjadilah pertemuan di kantor Thoha Husain. Berkata Thoha Husain: “Seandainya di Mesir ini ada tokoh yang paling besar, andalah orangnya, apa yang anda sampaikan tentang buku saya, demikian baik”. Kata Hasan Al Banna: “Al Hamdulillah, adakah hal-hal yang tidak anda setujui?” dijawab oleh Thoha Husain: “Tidak ada, bahkan saya ingin agar pembahasan itu ditambah lagi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Thaha Husain bertanya: “Apakah ada sikap dan perkataan saya yang tidak anda senangi? Ketahuilah! Selama ini saya berhadapan dengan orang yang tidak mempunyai etika dalam berdebat, ketika mereka menyerang saya, diri saya-pun diserang. Seandainya musuh-musuh saya adalah orang-orang semulia anda, sejak awal saya akan menghormati mereka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan Al Banna menjawab: “Anda adalah seseorang yang cukup bangga dengan Barat, akan tetapi sayang, anda tidak mampu membedakan dua hal yang sangat berbeda. Adapun ilmu, itu adalah sesuatu yang terus berkembang, hari ini kita benar, esok hari bisa jadi kita keliru. Akan tetapi agama, dia adalah sesuatu yang pasti dan tidak berubah, jika kita menjadikan agama sebagai ilmu, sama artinya kita merubah agama itu dari hari ke hari, dan jika kita menjadikan ilmu sebagai agama, kita berarti telah membunuh hak ilmu itu untuk berkembang, padahal semestinya kita meletakkan keduanya pada tempatnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang lain lagi, kalian –para pengagum Barat- lebih mendahulukan akal daripada wahyu, ketika akal bertabrakan dengan wahyu, kalian mengambil akal dan membuang wahyu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan dialog itu Hasan Al Banna juga mengkritik polemik yang tejadi antar sesama ummat Islam. Beliau mengatakan kalau seandainya berpolemik ummat Islam mempunyai tenggang rasa sedikit saja, mereka akan bertemu pada satu titik persamaan, akan tetapi sayang, mereka memilih bersikap seperti empat orang buta yang mensifati binatang gajah, yang kata Imam Al Ghozali, masing-masing bersikeras pada pendapatnya yang sebenarnya juz’i. Seandainya mereka memiliki toleransi sedikit saja, mereka bisa bersepakat dalam menilai gajah tersebut dalam bentuknya yang utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Abdul Halim mencatat, sejak saat itu Thaha Husain menjadi lebih baik sikapnya. Beliau kemudian memilih untuk mendalami sastra Arab dan mengurangi perannya dalam menyesatkan ummat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun hubungan Hasan Al Banna dengan para ulama, ketika syekh Abdul yazid datang ke Indonesia, beliau bercerita: “Di Mesir, ada sebuah kota yang bernama Zaqzuq. Ketika Hasan Al Banna hendak melakukan kunjungan ke sana, adalah seorang ulama tarekat terkenal yang memiliki banyak murid. Ia berupaya membuat makar untuk menggagalkan acara kunjungan Hasan Al Banna. Namun karena tanggal kedatangan Hasan Al Banna dirahasiakan, hanya sedikit orang yang tahu, ulama ini tidak mengetahui persis kapan Hasan Al Banna akan datang berkunjung. Pada suatu hari, sang ulama ini dikejutkan oleh seseorang yang mengetuk pintunya untuk berkunjung. Ulama itu bertanya: “Siapa?” dijawab: “Saya, Hasan Al Banna”. Maka terkejutlah dia, dengan ‘terpaksa’ ia menjamu Hasan Al Banna. Hasan Al Banna kemudian berkata kepada sang ulama itu: “Adalah satu hal yang tidak pantas bagi saya, ketika saya masuk suatu negeri dengan tidak meminta ijin pada penguasanya”. Sampai saat ini keturunan ulama itu, meskipun tidak bergabung dengan Ikhwanul Muslimin, setiap kali ada kegiatan ikhwan, selalu membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula sikap Hasan Al Banna terhadap orang-orang Yahudi dan Nasrani. Ketika Ikhwanul Muslimin mengirim pasukan ke Paletina, Hasan Al Banna mampu mempergunakan Manthiqul Hal dalam berdialog dengan para penguasa maupun tokoh-tokoh lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah profil Hasan Al Banna. Kita perlu menggali lebih jauh dan dalam lagi. Dalam sejarah, umumnya memang para tokoh-tokoh utama itulah yang muncul secara mengesankan, sehingga mampu memberi warna perjalanan da’wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman Rasulullah saw misalnya, sepeninggal Rasulullah bisa dibilang tidak ada tokoh sehebat beliau yang muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dalam jama’ah ini, yang menurut DR. Al Faruqi, belum ada tokoh sebesar Hasan Al Banna yang muncul, namun kita tetap yakin bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ لِكُلِّ مَرْحَلَةٍ رِجَالُهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya tiap-tiap marhalah itu ada tokohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan kita hari ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رِدَّةٌ وَلاَ أَبَا بَكْرٍ لَهَا!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pada zaman dahulu, ada kemurtadan, dan ada Abu Bakar, sehingga kemurtadan itu sirna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini ada masyarakat, mana Hasan Al Banna-nya?!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.al-ikhwan.net/rijalud-dakwah-generasi-dakwah-3247/"&gt;Sumber Al-ikhwan&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-1861008493629219897?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/1861008493629219897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/11/rijalud-dakwah-generasi-dakwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/1861008493629219897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/1861008493629219897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/11/rijalud-dakwah-generasi-dakwah.html' title='Rijalud Dakwah (Generasi Dakwah)'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-8927405936790957631</id><published>2009-11-29T14:48:00.000-08:00</published><updated>2009-11-29T14:58:53.389-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar dari burung Hud-hud'/><title type='text'>Belajar Dari Burung Hud-hud</title><content type='html'>“Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata, “Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir. Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras, atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang.”Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata, “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.” (An-Naml:22-23)&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam patut bersyukur karena ajaran dan agama yang dianutnya adalah agama yang telah diridhai oleh Allah Taala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْأِسْلامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْياً بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (Ali Imran:19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah agama para nabi dan umat-umat terdahulu ketika mereka masih lurus menjalankan agama mereka sesuai dengan perintah rasul dan nabi mereka. 2:132-133,136; 3:52,64,84; 5:111. Karena itu, umat Islam kaya akan kisah dan pelajaran dari umat-umat terdahulu. Kisah yang dialami oleh saudaranya seiman dalam menegakkan tauhid dan memakmurkan bumi. Kisah dan kejadian yang dialami umat terdahulu dapat kita lihat pada kalamullah untuk diambil ibrah dan dars. Pengkisahan merupakan salah satu uslub dari asalib quraniyah fi tarbiyatil ummah.&lt;br /&gt;Beberapa kisah dapat kita jumpai pada sabda Rasulullah saw. yang kebenarannya sudah dijamin Allah Taala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى. إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Alquran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (An-Najm:3-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah lagi bahwa umat Islam memiliki contoh beberapa generasi beliau yang kaya akan rawai’ imaniyah wa ukhawiyah. Hal ini telah oleh legitimasi dengan firman-Nya, Al-Fath: 29, At-Taubah: 100, Al-Hasyr: 8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدِيثُ عِمْرَان بنِ حُصَّينِ: إِنَّ خَيرَكُمْ قَرْنِي ثُمَّ الذِينَ يَلُونَهُم ثُمَّ الذِينَ يَلُونَهُم ثُمَّ الذِينَ يَلُونَهُم – ثُمَّ قَالَ عِمْرَان: فَلاَ أَدْرِي أَقَالَ رَسُولُ الله صَلىَّ اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ قَرْنِهِ مَرَتَينِ أَوْ ثَلاَثاً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ‘Imran bin Hushain r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah abadku (para sahabat), kemudian orang-orang setelah mereka, kemudian orang-orang setelah mereka. Kemudian Imran berkata, “Aku tidak tahu apakah Rasulullah saw. mengatakan setelah mereka itu dua kali atau tiga kali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu pada masa Rasulullah saw. dan shahabat, tabi’in dan tabi’it tabi’in. Tetapi kita masih juga memiliki banyak pelajaran dari generasi-generasi setelah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ عِمْرَان بنِ حُصَّين قَالَ قَالَ رَسُولُ الله صَلىَّ اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ: لاَ تَزَالُ طَائِفَةُ مِنْ أُمَّتيِ ظَاهِرِينَ عَلىَ اْلحَقِّ حَتىَّ تَقُومَ السَّاعَةُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ‘Imran bin Hushain, ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Senantiasa ada segolongan umatku yang tegak pada kebenaran sampai datang hari kiamat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kisah dan kejadian unik yang ditayangkan dalam Alquran adalah kisah burung Hud-hud dengan nabi Sulaiman a.s. Seekor burung hud-hud yang melakukan kerja dakwah tanpa ada perintah terlebih dahulu. Ia mengintai suatu aktivitas suatu kaum yang dengan sebab kabar itulah, segolongan umat mendapat hidayah Allah, masuk ke dalam agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَتَفَقَّدَ الطَّيْرَ فَقَالَ مَا لِيَ لاَ أَرَى الْهُدْهُدَ أَمْ كَانَ مِنَ الْغَائِبِينَ. لَأُعَذِّبَنَّهُ عَذَاباً شَدِيداً أَوْ لَأَذْبَحَنَّهُ أَوْ لَيَأْتِيَنِّي بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ. فَمَكَثَ غَيْرَ بَعِيدٍ فَقَالَ أَحَطْتُ بِمَا لَمْ تُحِطْ بِهِ وَجِئْتُكَ مِنْ سَبَأٍ بِنَبَأٍ يَقِينٍ. إِنِّي وَجَدْتُ امْرَأَةً تَمْلِكُهُمْ وَأُوتِيَتْ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata, “Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir. Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras, atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang.”Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata, “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.” (An-Naml:22-23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan burung Hud-hud janganlah dijadikan dalil untuk tasayyub (lepas kontrol), tetapi harus dipahami dengan positif bahwa yang dilakukan burung Hud-hud merupakan tindakan memanfaatkan furshah untuk menjalankan misi dakwah. Dakwah yang diawali dengan mengetahui keadaan spiritual mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung Hu-hud tidak keluar dari tujuan jamaah dan sarananya, juga tidak melanggar prinsip-prinsip umum atau mengabaikan perintah lainnya yang lebih utama, tetapi kisah tersebut menunjukkan bahwa pada diri prajurit terdapat ciri yaqzhah (selalu sadar akan misi), diqqah (teliti) dalam beramal dan semangat untuk menyadarkan kaum. Juga menunjukkan bahwa pada diri pemimpin terdapat sifat atau sikap kontrol, ketegasan pemimpin dan penyelesaian yang tidak sembrono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan dan kecemerlangan berfikir burung Hud-hud tersebut telah ia manfaatkan untuk mengambil kesempatan untuk mencari berita dan kabar suatu kaum karena ia berkeinginan untuk menyampaikan risalah Islam kepada mereka, mengajak mereka untuk mentauhidkan Allah diserta dengan tindakan yang bijak, presentasi yang gemilang serta keberanian dalam mengemukakan uzur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini banyak mengandung pelajaran untuk para dai dan para mas-ul atau murabbi, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Seorang dai tentu lebih mulia dari seekor burung Hud-hud yang memiliki inisiatif positif dan mencari-cari kebaikan. Seorang dai lagi mukmin lebih terpanggil untuk berinisiatif dan melakukan perbuatan baik tanpa harus meninggu perintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memandang kepada para pemimping dakwah bahwa tidak seluruh rencana dan program dapat dikerjakan dan dapat dimutabaahi, karena itu pengarahan terhadap semua perintah dan kebijakan adalah lebih diutamakan. Kita dapat menyimak bahwa Nabi Sulaiman a.s. yang dikuatkan dengan wahyu Allah dan ditundukkan untuknya jinn dan burung-burung tidak mampu mengetahui semua perkara dan tidak mampu menyerap semua informasi. Karenanya ia memerlukan sedikit informasi dari burung yang kecil yang secara positif merupakan masukan besar bagi dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dari kisah tersebut kita menyaksikan pengecekkan atas keterlambatan burung Hud-hud. Dengan sikap ijabiyah (positif) yang dikembangkan burung Hud-hud, maka alasannya itu diterima. Di lain pihak, قَالَ سَنَنْظُرُ أَصَدَقْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْكَاذِبِينَ (النمل:27) (Sulaiman berkata, “Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta.) menunjukkan bahwa seorang pemimpin harus menerima alasan keterlambatan tersebut dan membatalkan hukuman yang telah ia janjikan karena alasan burung itu. Alasan burung Hud-hud tersebut mengandung ihtimal benar dan dusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kenyataannya adalah bahwa yang dikabarkan oleh burung hud-hud adalah benar dan dari kabar itulah nabi Sulaiman a.s. kemudian menyerukan untuk berjihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dari kisah tersebut kita dapat melihat adanya i’tidzar lil qa-id fi ada-il wajib. Jika kita jadikan kisah ini sebagai amal ijabi, maka kita akan melihat bahwa dalam ma’dzirah dan i’tidzar terdapat sesuatu yang berharga, ketika pengetahuan burung Hud-hud memberikan manfaat kepada pemimpin, nabi Sulaiman yang mempunyai segala jenis kekuatan. Bahkan burung Hud-hud tersebut menyampaikan dengan ta’bir naba yaqin (berita penting dan besar yang diyakini kebenarannya), suatu jenis kekuatan yang dimiliki burung Hud-hud ketika menyampaikan alasan keterlambatannya di hapapan kekuasaan nabi Sulaiman yang telah berniat akan menyiksa dengan siksaan yang pedih atau ia akan menyembelihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kekuatan yang dimiliki burung Hud-hud yang digunakan secara positif untuk taat kepada pemimpin, kekuatan ilmu pengetahuan. Sehingga ia selamat dari hukuman berupa siksaan dan penyembelihan dengan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَمَكَثَ غَيْرَ بَعِيدٍ فَقَالَ أَحَطْتُ بِمَا لَمْ تُحِطْ بِهِ وَجِئْتُكَ مِنْ سَبَأٍ بِنَبَأٍ يَقِينٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata, “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.” (An-Naml: 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberanian burung Hud-hud untuk berbicara kepada nabi Sulaiman a.s. karena kabar yang dibawa burung Hud-hud merupakan kabar penting dan nabi Sulaiman a.s. belum mempunyai kabar tersebut. Kalaulah ia terlambat tanpa ada hal yang akan ia sampaikan, maka dengan kelemahannya dari segala hal, maka ia tidak akan mampu untuk berbicara dari lantang di hadapan pemimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah bukan karena ijabiyah burung Hud-hud, maka uzur dan alasan burung Hud-hud pasti tidak akan diterima, karena keintisaban kita kepada jamaah menuntut kita untuk melaksanakan amal dan kerja sebaik mungkin dalam kerangka mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Tidak menjadi keharusan seorang dai atau bawahan atau binaan atau anggota jamaah melaksanakan perintah saja, tetapi amal dan kerja yang dilakukan harus ijabi atau memiliki bobot yang memadai untuk tercapainya tujuan dakwah dan tarbiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kita sebagai dai dapat menyimpulkan sebagai pelajaran buat kita bahwa hudhur yang dapat menyelamatkan kita dari uzur kita di hadapan qaid, mas-ul, naqib atau murabbi adalah hudhur da’wi tarbawi. Sejalan dengan semangat kita untuk meningkatkan mutu diri dan memperbanyak kader baru dengan segala jenis tajnid, maka kita dituntut untuk selalu hadhir secara da’wiyan dan tarbawiyan, bukan hanya kehadiran di jilsah atau di halaqah atau di usrah atau di ijtima’. Kita seharusnya selalu hadir dalam segala aktivitas da’wah dan tarbiyah. Boleh jadi seseorang tidak pernah absen untuk hadir di setiap pertemuan, akan tetapi keikutsertaannya di setiap aktivitas sangatlah minim atau ia sendiri tidak ada inisiatif positif untuk melakukan aktivitas da’wah dan tarbiyah. Karenanya di antara ijabiyah seorang pemimpin, mas-ul, naqib atau murabbi adalah memperhatikan dan mengontrol a’dha dan binaannya agar kehadirannya dalam da’wah dan tarbiyah tidak pernah absen. Karena itu kalaupun ia uzur untuk hadir di ijtima’, atau di usrah atau di halaqah karena alasan syar’i, maka tidak serta merta disimpulkan sebagai ketidakhadirannya dalam da’wah, sebelum dilihat kehadirannya pada aktivitas da’wah dan tarbiyah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Untuk para mas-ulin dan qiyadiyyin juga dapat mengambil beberapa pelajaran yang dapat dicermati dan diperhatikan dari sikap dan respon Nabi Sulaiman terhadap kerja burung Hud-hud. Di antara pelajaran yang dapat kita ambil dari sikap Nabi Sulaiman a.s. adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tafaqqudul amiir lil atba’ (rasa kehilangan seorang pemimpin terhadap pengikutnya). Seorang mas-ul harus memperhatikan siapa yang tidak hadir dalam setiap pertemuan dan kegiatan. Karena perhatiannya terhadap kehadiran binaannya merupakan bagian dari mas-uliyah yang harus diemban. Nabi Sulaiman a.s. mempertanyakan ketidakhadiran burung Hud-hud dalam ijtima’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Akhdzul amri bil hazm (sangat perhatian terhadap perkara). Seorang pemimpin harus memiliki haibah di hadapan atba’nya dengan menyatakan sikap tegasnya di hadapan pengikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Muhasabah (evaluasi). Seorang mas-ul harus berinisiatif untuk mengevaluasi proses tarbiyah dan hasil perjalanan tarbiyah yang ia lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Tabayyunul ‘udzr (klarifikasi uzur). Mengklarifikasi alasan keuzuran binaan agar penyikapan dan perlakukan yang akan diambil lebih berdampak positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Dengan kerja yang kelihatannya kecil, hanya sekadar mengetahui keadaan dan kondisi keagamaan suatu kaum, dapat menghasilkan prestasi besar, yaitu keislaman Ratu dan rakyatnya, tunduk untuk beribadah kepada Allah bersama nabi Sulaiman a.s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu pula dalam dunia peradaban materi kita melihat banyak karya dan hasil penemuan besar awalnya dirintis oleh kerja dan inisiatif satu orang. Hasil kerja seorang ini kemudian didukung dan didanai oleh kelompok atau negara. Seperti penemuan sepeda, lalu mesin cetak, telegraf, bola lampu dan lain-lain. Demikan pula dalam medan dakwah, banyak yang awalnya merupakan terobosan pribadi kemudian menjadi garapan jamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dengan sikap ijabiyah seorang dai, akan banyak amal Islam yang dapat dihasilkan seiring dengan hasil yang gemilang. Di antaranya adalah dengan merasa kurang di hadapan Allah dalam menjalankan semua kewajiban yang telah dibebankan kepadanya, maka akan muncul rasa pada diri seorang mukmin untuk berusaha mengerjakan satu kewajiban dengan sebaik-baiknya dan dengan niat yang lurus. Dengan demikian ia telah mengerti maksud dari taklif Allah, yaitu agar manusia berusaha membaguskan amalnya dengan cara meluruskan niat dan menyesuaikan segala perbuatan dan ibadahnya sesuai dengan syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, para ulama memberikan dua syarat suatu perbuatan dikatakan amal shaleh. Syarat pertama adalah muwafaqah lis syar’i (sesuai dengan tuntanan syariat Islam) dan yang kedua adalah ikhlash liwajhillah wahdah (semata-mata dilakukan karena mengharapkan ridha Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara sikap ijabiyah adalah tidak meremehkan perkara kecil, karena seringkali sesuatu yang besar menjadi kecil nilainya karena niat yang kurang ikhlas dan kadang beberapa kalimat akan mendatangkan kebaikan yang banyak karena niat dan keluar dari hati yang tulus. Pernah seorang ulama ditanya, “Sampai kapan Anda terus menulis hadits? Lalu ia menjawab, “Mungkin kalimat yang akan menyelamatkanku masih belum aku tulis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menunjukkan betapa perkara ringan itu tidak boleh dianggap ringan, Rasulullah saw. menegaskan bahwa banyak perkara ringan atau sepele, tetapi di sisi Allah mempunyai bobot pahala dan kebaikan bagi yang melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن أَبِي ذَرّ قالَ قالَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم: تَبَسّمُكَ في وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ، وَأَمْرُكَ بِالمَعْروفِ ونهيُكَ عن المُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وإِرْشَادُكَ الرّجُلَ في أَرْضِ الضّلاَلِ لَكَ صَدَقَةٌ، وبَصَرُكَ لِلرّجُلِ الرّدِيءِ البَصَرِ لَكَ صَدَقَةٌ، وإِمَاطَتُكَ الْحَجَرَ والشّوْكَ والعَظْمَ عن الطّرِيقِ لَكَ صَدَقَةٌ، وإِفْرَاغُكَ مِنْ دَلْوِكَ في دَلْوِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Dzar r.a. ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah bagimu, perintahmu mengerjakan kebaikan dan mencegah kemungkaran adalah sedekah bagimu, kamu menunjuki orang yang tersesat juga merupakan sedekah bagimu, membantu orang yang kurang penglihatannya juga merupakan sedekah bagimu, menyingkirkan batu, duri dan tulang dari jalan juga merupakan sedekah bagimu, kamu menuangkan air dari timbamu ke timba saudaramu juga merupakan sedekah bagimu.” (H.R. Bukhari dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga berfirman dalam surah Az-Zalzalah ayat 7-8,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْراً يَرَهُ. وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرّاً يَرَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.” (Az-Zalzalah: 7-8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi dai kata-kata ma’tsur tersebut dapat menjadi motivator untuk tidak menganggap remeh amal dan aktivitas kecil atau kata-kata nasihat dalam dakwah. Karena itu janganlah kikir untuk mengajak bicara keluarganya atau bercakap-cakap dengan anak-anak atau memberikan senyuman kepada tetangga atau memberi nasihat dan bimbingan kepada teman kerja atau dia mendengarkan bacaan Alquran. Semua itu dapat dilakukan dai jika dirinya memiliki ijabiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks amar ma’ruf nahyi munkar, maka kita akan menemukan medan dan lapangannya yang cukup luas dan lebar. Di mana kita akan menemukan setiap hari fenomena atau suasana kemungkaran yang mesti kita hilangkan dari masyarakat. Maka dengan kata-kata yang bijak kita dapat menuliskan keprihatinan kita atau analisa kritis kita di meda cetak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau sekadar mendukung artikel bagus yang mengangkat permasalahan yang sedang kita cermati. Atau mungkin dengan mengirimkan surat ke pejabat atau wakil kita di DPR pusat maupun daerah. Yang penting dalam diri seorang dai adalah keinginan dan kemauan untuk mengadakan perubahan ke arah positif dengan cara yang dapat ia tempuh sebatas otoritas yang ia miliki. Karena itu keberadaan kita pada posisi yang memiliki otoritas yang luas dan besar akan membantu dan mengefektifkan usahan dakwah dalam perbaikan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun dengan menjadi ketua RT atau RW kita dapat lebih maksimal dan efektif untuk membuat perubahan di lingkungan sekitar tempat tinggal kita, kenapa kita tidak lakukan? Kenapa kita tidak peduli dengan hal ini, sehingga membiarkan posisi itu dipegang atau berada pada orang yang pemahaman perubahan islamnya masih minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau posisi struktural di tempat pekerjaan yang menyebabkan kita memiliki otoritas terhadap bawahan kita, maka merupakan suatu bekal dan modal untuk menjadi bagian dari anashir taghyir di tempat tersebut. taghyir yang mengarah kepada model dan prilaku Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau bahkan bagi mereka yang kerap mengadakan perjalanan ke daerah atau pelosok dan menemukan informasi obyektif, kemudian informasi tersebut dapat menjadi pintu untuk proyek dakwah yang lebih efektif, maka itu juga bagian dari ijabiyah yang diperankan oleh seorang dai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena di era dakwah yang sudah mulai agak terbuka ini keperluan kita akan informasi obyektif terhadap keadaan dan kondisi suatu daerah atau suatu kelompok orang (segmen tertentu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.al-ikhwan.net/belajar-dari-burung-hud-hud-3295/"&gt;Sumber Al-ikhwan&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-8927405936790957631?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/8927405936790957631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/11/belajar-dari-burung-hud-hud.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/8927405936790957631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/8927405936790957631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/11/belajar-dari-burung-hud-hud.html' title='Belajar Dari Burung Hud-hud'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-3793469796010958760</id><published>2009-11-24T07:28:00.000-08:00</published><updated>2009-11-24T07:28:23.135-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ukhuwah sejati'/><title type='text'>Putuskah tali persaudaraan yang kita miliki saat ini ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.al-ikhwan.net/mengamalkan-teori-ukhuwah-3234/"&gt;Potret ukhuwwah islamiyyah yang telah dilakoni para pendahulu menggores kesan mendalam yang teramat indah bagi peradaban manusia.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Potret ukhuwwah islamiyyah yang telah dilakoni para pendahulu menggores kesan mendalam yang teramat indah bagi peradaban manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak?, seseorang rela mati demi saudaranya. Mereka lebih memilih lapar bagi dirinya daripada saudaranya yang lapar. Mereka lebih mendahulukan kepentingan orang lain dari kepentingan diri mereka sendiri meskipun mereka teramat membutuhkannya. Mereka sangat menjaga kehormatan dirinya ketimbang harus menjadi orang yang rakus lagi terhina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum kedatangan mereka (kaum Muhajirin) mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keingan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (kaum Muhajirin) dan mereka mengutamakan orang-orang Muhajirin atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan apa yang mereka berikan itu. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung” (Al-Hasyr: 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara ukhuwwah memang tidak sekedar teori melainkan nilai-nilai mulia yang mesti diimplementasikan dengan jiwa besar. Karena ia bukan hanya ucapan melainkan ia adalah amalan. Bahkan bukan sekedar amalan biasa tetapi amalan yang dikaitkan dengan kondisi keimanan pelakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMAN LANDASAN PERSAUDARAAN ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhuwwah islamiyah tidaklah sama dengan cita rasa humanisme seperti yang difahami banyak orang. Sehingga mereka melakukan suatu kebaikan lantaran faktor humanisme, tidak dikaitkan dengan nilai-nilai moralitas yang tertanam dari benih ideologi samawiyah. Akan tetapi ukhuwwah islamiyyah merupakan manivestasi keimanan pelakunya. Keimanan yang stabil senantiasa memproduk amal khairiyah dan merealisasikannya dalam bentuk nyata tatkala bermuamalah dengan banyak manusia, sebaliknya keimanan yang labil dapat menghambat produktifitas amal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan personal ketika bermuamalah pada sesama muslim memang tidak diikat pada simpul-simpul kesatuan aktifitas manusia dalam kesehariannya. Mereka tidak disatukan karena motivasi materi, kesukuan, kondisi temporer yang mereka alami. Melainkan hubungan mereka diikat oleh keimanan. Keimananlah yang menjadi pijakan muamalah mereka. Keimanan ini melandasi hubungan mereka yang teramat indah itu. Wihdatul aqidah itulah jawabannya. Menjadi kewajiban setiap kader untuk membangun bangunan keimanan yang kokoh agar dapat merefleksikannya dalam berinteraksi antar sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika banyak orang mengaitkan sikap persaudaraan pada nasab, kesukuan, kedaerahan serta ashabiyah lainnya. Rasulullah SAW. menepisnya dengan mengatakan: “Salman adalah keluargaku”.&lt;br /&gt;Nyata betul prinsip Islam ini. Tidak tidak dapat dibatasi oleh dinding setebal apapun. Karena keimanan yang menjadi landasannya juga tidak dapat dibatasi oleh batasan apapun. Karena itu pancaran persaudaran berasal dari cahaya keimanan si pemiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HASASIYAH (KEPEKAAN) UKHUWWAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keimanan yang selalu bersinar terang akan menyalakan kepekaan ukhuwwah. Hasasiyah ukhuwwah ini akan semakin dinamis bila dilakukan dua arah. Sehingga semua pihak menahan diri untuk hanya menikmati ukhuwwah orang lain. Akan tetapi masing-masing pihak berupaya untuk dapat menyenangkan khalayak sekitarnya. Menjadi kepuasan bagi dirinya apabila kelebihannya dapat dicicipi oleh banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah sejarah manusia-manusia pilihan yang telah mengukir indahnya peradaban orang-orang yang beriman. Mereka tidak bakhil pada orang lain akan kelebihan dirinya. Mereka tidak pula celamitan pada kebaikan orang lain. Mereka merasa bahagia apabila orang lain merasakan kebaikannya. Dan mereka terhina apabila orang lain terepotkan lantaran dirinya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi-pagi Rasulullah SAW. tersenyum melihat seorang sahabat yang telah membuktikan sikap ukhuwwahnya pada saudaranya yang lain. Beliau mendapatkan informasi bahwa sahabat tersebut menjamu tamunya dengan hidangan yang diperuntukkan keluarganya. Agar tamunya berselera menyantap hidangannya, dia matikan lampu rumah sehingga makanan yang disajikan tidak tampak pada sang tamu. Hal itu dilakukan untuk menghilangkan rasa sungkan tamunya untuk menyantap makanan tersebut. Lantaran porsi hidangan yang tersedia hanya cukup untuk seorang. Untuk menyenangkan hati tamunya, tuan rumah berpura-pura sedang menyantap makanan tersebut bersama-sama dengan lahap. Sikap inilah yang mendapatkan senyuman malaikat dan membuat senang hati Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga ketika Rasulullah SAW. membangun Madinah sebagai sentral aktifitas muslim, beliau mempersaudarakan sahabat Muhajirin dan Anshar. Diantaranya Abdurrahman bin Auf RA. dipersaudarakan dengan Saad bin Rabi’i RA. Dengan hati yang tulus Saad bin Rabi’ mengatakan: “Aku memiliki beberapa perniagaan silahkan ambil yang kau cenderungi. Dan aku mempunyai beberapa isteri silahkan lihat mana yang menarik hatimu. Akan aku ceraikan dia dan nikahilah setelah selesai masa iddahnya”. “Semoga Allah senantiasa memberkahi dirimu dan keluargamu, terima kasih atas penawaranmu. Akan tetapi lebih baik bagiku tunjukkanlah padaku dimana pasar?”. Jawab Abdurrahman bin Auf RA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa manisnya kehidupan orang-orang yang beriman. Mereka dapat memposisikan dirinya secara tepat. Mereka dapat merasakan kesusahan dan kebahagiaan saudaranya. Mereka tahu betul apa yang mesti dilakukan untuk orang lain. Mereka merasa bersedih apabila tidak mampu berbuat banyak untuk orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENUMBUHKAN PERASAAN KOLEKTIF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusainya perang Badar petugas logistik mengamati pejuang-pejuang Islam yang terluka. Sambil diobati juga diberikan makan atau minum yang dibutuhkannya. Saat sedang melayani orang-orang yang memerlukan bantuannya. Petugas ini mendengar ada suara orang yang meminta air karena rasa haus yang mencekik. Petugas tersebut mendatanginya. Namun ketika akan dituangkan pada mulut orang itu terdengar pula suara orang yang juga berhajat pada air. Lalu orang pertama yang membutuhkan air itu berujar pada petugas logistik itu. “Berikan air itu padanya, dia lebih membutuhkannya ketimbang diriku!”. Maka petugas itu segera menemui orang kedua itu. Akan tetapi ketika akan diminumkan air, orang kedua ini mendengar ada arang lain yang juga membutuhkannya. Orang keduapun mengatakan, “Berikan air itu padanya dia lebih butuh daripada saya”. Petugas itupun segera mencari-cari sumber suara tadi. Rupanya orang ketiga yang membutuhkan air ketika ia jumpai sudah meninggal dunia. Secepat kilat peetugas itu mendatangi orang kedua tadi. Akan tetapi orang keduapun telah meninggal dunia. Iapun berlari menjumpai orang pertama. Begitupun orang pertama, ia dapati telah meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kisah manusia yang diabadikan sepanjang sejarah. Mereka ditautkan oleh perasaan kolektif pada dirinya masing-masing. Perasaan bahwa saudaranya adalah dirinya. Merasa sakit apabila saudaranya sakit. Dan bahagia bila saudaranya bahagia. Saudaranya adalah cermin sejati bagi dirinya. Perasaan kolektif ini bagaikan saraf yang memadukan aneka ragam organ dalam tubuh. Dengan itu setiap organ mempunyai investasi pada satu gerakan organ lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhuwwah merupakan wujud perasaan kolektif dalam bermuamalah antar manusia. Ia menyatukan irama hati dari bermacam-macam orang. Ia akan menjadi harmonika yang merdu dalam sebuah simponi. Alunan simponi yang indah ini dapat menjadi suatu kekuatan besar dalam membangun umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khaththab menangis terisak-isak tatkala ia mengetahui ada rakyatnya dirundung kelaparan. Umar mengangkat sendiri bahan pangan untuk rakyatnya yang sedang menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Sulaiman Al Manshur tidak bisa berdiam diri ketika ia mendengar ada seorang muslimah yang teraniaya di Byzantium. Khalifah mengajak rakyat untuk membebaskan wanita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan Al Banna memberikan sokongan yang besar atas perjuangan bangsa Indonesia mengusir kolonial Belanda. Al Imam menerima kunjungan para diplomat Indonesia dengan antusias dan mengajak para pemimpin Mesir untuk turut mendukungnya. Demikianlah pengakuan M. Hasan Zein penulis Diplomasi Revolusi di Luar Negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah perasaan kolektif menjadi gelombang besar yang dapat menggerakkan sebuah kekuatan umat. Akan tetapi perasaan kolektif ketika manusia hidup dengan sikap dan gaya individualistik. Sikap ini menjadi barang langka yang jarang ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap individualistik mendorong manusia bersikap acuh tak peduli pada urusan orang lain. Bahkan pada urusan yang bersifat hidup matinya seseorang. Tidak mengherankan pada pergaulan masyarakat di hari ini tidak lagi mempedulikan apa yang dialami orang lain. Sebelah rumahnya sedang kesusahan ia tidak mengetahuinya. Tetangganya sedang merenggang nyawa ia tidak mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah aneh saat ini apabila orang mengenal tetangganya bukan ketika bercengkerama di rumahnya, melainkan ia mengetahui tetangganya itu di tempat yang jauh dan terjadi pada kurun waktu yang cukup lama setelah bertetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah pesta besar, ada seorang pria terheran-heran pada kenalannya di pesta itu. Pasalnya, kenalan barunya itu adalah tetangga sebelah rumahnya. Padahal mereka telah lama hidup saling bertetangga. Aneh memang tapi begitulah gaya hidup masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memandang buruk sikap demikian. Karena perasaan kolektif menjadi bukti keimanan. Islam mengajarkan umatnya untuk selalu menjalin perasaan kolektif ini. Ia adalah nadi dari geliat umat ini&lt;br /&gt;Rasulullah SAW. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak beriman salah seorang diantaramu apabila tidak mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri”. (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kader dakwah perasaan kolektif ini tidak boleh berhenti denyutnya. Berhentinya akan berdampak pada lambannya mobilitas kader untuk mengemban tugas mulia. Juga akan kehilangan kendali arah sehingga alur roda itu berputar tanpa arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kader wajib merawat dan meningkatkan perasaan kolektif ini agar ia tumbuh, berkembang dan berbuah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UKHUWWAH, BAHASA AMAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah Ibnul Mubarak rahimahullah menceritakan kisah tentang tukang sol sepatu yang menunda pergi hajinya karena uang yang dipersipakan untuk berangkat ke Baitullah Al Haram diberikan pada tetangganya yang kelaparan. Namun banyak teman-temannya yang berangkat menunaikan ibadah haji melihat tukang sol sepatu itu berada di tanah suci. Dalam mimpi Ibnul Mubarak rahimahullah, tukang sol sepatu itulah orang yang termasuk diterima ibadah hajinya oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah diatas tentu bukan persoalan maqbulnya ibadah haji yang dilakukannya. Akan tetapi yang saya maksudkan disini adalah sikap arif tukang sol sepatu itu. Sikapnya yang penuh perhatian pada nasib tetangganya, nasib saudaranya sesama muslim. Ia rela menyerahkan harta yang ia kumpulkan dari jerih payahnya berbulan-bulan kepada saudaranya sesama muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah bahasa amal. Ia merupakan amalan bukan sekedar teori. Artinya sikap itu dilakukan secara refleks tidak perlu kalkulasi yang amat teliti.Tukang sol sepatu itu tahu betul apa yang mesti diputuskan pada saat-saat yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhuwwah adalah bahasa amal bukan bahasa teori atau konsep. Sikap ini pancaran kebiasaan yang berasal dari sinar keimanan. Sinar keimanan yang lahir dari pembiasaan watak dan prilaku para pemiliknya. Karena itu, sikap ini tidak dapat dihambat oleh berbagai kalkulasi material. Ia begitu lancar untuk bertindak cepat memutuskan pilihan-pilihan sulit baginya. Ia tidak mempedulikan keuntungan apa yang bakal diperoleh, malah ia rela mendapatkan kerugian bagi dirinya asalkan saudaranya meraih kebahagian atas sikapnya. Subhanallah, teramat indah bahasa amal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DARI MANA MEMULAINYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman berbinar-binar matanya menyiratkan rasa haru dalam hatinya. Ia mengatakan baru saja menerima telepon dari kawannya yang menanyakan kabar berita tentang diri dan keluarganya. “Saya senang dan terharu, sekian lama saya tidak pernah mendengar berita kawan saya. Tiba-tiba, kali ini dia menyampaikan kabar beritanya dan menanyakan keadaan saya. Rasanya tali yang putus kembali tersambung”. Ungkapnya gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita melihat cerita pengalaman seorang teman tadi. Sepertinya sederhana sekali untuk menyambung lagi tali persaudaraan yang nyaris putus. Dengan menanyakan kabar teman di seberang telepon hubungan itu kembali hangat. Kehambaran itu sirna dengan segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW. memberikan resep sederhana untuk dapat mengikat kembali tali-tali yang putus hingga dapat menghimpun hati-hati yang retak. Beliau mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebarkanlah salam, berikanlah makan dan dirikanlah shalat malam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resep ini memang terkesan sangat simple.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, menyebarkan salam. Dalam kegiatan ini bisa dijabarkan dengan bermacam-macam perlakuan, diantaranya bertanya bagaimana kabarnya, keluarganya, isteri dan anaknya?. Baik-baikkah mereka. Bagaimana mereka selama ini. Adakah yang sakit. Adakah yang mendapatkan musibah atau adakah diantara mereka yang telah dianugerahi Allah kebaikan yang dapat menyenangkan orang banyak. Dapat saling mendoakan keadaan masing-masing agar meraih kemudahan dalam menjalani aktifitas hariannya serta mendapatkan karunia dari Allah sehingga meredam rasa berat dalam menerima ujian dan cobaan hidup. Dan banyak lagi segudang ungkapan untuk memulai menyebarkan salam antar sesama kader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti masalahnya adalah bagaimana menyebarkan salam itu menjadi sebuah media komunikasi antar sesama kader agar tetap terjalin dengan baik, sehingga mereka tidak kehilangan informasi dan kendali arah. Komunikasi yang harmonis dibangun atas dasar hubungan manusiawi yang utuh dari berbagai dimensi bukan pada hubungan formalitas apalagi hiasan bibir semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjalin komunikasi yang harmonis ini menjadi kebutuhan asasi masyarakat modern, karena dengan komunikasi ini manusia menemukan eksitensi dirinya sebagai makhluk yang multi dimensional. Makhluk yang dihargai oleh lingkungan sekitarnya. Saat ini banyak kita temukan orang yang kehilangan rasa, termasuk rasa dalam berkomunikasi ketika bergaul antar sesama. Makanya banyak orang berupaya mencari tempat kongkow-kongkow hanya sekedar mendapatkan sebuah tali komunikasi yang tidak diikat oleh formalitas kehidupan. Sehingga mereka bisa berbicara dan tertawa lepas yang selama ini tidak mereka temukan karena masih dirasakan terdapat dinding pembatas hati mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi yang harmonis bagi masyarakat barat amat mahal, karena selama ini mereka menjalani kehidupan ini secara mekanik. Melakoni satu babak kehidupan ke babak berikut bagai mesin yang rutin berputar. Tanpa seni yang menyentuh ruang hati manusia yang paling dalam. Kondisi ini membuat mereka berupaya untuk menemukan format baru dalam berkomunikasi dengan sesama. Diantaranya mereka mengadakan pasar loakan setiap hari libur sebagai sarana mereka berkomunikasi. Mereka bisa saling tawar menawar suatu harga barang yang selama ini mereka jualbelikan dengan mesin atau robot. Mereka dapat saling menyapa untuk menanyakan dimana tinggalnya, dari mana asalnya, sudah berapa lama tinggal di daerah itu dan sapaan lainnya. Dari saling menyapa itulah hubungan yang kaku diantara mereka mencair seketika, akhirnya mereka begitu akrab satu sama lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abbas Assisi salah seorang murid Hasan Al Banna selalu membuka komunikasi dengan banyak orang yang ia jumpai. Melalui komunikasi itulah ia membuka peluang dakwah di hati mitra bicaranya. Bahkan pernah ia kesulitan dengan apa memulai berkomunikasi kepada orang yang ada di hadapannya. Namun ia menemukan juga jalan ke arah itu. Yakni ia menginjak kaki orang tersebut sehingga orang itu memarahinya. “Apa matamu buta?, mengapa kamu injak kaki saya”, hardik orang tersebut. Abbas Asisi menjawab, “Maaf tuan, mata saya memang rabun sehingga saya tidak begitu jelas melihatnya”. Dengan pengakuan itu orang tersebut malah meminta maaf atas ucapannya tadi lalu perbincangan akhirnya berlanjut pada tema-tema lainnya yang kemudian menyentuh tema-tema dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah mumpuninya komunikasi dalam bergaul antar sesama yang dapat meluluhkan hati-hati yang keras membatu. Orang bijak mengatakan, ‘berkomunikasilah karena ia seni kehidupan’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat merasa tersanjung ketika Rasulullah SAW jalan beriringan di sampingnya sambil beliau menanyakan keadaannya. Sikap ini menunjukkan betapa manisnya pergaulan yang dilakukan Rasulullah SAW. kepada sahabatnya begitupun sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media berkomunikasi saat ini sangat banyak apalagi kemajuan teknologi dapat menunjang pelaksanaannya. Berkomunikasi dapat dilakukan melalui silaturrahim atau mengunjunginya. Dengan mengunjungi kita dapat menuangkan berbagai suasana hati. Dapat saling bertatap muka, saling bertegur sapa dan saling mengekspresikan ruat wajah yang dapat disaksikan oleh mitra bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berziarah atau mengunjungi saudaranya yang muslim merupakan sebagian tanda keimanan. Karena ia adalah hak sesama muslim. Dengan mengunjungi kita dapat berkomunikasi dan berbagi perasaan, pengalaman, pelajaran serta berbagi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW. bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia silaturrahim”. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan komunikasi dapat pula dilakukan lewat piranti teknologi canggih sekarang ini, bisa melalui telepon, internet, email, surat atau media-media lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, memberi makan (hadiah). Hadiah pertanda penghargaan dan kasih sayang. Ia wujud atensi yang dalam. Karenanya hadiah jangan dipandang dari nilai nominalnya akan tetapi lihatlah bahwa adalah ekspresi kecintaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Salinglah berbagi hadiah niscaya kalian akan saling mencintai”. (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadiah sebagai media mengungkapkan kata hati pada seseorang dalam kondisi tertentu. Maka tidaklah naif memberikan hadiah yang sepertinya tidak begitu bernilai. Sebab ia adalah bentuk visualisasi dari atensi yang besar. Oleh karena itu tidak perlu merasa malu untuk memberikan hadiah yang tidak mewah atau mahal. Malah dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa ada seorang sahabat Nabi SAW. yang memberikan hadiah berupa sekerat kurma kepada saudaranya, Nabi SAW. mendengar berita itu tersenyum bahagia. Duhai mulianya ia yang mau memberikan hadiah meski kondisi hidupnya dalam kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang alangkah bagusnya bila mampu memberikan hadiah yang menarik serta bernilai lebih. Apalagi hadiah yang diberikan kepada saudaranya sangat ia sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya”. (Ali Imran: 92)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, melaksanakan shalat malam (doa). Persoalan hati manusia adalah persoalan yang penuh misteri. Hati merupakan ruang yang luas lagi dalam. Ia bagaikan samudera lepas. Sedikit sekali manusia yang dapat menyelami samudera hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muamalah antar manusia juga bagian dari gerakan hati. Ia akan terkait tatkala hatinya sudah tertambat. Ia akan terurai ketika hatinya liar. Permasalahannya tampaknya rumit dan jelimet. Akan tetapi menjadi sederhana ketika conecting langsung pada pemiliknya. Dialah Allah Pemilik hati manusia yang mampu membolak-balikan gerakan hati secara dratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjalin hubungan langsung pada si Empunya hati manusia secara rutin dapat menjadi sebuah kekuatan besar yang mampu menghimpun aneka ragam hati manusia. Bahkan Dia dapat mengendalikan hati-hati yang liar. Hubungan dengan Sang Penakluk Hati diantaranya dapat diwujudkan dengan panjatan do’a untuk diri dan saudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do’a menjadi media perantara untuk merajut hati yang retak. Melancarkan sumbatan-sumbatannya. Untuk mencapai sasaran tersebut, Hasan Al Banna mengajak para pengikutnya untuk membaca do’a Rabithah selepas mengikuti majelis pertemuannya. Sebagai upaya mendayagunakan kekuatan do’a untuk mengikat dan menyatukan hati manusia. Disamping itu agar hati yang kering lagi tandus menjadi basah dan subur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua resep sederhana diatas akhirnya berpulang pada satu kalimat. Ibda’ binafsik. Mulailah dari darimu sendiri. Artinya setiap individu segera untuk memulainya, menjadi pelopor. Tidak perlu menunggu orang lain memberi aba-aba untuk memulainya. Apalagi menanti siapa yang akan memulainya. We are first begining. Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-3793469796010958760?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/3793469796010958760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/11/putuskah-tali-persaudaraan-yang-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/3793469796010958760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/3793469796010958760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/11/putuskah-tali-persaudaraan-yang-kita.html' title='Putuskah tali persaudaraan yang kita miliki saat ini ?'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-4843461814616757440</id><published>2009-11-24T06:59:00.000-08:00</published><updated>2009-12-03T23:53:26.042-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fikih'/><title type='text'>ADAB-ADAB BERBICARA</title><content type='html'>Penyusun : Majid bin Su'ud al-Usyan&lt;br /&gt;Terjemah : Muzafar Sahidu bin Mahsun Lc.&lt;br /&gt;Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad&lt;br /&gt;Hendaknya setiap muslim menjaga lidahnya sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad rahimahullah sesungguhnya Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;إِِنَّ الرَّجلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ يَضْحَكُ بِهَا جلَسَاءُهُ يَهْوِي بِهَا مِنْ أَبْعَدَ مِنَ الثُّرَيَّا&lt;br /&gt;"Ada kalanya seseorang berbicara dengan suatu kata di mana orang disekelilingnya tertawa dengan ucapannya, namun dengan kata tersebut dia terpelanting ke tempat yang lebih jauh dari bintang tsuroyya"1.   &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;• Berbicaralah dengan hal yang baik atau diam sebagaimana hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah radhiallahu anhu beliau berkata: Rasulullah  bersabda:&lt;br /&gt;مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْلِيَصْمُت&lt;br /&gt;"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir maka berbicaralah dengan baik atau diam". &lt;br /&gt;• Berkata baik merupakan salah satu pintu dari pintu-pintu shodakoh, hal ini sebagaimana tersirat dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah  bersabda:&lt;br /&gt;كُلُّ سُلاَمَى مِنَ النَّاسِ صَدَقَةٌ,كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيْهِ الشَّمْسُ:يَعْدِلُ بَيْنَ اثْنَيْنِ صََدَقَةٌ,وَيُعِيْنُ الرَّجُلَ عَلىَ دَابَّتِهِ فَيَحْمِلُ عَلَيْهَا أَوْيَرْفَعُ مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ وَاْلكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ ... &lt;br /&gt;"Setiap persendian tubuh manusia (membutuhkan) sodaqoh setiap hari tatkala terbit matahari, berbuat adil di antara dua orang adalah sodaqoh, menolong orang menunggangi hewan tunggangannya juga mengangkat barang bawaannya adalah sodaqoh dan berbicara dengan kalimat yang baik adalah sodaqoh".  &lt;br /&gt;Bahkan orang yang berkata baik akan dijauhkan dari api neraka sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Adi' bin Hatim radhiallahu anhu bahwa Nabi  bercerita tentang api neraka kemudian beliau memalingkan wajahnya sambil minta perlindungan darinya, lalu bercerita tentang api neraka kemudian beliau memalingkan wajahnya sambil minta perlindungan darinya, kemudian bersabda:  &lt;br /&gt;ِاتَّقُوْا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ &lt;br /&gt;"Jagalah diri kalian dari api neraka walau dengan sebelah kurma barang siapa yang tidak mendapatkannya maka dengan ucapan yang baik".   &lt;br /&gt;• Mendorong diri sedikit berbicara, sebab banyaknya berbicara akan menyebabkan seseorang terjerumus  kedalam perbuatan dosa, hal ini sebagaimana sabda Rasulullah :&lt;br /&gt;وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَّي وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي مِجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الثَّرْثَارُوْنَ&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya orang yang paling aku dibenci dari kalian dan paling jauh dariku di hari kiamat adalah orang yang banyak bicara".  &lt;br /&gt;• Menjauhi perbuatan ghibah, sebagaimana firman Allah :    وَلاَيَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا  "Janganlah sebagian  kalian menggunjing terhadap sebagian yang lain". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Point Penting. Ghibah diperbolehkan pada enam tempat:&lt;br /&gt;1. Diperbolehkan bagi orang yang terzalimi menceritakan kezaliman orang lain kepada pemerintah dan hakim.&lt;br /&gt;2. Bertujuan untuk merubah kemungkaran.&lt;br /&gt;3. Meminta fatwa (Seperti halnya ia berkata Fulan menzalimiku dengan ini dan itu).&lt;br /&gt;4. Untuk mengingatkan dan menasehati kaum muslimin dari keburukan. (dengan maksud menasehati).&lt;br /&gt;5. Orang yang digibahi adalah seorang yang benar-benar menampakkan kefasikan dan kebid'ahannya. &lt;br /&gt;6. Untuk memberikan keterangan kepada orang-orang (yang bertanya), bilamana orang tersebut terkenal dengan sebutan seperti bermata kabur, pincang dan buta, dan diharamkan memberikan keterangan itu dengan tujuan menghinakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan dalam ghibah yang diperbolehkan, diantaranya adalah:&lt;br /&gt;1. Niat ikhlas hanya untuk mencari keridho’an Allah semata.&lt;br /&gt;2. Berusaha untuk tidak menyebutkan nama orang tertentu semaksimal mungkin.&lt;br /&gt;3. Mengingatkan seseorang dengan apa yang diperbolehkan baginya.&lt;br /&gt;4. Berkeyakinan bahwa tidak akan ada kerusakan lebih besar yang diakibatkan oleh point-point penting yang disebutkan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-sebab yang mendorong seseorang berbuat ghibah:&lt;br /&gt;1. Menyalurkan kemarahan, hendaknya ia ingat akan sabda Nabi :&lt;br /&gt;مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنَفِّذَهُ دَعَاهُ اللهُ عَزَّوَجَلَّ عَلَى رُؤُوْسِ الْخَلاَئِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ مِنَ اْلحُوْرِ مَاشَاءَ &lt;br /&gt;"Barang siapa yang menahan kemarahan, padahal dia mampu untuk melakukannya maka Allah  akan menyerunya atas di hadapan seluruh manusia pada hari kiamat, untuk memilih bidadari yang dikehendakinya".  &lt;br /&gt;2. Menyesuaikan diri dalam pergaulan dan sengaja mengada-adakan sikap baik kepada teman. Hendaklah dia mengingat akan sabda Nabi :            &lt;br /&gt;وَمَنِ اْلتَمَسَ رِضَا النَّاسِ بِسَخَطِ اللهِ وَكََلَهُ اللهُ إِلَى النَّاسِ&lt;br /&gt;"Barangsiapa mencari kerelaan manusia dengan (berbuat sesuatu yang) dibenci oleh Allah maka Allah pasti menyerahkan urusannya kepada manusia".  &lt;br /&gt;3. Hendak meninggikan derajat dirinya dengan cara mengejek orang lain. Obat bagi orang yang memiliki sifat tersebut adalah mengetahui bahwasannya apa-apa yang dimiliki oleh Allah adalah lebih baik dan lebih kekal.&lt;br /&gt;4. Bersenda gurau dan bercanda. Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ فَيَكْذِبَ لِيَضْحَكَ بِهِ اْلقَوْمُ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ&lt;br /&gt;"Celaka bagi orang yang berkata kemudian berbohong supaya orang-orang tertawa, maka celaka baginya, maka celaka baginya".  &lt;br /&gt;5. Iri dengki, Rasulullah  bersabda: &lt;br /&gt;لاَ يَجْتَمِعَانِ فِي قَلْبِ عَبْدٍ:اَْلإِيْمَانُ وَاْلحَسَدُ&lt;br /&gt;"Tidaklah berkumpul dalam hati seorang hamba: iman dan sifat dengki. &lt;br /&gt;6. Menisbatkan sesuatu pada orang lain dengan maksud membersihkan diri darinya.&lt;br /&gt;7. Banyak waktu yang kosong.&lt;br /&gt;8. Untuk mendekatkan diri kepada pemimpin dan penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa perkara yang tidak dikategorikan sebagai ghibah padahal ia adalah bukan ghibah&lt;br /&gt;1. Seseorang terkadang berbuat ghibah tetapi apabila dibantah dia berkata: (Saya siap mempertegas ucapan tersebut di hadapannya).&lt;br /&gt;2. Perkataan orang di depan halayak ramai tatkala menceritakan seseorang (Kita berlindung pada Allah dari kurangnya rasa malu) atau (Fulan demi Allah melewati batas).&lt;br /&gt;3. Perkataan seseorang, orang itu terkena musibah dengan ini (lalu menceritakan kejelekannya).&lt;br /&gt;4. Menganggap enteng membicarakan kejelekan orang yang berbuat maksiat.&lt;br /&gt;• Menjauhi perbuatan mengadu domba sebagaimana sabda Rasulullah :&lt;br /&gt;لاَ يَدْخُلُ اْلجَنَّةَ قَتَّاتٌ &lt;br /&gt;"Tidak akan masuk surga orang yang mengadu domba". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Point Penting. Enam perkara yang harus diperhatikan oleh orang yang menerima namimah:&lt;br /&gt;1. Tidak membenarkannya.&lt;br /&gt;2. Melarang dan menasehati (pelaku namimah) agar dia menjauhi perbuatan tersebut&lt;br /&gt;3. Membencinya karena Allah sebab hal tersebut dibenci oleh Allah .&lt;br /&gt;4. Tidak berprasangka buruk pada saudaranya yang tidak ada di hadapannya.&lt;br /&gt;5. Tidak memata-matai dan mencari kesalahan orang lain.&lt;br /&gt;6. Dia tidak merelakan bagi dirinya apa-apa yang telah dilarangnya (dari perbuatan namimah) tentang pribadinya, maka janganlah menceritakan perbuatan namimah orang tentang dirinya ia berkata: Fulan mengisahkan padaku seperti itu kemudian jadilah ia seorang pengadu domba.&lt;br /&gt;• Dilarang menceritakan setiap pembicaraan yang didengar, sebagaimana sabda Rasulullah :&lt;br /&gt;كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَاسَمِعَ &lt;br /&gt;"Cukuplah bagi seseorang berbuat dosa dengan menceritakan setiap apa yang didengarnya".  &lt;br /&gt;• Jauhilah berbuat bohong, sebagaimana firman Allah : &lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آَمَنُوْا اتْقُوْا اللهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّدِقِيْن&lt;br /&gt;"Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kamu kepada Allah dan jadilah kalian bersama-sama orang yang benar .  &lt;br /&gt;Selain itu, terdapat hadits riwayat Samurah bin Jundab radhiallahu anhu tentang mimpi Nabi  beliau bersabda:&lt;br /&gt;"… Akan tetapi malam itu aku bermimpi melihat dua orang laki-laki datang kepadaku kemudian mereka berdua memegang kedua tanganku dan membawaku keluar pergi ke tanah suci, tatkala itu ada seseorang yang sedang duduk dan yang lain berdiri, sementara ditangannya terdapat besi yang ujungnya bengkok. Sebagian teman-teman kami meriwayatkan dari Musa hadits riwayat musa dengan lafaz "bahwa dia memasukkan besi tersebut ke bagian mulutnya sehingga menembus kepalanya yang bagian belakang, kemudian melakukannya kembali ke bagian mulut yang lain seperti apa yang dilakukan sebelumnya, akhirnya bagian mulutnya menjadi menyatu, namun tatkala mulutnya kembali seperti sediakala, dia kembali mengulangi perbuatannya. Aku berkata: "Apa ini?" Mereka berdua menjawab pergilah …) Diakhir hadits ini Rasulullah  berkata pada kedua orang tersebut:" Pada malam ini kalian telah membawaku berkeliling, maka beritahukanlah kepadaku tentang apa yang telah aku lihat. Mereka berdua berkata: Adapun orang yang engkau lihat merobek mulutnya, maka orang itu adalah pembohong, ia mengada-adakan kebohongan kemudian menanggung akibatnya hingga ke ujung dunia sampai hari kiamat….) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperbolehkan berbohong dalam tiga tempat:&lt;br /&gt;1. Mendamaikan manusia.&lt;br /&gt;2. Berbohong dalam peperangan.&lt;br /&gt;3. Perkataan suami terhadap Istrinya dan perkataan istri terhadap suaminya.&lt;br /&gt;Adapun dalil diperbolehkannya hal tersebut adalah sabda Rasulullah :&lt;br /&gt;لاَ أَعُدُّهُ كَاذِبًا الرَّجُلُ يُصْلِحُ بَيْنَ النَّاسِ, يَقُوْلُ اْلقَوْلَ وَلاَ يُرِيْدُ بِهِ إِلاَّ اْلإْصْلاَحَ, وَالرَّجُلُ يَقُوْلُ فِي اْلحَرْبِ, وَالرَّجُلُ يُحَدِّثُ اْمرَأَتَهُ وَالْمَرْأَةُ تُحَدِّثُ زَوْجَهَا  &lt;br /&gt;"Aku tidak menganggap berbohong seorang yang (berbohong) untuk mendamaikan perselisihan antara manusia, yaitu dengan mengatakan satu perkataan yang bohong di mana dia tidak menghendaki dengannya kecuali perdamaian, juga seorang laki-laki yang berkata bohong dalam peperangan dan seorang suami yang berkata bohong kepada Istrinya, dan seorang istri yang berbohong kepada suaminya ".  &lt;br /&gt;• Dilarang berkata kotor dan berbuat kotor, serta setiap perkataan yang keji. Sebagaimana disebutkan di dalam hadits:&lt;br /&gt;لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاحِشًا وَلاَ مُتَفحِّشًا&lt;br /&gt;"Nabi shallallahu alaihi wa sallam bukanlah seorang yang berkata kotor dan berbuat kotor".  &lt;br /&gt;• Keutamaan orang yang meninggalkan berdebat walaupun dia benar. sebagaimana sabda Rasulullah :&lt;br /&gt;أَنَا زَعِيْمٌ بِبَيْتٍ فَي رَبََضِ اْلجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا&lt;br /&gt;"Aku adalah pemimpin pada sebuah tempat di surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia benar".   &lt;br /&gt;Al Miro' adalah jidal/berdebat.&lt;br /&gt;• Dilarang membuat orang tertawa dengan cara berbohong. sebagaimana sabda Rasulullah :&lt;br /&gt;وَيْلٌ ِللَّذِي يُحَدِّثُ فَيَكْذِبَ لِيَضْحَكَ بِهِ الْقَوْمِ وَيْلٌ لَهٌ وَيْلٌ لَهُ&lt;br /&gt;"Celaka orang yang berbicara kemudian berbohong supaya orang-orang menertawakannya celaka baginya, celaka baginya".  &lt;br /&gt;Semestinya seseorang meninggalkan banyak tertawa, sebagaimana sabda Rasulullah :&lt;br /&gt;لاَ تُكْثِرُوْا مِنَ الضَّحِكِ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيْتُ الْقَلْبَ&lt;br /&gt;"Janganlah kalian banyak tertawa sebab banyak tertawa menyebabkan matinya hati".  &lt;br /&gt;• Apabila seseorang berbicara dengan saudaranya kemudian dia menoleh kepadanya maka itu adalah amanah sebagaimana sabda Rasulullah :                   &lt;br /&gt;إِذَا حَدَّثَ الَّرجُلُ بِاْلحَدِيْثِ ثُمَّ اْلتَفَتَ فَهِيَ أَمَانَةٌ&lt;br /&gt;"Bilamana seorang membicarakan sesuatu kemudian dia menoleh kepadanya maka itu adalah amanah".   &lt;br /&gt;• Mendahulukan orang yang lebih tua dalam berbicara, dan berbicara harus dengan suara yang terang dan tidak rendah serta harus dengan kalimat yang jelas yang dapat dipahami oleh semua orang dengan tidak mengada-ada dan berlebih-lebihan.&lt;br /&gt;• Tidak memotong pembicaraan orang lain, sebagaimana yang diceritakan tentang Nabi  yang berbicara dengan kaumnya lalu masuk kepadanya seorang badui, kemudian bertanya kepadanya tentang hari kiamat, namun Rasulullah tetap meneruskan pembicaraannya bersama para shahabat, setelah selesai beliau berkata: “Manakah orang yang sebelumnya bertanya tentang hati kiamat?, maka barulah beliau menjawab pertanyaan orang tersebut.  &lt;br /&gt;• Berbicara dengan pelan-pelan dan tidak pula tergesa-gesa, sebagaimana diceritakan tentang Nabi  bahwa apabila beliau bicara dengan tentang sesuatu, seandainya ada orang yang menghitung ucapannya nya niscaya dia bisa terhitung).  Dan Rasulullah  tidak berbicara secara terus menerus, beliau bicara dengan suatu kalimat yang dan dan terperinci sehingga orang yang mendengarnya menjadi hafal.  &lt;br /&gt;• Berbicara dengan suara, pelan Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: وَاغْضُضْ مِنْ َصوِْتكَ   "Pelankanlah suaramu".  &lt;br /&gt;• Menjauhi kata-kata yang haram, seperti mengkafiran orang lain, bersumpah dengan selain nama Allah, perkataan seseorang: “Celaka manusia”, bersumpah dengan thalak serta mencaci maki masa.&lt;br /&gt;• Meninggalkan mementingkan diri sendiri dalam berbicara.&lt;br /&gt;• Tidak menceritakan tentang pribadi untuk membanggakan diri sendiri sebagaimana firman Allah :    فَلاَ تُزَكُّـوا أَْنفُسَكُمْ&lt;br /&gt;"Maka Janganlah kamu mengatakan dirimu suci". " . &lt;br /&gt;• juga tidak mengagungkan diri sendiri dengan mengatakan aku, kami berpendapat dan sebagainya.&lt;br /&gt;• Menjaga perasaan orang lain, Ibnu Qoyyim rahimahullah berkata: “Di antara mereka ada orang yang dirasuki oleh dorongan semangatnya (ruh) ini adalah keadaan yang berat lagi dibenci, dia adalah wujud akal yang tidak pantas berbicara untuk memberikan manfaat bagimu, atau tidak bisa berdiam dengan baik sehingga bisa mengambil pelajaran darimu, serta tidak mengetahui dirinya sendiri sehingga bisa menempatkan dirinya pada tempatnya. &lt;br /&gt;• Tidak mengungkapkan cacian kepada khalayak.&lt;br /&gt;• Hendaknya ia meninggalkan beberapa hal di bawah ini: &lt;br /&gt; Banyak bertanya dan sengaja mengada-ada pertanyaan tersebut sebagaimana sabda Nabi :&lt;br /&gt;وَيَكْرَهُ لَكُمْ ثَلاَثًاوَمِنْهَا َكثْرَةُ السُّؤَالِ&lt;br /&gt;"Dan membenci tiga hal dari kalian salah satunya adalah cerewet dalam bertanya". &lt;br /&gt; Tergesa-gesa memberikan jawaban.&lt;br /&gt; Tergesa-gesa memberikan pendapat, baik dalam hal yang kecil atau yang besar.&lt;br /&gt; Sibuk mengahadapi orang-orang randah dan hina.&lt;br /&gt; Berbicara tidak sesuai dengan keadaan.&lt;br /&gt; Berbicara yang tidak keruan sebagaimana hadits Rasulullah :&lt;br /&gt;منْ حُسْنِ إِسْلاَمِ اْلمَرْءِ  َترْكُهُ مَالاَ يَعْنِيْهِ&lt;br /&gt;"Dari kesempurnaan Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak ada manfaatnya".  &lt;br /&gt; Berbicara disamping orang yang tidak menyukainya.&lt;br /&gt; Mengulang-ulangi omongan.&lt;br /&gt; Meninggikan diri terhadap orang yang mendengarkan omongan.&lt;br /&gt; Tidak mendengarkan orang lain yang berbicara dengan baik.&lt;br /&gt; Menganggap remeh terhadap pembicaraan orang lain.&lt;br /&gt; Meminta orang lain untuk mempercepat menyelesaikan perkataannya.&lt;br /&gt; Meninggalkan orang padahal seseorang belum menyelesaikan perkataannya.&lt;br /&gt; Tergesa-gesa memvonis orang yang berbicara sebagai pembohong.&lt;br /&gt; Menyepelekan perkataan orang yang masih muda belia.&lt;br /&gt; Tergesa-gesa menyebarkan suatu berita sebelum nampak fakta yang kongkrit (tentang kebenaran berita tersebut) dan belum jelas manfaat menyebarkannya.&lt;br /&gt; Mendengarkan dan menerima perkataan orang secara langsung tanpa menyaring dan menseleksi kebenaran berita tersebut.&lt;br /&gt; Kasar dalam memanggil orang. Allah  berfirman:&lt;br /&gt;وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُوْلُ الَّتيِ هِيَ أَحْسَن,إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزِغُ بَيْنَهُمْ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ ِلِْلإِنْسَانِ عَُدًّوا مُبِيًْا&lt;br /&gt;"Katakanlah kepada hamba-hambaku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang baik (benar), sesungguhnya syaitan menimbulkan perselisihan diantara mereka, sesungguhnya syaitan merupakan musuh yang nyata bagi manusia".  &lt;br /&gt;Pada ayat yang lain Allah  berfirman:     &lt;br /&gt;وَقُوْلُوْا ِللنَّاسِ حُسْنًا"Dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia".".  &lt;br /&gt; Kasar dalam mencela.&lt;br /&gt; Tidak mengetahui adab berdiskusi.&lt;br /&gt; Tidak menghiraukan perasaan orang lain.&lt;br /&gt; Bersikap apriori terhadap teman bicara.&lt;br /&gt; Bergaya bahasa menantang dan menyerang.&lt;br /&gt;  Masa bodoh dengan nama teman bicara.&lt;br /&gt; Mengabaikan prinsif-prinsif yang benar.&lt;br /&gt; Ngotot dengan kesalahan dan enggan kembali kepada yang hak.&lt;br /&gt; Tidak menguasai materi diskusi.&lt;br /&gt; Memvonis saat diskusi berlangsung.&lt;br /&gt; Bercabang dalam judul pembicaraan dan keluar dari fokus semula.&lt;br /&gt; Senang membantah dan bertentangan.&lt;br /&gt; Tenggelam dalam membicarakan sesuatu yang tidak bermanfaat.&lt;br /&gt; Banyak saling mencela.&lt;br /&gt; Banyak mengeluh kepada orang-orang.&lt;br /&gt; Banyak membicarakan tentang perempuan.&lt;br /&gt; Banyak bermain-main/senda gurau.&lt;br /&gt; Banyak bercanda.&lt;br /&gt; Banyak bersumpah, Allah  berfirman:&lt;br /&gt;وَاحْفَظُوْا أَيْمَانَكُمْ "Jagalah sumpah-sumpah kalian".  &lt;br /&gt; Mencri-cari kesalahan teman duduk.&lt;br /&gt; Menampakkan kebosanan terhadap teman duduk.&lt;br /&gt; Membebankan teman duduknya untuk melayaninya.&lt;br /&gt; Melakukan suatu hal yang bertentangan dengan rasa di dalam majlis seperti membersihkan gigi dengan tusuk gigi, meludah di hadapan orang banyak, terbahak-bahak, dan memain-mainkan kumis serta jenggot.&lt;br /&gt; Melakukan kemungkaran di dalam majlis.&lt;br /&gt; Menghadiri majlis yang di dalamnya terdapat kemungkaran dan menemani mereka melakukan hal tersebut.&lt;br /&gt; Duduk dengan posisi yang tidak mencerminkan sopan santun.&lt;br /&gt; Duduk di tengah-tengah lingkaran orang banyak.&lt;br /&gt; Memaksakan diri berbicara secara fasih sebagaimana Rasulullah  bersabda:&lt;br /&gt;سَيَكُوْنُ قَوْمٌ يَأْكُلُوْنَ بِأَلْسِنَتِهِمْ كَمَا تَأْكُلُ الْبَقَرَةُ مِنَ اْلأَرْضِ&lt;br /&gt;"Akan ada suatu kaum dimana mereka makan dari hasil lisan-lisan mereka sebagaimana sapi memakan makanan dari bumi".  &lt;br /&gt; Janganlah membawa suatu perkataan apabila engkau tidak bisa membawakannya seperti yang sebenarnya".&lt;br /&gt; Senantiasa berusaha semaksimal mungkin untuk menutup aib saudara semuslim, hal ini sebagaimana di beritakan oleh Rasulullah :&lt;br /&gt;لاَ يَسْتُرُ عَبْدٌ عَبْدًا فِي الدُّنْيَا إِلاَّ سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ&lt;br /&gt;"Tidaklah seorang hamba menutupi aib hamba yang lainnya di dunia melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat nanti".  &lt;br /&gt; Menjaga agar tidak menamai dengan gelar-gelar yang jelek sebagaimana Allah berfirman:                       وَلاَ تَنَابَزُوْا بِاْلأَلْقَابِ   &lt;br /&gt;"Janganlah kamu panggil-memanggil dengan memakai gelar-gelar yang buruk".  &lt;br /&gt;dan firman Allah  pula:&lt;br /&gt;وَيْلٌ ِلكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ&lt;br /&gt;"Celaka bagi pengumpat lagi  pencela" &lt;br /&gt;Rasulullah  bersabda:&lt;br /&gt;بِحَِسَبٍ اْمرِئٍ مِنَ الشَّـرِّ أَنْ َيحْقِـرَ أَخَاهُ اْلمُسْلِمَ&lt;br /&gt;"Cukuplah seseorang berbuat dosa yaitu mengejek saudaranya yang muslim". &lt;br /&gt; Apabila seseorang berbicara dengan suatu kaum, maka tidak boleh baginya mengarahkan pandangannnya kepada orang tertentu tanpa yang lainnya.&lt;br /&gt; Apabila seseorang salah dalam mengatakan suatu perkataan walaupun perkataan itu mengandung kekufuran dimana lisannya ceroboh dengan ucapan tersebut, maka janganlah perkataan tersebut dijadikan sebagai modal untuk menjelekannya. Dalil yang menjelaskan hal ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim bahwasanya Rasulullah  bersabda:&lt;br /&gt;ِللهِ أَشَدُّ فَرَحًا بَتَوْبَةِ عَبْدِهِ حِيْنَ يَتُوْبُ إِلَيْهِ مِنْ أَحَدِكُمْ كَانَ عَلىَ رَاحِلَتِهِ بِأَرْضٍ فَلاَةٍ, فَانْفَلَتَتْ مِنْهُ وَعَلَيْهَا َطعَامُهُ وَشَرَابُهُ فَأَيِسَ مِنْهَا فَأَتَى شَجَرَةً فَاضْطَجَعَ فِي ظِلِّهَا, وَقَدْ أَيِسَ مِنْ رَاحِلَتِهِ فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَاِلكَ إِذَا هُوَبِهَا قَاِئمَةً عِنْدَهُ فَأَخَذَ بِخِطَامِهَا ُثمَّ قَالَ مِنْ شِدَّةِ اْلفَرْحِ: اَللَّهُمَّ أَنْتَ عَبْدِي وَأَنَا رَبُّكَ أَخْطَأَ مِنْ شِدَّةِ اْلفَرَحِ&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah lebih gembira dengan taubat seorang hambaNya tatkala ia bertaubat kepadaNya dari seseorang yang bersama hewan tunggangannya di suatu padang yang luas, kemudian hewan itu menghilang darinya sedangkan makanan dan minumannya ada padanya. Lalu ia merebahkan badannya dibawah pohon karena telah putus asa dengan hewannya itu. Namun, tatkala dia bangun, tiba-tiba hewan tersebut berdiri dihadapannya, kemudian ia mengambil tali pengikatnya sambil berkata dengan perasaan yang sangat bahagia: “Ya Allah sesungguhnya Engkau adalah hambaku dan aku adalah tuhanMu”, Ia salah mengucapkannya karena kegembiraannya".  &lt;br /&gt;HR. Muslim no:2747 kitab At Taubah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-4843461814616757440?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/4843461814616757440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/11/adab-adab-berbicara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/4843461814616757440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/4843461814616757440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/11/adab-adab-berbicara.html' title='ADAB-ADAB BERBICARA'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-6521611370122669710</id><published>2009-11-24T06:45:00.000-08:00</published><updated>2009-12-04T00:14:23.183-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fikih'/><title type='text'>Tata krama berbicara</title><content type='html'>ADAB BERBICARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Aba AbduLLAAH&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. Semua pembicaraan harus kebaikan, (QS 4/114, dan QS 23/3), dalam hadits nabi SAW disebutkan:&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang beriman pada ALLAH dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau lebih baik diam.” (HR Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;2. Berbicara harus jelas dan benar, sebagaimana dalam hadits Aisyah ra:&lt;br /&gt;“Bahwasanya perkataan rasuluLLAH SAW itu selalu jelas sehingga bisa difahami oleh semua yang mendengar.” (HR Abu Daud)&lt;br /&gt;3. Seimbang dan menjauhi bertele-tele, berdasarkan sabda nabi SAW:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku nanti di hari Kiamat ialah orang yang banyak omong dan berlagak dalam berbicara.” Maka dikatakan: Wahai rasuluLLAH kami telah mengetahui arti ats-tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa makna al-mutafayhiqun? Maka jawab nabi SAW: “Orang2 yang sombong.” (HR Tirmidzi dan dihasankannya)&lt;br /&gt;4. Menghindari banyak berbicara, karena kuatir membosankan yang mendengar, sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Wa’il:&lt;br /&gt;Adalah Ibnu Mas’ud ra senantiasa mengajari kami setiap hari Kamis, maka berkata seorang lelaki: Wahai abu AbduRRAHMAN (gelar Ibnu Mas’ud)! Seandainya anda mau mengajari kami setiap hari? Maka jawab Ibnu Mas’ud : Sesungguhnya tidak ada yang menghalangiku memenuhi keinginanmu, hanya aku kuatir membosankan kalian, karena akupun pernah meminta yang demikian pada nabi SAW dan beliau menjawab kuatir membosankan kami (HR Muttafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;5. Mengulangi kata-kata yang penting jika dibutuhkan, dari Anas ra bahwa adalah nabi SAW jika berbicara maka beliau SAW mengulanginya 3 kali sehingga semua yang mendengarkannya menjadi faham, dan apabila beliau SAW mendatangi rumah seseorang maka beliau SAW pun mengucapkan salam 3 kali. (HR Bukhari)&lt;br /&gt;6. Menghindari mengucapkan yang bathil, berdasarkan hadits nabi SAW:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang diridhai ALLAH SWT yang ia tidak mengira yang akan mendapatkan demikian sehingga dicatat oleh ALLAH SWT keridhoan-NYA bagi orang tersebut sampai nanti hari Kiamat. Dan seorang lelaki mengucapkan satu kata yang dimurkai ALLAH SWT yang tidak dikiranya akan demikian, maka ALLAH SWT mencatatnya yang demikian itu sampai hari Kiamat.” (HR Tirmidzi dan ia berkata hadits hasan shahih; juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menjauhi perdebatan sengit, berdasarkan hadits nabi SAW:&lt;br /&gt;“Tidaklah sesat suatu kaum setelah mendapatkan hidayah untuk mereka, melainkan karena terlalu banyak berdebat.” (HR Ahmad dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;Dan dalam hadits lain disebutkan sabda nabi SAW:&lt;br /&gt;“Aku jamin rumah didasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah ditengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam bercanda, dan aku jamin rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaqnya.” (HR Abu Daud)&lt;br /&gt;8. Menjauhi kata-kata keji, mencela, melaknat, berdasarkan hadits nabi SAW:&lt;br /&gt;“Bukanlah seorang mu’min jika suka mencela, mela’nat dan berkata-kata keji.” (HR Tirmidzi dengan sanad shahih)&lt;br /&gt;9. Menghindari banyak canda, berdasarkan hadits nabi SAW:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya seburuk-buruk orang disisi ALLAH SWT di hari Kiamat kelak ialah orang yang suka membuat manusia tertawa.” (HR Bukhari)&lt;br /&gt;10. Menghindari menceritakan aib orang dan saling memanggil dengan gelar yang buruk, berdasarkan QS 49/11, juga dalam hadits nabi SAW:&lt;br /&gt;“Jika seorang menceritakan suatu hal padamu lalu ia pergi, maka ceritanya itu menjadi amanah bagimu untuk menjaganya.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi dan ia menghasankannya)&lt;br /&gt;11. Menghindari dusta, berdasarkan hadits nabi SAW:&lt;br /&gt;“Tanda-tanda munafik itu ada 3, jika ia bicara berdusta, jika ia berjanji mengingkari dan jika diberi amanah ia khianat.” (HR Bukhari)&lt;br /&gt;12. Menghindari ghibah dan mengadu domba, berdasarkan hadits nabi SAW:&lt;br /&gt;“Janganlah kalian saling mendengki, dan janganlah kalian saling membenci, dan janganlah kalian saling berkata-kata keji, dan janganlah kalian saling menghindari, dan janganlah kalian saling meng-ghibbah satu dengan yang lain, dan jadilah hamba-hamba ALLAH yang bersaudara.” (HR Muttafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;13. Berhati-hati dan adil dalam memuji, berdasarkan hadits nabi SAW dari AbduRRAHMAN bin abi Bakrah dari bapaknya berkata:&lt;br /&gt;Ada seorang yang memuji orang lain di depan orang tersebut, maka kata nabi SAW: “Celaka kamu, kamu telah mencelakakan saudaramu! Kamu telah mencelakakan saudaramu!” (2 kali), lalu kata beliau SAW: “Jika ada seseorang ingin memuji orang lain di depannya maka katakanlah: Cukuplah si fulan, semoga ALLAH mencukupkannya, kami tidak mensucikan seorangpun disisi ALLAH, lalu barulah katakan sesuai kenyataannya.” (HR Muttafaq ‘alaih dan ini adalah lafzh Muslim)&lt;br /&gt;Dan dari Mujahid dari Abu Ma’mar berkata: Berdiri seseorang memuji seorang pejabat di depan Miqdad bin Aswad secara berlebih-lebihan, maka Miqdad mengambil pasir dan menaburkannya di wajah orang itu, lalu berkata: Nabi SAW memerintahkan kami untuk menaburkan pasir di wajah orang yang gemar memuji. (HR Muslim)&lt;br /&gt;ADAB MENDENGAR&lt;br /&gt;1. Diam dan memperhatikan (QS 50/37)&lt;br /&gt;2. Tidak memotong/memutus pembicaraan&lt;br /&gt;3. Menghadapkan wajah pada pembicara dan tidak memalingkan wajah darinya sepanjang sesuai dengan syariat (bukan berbicara dengan lawan jenis)&lt;br /&gt;4. Tidak menyela pembicaraan saudaranya walaupun ia sudah tahu, sepanjang bukan perkataan dosa.&lt;br /&gt;5. Tidak merasa dalam hatinya bahwa ia lebih tahu dari yang berbicara&lt;br /&gt;ADAB MENOLAK / TIDAK SETUJU&lt;br /&gt;1. Ikhlas dan menghindari sifat senang menjadi pusat perhatian&lt;br /&gt;2. Menjauhi ingin tersohor dan terkenal&lt;br /&gt;3. Penolakan harus tetap menghormati dan lembut serta tidak meninggikan suara&lt;br /&gt;4. Penolakan harus penuh dengan dalil dan taujih&lt;br /&gt;5. Menghindari terjadinya perdebatan sengit&lt;br /&gt;6. Hendaknya dimulai dengan menyampaikan sisi benarnya lebih dulu sebelum mengomentari yang salah&lt;br /&gt;7. Penolakan tidak bertentangan dengan syariat&lt;br /&gt;8. Hal yang dibicarakan hendaknya merupakan hal yang penting dan dapat dilaksanakan dan bukan sesuatu yang belum terjadi&lt;br /&gt;9. Ketika menolak hendaknya dengan memperhatikan tingkat ilmu lawan bicara, tidak berbicara di luar kemampuan lawan bicara yang dikuatirkan menjadi fitnah bagi diri dan agamanya&lt;br /&gt;10. Saat menolak hendaknya menjaga hati dalam keadaan bersih, dan menghindari kebencian serta penyakit hati.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-6521611370122669710?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/6521611370122669710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/11/tata-krama-berbicara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/6521611370122669710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/6521611370122669710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/11/tata-krama-berbicara.html' title='Tata krama berbicara'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-4798917605353327184</id><published>2009-11-22T15:16:00.000-08:00</published><updated>2009-11-24T06:29:07.389-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al qur&apos;an'/><title type='text'>BAGAIMANA MEMAHAMI AL QUR'AN (1)</title><content type='html'>AL-ILAH (TUHAN) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Abul A’laAlmaududi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;DIBAHAS DARI SEGI BAHASA&lt;br /&gt;Kata ( Al-ilah) terdiri atas tiga huruf : Harnzah, Lam, ha.' Ka¬ta ini (diulas dalam kamus-kamus &lt;br /&gt;bahasa Arab sebagai berikut&lt;br /&gt;a) ( (uluhtu ila fulan) = Aku cende¬ rung kepada fulan.&lt;br /&gt;b) (Alihar-rajulu-ya'lahis) = Orang itu mengharapkan seorang yang akan bisa menolongnya, &lt;br /&gt;karena tertimpa oleh suatu musibah.&lt;br /&gt;c) (Alihar-rajulu ilar-rajuli)= Orang ini rnencari orang itu, karena sangat rindu kepada¬nya.&lt;br /&gt;d)   (Alihal fashilu) = Anak kuda (atau sebagainya) tidak mau pisah dari induknya.&lt;br /&gt;e) (Alaha, llahatan, Uluhatan) _Mengabdi - Pengabdian. 1&lt;br /&gt;f.  Al-ilah dalah pecahan dari kata (Laha - Yalihu - Laihan) = Berlindung - Lindungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  penjelasan di atas, dapatlah dimengerti bahwa kata  (Alaha, Ya'lahu, Ilahatan) berarti me¬nyerahkan atau menitipkan diri supaya selamat dan terjamin. Un¬tuk mendapatkan keselamatan  atau jaminan itu, ada imbalannya.&lt;br /&gt;Dan kata  (AI-Ilah) berarti (Al-Ma'bud) = Pelindung, Penjamin dan sebagainya.&lt;br /&gt;Maka dapatlah ditarik beberapa kesimpulan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Ada pun yang mendorong seseorang berta-alluh (berbakti, mengabdi dan sebagainya), adalah kebutuhan yang  sangat mendesak. Tak seorang pun akan menjatuhkan martabatnya  di depan orang lain tanpa mengharapkan sesuatu dari padanya, baik moral atau pun material.&lt;br /&gt;2) Adalah sifat manusia menghormat bahkan menjunjung tinggi pihak yang dapat diharapkan pertolongan dan   jasa¬ jasa baiknya, atau yang dianggapnya sebagai lebih tinggi martabatnya, atau lebih gagah perkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Pada umumnya, setiap kebutuhan yang didapat oleh se¬seorang dari sesamanya secara wajar, melalui prosedur yang berlaku di alam yang tampak di depan mata dan ma¬suk akal serta tidak mustahil dilakukan oleh manusia, tak¬kan mendorong orang untuk beribadah kepadanya seba¬gai sesembahan. Sebagai contoh ; Seorang yang sudah lama melamar pekerjaan ke sana ke sini untuk nafkah rumah-tangganya dan supaya tidak menjadi beban di atas bahu masyarakat sekitarnya, yang akhirnya dengan susah payah dan melalui banyak liku-¬liku, diterima oleh suatu perusahaan. Betapa pun besar¬nya terima kasih orang itu kepada si majikan, takkan ter¬gores di benaknya untuk menjadikannya sebagai sesem¬bahan. Ia takkan berbuat demikian, sebab ia tahu cara mendapatkan pekerjaan atau nafkah yang memenuhi ke¬butuhan rumah-tangganya itu. Sekali-kali ia takkan me¬nyembah sesuatu, kecuali yang akan disembahnya itu maha gagah perkasa dan kekuasaannya tak dapat diba¬yangkan batasnya apalagi diraba dengan pancaindera. Ka¬rena itulah, kata (Alma'bud) sebagai predi¬kat yang maknanya mencakup "Pelindung, yang dirindu¬kan" dan mencakup arti segala sifat keagungan.&lt;br /&gt;4)  Adalah sifat manusia - tanpa kecuali : bahwa dengan rasa rindu dan penuh harapan, ia menuju sesuatu yang menu¬rut keyakinannya akan sanggup dan mampu memenuhi kebutuhannya, mampu membela dan menyelamatkannya di kala ditimpa suatu derita atau musibah dan dapat juga menenangkan hatinya bila gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini jelaslah sudah, bahwa kecenderungan untuk memberikan predikat (Al-Ilah) kepada Al-Ma'bud),&lt;br /&gt;sesembahan atau yang disembah itu, tak lain ada1ah karena DIA :&lt;br /&gt;a) Dapat memenuhi kebutuhan sepenuhnya  &lt;br /&gt;b) Maha Pelindung  &lt;br /&gt;c) Maha Penenang  &lt;br /&gt;d) Mempunyai kekuasaan yang mutlak dan keagungan yang tak bertara serta tiada bandingannya.&lt;br /&gt;e) Maha Gagah Perkasa, yang oleh karenanya dapat menye¬lesaikan dan mengatasi segala sesuatu dan dapat juga memberikan perlindungan dan keselamatan dari segala bencana menimpa. Selain itu, dapat juga menentramkan batin. &lt;br /&gt;Suatu Zat yang gaib dari rabaan pancaindera dan suatu rahasia yang tak terjangkau oleh pandangan atau pikiran manusia, Zat yang dirindukan dan dituju oleh tiap insan.&lt;br /&gt;` &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAPAT ORANG JAHILIYAH TENTANG Al-ilah), yaitu TUHAN :&lt;br /&gt;Setelah ditinjau dari segi bahasa, baiklah kini ditinjau dari se¬gi pendapat orang jahiliah, Arab atau pun lainnya, mengenai (Uluhiyah), yaitu Ketuhanan, yang oleh kare¬nanya, Muhamad diutus dan dibawai sebuah kitab suci (Qur'an) oleh  Al-ilah itu. sebagai bantahan dan penyuluhan yang gam¬blang dan otentik.&lt;br /&gt;Pendapat orang jahiliyah, baik dulu maupun sekarang, ten¬tang ketuhan itu, dijelaskan oleh Qur'an. :antara lain sebagai beri.kut .&lt;br /&gt;10. "Dan mereka nremperbanyak tuhan selain Allah dengan harapan  pertolongan dan lindungan mereka': QS. 19 : 81.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. "Dan mereka memperbanyak tuhan selain Allah dengan harapan mendapatkan pertolongan dari mereka" : Q. 36: 74&lt;br /&gt;Menurut ayat-ayat tersebut, jelaslah bahwa keyakinan orang jahiliyah baik dulu maupun sekarang, terhadap sesembahan¬sesembahannya itu, sebagai pelindung yang dapat menyelamatkan dan menolong dari segala bahaya dan kesulitan, baik yang menim¬pa diri maupun lainnya. Padahal :&lt;br /&gt;11. "Maka sesembahan-sesembahan mereka selain Allah itu, sedikit pun tiada berguna ketika azab Tuhanmu menimpa. Malah justru menambah kepayahan mereka" : QS. 11: 101.&lt;br /&gt;`'&lt;br /&gt;13. 'Dan sesembahan-sesembahan mereka selain A/lah itu, tiada bisa menciptakan baranq sesuatu, malah diciptakan. Mereka sebagai mayat-mayat di dalam kubur, tiada mereka mengetahui bila me¬reka dibangkitkan kelak. Sesungguhnya, Tuhan kalian itu, satu ': QS. 16 : 20 - 22.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. "Jangan mempertuhankan selain Allah, sebab tiada Tuhan selain Dia QS. 28 : 88.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. "Dan mereka yang menyeru sesembahan-sesembahan selain Allah itu, hanyalah meyakini sesuatu dugaan belaka, tiada kebenaran¬nya'; QS 10 : 66. •&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat tersebut menjelaskan beberapa masalah, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Semua sesembahan selain ALlah itu, oleh orang-orang ja¬hiliyah hanya di kala mereka menderita atau tertimpa oleh musibah.&lt;br /&gt;2) Bahwa sesembahan-sesembahan tersebut, tidak hanya dari bangsa jin atau malaikat, tetapi juga dari manusia yang su¬dah mati sebagaimana telah dijelaskan oleh ayat yang arti¬ nya :&lt;br /&gt;"Mereka adalah makhluk-makhluk yang sudah mati, bukan yang masih hidup. Dan mereka pun tidak tahu bilakah mereka dibangkit¬kan (dihidupkan kembali)': QS. 16: 27.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Mereka sangka bahwa sesembahan-sesembahan selain Al¬lah itu, dapat mendengar seruan dan mengijabahinya (rne¬ngabulkan) dan sanggup rnenolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan keterangan tersebut, perlu anda ketahui dulu difinisi "Do'a" atau seruan dan "Ijabah" pengabulan yang di¬harapkan seseorang dari AI-Ilah (Tuhan). Yaitu, misalkan, orang yang dahaga, tentu menyeru pelayan supaya membawakan air iui¬num. Atau seorang yang sakit, tentu mengharapkan pertolongan dokter. Seruan orang yang dahaga kepada pelayan dan seruan pen¬derita sakit kepada dokter, tidak berarti sebagai do'a yang sama se¬perti yang ditujukan kepada Al-Ilah (Tuhan), juga tidak berarti bahwa mereka anggap pelayan dan dokter sebagai dua ilah (Tuhan masing-masing). Sebab apa yang dilakukan itu, baik oleh pelayan dan dokter adalah wajar menurut aturan yang berlaku di dunia ini, dan tidak dirnonopoli seorang, orang pun. Akan tetapi, apabila me¬reka berseru kepada manusia yang terkubur dalam tanah (mayat), atau sebuah patung dan lain-lain benda yang dianggap keramat atau berkhasiat secara gaib, sebagai ganti pelayan atau dokter yang dapat membawakan air minum atau mengobati, maka jelaslah su¬dah bahwa mereka telah memper-ilah-kan (mempertuhankan) ma¬yat, atau patung dan benda-benda lainnya yang dianggapnya se¬bagai keramat itu, dengan keyakinan mereka memiliki kekuasaan seperti kekuasaan ALLAH yang mutlak, kekuasaan di luar hukum alam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak mungkin orang tadi memanjatkan do'a (menyeru) untuk mendapat pertolongan kepada sesuatu sesernbahan, melain¬kan berdasarkan keyakinan, bahwa yang dimohoni atau diseru itu, mutlak kekuasaannya dan perkasa yang dapat melanggar aturan alam yang berlaku sejak dahulu hingga akhir zaman serta dapat merubah hukum sebab dan akibat maupun hukum yang berlaku di luar alam ini, baik melalui prosedur maupun tidak&lt;br /&gt;'&lt;br /&gt;16. "Dan sesungguhnya telah kami-(AIIah) binasakan beberapa negeri di sekelilingmu dan Kami (Allah) beri keterangan-keterangan supa¬ya mereka kembali ke jalan yang benar. Dalam pada itu, mengapa sesembahan-sesembahan yang mereka anggap bisa mendekatkan di¬ri kepada Allah itu tidak menolong? malah tidak datang.memang tidak ada sama sekali. Mereka hanyalah diada-adakan belaka. QS. 46 : 27 - 28.&lt;br /&gt;17. " Mengapa aku tidak menyembah Zat yang menciptakan aku dan yang kepada-Nya kita semua dikembalikan. Menqapa aku meng¬adakan sesembahan-sesembahan selain Allah itu, sedangkan jika Allah Yang Maha Pemurah itu menghendaki kemudaratan bagiku, tiada mereka dapat membela atau menyelamatkan aku ? QS. 36 : 22-23.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. "Dan orang-orang yang mengada-adakan pelindung selain Allah berkata, "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya kami didekatkannya kepada Allah sedekat-dekatnya" : QS. 39 : 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. "Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak dapat mem¬bawakan kemudaratan maupun kemanfaatan bagi mereka. Dan me¬reka berkata, Mereka itulah pembela kami di hadapan AIlah" QS. 10 : 18.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ayat-ayat tersebut, dapatlah diketahui bahwa orang¬orang jahiliyah itu tidak berpendapat bahwa ULUHIYAH (KE¬TUHANAN) itu, terbagi rata atau tidak di antara sesembahan-¬sesembahan sesembahan mereka. Malah, mereka yakin benar akan adanya satu sesembahan yang dikenal dengan sebutan Allah Swt. da¬lam bahasa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kepercayaan orang-orang jahiliyah terhadap sesem¬bahan-sesembahan selain Allah itu hanyalah dalam batas kewe¬nagan Uluhiah (ketuhanan) Allah, di mana Allah akan menerima bujukan mereka. Karenanya mereka anggap akan tercapai maksud mereka dan mendapat manfaat serta terhindar dari mudarat. De¬ngan faham demikian, mereka letakkan sesembahan-sesembahan itu sejajar dengan Allah Swt di sektor Uluhiyah (Ketuhanan).&lt;br /&gt;Jelaslah, barangsiapa menganggap sesuatu, baik itu manusia. maupun jin dan malaikat sebagai pemberi syafaat (grasi) di sisi Al¬lah, lalu memanjatkan doa, pertolongan dengan upacara dan sajian atau tidak, menurut istilah jahiliyah, bahwa ia telah memper-TU¬HAN-kan sesembahan itu dan dijadikannya sebagai suatu ilah.*). ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. "Dan Allah berfirman :"Jangan mengadakan dua Tuhan, Sesung¬guhnya Tuhan itu, hanyalah satu. Dan Akulah yang seharusnya kamu taati (tunduki)': Q. 16: 51.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. "Dan aku tidak takut pada apa yang kamu persekutukan dengan Dia (Allab) itu, kecuali bila Tuhanku menghendaki sesuatu': Q. 6: 80.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2'. "Kami kira engkau sedang diganggu oleh sebagian sesembahan¬-sesembahan kami" : Q. 11: 54.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tuturan ayat-ayat di atas, jelaslah bahwa orang-orang ja¬hiliyah dulu dan sekarang sangat takut pada sesembahan-sesembah¬an, mereka. Maka mereka adakan berbagai upacara, saji-sajian dan lain-lainnya untuk sesembahan-sesembahan itu. Dengan maksud• mendapatkan keridhaan dan tidak murka, di mana kemudian me¬reka timpakan berbagai melapetaka, seperti penyakit, bencana alam, hama dan lain-lain sebagainya yang mengakibatkan kerugian dalam harta benda dan jiwa raga.&lt;br /&gt;* Dalam masalah ini perlu diketahui akan adanya dua macam syafaat :&lt;br /&gt;1. Syafaat yang diyakini di mana ada kekuatan atau wewenang bagi pemberi syafaat itu, sehingga dapat memaksa Allah mengabulkan.&lt;br /&gt;2. Dan syafaat yang serupa dengan surat permohonan yang disertai sikap kelem¬butan dan kerendahan hati serta tanpa.paksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa menganggap salah seorang atau makhluk lain, sebagai atau serupa yang pertama, maka ia telah memperse¬kutukannya dengan Allah dalam sektor Uluhiyah (Ketuhan¬an) dan memper-Tuhan-nya. Anggapan yang demikian inilah, yang disanggah keras oleh Allah Swt. Adapun syafaat yang seperti kedua itu sifatnya, tidak dibantah. Seperti syafaat para Nabi umpamanya, syafaat para syuhada dan orang-orang shalih. Dikabulkan Allah atau tidak, itu wewenang Allah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. "Mereka menjadikan orang-orang alim dan pendeta mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah dan mempertuhankan Almasih putra Mar¬yam. Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Ma¬ha Esa, tidak ada Tuhan selain Dia ". QS. 9: 31.&lt;br /&gt;24.   "Apakah engkau sudah melihat orang yang mempertuhankan nafsunya. Kiranya dapatkah engkau memimpinnya?':&lt;br /&gt;QS. 25 : 43.&lt;br /&gt;25.   "Dan demikianlah pemimpin-pemimpin mereka membayangkan kepada orang-orang musyrik, seolah-seolah baik membunuh anak¬ anaknya" : QS. 6: 137&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26.  "Apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu Tuhan, di mana mere¬ka membuat aturan-aturan yang bertentangan dengan  &lt;br /&gt;Ketentuan Allah?" : QS. 42 - 21,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat-ayat di atas dapat diketahui, bahwa kata (Al-Ilah) mempunyai beberapa makna yang lain daripada yang te¬lah diartikan di halaman-halaman lalu. ialah, tidak terguris di be¬nak mereka bahwa sesembahan-sesembahan itu menguasai hukum alam. Dan yang dipertuhankan itu, hanya beberapa oknum manu¬sia atau diri sendiri. Tetapi tidak disejajarkan dengan yang dimo¬honi, atau yang dapat membawakan manfaat dan mudarat, melin¬dungi dan menyelamatkan. Melainkan dipertuhankan sebagai yang berhak menentukan aturar-aturan yang harus ditaati, dilaksana¬kan apa yang dihalalkan dan meninggalkan apa yang diharamkan. Dianggapnya mereka berhak menyuruh dan melarang semau diri, tanpa mengindahkan ketentuan-ketentuan lain yang harus diuta¬makan, seperti norma-norma alamiah dan insaniah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun ayat 31 dari surat Taubah (9) menuturkan tentang orang-orang Yahudi dan Nasrani mempertuhankan para alim ulama dan pendeta mereka di samping Allah sebagai Tuhan seru sekalian alam, sebagai dijelaskan dalam sebuah IIadits Nabi saw. menurut riwayat Turmudzi dan Ibnu Jarir :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah saw. membaca ayat tersebut, berkatalah , Adi bin Hatim yang dulunya memeluk agama Nasrani :"Ya Ra¬sulullah, kami tak pernah menyembah mereka!".&lt;br /&gt;"Tetapi mereka halalkan apa yang diharamkan Allah dan mengharamkan apa yang dihalalkan oleh-Nya. Dan kamu taati. Dengan demikian kamu sembah mereka", jawab beliau.&lt;br /&gt;Ayat-kedua (Q. 25 : 43) sudah jelas maksudnya. Yaitu, ba¬rangsiapa mengutamakan pendapat atau pikirannya sendiri dan menolak pendapat atau pikiran pihak lain yakni berkepala batu, maka jelaslah ia telah mempertuhankan dirinya. Adapun kedua ayat berikutnya (Q. 6 : 137 - Q. 42 : 21), walaupun yang tertulis adalah "Syuraka" yakni sekutu-sekutu sebagai.ganti (tuhan-tuhan) namun persekutuan tersebut hanya pada sektor Uluhiyah dengan Allah Swt. Maka nyatalah dari kedua ayat tersebut, bahwa barang¬siapa - perorangan maupun kelompok dan golongan - menerima suatu cara hidup dari siapa pun dari mana pun tidak berlandaskan ketentuan-ketentuan Allah atau bertentangan dengannya, berten¬tangan dengan norma-norma alamiah dan insaniah, maka jelaslah telah menyekutukan pihak itu dengan A11ah Swt dalam Uluhiyah dan •Rububiyah. Dan pasti hancur binasa takkan tertolong.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-4798917605353327184?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/4798917605353327184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/11/bagaimana-memahami-al-quran-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/4798917605353327184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/4798917605353327184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/11/bagaimana-memahami-al-quran-1.html' title='BAGAIMANA MEMAHAMI AL QUR&apos;AN (1)'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-755186600162775653</id><published>2009-11-22T15:11:00.000-08:00</published><updated>2009-11-24T06:31:27.609-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanda kiamat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dajjal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film 2012'/><title type='text'>Promosi Dajjal Di Balik Film 2012</title><content type='html'>Benarlah Ahmad Thomson ketika di dalam bukunya yang berjudul Dajjal – The AntiChrist mengatakan bahwa dunia yang sedang kita jalani dewasa ini –terutama sejak hampir satu abad yang lalu- telah menjadi sebuah Sistem Dajjal. Peradaban dunia semenjak raibnya sistem Islam yang bernama Khilafah Islamiyyah telah perlahan namun pasti mengarah dan membentuk diri menjadi sebuah peradaban yang sarat dengan Dajjalic Values. Kian hari kian nyata bahwa nilai-nilai Ilahi yang suci dan mulia secara sistematis mengalami marginalisasi alias penghapusan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedemikian hegemoniknya sistem Dajjal sehingga menurut Ahmad Thomson bilamana dalam waktu dekat si oknum Dajjal muncul ke tengah umat manusia, maka ia akan segera dinobatkan menjadi pemimpin sistem tersebut. Sebab sistem yang dibangun dengan sebutan Novus Ordo Seclorum (the New World Order) ini sangat compatible dengan karakteristik oknum Dajjal. Berbagai lini kehidupan telah dirancang dan dibentuk agar cocok dengan the arrival of the AntiChrist (kedatangan Dajjal). Segenap lini kehidupan manusia yang mencakup ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, militer, pertahanan-keamanan, pendidikan dan hukum dijauhkan dari dienullah alias nilai-nilai Islam. Bahkan aspek entertainment-pun diarahkan untuk menyambut kedatangan Dajjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya saudaraku, waspadailah berbagai filem yang dewasa ini menjadi primadona bentuk hiburan di abad modern. Salah satunya ialah filem box office yang dewasa ini sedang menyedot perhatian sebagian besar penduduk planet bumi, yaitu filem berjudul 2012. Apa sesungguhnya masalah filem ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, filem ini ingin mengkondisikan umat manusia untuk meyakini bahwa the end of time atau apocolypse atau –katakanlah- hari Kiamat bakal terjadi pada tanggal tertentu yang sudah bisa diprediksi, yaitu tanggal 21 desember tahun 2012. Ini merupakan suatu ramalan yang sangat berbahaya dari sudut pandang aqidah Islam. Mengapa? Karena Islam mengajarkan setiap kita untuk menyadari bahwa hanya Allah saja yang tahu kapan persisnya hari Kiamat bakal terjadi. Bahkan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam juga tidak tahu kapan persisnya hari Kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي&lt;br /&gt;لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ&lt;br /&gt;لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا&lt;br /&gt;قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". (QS Al-A’raaf ayat 187)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya isyarat soal jadwal hari Kiamat dari Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam hanyalah bahwa ia bakal terjadi pada hari Jumat. Namun jumat tanggal, bulan dan tahun berapa? Wallahu a’lam. Hanya Allah Yang Maha Tahu. Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ&lt;br /&gt;“Dan tidak akan terjadi hari Kiamat kecuali pada hari Jum’at.” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka barangsiapa yang sesudah maupun sebelum menonton filem ini meyakini bahwa hari Kiamat pasti bakal terjadi pada tanggal 21 desember tahun 2012, berarti ia telah mempertaruhkan eksistensi aqidahnya. Sebab seorang muslim senantiasa meyakini bahwa hanya Allah Yang Maha Tahu perkara nyata maupun ghaib. Jika ada fihak selain Allah yang layak memberi tahu kita soal perkara ghaib seperti jadwal Kiamat, maka itu sepatutnya adalah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam utusan Allah yang seringkali memang diberitahu Allah rahasia-rahasia perkara ghaib. Namun dalam hal ini kita tidak mendapati satu haditspun yang menjelaskan tanggal, bulan dan tahun kejadian hari Kiamat. Sikap mempercayai adanya fihak selain Allah yang mengetahui perkara ghaib bisa mengantarkan seseorang terjatuh kepada dosa syirik...! Sebab ia rela mengalihkan kepercayaannya dalam perkara ghaib kepada fihak selain Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, filem 2012 ini ternyata berakhir dengan masih adanya segelintir manusia yang dapat survive atau bertahan hidup sesudah dahsyatnya peristiwa hari Kiamat. Padahal dalam keimanan Islam, kita diajarkan bahwa pada saat Malaikat Israfil meniup sangkakala pertama kali sebagai tanda Kiamat berlangsung, maka segenap makhluk bernyawa akan dimatikan Allah. Bukti bahwa semua dimatikan ialah bahwa kemudian Malaikat Israfil akan meniup sangkakala kedua kalinya sebagai pertanda berlangsungnya hari Berbangkit, yaitu hari dimana kembalilah roh-roh ke jasadnya masing-masing untuk hidup kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ&lt;br /&gt;إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).” (QS Az-Zumar ayat 68)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, kita dapat menyimpulkan bahwa ide di balik filem ini sungguh mengerikan, karena ia ingin mengajak penonton mengingkari adanya Kiamat dalam pengertian aqidah Islam. Islam mengajarkan bahwa hari Kiamat merupakan the day of total destruction of the whole universe by Allah the Al-Mighty Creator (hari penghancuran total alam semesta atas kehendak Pencipta Yang Maha Kuasa, Allah Subhanahu wa ta’ala). Hari Kiamat merupakan berakhirnya kehidupan fana dunia untuk selanjutnya akan hadir kehidupan abadi akhirat yang sangat berbeda dengan dunia fana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Kiamat menurut produser filem peradaban Sistem Dajjal hanyalah sebuah proses evolusi perjalanan kehidupan manusia di dunia. Sehingga setelah berlangsungnya apocolypse masih ada segelintir manusia yang sanggup terus hidup melewati dahsyatnya hari kehancuran tersebut. Lalu tentunya akan ada sejenis kehidupan dan peradaban baru yang muncul di muka bumi. Selanjutnya, siapakah yang bakal memimpin dan berkuasa di dunia sesudah 2012?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, jika kita buka situs www.whowillsurvive2012.com yang merupakan 2012 - Official Movie Site, maka bila Anda klik kotak berjudul ”The Experience”, maka Anda akan temukan salah satu kotak pilihan lagi dengan judul Vote For The Leader of the Post 2012 World (Pilihlah Pemimpin Dunia Paska 2012). Apakah gerangan maksudnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, sungguh saya khawatir bahwa gagasan mendasar di balik filem ini ialah keinginan produsernya untuk secara implisit mempromosikan kehadiran Sang Penyelamat Dunia Palsu yaitu Dajjal. Lalu Dajjal akan digambarkan sebagai Pemimpin dan Pelindung para survivors (orang-orang yang berhasil selamat melewati bencana 2012). Sungguh, mereka benar-benar berharap bahwa umat manusia akan memandang Dajjal sebagai figur pemilik surga dan neraka, alias dialah Tuhan. Barangsiapa mematuhinya dan merasa butuh kepadanya bakal diberikan surga kepadanya. Dan barangsiapa yang mengingkarinya dan merasa tidak butuh kepadanya bakal dimasukkan ke dalam neraka Dajjal. Sehingga Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِنَّ مِنْ فِتْنَتِهِ أَنَّ مَعَهُ جَنَّةً وَنَارًا فَنَارُهُ جَنَّةٌ وَجَنَّتُهُ نَارٌ&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya di antara fitnahnya Dajjal memiliki surga dan neraka. Maka nerakanya adalah surga (Allah) dan surganya adalah neraka (Allah).” (HR Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sudah tiba masanya bagi setiap muslim untuk mempersiapkan diri dan keluarganya dari fitnah yang paling dahsyat sepanjang zaman, yaitu fitnah Dajjal. Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam mengajarkan beberapa kiat untuk menyelamatkan diri dari fitnah Dajjal, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, bacalah doa permohonan perlindungan Allah pada saat duduk sholat tahiyyat terakhir dalam sebelum salam kanan dan kiri:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللهم إني أعوذبك بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ&lt;br /&gt;وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ&lt;br /&gt;"Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari azab jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian serta dari jahatnya fitnah Al-Masih Ad-Dajjal" (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, bacalah surat Al-Kahfi di malam Jumat atau hari Jumat sesuai hadits berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من قرأ سورة الكهف يوم الجمعة فأدرك&lt;br /&gt;الدجال لم يسلط عليه ، - أو قال : لم يضره&lt;br /&gt;“Barangsiapa membaca surah Al-Kahfi di hari Jumat, maka Dajjal tidak bisa menguasainya atau memudharatkannya.” (HR Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, hafalkan sepuluh ayat pertama surat Al-Kahfi sesuai hadits berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ&lt;br /&gt;"Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama surah Al-Kahfi, ia terlindungi dari fitnah Dajjal." (HR Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, menjauh dan tidak berkeinginan mendekati Dajjal pada masa kemunculannya telah tiba sesuai hadits berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ سَمِعَ بِالدَّجَّالِ فَلْيَنْأَ عَنْهُ فَوَاللَّهِ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَأْتِيهِ&lt;br /&gt;وَهُوَ يَحْسِبُ أَنَّهُ مُؤْمِنٌ فَيَتَّبِعُهُ مِمَّا يَبْعَثُ بِهِ&lt;br /&gt;مِنْ الشُّبُهَاتِ أَوْ لِمَا يَبْعَثُ بِهِ مِنْ الشُّبُهَاتِ هَكَذَا قَال&lt;br /&gt;"Barangsiapa mendengar tentang Dajjal, hendaknya ia berupaya menjauh darinya, sebab -demi Allah- sesungguhnya ada seseorang yang mendekatinya (Dajjal) sedang ia mengira bahwa Dajjal tersebut mukmin kemudian ia mengikutinya karena faktor syubhat (tipu daya) yang ditimbulkannya." (HR Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, menetap di Mekkah atau Madinah pada masa Dajjal telah keluar dan berkeliaran dengan segenap fitnah yang ditimbulkannya. Sebagaimana hadits berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلَّا سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ إِلَّا مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ وَلَيْسَ نَقْبٌ مِنْ أَنْقَابِهَا إِلَّا عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ صَافِّينَ تَحْرُسُهَا&lt;br /&gt;"Tidak ada negeri (di dunia) melainkan akan dipijak (dilanda/diintervensi) oleh Dajjal kecuali Mekah dan Madinah kerana setiap jalan dan lereng bukit dijagai oleh barisan Malaikat." (HR Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari : ihsantandjung.multiply.com&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/suara-langit/penetrasi-ideologi/promosi-dajjal-di-balik-film-2012.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/suara-langit/penetrasi-ideologi/promosi-dajjal-di-balik-film-2012.htm&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-755186600162775653?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/755186600162775653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/11/promosi-dajjal-di-balik-film-2012.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/755186600162775653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/755186600162775653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/11/promosi-dajjal-di-balik-film-2012.html' title='Promosi Dajjal Di Balik Film 2012'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-7080948645549330083</id><published>2009-11-19T06:45:00.001-08:00</published><updated>2009-11-19T06:45:16.647-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aqidah'/><title type='text'>MEMPERTAHANKAN AQIDAH SAMPAI AKHIR HAYAT</title><content type='html'>Oleh : Abu Taqi Zuhdi Ahzami &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa meninggal dunia dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun maka ia akan masuk surga Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu masud.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian terhadap hadits&lt;br /&gt;Hadits ini dishahihkan oleh imam assyuthi dalam AL JAMIUSH SHAGHIR 9039 dishahihkan pula oleh Nashirudin Al bani dalam shahih jamiush shaghir 6550&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kilas penjelasan&lt;br /&gt;Dalam hadits ini rasulullah menjelaskan kepada kita tentang urgensi tauhid dan bahayanya syirik bagi seorang muslim. Dengan tauhid dia akan masuk kedalam surga dan dengan syirik orang akan masuk kedalam neraka bahkan kekal di dalamnya.Oleh karena itu menjadi sebuah keharusan bagi kita untuk dapat merealisasikan tauhid dalam seluruh sisi kehidupan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIKMAH TARBAWIYAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Raih husnul khotimah dan hindari suul khotimah&lt;br /&gt;     Dalam hadits ini Rasulullah mengisyaratkan pesan agar kita berusaha untuk dapat meraih khusnul khotimah yaitu dengan cara berpegang kuat dengan nilai nilai tauhid sampai akhir hayat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bersihkan seluruh hidup kita dari segalabentuk kemusyrikan&lt;br /&gt;    Hadits ini juga mengisyaratkan kita agar dapa menghibdar dari segala bentuk kemusyrikan sedapat mungkin untuk tidak melakukannya sebab kematian tidak ada yang mengetahui ..Oleh karena itu jangan pernah kita mendekati syirik itu dalam segala bentuknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. SYIRIK BESAR YANG MENGGUGURKAN KEIMANAN Pengertian&lt;br /&gt;Tindakan seorang hamba yang menjadikan tandingan selainAllah dalam rububiyah uluhiyah asma dan sifatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian&lt;br /&gt;Ada tiga macam syirik besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Syirik dalam rubbubiyah&lt;br /&gt;    Meyakini bahwa selain Allah memiliki kemamouan dan wewenang dam hal rubbubiyah seperti menciptakan mahluk menghidupkan dan mematikan memberi rezki atau mengatur alam semesta. Seperti trinitas kaum nasrani atau majusi yang menjadikan segala kebaikan disandarkan pada cahaya dan peristiwa keburukan kapada kegelapan negitu fuga sebagian kalangan sufi yang meyakini nahwa guruguru mereka yabg sudah nebinggal dapat memenuhi hajat kebutuhan mereka dan mengatur alam semesta dan kemusyrikan yang dilakukan oleh sebagian orang yang meminta hujan dengan bintang bintang tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Syirik dalam asma dan sifat&lt;br /&gt;     Meyakini bahwa adanya sesuatu yang menandingi Allah dalam asma dan sifat atau mensifati Allah dengan sebagian dari sifat mahluknya.atau meyakini bahwa orang orang sholeh yang sudah meninggal dapat mendengar doa kita atau meyakini orang orang alim mengetahui masalah ghaib begitu juga dukun ahli sihir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONSEKWENSI SYIRIK&lt;br /&gt;Syirik adalah dosa besar dalam pandangan Allah oleh karena itu bagi orang yang melakukan&lt;br /&gt;kemusyrikan Allah berikan sangsi yang juga besar diantaranya adalah:&lt;br /&gt;1. Allah tidak akan mengampuni dosa nya 4' 48 2.    &lt;br /&gt;2. Pelakunya dianggap keluar dari agama Islam 9;5 3. Allah akan menghapus kan amal amalnya 39,65&lt;br /&gt;4. Haram menikahi seorang muslim baik wanita ataupun pria 2,221 5. Haram masuk surga 5,73&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. SYIRIK KECIL YANG DAPAT MENGURANGI KESEMPURNAAN IMAN&lt;br /&gt;Pengertian&lt;br /&gt;Syirik kecil adalah semua bentuk kesyirikan yang tidak sampai pada tingkatan syirik besar contoh syirik kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1, Syirik kecil dalam ibadah hati&lt;br /&gt;a. Niat riya dan sumah,Niat riya dan sumah dalam segala ucapan perbuatan clan penampilan.&lt;br /&gt;b. Niat semata mata mencari dunia 11. 15 16&lt;br /&gt;c. Menyandarkan diri kepada sebab dan bukan kepada Allah yang menciptakan sebab. d. Tathayyur.Sikap seseorang yang merasa sial dengan sesuatu yang dilihat atau yang&lt;br /&gt;sidebgarnya.seperti meyakini usahanya gagal karena ular melintas di depannya atau&lt;br /&gt;meyakini jika ada yang meninggal karena mendengar burung gagak dan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2, Syirik kecil dalam perbuatan .&lt;br /&gt;    a. Melakukan ruqyah yang tidak sesuai syariah, yaitu menggunakan jampe jampe atau mantra yang tidak ada hubungannya dengan al quran ataupun hadiys rasulullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Memakai j imat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3, Syirik kecil dalam perkataan&lt;br /&gt;A. Bersumpah dengan selain Allah&lt;br /&gt;B. Mensejajarkan Allah dengan mahluknya.Mensejajarkan Allah dengan makhluknya dalam perkataan dengan menggunakan kata dan seperti Semua ini berkat kehendak Allah dan kehendakmu.&lt;br /&gt;C. Perkataan seseorang kita diberi hujan karena bintang ini atau bintang itu.&lt;br /&gt;KONSEKWENSI DARI SYIRIK KECIL&lt;br /&gt;Ada beberapa konsekwensi logis dari syirik kecil ini diantaranya adalah a, Syirik kecil adalah dosa besar&lt;br /&gt;b, Syirik kecil dapat membawa pelakunya untuk&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188094805257486162-7080948645549330083?l=seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/feeds/7080948645549330083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/11/mempertahankan-aqidah-sampai-akhir.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/7080948645549330083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188094805257486162/posts/default/7080948645549330083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seberkas-cahaya-kalbu.blogspot.com/2009/11/mempertahankan-aqidah-sampai-akhir.html' title='MEMPERTAHANKAN AQIDAH SAMPAI AKHIR HAYAT'/><author><name>witing supratman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_g65z0GnDIGA/SZAlp5lCNmI/AAAAAAAAAKw/Nog5_ZFXIq0/S220/IMG_0965.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188094805257486162.post-5952690335749519153</id><published>2009-11-15T00:10:00.000-08:00</published><updated>2009-11-15T00:10:18.941-08:00</updated><title type='text'>Kemana Kita Menyeru</title><content type='html'>Oleh: Imam Hassan Al-Banna&lt;br /&gt;MUQADDIMAH.&lt;br /&gt;Barangkali telah banyak saudara berbincang dengan seseorang atau sekumpulan orang tentang berbagai masalah. Saudara beranggapan bahawa apa yang saudara sampaikan itu adalah sesuatu yang jelas, terang dan terperinci. Saudara akan menggunakan berbagai cara untuk menyampaikan sesuatu sehingga seluruh isi hati dicurahkan bagi memperjelaskan sesuatu perkara. Dalam kontek ini saudara telah menyampaikan kepada mereka akan kenyataan-kenyataan yang saudara lihat dengan jelas, seperti kata pujangga bagai sinar matahari di siang hari. Setelah itu saudara rasa terpegun apabila semuanya menjadi jelas, tetapi ternyata orang yang diajak berbicara tadi belum mengerti dan faham akan maksud saudara.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perkara ini sering kali saya lihat berlaku, dan setelah dikaji dua masalah penting.&lt;br /&gt;Pertama: Kebiasaannya yang sebagai neraca bagi suatu pembicaraan adalah diri kita sendiri, sehingga kita tidak melihat kepada tanggapan pihak lain.yang sudah tentunya mempunyai beberapa perbedaan.&lt;br /&gt;Kedua: Isi pembicaraan yang disampaikan terlalu sulit dan sukar difahami walaupun kita meyakini apa yang telah disampaikan itu cukup jelas dan nyata.&lt;br /&gt;NERACA&lt;br /&gt;Risalah ini bermaksud menjelaskan kepada umum mengenai ruang lingkup gerakan dakwah Ikhwan Muslimin serta matlamatnya, tujuannya, uslubnya, wasilahnya secara terus terang jelas dan nyata. Dalam membahaskan perkara ini saya terlebih dahulu ingin penilaian terhadap penjelasan yang akan diutarakan. Ini bertujuan agar perbahasan ini menjadi mudah dan jelas difahami – tidak dengan perbahasan yang sukar dan berbelit-belit supaya para pembaca dapat mengambil faedah darinya.&lt;br /&gt;Saya mengambil Kitabullah yakni Al-Qur'an sebagai neraca yang utama di dalam perbahasan ini. Dan menyakini bahawa tidak ada seorang muslim pun yang berbeda pendapat dalam hal ini.&lt;br /&gt;Dengan itu segala ilmu-ilmu yang terkandung di dalam Al-Qur'an, dapat ditimba dan digali dan mengembalikan segala persoalan kepada hukum-hukum Al-Qur'an.&lt;br /&gt;WAHAI KAUMKU&lt;br /&gt;Al-Qur'an adalah kitab yang lengkap dan sempurna (universal). Di dalamnya, Allah telah menghimpunkan prinsip-prinsip aqidah, asas-asas peraturan masyarakat (sosial), garis-garis besar syariat, peraturan keduniaan dan mengandungi prinsip-prinsip perintah dan larangan. Persoalannya apakah umat Islam sekarang telah mengamalkan kandungan Al-Qur'an, sehingga mereka benar-benar yakin terhadap apa yang diturunkan oleh Allah dan memahami tujuan wahyu diturunkan? Apakah mereka mengamalkan peraturan masyarakat di dalam kehidupan sehari- hari?&lt;br /&gt;Dengan mengambil kesimpulan bahawa umat Islam telah pun mengamalkannya, ini bererti tanggapan kita juga sama, dan kita telah mencapai kepada matlamatnya. Namun setelah dikaji dan diselidiki ternyata sebenarnya kita masih jauh dari landasan Al-Qur'an, yakni telah mengabaikan ajaran-ajaran Al-Qur'an.&lt;br /&gt;Lantaran itu kita mempunyai tugas dan tanggungjawab yang besar untuk mengembalikan semua umat Islam ke jalan yang benar.&lt;br /&gt;TUJUAN HIDUP MENURUT ALQURAN&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;Kemana Kita Menyeru&lt;br /&gt;Al-Qur'an sebenarnya telah memberikan penjelasan kepada kita tentang tujuan hidup dan sasaran yang harus dicapai di dalam hidup ini. Dengan tegas Al-Qur'an telah memberikan tanggapan kepada kehidupan manusia yang hanya mementingkan soal makan dan minum (kenikmatan duniawi) sepertimana firman Allah:&lt;br /&gt;Maksudnya: "Dan orang-orang yang kafir itu bersenang- senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka”.&lt;br /&gt;Demikian juga Al-Qur'an memberi penjelasan bagi umat manusia yang sibuk mencintai kebendaan yang fana:&lt;br /&gt;Maksudnya: "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, iaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik (syurga)''.&lt;br /&gt;Al-Qur'an juga menjelaskan perilaku umat manusia yang suka menyebarkan fitnah dan memaparkan kejelekan serta membuat kerosakan di atas muka bumi:&lt;br /&gt;Firman Allah:&lt;br /&gt;Maksudnya: "Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penentang yang paling keras. Dan apabila ia berpaling (dari mukamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerosakan padanya, dan merosak tanam-tanaman dan binatang ternak dan Allah tidak menyukai kebinasaan ".&lt;br /&gt;Itulah antara tujuan yang lumrah dikejar oleh umat manusia di dalam kehidupan di dunia. Semoga Allah membebaskan kaum yang beriman dari perbuatan tersebut itu. Dan semoga Allah menganugerahkan tugas yang lebih mulia dari seluruh perbuatan seperti itu. Yakni tugas memberi petunjuk kepada umat manusia, membimbing kepada kebaikan dan memakmurkan dunia dengan risalah Islam, seperti seruan Allah di dalam kitabNya:&lt;br /&gt;Maksudnya: “Wahai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pala) dalam (Al-Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi ~aksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kama pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong ':&lt;br /&gt;Berdasarkan penjelasan dari ayat di atas, Allah telah memberikan ruang yang begitu luas kepada umat Islam agar membimbing umat manusia ke jalan yang benar. Begitu juga Al-Qur'an memberikan hak menguasai bumi di dalam rangka melaksanakan segala suruhan Allah yang luhur itu. Justeru itu hak kepimpinan dan peradaban di dunia ini mutlak menjadi milik umat Islam, dan bukannya peradaban Barat.&lt;br /&gt;PERJUANGAN MUSLIM ADALAH PENGORBANAN&lt;br /&gt;Allah juga memberikan penjelasan bahawa umat yang benar-benar berjuang demi untuk mencapai cita-cita dan diperlukan sekali persediaan diri mengorbankan jiwa dan hartanya. Dan untuk terlaksananya dakwah, maka perjuangan tersebut adalah merupakan satu-satunya jalan yang harus ditempuh.&lt;br /&gt;Allah berfirman di dalam KitabNya:&lt;br /&gt;Maksudnya: "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka …”.&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;Kemana Kita Menyeru&lt;br /&gt;Selain pergorbanan tersebut, umat Islam yang benar-benar menyampaikan risalah dakwah, harus bersedia pula mengorbankan kepentingan dunia demi pahala yang akan diterima di akhirat. Oleh kerana itu sesiapa sahaja yang terjun di bidang ini haruslah memiliki sifat-sifat sebagai seorang da'ie.&lt;br /&gt;Penaklukan-penaklukan yang dilakukan oleh umat Islam pada zaman yang silam telah mencatatkan satu peristiwa sejarah yang merupakan kesinambungan kepada kewujudan peradaban, kemajuan, pendidikan dan pengajaran Islam. Tetapi apa yang pernah dilakukan oleh masyarakat Barat sekarang ini?&lt;br /&gt;KEGIATAN MUSLIM YANG SESUAI DENGAN TUJUAN ISLAM&lt;br /&gt;Demi Allah wahai kekasihku! Apakah benar umat Islam mampu mengerti maksud ini sesuai dengan kehendak Al-Qur'an, sehingga jiwa mereka menjadi luhur? Dengan pengertian tersebut, bererti mereka telah diri dari perhambaan kepada kebendaan diri dari segala bentuk kenikmatan yang berdasarkan hawa nafsu. Begitu pula mereka telah bebas dari kongkongan kelazatan hawa nafsu dan syahwat, mereka menjauhi perkara yang sia-sia dan tujuan-tujuan yang rendah dan hina. Mereka hanya membulatkan haluan kepada Allah yang telah menciptakan bumi dan langit, dan berbakti meninggikan Kalimatullah di samping berjuang di jalanNya mendakwahkan agamaNya serta mempertahankan syari'at agamaNya.&lt;br /&gt;Atau apakah mereka menjadi hamba kepada hawa nafsu, mementingkan diri, tamak dan hanya mengingatkan makanan lazat, kenderaan mewah, keindahan perhiasan, tempat tidur empuk dan wanita cantik, serta kemuliaan pangkat? Atau seperti kata sya’ir :&lt;br /&gt;“Mereka rela meninggalkan prinsip dan lari mencari keuntungan. Mereka berpura-pura berjuang, tetapi kenyataannya kosong ”.&lt;br /&gt;Alangkah benarnya perkataan Rasulullah :&lt;br /&gt;"Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, dan celakalah hamba harta benda dunia".&lt;br /&gt;TUJUAN ADALAH PRINSIP&lt;br /&gt;Sebenamya tujuan jelas itu akan mendorong tingkah laku tetapi k kita masih belum dapat memahami pasti 'masalah tujuan ini. Dengan itu telah menjadi kewajiban semua untuk memberikan penjelasan kepada mereka akan batasan-batasan secara jelas. Kita sudah menjelaskan secara panjang lebar di dalam risalah ini, dan sependapat bahawa tugas kita ialah memimpin dunia dan juga membimbing umaat manusia kepada peraturan-peraturan Islam. Dan bagi umat manusia, mustahil akan mendapatkan kebahagian tanpa berpegang kepada peraturan Al-Qur'an.&lt;br /&gt;SUMBER MATLAMAT KITA&lt;br /&gt;Demikian risalah yang akan disampaikan oleh Ikhwan Muslimin kepada umat manusia. Umat Islam, khususnya hendaklah memberikan galakan dan memahami seruan ini dengan tekad yang bersungguh-sungguh.&lt;br /&gt;Risalah ini, sebenarnya bukanlah tasawwur Ikhwan Muslimin, tetapi risalah yang memuatkan ayat-ayat Al-Qur'an yang menampakkan secara jelas, intisari sirah Nabi Muhammad saw. dan para sahabatnya yang mempunyai an-an khusus. Mereka adalah qudwah utama bagi pemahaman terhadap agama Islam dan pelaksanaannya. Dan apabila umat Islam sanggup menerima risalah ini, maka ini suatu petanda iman dan pemahaman terhadap Islam secara mendalam. Sebaliknya apabila umat Islam tidak sanggup menerima atau terdapat keraguan di dalam hati, maka ketika itu Al-Qur'an akan menjadi penilai siapakah di antara kita dan mereka yang menduduki tempat kebenaran.&lt;br /&gt;Allah telah berfirman:&lt;br /&gt;Maksudnya: "Ya Tuhan kami, berilah k~putusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya'.&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;Kemana Kita Menyeru&lt;br /&gt;KEPUTUSAN&lt;br /&gt;Banyak di antara rakan-rakan kita yang tercinta dan yang telah kita perjuangkan untuk kemaslahatan dunia dan akhiratnya, dengan pengorbananharta dan jiwa. Mereka bertanya-tanya dan menyangsikan terhadap perjuangan kita di dalam rangka mencapai tujuan yang selalu diidamkan oleh para Ikhwan, iaitu membahagiakan kita dan rakan-rakan kita dengan mengorbankan harta dan jiwa dengan mengenepikan kepentingan anak dan isteri.&lt;br /&gt;Sebenarnya kita ingin sekali agar mereka dapat melihat secara langsung dari dekat kedudukan anggota Ikhwanul Muslimin. Perlu mereka ketahui bahawa di malam hari ketika orang-grang lain sedang nyenyak tidur, maka ketika itu pula anggota Ikhwanul Muslimin bangun sambil menggerakkan hati, mendekatkan diri kepada Allah swt. Mereka akan melihat salah seorang dari pemuda Ikhwan tekun di pejabatnya sejak dari waktu Asar sehingga jauh malam, bekerja, berusaha dan berfikir, begitulah keadaannya sepanjang bulan. Ketika awal bulan tiba, maka hasil pendapatannya yang diterimanya disumbangkan sebagai sumber kewangan jama'ah Ikhwanul Muslimin. Ia beranggapan dengan penuh sedar bahawa wang yang disumbangkan kepada jama'ah bererti memberi nafkah kepada dirinya sendiri, sebab wang yang dikeluarkan itu adalah untuk kepentingan da'wah. Dan tindakan terhadap orang lain yang tidak pernah bersedia menafkahkan harta untuk kepentingan da'wah, selalu didasarkan pada firman Allah:&lt;br /&gt;Maksunya : "Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepada kamu (sebagai upah) bagi seruanku”.&lt;br /&gt;Na'udzubillah. Apabila kita menginginkanbalasan keduniaan terhadap perbuatan kita di dunia, kita harus sedar bahwa kita ini diciptakan untuk membaktikan diri terhadap kepentingan risalah dakwah ini. Sedang pengorbanan yang kita sumbangkan itu, tidak lain hanyalah untuk mengharapkan agar mereka memahami dakwah ini dan menyahut seruan kita.&lt;br /&gt;SUMBER KEWANGAN&lt;br /&gt;Banyak pula di antara rakan-rakan kita yang melihat dari dekat perkembangan perjuangan kita ini mengajukan persoalan dari manakah kita memperolehi wang? Dan bagaimana pula mendapatkan wang yang digunakan untuk memperkukuhkan seruan dakwah padahal dunia sedang dilanda kemerosotan kemelesetan ekonomi, yang pada amalannya mata pencarian sangat sulit didapati, tambahan pula keadaan sentiasa dalam kegentingan dan jiwa seringnya bakhil.&lt;br /&gt;Terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut, kami akan memberikan jawaban, bahwa di dalam menyampaikan risalah dakwah, yang menjadi tulang belakang ialah iman sebelum harta sedang bantuan kewangan sebagai sokongan sahaja. Ini bererti aqidah yang abadi itu lebih diutamakan berbanding dengan harta yang nantinya akan musnah. Dan selama iman masih tetap dipertahankan oleh umat Islam, maka kejayaan akan semakin terserlah luas. Di dalam memberikan sumbangan kewangan kepada Ikhwanul Muslimin ini para anggota terpaksa harus mengasingkan sebahagian daripada pendapatannya, dan hanya membelanjakan keperluan rumah tangga secara sederhana dan berjimat cermat bererti mereka telah membelanjakan hartanya di jalan Allah, bahkan seorang di antara mereka pernah mengatakan, andainya Allah memberi kurniaan rezeki maka akan disumbangkannya kepada perjuangan. Dan bila anggota Ikhwanul Muslimin tidak berhasil mendapatkan sesuatu untuk disumbangkan kepada perjuangan, maka ia akan menangis kesedihan. Dan sebaliknya jika Allah memberi kemurahanNya, maka mereka akan membelanjakan seluruh hartanya itu demi Islam.&lt;br /&gt;Dengan harta benda yang sangat minima ini, tetapi dibajai dengan sikap iman yang teguh, kenyataan ini adalah merupakan isyarat bagi kejayaan mereka yang berjuang secara ikhlas.Dan bagi Allah Yang Maha Kuasa, pasti akan memberikan berkah bagi setiap sen wang yang dikeluarkan oleh anggota Ikhwanul Muslimin untuk kepentingan dakwah.&lt;br /&gt;Allah berfirman di dalam KitabNya:&lt;br /&gt;Maksudnya: "Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah... "&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;Kemana Kita Menyeru&lt;br /&gt;Maksudnya: "Dan apa yang kama berikan benrpa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya)”.&lt;br /&gt;KITA DAN POLITIK&lt;br /&gt;Terdapat sekumpulan manusia lain yang mengatakan bahawa Ikhwanul Muslimin adalah merupakan gerakan dakwah dan politik, yang berarti merupakan aktiviti politik yang mempunyai tujuan-tujuan tertentu. Entah sampai bila umat Islam akan menghentikan prasangka-prasangka negatif terhadap aktiviti temannya sendiri. Saya sendiri tidak mengerti, apa yang mempengaruhi pemikiran mereka sehingga mereka tetap memburuk sangka terhadap suatu aktibiti nyata ini. Lebih menghairankan lagi kerana mereka ini ternyata telah memilih alternatif yang didasari oleh sikap prejudis.&lt;br /&gt;Wahai kaumku! Kami memanggil sekelian dengan membawa Al-Qur'an di tangan kanan kami dan Sunnah Rasul beserta teladan para sahabat di tangan kiri kami, kerana apa yang pernah dilakukan oleh orang-orang yang terdahulu dari umat ini menjadi ikutan kami. Kami menyeru kamu kembali kepada Islam, hukum-hukumnya, ajaran-ajarannya dan petunjuk-petunjuknya. Apabila seruan ini diistilahkan sebagai politik, memang itu adalah politik kami. Dan apabila ada orang yang mengatakan seruan ini adalah merupakan prinsip-prinsip politik, maka kami katakan Alhamdulillah, berarti kami adalah orang pertama yang berkenalan dengan politik. Dan apabila kamu tetap mengatakan ini sebagai kegiatan politik, maka katakanlah menurut kehendak kamu. Bagi kami, masalah nama blkan persoalan yang penting, yang paling penting pada suatu saat kebenaran pasti akan terbuka, dan tercapailah tujuan kami.&lt;br /&gt;Wahai kaumku! Kamu janganlah tertipu oleh sebuah khayalan (utopia), sehingga semuanya lari dari kenyataan. Janganlah kamu tertipu oleh berbagai istilah, sehingga karnu meninggalkan seruan ini. Dan janganlah pula kamu terpengaruh oleh hal-hal yang kurang penting, sehingga kamu meninggalkan yang paling penting. Itulah ciri khas politik kita dan kami tidak bermaksud mengganti istilah ini sehingga dapat membingungkan kamu semua. Pimpinlah orang-orang lain supaya mereka melibatkan diri ke dalam kegiatan ini, dan kamu pasti akan mendapat pahala akhirat.&lt;br /&gt;DASAR KEBANGSAAN KITA&lt;br /&gt;Wahai Ikhwanul Muslimin!! Marilah kita dengarkan suara Rabbu al-Izzati yang berkumandang ke seluruh bumi dan langit, yang memberikan inspirasi kepada setiap mukmin dengan harakat-harakat yang agung. Ketika suara ini terdengar di bumi dan di langit melalui suara Muhammad Al-Amin, ternyata suara tersebut tidak pernah berhenti, kerana suara tersebut adalah kalam abadi:&lt;br /&gt;Maksudnya: "Allah Pelindung orang-orang yang beriman...."&lt;br /&gt;Memang benar. Ini adalah panggilan Allah. Lantarannya kami menyambut dengan sambutan labbaik, dan segala puji hanya bagimu ya Allah! Engkau kekasih kaum beriman, dan Engkaulah Penolong para mujahid yang membela hak-hak kaum tertindas dan terusir dari tempat tinggalnya. Muliakanlah kaum yang berlindung kepadaMu, dan menanglah kaum yang minta pertolongan hanya kepadaMu.&lt;br /&gt;Allah berfirman di dalam KitabNya:&lt;br /&gt;Maksudnya: “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa".&lt;br /&gt;Marilah sama-sama kita mendengar suara Al-Qur'an dan memahami makna yang terkandung di dalamnya. Marilah kita dengarkan:&lt;br /&gt;Maksudnya:"Allah Pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman)".&lt;br /&gt;Maksudnya: “Tetapi (ikutilah Allah), Allahlah Pelindungmu, dan Dialah sebaik-baik penolong”.&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;Kemana Kita Menyeru&lt;br /&gt;Maksudnya: "Sesungguhnya penolong kama hanyalah Allah, RasulNya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah)".&lt;br /&gt;Maksudnya : "Katakanlah, sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah pelindung kami dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakkal ”.&lt;br /&gt;Maksudnya : "lngatlah sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekuatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa".&lt;br /&gt;Maksudnya : "Yang demikian itu kerana sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan kerana sesungguhnya orang-orang kafir itu tiada mempunyai perlindungan”.&lt;br /&gt;Tidakkah saudara lihat dalam ayat-ayat yang nyata ini bahawa Allah menisbahkan saudara kepada dirinya, menganugerahkan kepada saudara keistimewaan perlindungannya dan melimpahkan kepada saudara limpahan keagungannya. Firman Allah:&lt;br /&gt;Maksudnya: Katakanlah, sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh AIlah bagi kami. Dialah pelindung kami dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakkal”.&lt;br /&gt;Maksudnya : "lngatlah sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekuatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa”.&lt;br /&gt;Maksudnya : "Yang demikian itu kerana sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan kerana sesungguhnya orang-orang kafir itu tiada mempunyai perlindungan”.&lt;br /&gt;Tidakkah saudara lihat dalam ayat-ayat yang nyata ini bahawa Allah menisbahkan saudara kepada dirinya, menganugerahkan kepada saudara keistimewaan perlindungannya dan melimpahkan kepada saudara limpahan keagungannya. Firman Allah:&lt;br /&gt;Maksudnya: "Kekuatan itu hanyalah bagi Allah RasulNya dan bagi orang-orang yang beriman, tetapi orang-orang munafiq itu tidak memahami”.&lt;br /&gt;Dalam Hadith Qudsi RasuluLlah telah bersabda: "Pada hari kiamat kelak Allah berfirman; Wahai anak-anak Adam aku jadikan nasab keturunan, kamu iuga mengadakan nasab keturunan, lantas kamu mengatakan pulan bin pulan, dan aku pula mengatakan; sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu ialah mereka yang bertaqwa. Pada hari ini aku saniung nasabku dan ku rendahkan nasab kamu&lt;br /&gt;Saudara, oleh kerana inilah para salihin yang terdahulu lebih suka menghubungkan nasab mereka kepada Allah, mereka melakukan perhubungan mereka dan matalamat amal mereka hanya semata-mata untuk mencapai nasab yang mulia ini, kerana itu kita dengar mereka berkata kepada sahabat mereka:&lt;br /&gt;"Jangankau seru namaku kecuali dengan "Ya 'Abdullah (hamba Allah) sesungguhnya itulah nama yang paling mulia padaku “.&lt;br /&gt;Begitu juga ketika salah seorang dari mereka ditanya adakah ayahnya dari keturunan Tamim atau Qais, beliau terus menjawab: "Ayahku Islam, tiada yang lain bagiku,&lt;br /&gt;Bila mereka bermegah dengan Tamim dan Qais”.&lt;br /&gt;Tiada kebanggaan pada yang lain:&lt;br /&gt;Saudara yang mulia, manusia akan bermegah dengan keturunan nasab mereka bila mereka telah sebati dengan ketinggian dan kemuliaan yang telah dicapai oleh nenek moyang mereka dan bila mereka ingin meniupkan semangat kemegahan dan kemuliaan ke dalam jiwa anak-anak mereka. Tidakkah engkau&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;Kemana Kita Menyeru&lt;br /&gt;merasakan ketinggianmu ketika nasabmu dinisbahkan kepada Allah, ketinggian yang paling agong, ketinggian yang diharapkan oleh mereka yang mengejar keagungan.&lt;br /&gt;Sungguh benar firman Allah: Maksudnya: "Sesungguhnya keagongan itu hanyalah bagi Allah”.&lt;br /&gt;Tidakkah engkau merasakan bahawa dengan memanjatkan nasabmu kepada Allah itu menjadi sebab utama yang dapat meningkatkan dirimu kepada satu darjat yang paling tinggi dan dapat meniupkan ke dalam jiwamu semangat ingin mara ke hadapan bersama mereka yang beramal? Adakah di sana satu darjat kemuliaan yang paling besar, satu pendorong yang kuat untuk mencapai ketinggian selain dari engkau merasakan bahawa dirimu bersifat Rabbani, hubungan dan nasabmu hanyalah pada Allah. Oleh kerana sesuatu yang hanya diketahuinya maka Allah berfirman:&lt;br /&gt;Maksudnya : “Akan tetapi hendaklah kamu meniadi rabbani kerana kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya”.&lt;br /&gt;Sumber kekuatan yang besar :&lt;br /&gt;Bila kita memanjatkan nasab kita kepada Allah di sana terdapat satu hikmat yang dapat diketahui setelah nasab tersebut benar-benar terlaksana dalam praktiknya. Hikmat yang dimaksudkan di sini ialah limpahan Iman yang menyeluruh, kesyukuran yang menebal di jiwa saudara di atas kejayaan yang saudara capai. Hasil dari limpahan iman ini saudara tidak akan merasa takut kepada semua manusia, tidak gerun menghadapi alam sejagat andainya alam tegak di hadapan saudara cuba menawan 'aqidah saudara dan melemahkan perinsip yang saudara pegang.&lt;br /&gt;Allah berfirman: Maksudnya : "Orang-orang yang kepada mereka ada orang yang mengatakan: Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu kerana itu takutilah mereka (mereka tidak gentar) malah perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adaIah sebaik-baik pelindung”.&lt;br /&gt;Oleh kerana sesuatu, segolongan kecil dari mereka yang telah beriman kepada Allah, mengimani kebenaran dan pertolongan Allah terus tegak berdiri di hadapan kebengisan yang membatu, berdepan dengan bala tentera yang perkasa, tegak berdiri tidak sedikitpun merasa gerun terhadap keganasannya, tidak takut pada penyiksaannya malah mereka tidak takut kepada sesiapa pun selain Allah.&lt;br /&gt;Adakah satu kekuatan yang lebih besar dari kekuatan yang termetri dalam hati seorang mu'min yang dadanya begelora dengan firman Allah:&lt;br /&gt;Maksudnya: “Jika Allah menolong kamu, tidak akan ada orang yang akan menewaskan kamu”.&lt;br /&gt;Kebangsaan kita bersifat 'alamiyyah:&lt;br /&gt;Di sebalik nilai kemasyarakatan yang tinggi sewaktu manusia memanjatkan nasabnya kepada Allah terdapat satu nilai lain, nilai persaudaraan antara bangsa, tanggungjawab secara jama'ah (collective), pembenterasan terhadap kerakusan yang diwahyu oleh perasaan ta’sub yang menyalakan semangat pulau memulau dan benci membenci antara ummat. Siapakah yang dapat menegakkan kekuatan alam berdepan dengan kekuatan yang dilindungi panji-panji Allah?&lt;br /&gt;Impian semalam hakikat hari ini :&lt;br /&gt;Ummat Islam telah lama mendengar ungkapan ini. Boleh jadi ungkapan ini masih kabur bagi mereka, belum dapat mereka fahaminya. Boleh jadi juga ada orang yang berkata : Kenapa Ikhwan Muslimin menulis nilai-nilai yang seperti ini, nilai-nilai dan pengertian yang tidak akan dapat dicapai?&lt;br /&gt;Bertenang dahulu saudaraku seagama. Sesungguhnya apa yang kamu lihat kabur dan jauh hari ini adalah jelas dan hampir bagi mereka yang mendahului kamu. Jihad yang kamu lakukan tidak akan menghasilkan buah jika tidak berkeyakinan demikian. Percayalah apa yang saya perkatakan ini; Sesungguhnya orang-&lt;br /&gt;7&lt;br /&gt;Kemana Kita Menyeru&lt;br /&gt;orang Islam yang terdahulu telah memahami dari Al-Quran apa yang kami bicarakan padamu hari ini sejak pertama kali mereka membaca Al-Quran yang diturunkan kepada mereka.&lt;br /&gt;Terus terang saya katakan kepada saudara bahawa Ikhwan Muslimin hidup dengan ‘aqidah mereka. Mereka mengharapkan kebaikan pada ‘aqidah ini dan mereka Sanggup mati kerananya. Dalam ‘aqidah ini mereka dapati sesuatu kenikmatan, keindahan, kebahagiaan dan kebenaran yang menjadi idaman mereka. Benar firman Allah :&lt;br /&gt;Bermaksud : "Belumkah datang waktunya bagi' orang-orang yang beriman, supaya tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan ianganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya. Kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasiq”.&lt;br /&gt;Saudara, sekiranya saudara sependapat dengan kami dalam hal ini ketahuilah bahawa pemanjatan nasabmu kepada Allah menuntutmu supaya memandang serius tanggungjawab yang dipikulkan di atas bahumu dan saudara akan aktif bekerja dan berkorban demi menunaikan tanggungjawab ini. Adakah saudara melakukannya?&lt;br /&gt;Tanggungjawab Muslim:&lt;br /&gt;Allah telah menyimpulkan tanggungjawab seorang muslim dalam beberapa ayat Al Qur'an, setelah itu Allah mengulanginya dalam beberapa ayat yang lain. Ayat yang merangkumi tanggungjawab muslim dalam hidup ini ialah firman Allah:&lt;br /&gt;Maksudnya : “Hai orang- orang yang beriman, ruku'lah, sujudlah, sembahlah tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benamya. Dia telah memilih kamu dan dia tidak menjadikan untukmu suatu kesempitan dalam agama. Agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu sekelian orang-orang muslim dari dahulu dan (begitu) pula dalam (Al-Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Kerana itu dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah pada tali Allah. Dia adalah pelindungmu, maka dialah sebaik-baik pelindung dan penolong”.&lt;br /&gt;Firman Allah ini amat jelas, tidak mengandungi sebarang kekeliruan dan kesamaran. Demi Allah, dalam firman ini terselit satu kemanisan, padanya terjelma keindahan, terang seperti sinar pagi, jelas seperti cahaya, memenuhi telinga, menusuk ke dalam hati tanpa minta izin. Tidaklah orang Islam mendengarnya sebelum ini? Atau mereka mendenganya tetapi hati mereka terkunci sehingga mereka tidak menyedari dan tidak mengambil pengajaran.&lt;br /&gt;Allah memerintahkan orang-orang Islam ruku' dan sujud, memerintah mereka mendirikan sembahyang yang menjadi intipati dari segala ibadat, tiang agama dan lahiriah yang paling nyata. Memerintah mereka supaya menyembah Allah, tidak menyengutukannya dengan sesuatu. Memerintah mereka melakukan kebajikan sekadar kemampuan mereka. Sewaktu memerintah mereka melakukan kebajikan, Allah melarang mereka dari kejahatan. Awal-awal kebajikan yang dapat saudara lakukan ialah dengan meninggalkan kejahatan. Alangkah ringkas dan berertinya. Setelah itu Allah menjamin pula kejayaan, kemenangan dan kelulusan untuk mereka. Inilah tanggungjawab tiap-tiap muslim yang wajib dilakukannya secara bersendiri atau secara berjama'ah.&lt;br /&gt;Hak Insaniyyah:&lt;br /&gt;Kemudian setelah itu Allah memerintahkan mereka supaya berjihad pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benamya untuk menyebarkan da'wah dan menerangkannya kepada seluruh ruh manusia dengan hujjah dan dalil. Sekiranya mereka yang diseru enggan menerima dan berkeras mengutamakan kebatilan dan kezaliman, berterusan dalam kesesatan maka perang dan senjatalah padahnya:&lt;br /&gt;Sekiranya manusia menzalimi kenyataan dan berkeras, perang lebih baik untuk dunia dari damai.&lt;br /&gt;8&lt;br /&gt;Kemana Kita Menyeru&lt;br /&gt;Kebenaran dipertahan dengan kekuatan:&lt;br /&gt;Alangkah tepatnya perkataan mereka yang mengatakan "Kekuatan adalah satu-satunya jalan yang dapat menjamin pelaksanaan kebenaran. Alangkah baiknya sekiranya kekuatan dan kebenaran itu seiring jalan". Berjihad untuk menyebarkan da'wah Islamiyyah di samping menjaga kesucian Islam adalah merupakan suatu kewajipan lain yang diwajibkan Allah kepada ummat Islam sebagai mana Allah mewajibkan puasa, sembahyang, haji, zakat, melakukan kebaiikan dan meninggalkan kejahatan. Allah mempastikan ummat Islam berjihad dan menyeru mereka melakukannya. Tidak seorang pun yang dikecualikan sekiranya beliau mempunyai kemampuan. Sesungguhnya ayat ini merupakan satu amaran dan pemberi awasan, satu pengajaran yang benar-benar memberi amaran keras.&lt;br /&gt;Dalam hubungan ini AIlah berfirman:&lt;br /&gt;"Berangkatlah maupun dalam merasa ringan atau merasa berat dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah”.&lt;br /&gt;Setelah menerangkan perintah ini Allah menjelaskan pula rahsia kewajipan dan fardhu yang telah diwajibkan kepada ummat Islam. Allah menerangkan bahawa beliau memilih mereka supaya mereka menjadi pemimpin makhluk, memegang amanat Syari'atNya, menjadi khalifah di bumi ini dan meniadi warisan Muhammad Sallallahu 'alaihi Wasallam dalam da'wah-Nya. Allah menyediakan agama untuk mereka, memperkemaskan Syari'at, memudahkan hukum-hukum, menjadikannya sesuai untuk semua zaman dan tempat dan dapat diterima alam sejagat. Insaniyyah sendiri dapat melihat impian dan cita-cita yang ditunggu-tunggunya sedia ujud dalam agama ini.&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;Maksudnya : “ Dia telah memilih kamu dan dia tidak menjadikan untukmu satu kesempitan dalam agama. Agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu sekelian orang-orang muslim dari dahulu dan (begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini, supaya rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia “.&lt;br /&gt;Inilah tanggungjawab secara berjama'ah yang mana Allah menyeru seluruh ummat Islam melakukannya supaya mereka menjadi satu barisan, satu ketumbuk yang kuat, supaya mereka menjadi tentera yang benar-benar ikhlas dapat menyelamatkan insaniyyah dan menunjukkan kepada mereka jalan yang lurus.&lt;br /&gt;Malam jadi rahib siang jadi pahlawan:&lt;br /&gt;Setelah itu Allah menerangkan kepada manusia hubungan antara kewajipan individu seperti sembahyang dan puasa dengan kewajipan kemasyarakatan. Allah juga menerangkan bahawa kewajipan individu itu sebagai wasilah kepada kewajipan kemasyarakatan sementara 'aqidah pula adalah asas kepada kedua-dua kewajipan ini. Dengan penjelasan ini manusia tidak lagi mempunyai alasan untuk meninggalkan kewajipan peribadi dengan alasan yang mereka telah melakukan kewajipan berjama'ah dan mereka yang lain pula tidak mempunyai alasan meninggalkan amal secara jama'ah dengan mengatakan yang mereka sibuk dengan amal 'ibadat peribadi dan masyghul dengan hubungan mereka dengan Allah. Alangkah teliti dan kemasnya :&lt;br /&gt;"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada Allah”.&lt;br /&gt;Wahai ummat muslimin, beribadat kepada Allah, beriihad demi menegakkan agama kamu, mempertinggikan syari'at kamu, kesemuanya ini adalah merupakan tanggungjawab kamu dalam hidup. Sekiranya kamu tunaikan tanggungiawab ini dengan sewajamya maka kamu adalah orang yang berjaya. Sekiranya kamu menunaikan sebahagiannya atau kamu cuaikan semuanya maka dengarlah ini kubacakan ayat Allah:&lt;br /&gt;"Apakah kamu mengira bahawa sesungguhnya kami mencipta kamu untuk bermain-main (saja) dan bahawa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami? Maha Tinggi Allah, Raja yang sebenarnya”.&lt;br /&gt;9&lt;br /&gt;Kemana Kita Menyeru&lt;br /&gt;Oleh kerana pengertian inilah maka para sahabat Rasulullah SallaLlahu 'alaihi Wasallam, golongan pilihan Allah dan para salihin yang terdahulu disifatkan sebagai rahib di waktu malam dan pahlawan berkuda di siang hari. Kamu lihat salah seorang dari mereka sujud terpaku di mihrabnya, mengurut-urut janggutnya, kumat kamit berzikir dengan penuh sejahtera dan menangis penuh dukacita seraya berkata: "Wahai dunia kau godalah orang lain dariku". Tetapi apabila terpancar matahari pagi dan ditiup naubat memanggil para mujahidin, engkau lihat beliau siap tangkas dengan penuh bersedia di atas kudanya bertempik dengan suaranya yang lantang hinggalah tempikannya bergema memenuhi medan pertempuran.&lt;br /&gt;Demi Allah, alangkah takjubnya kita melihat penyelarasan dan penyeimbangan yang seperti ini, penyelarasan yang menggabungkan antara urusan dunia dan akhirat. Tetapi ini bukanlah suatu yang luar biasa, itulah Islam, agama yang telah menggabungkan segala sesuatu yang baik.&lt;br /&gt;Penaklukan membawa ialah:&lt;br /&gt;Wahai ummat muslimin, oleh kerana pengertian inilah maka setelah RasuluLlah SallaLlahu 'alaihi Wasallam wafat ummat Islam telah mara ke seluruh pelusuk alam sedang Al Qur'an bersemadi di hati mereka, pelana kuda mereka menjadi tempat kediaman mereka, pedang mereka sentiasa di tangan dan hujjah yang jelas sentiasa di bibir mereka. Mereka menyeru manusia agar menerima salah satu dari tiga perkara, Islam, jizyah atau perang. Sesiapa yang menerima Islam beliau mereka anggap sebagai saudara mereka, beliau mempunyai hak dan tanggungjawab yang sama dengan hak dan tanggungiawab mereka. Sesiapa yang sanggup membayar ijazah beliau akan mendapat perlindungan mereka, mereka akan menghormati dan menunaikan perjanjiannya sesuai dengan syarat-syarat perjanjian tersebut.&lt;br /&gt;Siapa yang enggan menerima Islam dan membayar jizyah mereka akan memeranginya hinggalah Allah memberi kemenangan kepada mereka. Firman Allah:&lt;br /&gt;Maksudnya: “Dan Allah sekali-kali tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya”.&lt;br /&gt;Perkara yang demikian ini mereka lakukan bukahlah lantaran mereka ingin merebut kekuasaan, kerana kezahidan mereka terhadap kemegahan dan kemasyhuran telah diketahui umum dan khas. Agama mereka telah menghapuskan lahiriah yang palsu ini, lahiriah yang dini'mati oleh segolongan manusia dengan menindas orang lain. Khalifah mereka telah menentukan sahamnya dari Baitul-mal sama dengan saham seorang lelaki biasa, tidak berdasarkan yang beliau lebih dari orang lain, tidak juga berdasarkan yang beliau lebih mengetahui dari mereka. Urusan semua mereka tidak berbeza-beza kecuali kelebihan yang dikurniakan Allah, kelebihan iman dan taqwa.&lt;br /&gt;Kemaraan mereka bukanlah kerana harta. Cukuplah bagi mereka serpihan-serpihan atau saki baki yang dapat menahan kelaparannya, seteguk air yang dapat menghilangkan hausnya. Puasa bagi mereka adalah qurbah yang dilakukan untuk menghampirkan diri kepada Allah. Mereka lebih suka lapar dari kenyang. Saham-saham mereka yang berupa pakaian cukuplah setakat yang dapat menutup 'auratnya. Qur'an mereka menyeru dengan firman Allah:&lt;br /&gt;Maksudnya : "Dan orang-orang kafir itu bersenang-senang(di dunia) dan mereka makan seperti binatang-binatang makan dan neraka adalah tempat tinggal mereka”.&lt;br /&gt;Dan Nabi mereka menerangkan kepada mereka dengan sabdanya: "Celakalah hamba dinar, celakalah abdi dirham, celakalah hamba qutqifah (sejenis matawang).&lt;br /&gt;Kemegahan, harta, kekuasaan, penjajahan atau penaklukan yang diktatur itu bukan menjadi tujuan utama mereka meninggalkan negeri mereka tetapi mereka keluar untuk menunaikan risalah yang tertentu, risalah Nabi mereka, risalah yang telah ditinggalkannya sebagai amanah kepada mereka dan Nabi mereka telah memerintahkan kepada mereka supaya berjihad demi risalah ini firman Allah:&lt;br /&gt;Maksudnya: "Hinggalah fitnah tidak berlaku lagi dan agama seluruhnya bagi Allah”.&lt;br /&gt;Telah sampai masanya kita faham:&lt;br /&gt;10&lt;br /&gt;Kemana Kita Menyeru&lt;br /&gt;Generasi Islam yang terdahulu telah mengetahui pengertian ini dan mereka bekerja untuk tujuan tersebut. Iman mereka mendorong mereka berkorban demi tujuan tersebut. Tetapi hari ini ummat Islam telah berpecah dalam memahami tanggungjawab rnereka. Mereka telah melakukan penakwilan dan bertangguh-tangguh sebagai alasan untuk berdiam diri dari bermalasan. Ada orang berkata: "Masa untuk jihad dan'amal telah berlalu". Segolongan yang lain pula melemahkan himmah mereka dengan mengatakan: "Kita tidak ada wasilah, sedang ummat Islam terikat". Manakala golongan yang lain pula puashati dengan hanya mengucapkan kalimah-kalimah yang membasahi bibirnya pagi dan petang, berpada dengan'ibadat ruku' dan sujud yang dilakukannya sedang hatinya kosong.&lt;br /&gt;Tidak saudara, Al Qur'an di hadapahmu menyeru dengan terang dan jelas, Allah telah berfirman:&lt;br /&gt;Maksudnya : "Sesungguhnya orang-orang yang sebenar-benarnya beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah mereka itulah orang-orang yang benar”.&lt;br /&gt;Manakala sunnah pula RasuluLlah telah bersabda: "Bila manusia diperhambakan dinar dan dirham, mereka berjual-beli dengan benda-benda, mereka membuntuti ekor-ekor lembu, meninggalkan jihad pada jalan Allah, Allah akan menimpakan ke atas mereka kehinaan yang tidak akan diangkatnya hinggalah mereka rujuk kepada agama mereka". Hadith ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya. Juga diriwayatkan oleh Attabarani dalam Al Kabir dan diriwayatkan juga oleh Al Bukhari dalam kitab Syuabul 'Iman yang diriwayatkan melalui Ibni 'Umar.&lt;br /&gt;Saudara sendiri membaca dalam kitab-kitab feqah yang ditulis dahulu dan sekarang tentang bila masanya jihad itu dianggap sebagai fardhu kifayah dan bila pula dianggap sebagai fardhu ‘ain: Saudara juga benar-benar mengetahui hakikat ini dan memahami pengertiannya, kenapa sifat negatif ini masih berlaku? Apakah ertinya keputus-asaan yang mencengkam hati hingga tidak mahu sedar dan siuman? Wahai ummat-ummat Islam, sekarang telah sampai masa pembentukan, dengan pembentukan ini diri kamu juga akan terbentuk, setelah diri kamu terbentuk ummat kamu pula akan terbentuk.&lt;br /&gt;Kewajiban ini memerlukan jiwa-jiwa yang mu’min dan hati-hati yang sejahtera dari kamu, oleh itu ber'amallah untuk memperkuatkan iman kamu dan kesejahteraan dada kamu. Kewajipan ini juga mengharapkan pengorbanan harta dan tenaga dari kamu, bersedialah untuk itu. Sesungguhnya sesuatu yang ada pada kamu akan binasa dan sesuatu yang ada di sisi Allah akan kekal.&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min itu jiwa dan harta mereka dengan syurgaNya yang luas seperti luasnya langit dan bumi.&lt;br /&gt;Dari mana kita mula:&lt;br /&gt;Pembentukan sesuatu ummat, pendidikan sesuatu bangsa, pencapaian cita-cita juga pendokongan perinsip memerlukan kekuatan jiwa yang besar dari sesuatu urnmat atau bangsa yang ingin mencapai cita-citanya. Kekuatan jiwa yang terjelma dalam iradah yang kuat tidak mengenal lemah, kesetiaan yang kompak, tidak mudah terpengaruh dan tidak mengenal uzur, pengorbanan yang tinggi tidak dihalang oleh perasaan tamak, mengenal, mengimani dan memandang tinggi prinsip yang dipegangnya hingga dengan itu beliau akan dapat memeliharanya dari tersalah atau menyeleweng, mengawasinya dari bertolak ansur atau terpedaya dengan prinsip-prinsip yang lain.&lt;br /&gt;Di atas rukun-rukun asasi yang menjadi ciri-ciri khusus kepada jiwa dan di atas kekuatan ruh yang tinggi inilah sahaja prinsip dapat dibina, ummat yang membangun dapat dididik, bangsa-bangsa baru dapat dibentuk dan mereka yang telah disekat untuk hidup akan menemui satu penghidupan baru.&lt;br /&gt;Bangsa yang kehilangan keempat-empat sifat ini atau paling kurang bangsa yang kehilangan pemimpin dan penda'wah yang dapat membawa islah adalah satu bangsa yang tidak keruan, miskin dan tidak akan mencapai kebaikan serta cita-cita mereka,&lt;br /&gt;"Sesungguhnya perasangka itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran”.&lt;br /&gt;11&lt;br /&gt;Kemana Kita Menyeru&lt;br /&gt;Inilah kanun dan Sunnah Allah pada makhluknya dan kamu tidak akan dapat ganti yang lain dari sunnah ini, "Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”.&lt;br /&gt;Inilah juga kanun yang telah dinyatakan oleh RasuluLlah Sallallahu 'alaihi Wasallam dalam hadith sahehnya: "Hampir-hampir seluruh ummat mengerumuni kamu seperti perakus-perakus mengerumuni hidangan. Dan Allah akan mencabut perasaan gerun terhadap kamu dari musuh kamu dan Allah akan melontarkan perasaan lemah ke dalam hati kamu". Lantas seorang dari para sahabat bertanya: "Adakah kerana bilangan kami sedikit pada hari itu ya RasuluLlah?" RasuluLlah SallaLlahu 'alaihi Wasallam menjawab: "Tidak, sesungguhnya kamu pada waktu itu ramai tetapi kamu adalah buih, seperti buih banjir”.&lt;br /&gt;Lantas seorang dari sahabat berkata: "Apakah kelemahan itu ya RasuluLlah': RasuluLlah Sallalahu 'alaihi Wasallam menjawab: "Kasihkan dunia dan bencikan mati”.&lt;br /&gt;Tidakkah saudara melihat yang RasuluLlah SallaLlahu 'alaihi Wasallam telah menerangkan sebab-sebab kelemahan ummat, kehinaan sesuatu bangsa, kelemahan jiwa mereka, kelemahan hati dan kekosongan nurani mereka dari akhlaq yang tinggi dan sifat-sifat kelelakian yang sebenar sekalipun bilangan mereka ramai, sekalipun kebaikan dan penghasilan mereka melimpah ruah.&lt;br /&gt;Sesungguhnya bila suatu ummat itu hidup dalam kesenangan, biasa dengan kemewahan, tenggelam dalam sifat-sifat kehinaan dan terpesona dengan keindahan hidup dunia, lupa menanggung kesusahan, lupa mengharung dan menanggung penderitaan, lupa jihad pada jalan Allah, sebagai akibatnya akan sedikitlah orang yang sanggup berkorban untuk keagungan cita-cita ummat itu.&lt;br /&gt;Antara dua kekuatan:&lt;br /&gt;Kebanyakan orang menyangka bahawa timur kurang kekuatan kebendaan, peralatan perang dan periuangan untuk mereka bangun menyaingi ummat yang telah merampas hak dan menindas rakyat timur. Anggapan ini boleh dikira penting, tetapi di sana masih ada perkara yang lebih penting dari itu. Perkara yang kita maksudkan di sini ialah kekuatan ruh yang terjelma dari akhlaq yang tinggi, jiwa yang harmoni, mengimani dan mengetahui hak, iradah yang besar, pengorbanan demi menunaikan kewajipan, kesetiaan yang dapat mencetuskan kepercayaan antara satu sama lain serta dapat membina kesatuan yang kompak.&lt;br /&gt;Kalaulah timur mengimani haknya, merobah dirinya, mengambil berat soal-soal kekuatan, mengutamakan pembinaan akhlaq maka kekuatan material akan mendatang kepada mereka dari segenap sudut. Lambaran sejarah telah merakamkan contoh yang yakin.&lt;br /&gt;Ikhwan Muslimin telah meyakini perkara ini dengan keyakinan yang sebenarnya. Oleh itu mereka bertindak membersihkan ruh, memperkuatkan jiwa dan mempertinggikan akhlaq mereka. Lantaran itu mereka berjihad memperjuangkan da'wah mereka, mengharapkan orang ramai mengikut prinsip mereka dan menuntut ummat supaya memperbaiki jiwa dan mempertinggikan akhlaq mereka.&lt;br /&gt;Perkara ini bukanlah sengaja mereka ada-adakan. Demikian juga apa yang mereka perkatakan bukanlah menurut pandangan mereka sendiri malah mereka bersandarkan kepada sebuah kamus yang besar, lautan yang luas, perlembagaan yang kemas dan rujukkan yang tinggi lagi agung - itulah kitab Allah. Sebelum ini saudara telah mendengar dalam kanun itu.&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”.&lt;br /&gt;Allah telah menjelaskan pengertian ini dalam ayat-ayat yang tidak sedikit bilangannya, malah Al-Qur'an telah memberikan kepada kita contoh yang praktik, abadi, nyata dan benar dalam kisah Bani Israil, satu kisah yang menarik, kisah yang menggariskan jalan pembentukan semula ummat yang telah putus asa.&lt;br /&gt;Method yang jelas:&lt;br /&gt;12&lt;br /&gt;Kemana Kita Menyeru&lt;br /&gt;Ikhwan Muslimin berkeyakinan bahawa sewaktu Allah menurunkan Al Qur'an, sewaktu Allah memerintahkan hambanya mengikut Muhammad SallaLlahu 'alaihi Wasallam, sewaktu Allah meredhai Islam sebagai agama kepada mereka, Allah telah menyediakan dalam agama itu semua asas-asas yang pasti untuk kehidupan, kebangunan dan kebahagiaan ummat sejajarnya mengikut Muhammad SallaLlahu 'alaihi Wasallam, sewaktu Allah meredhai Islam sebagai agama kepada mereka, Allah telah menyediakan dalam agama itu semua asas-asas yang pasti untuk kehidupan, kebangunan dan kebahagiaan ummat sejajar dengan firman Allah:&lt;br /&gt;Maksudnya : "Orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil. Nabi itu menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikut cahaya terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an) mereka itulah orang-orang yang beruntung.&lt;br /&gt;Juga selaras dengan sabda RasuluLlah SallaLlahu 'alaihi Wasallam. "Demi Allah tidak ku biarkan sebarang kejahatan kecuali ku jarakkan tegah kamu dari melakukannya”.&lt;br /&gt;Dan bila saudara sendiri mengamati ajaran-ajaran Islam saudara akan mendapati ajaran-ajaran tersebut telah menentukan kaedah-kaedah tepat, sistem yang lebih sesuai, undang-undang yang cukup terperinci untuk kehidupan perseorangan baik lelaki maupun perempuan, untuk kehidupan rumahtangga sewaktu mendirikan dan merongkaikannya, sistem untuk kehidupan ummat dalam membina kebangunan, dan kekuatannya serta mengatasi kelemahannya. Ajaran Islam juga telah menganalisakan jalan pemikiran untuk ummat yang mana dengan jalan pemikiran inilah golongan Tajdid telah bangun.&lt;br /&gt;Oleh itu apa yang pernah disebut-sebut sebagai masalah internasional, sosial, kapital, bolshevek, perang, penaburan harta, hubungan antara pengeluar dan pengguna juga segala sesuatu yang berhubung secara jauh atau dekat dengan yang pernah dikaji dan sentiasa memasyghulkan pemimpin-pemimpin ummat dan ahli falsafah kemasyarakatan, kesemua permasalahan ini kita anggap telah diteroka oleh Islam hingge ke akar umbinya di samping Islam telah menyediakan untuk dunia satu sistem yang dapat menjamin manfa'at dan kebaikan untuk dunia serta dapat menjauhkan keburukan yang timbul dari sistem itu sendiri. Tetapi di sini bukanlah tempatnya untuk kita membincangkan perkara ini dengan panjang lebar. Kita hanya sekadar menyatakan kepada manusia apa yang kita yakini di samping kita menyeru manusia ke arah ini. Kita harap kita akan mempunyai pusingan lain untuk menghuraikan apa yang kita perkatakan ini secara terperinci (detail).&lt;br /&gt;Kita pasti mengikut:&lt;br /&gt;Bila Ikhwan Muslimin berkeyakinan demikian berertilah mereka menuntut supaya manusia bekerja dengan syarat kaedah-kaedah Islam hendaklah menjadi asas kepada kebangunan timur yang baru ini. Kaedah-kaedah ini haruslah menjadi asas dalam semua urusan hidup. Ikhwan juga berkeyakinan bahawa sekiranya lahiriyyah dari kebangunan itu adalah satu percobaan yang salah dan gagal dan sebagai akibat dari kegagalan ini akan memakan korban yang tidak mendatangkan faedah. Adalah baik dan bijak bagi ummat yang ingin bangun memilih jalan yang paling selamat dengan mengikut hukum Islam.&lt;br /&gt;Ikhwan Muslimin tidaklah mengkhususkan da'wah ini kepada setengah negara-negara Islam dan mengecualikan sebahagian yang lain malah mereka menyampaikan risalah ini dengan satu seruan yang mereka harapkan akan sampai ke pendengaran pemimpin-pemimpin dan pembesar di semua negara yang rakyatnya menganut agama Islam dan mereka sering menunggu-nunggu peluang untuk tujuan ini,menunggu peluang di mana negara-negara Islam bersatu dan mencoba membina masa depan mereka di atas asas-asas yang konkrit, asas yang membawa ketinggian, kemajuan dan kemakmuran.&lt;br /&gt;Awasilah kegelinciran:&lt;br /&gt;Satu perkara besar yang dibimbangkan oleh Ikhwan Muslimin ialah kemaraan bangsa timur ini dalam satu arus taqlid, lantas mereka menegakkan kebangunan mereka di atas sistem-sistem yang telah usang, sistem-sistem yang telah menjatuhkan maruah dirinya sendiri. Percubaan telah membuktikan keburukan dan ketidak sesuaiannya. Tiap-tiap ummat Islam mempunyai perlembagaannya yang umum. Seharusnya perlembagaan ini disebut dari hukum-hukum Islam dan ummat yang menyebutkan dalam perlembagaan&lt;br /&gt;13&lt;br /&gt;Kemana Kita Menyeru&lt;br /&gt;mereka bahawa "Islam adalah agama rasmi" wajiblah menggubal akta-akta seterusnya mengikut akta pertama tadi. Setiap akta yang tidak diluluskan Islam dan tidak diharuskan oleh hukum-hukum Islam wajiblah dimansuhkan supaya tidak timbul percanggahan dalam undang-undang asas dalam negara tersebut.&lt;br /&gt;Perbaikilah undang-undang:&lt;br /&gt;Semua negara Islam mempunyai undang-undang yang diperhakimkan oleh rakyat jelata. Undang-undang ini mestilah disedut dari Al Qur'an sejajar dengan kaedah-kaedah usul feqah Islam. Dalam Syari'at Islam dan dalam undang-undang yang telah digubal oleh penggubal undang-undang Islam terdapat sesuatu yang dapat menutup sebarang punca kecacatan, dapat menyempurnakan keperluan, memuaskan hati, membawa natijah yang baik dan hasil yang diberkati. Demikian juga dalam hukum hudud yang terdapat dalam Islam sekiranya dilaksanakan akan dapat memberi amaran dan menegah penjenayah dari melakukan jenayah sekalipun beliau telah sebati melakukan jenayah serta dapat membatasi penceroboh sekalipun sifat-sifat menceroboh itu telah berakar umbi dalam dirinya di samping dapat memberi rehat kepada kerajaan dari percubaan-percubaan yang gagal. Percubaan masa lain telah membuktikan yang demikian. Selain dari itu kita lihat bahawa Syari'at baru hari ini juga telah menggalakkan hal-hal yang demikian. Allah juga telah memfardhukan yang demikian. Firman Allah:&lt;br /&gt;"Barang siapa yang tidak menghukum menurut apa yang diturunkan Allah maka mereka itulah orang-orang yangkafir'.&lt;br /&gt;Perbaikilah lahiriyyah masyarakat:&lt;br /&gt;Tiap-tiap ummat mempunyai lahiriyyah masyarakat yang diawasi oleh kerajaan, disusun oleh undang-undang dan dilindungi oleh pemerintah, oleh itu ummat-ummat Islam timur adalah berkewajipan bekerja supaya lahiriyyah masyarakat ini secocok dengan peradaban agama selaras dengan Syari'at Islamiyyah dan perintahnya. Pelacuran yang rasmi adalah merupakan ke'aiban yang dipalitkan di muka sesuatu ummat yang menghargai kemuliaan apatah lagi bagi ummat Islam yang agamanya memerintah mereka supaya memerangi pelacuran dan menghukum penzina-penzina. Firman Allah:&lt;br /&gt;"Dan janganlah perasaan belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan Hari Akhirat dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orangyang beriman”.&lt;br /&gt;Kedai-kedai penjual arak yang terletak di jalan-jalan besar di perut kota, di kawasan-kawasan yang menonjol, lukisan-lukisan iklan yang panjang lebar mengenai minuman yang memabukkan, iklan-iklan lucah mengenai ibu segala dosa adalah merupakan lahiriyyah yang diingkari oleh agama dan Al Qur'an mengharamkannya dengan pengharaman yang amat dahsyat.&lt;br /&gt;Perangilah Ibahiyyah :&lt;br /&gt;Kebebasan yang mengghairahkan, kemewahan yang mempersona, membuang masa dan berpoya-poya di jalan-jalan raya, dalam perhimpunan-perhimpunan, tempat-tempat peranginan di musim panas dan di musim bunga kesemua ini telah diwasiatkan supaya ummat Islam meninggalkannya, malah Islam telah mewasiatkan mereka supaya bersifat menahan diri, serius, wibawa, sentiasa bersungguh-sungguh dan menjauhi perkara yang sia-sia. "Allah suka perkara-perkara yang bernilai tinggi dan benci perkara yang sia-sia".&lt;br /&gt;Adalah menjadi kewajipan kepada ummat Islam mengorbankan tenaga dan usaha dalam lingkungan kekuasaan dan undang-undang untuk menghapuskan perkara-perkara seperti ini dengan tidak mengenal putus asa dan menyerah kalah.&lt;br /&gt;Susunlah sistem pelajaran:&lt;br /&gt;Tiap-tiap ummat Islam mempunyai polisi pelajaran yang tersendiri, mempunyai polisi dalam bidang pembangunan, dalam mengeluarkan generasi yang akan membangun, membentuk rijal masa depan yang&lt;br /&gt;14&lt;br /&gt;Kemana Kita Menyeru&lt;br /&gt;mana di tangan merekalah terletaknya masa depan ummat yang mendatang. Polisi ini haruslah dibina di atas asas yang kuat dan kebijaksanaan supaya dapat memberi jaminan kepada benteng pertahanan agama generasi yang sedang meningkat, menjamin kubu akhlaq, menjamin fahaman mereka terhadap agama mereka, menjamin rasa bangga mereka terhadap keagungan mereka yang silam juga tamaddun mereka yang luas.&lt;br /&gt;Inilah satu asas kecil dari beberapa asas yang dikehendaki oleh Ikhwan Muslimin agar dapat dijaga oleh ummat Islam dalam kebangunan baru ini dan Ikhwan Muslimin menujukan seruan mereka ini kepada semua ummat Islam, rakyat dan pemerintahnya dan wasilah mereka untuk mencapai matlamat Islamiyyah yang tinggi ini hanyalah satu; mereka hendaklah menerangkan keistimewaan dan kerapian yang ada dalam matlamat itu, hingga bila manusia telah diperingatkan tentang keistimewaan dan kerapian itu dan mereka merasa puashati dengan faedah-faedahnya mereka akan melakukannya dan tunduk mematuhi hukumnya. Firman Allah:&lt;br /&gt;"Katakanlah: Inilah jalan agamaku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dan aku tidak termasuk dalam golongan orang-orang yangmusyrik''&lt;br /&gt;Manfa'atkan persaudaraan kamu:&lt;br /&gt;Islam telah menyeru pengikutnya:&lt;br /&gt;"Berpeganglah kamu semuanya pada tali Allah dan janganlah kamu bercerai-berai dan ingatlah akan ni'mat Allah kepada kamu ketika kamu dahulu masa jahiliyyah bermusuh-musuhan maka Allah menjinakkan antara hati kamu lalu menjadilah kamu dengan ni'mat Allah orang-orang yang bersaudara”.&lt;br /&gt;Dalam ayat yang lain Allah berfirman pula: "Sesungguhnya orang-orang mu'min itu bersaudara”.&lt;br /&gt;Di kesempatan yang lain Allah berfirman pula: "Dan orang-orang yang beriman lelaki dan perempuan sebahagian mereka adalah menjadi penolong bagi yang lain”.&lt;br /&gt;RasuluLlah SallaLlahu 'alaihi Wasallam pula bersabda: "Jadilah kamu semua hamba-hamba Allah yang bersaudara”.&lt;br /&gt;Demikianlah generasi Islam yang terdahulu memahami pengertian ini daripada Islam. Kepercayaan mereka kepada agama 
